:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330334/original/007281300_1787370723-c07913aa-5e8b-4277-b089-111b2f71257e.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Ampas kopi yang biasa berakhir di tempat sampah dapur ternyata bisa diubah menjadi pupuk untuk tanaman terong di rumah. Cara membuat pupuk untuk terong dari ampas kopi ini tidak membutuhkan alat mahal atau bahan kimia tambahan. Bahan utamanya sudah ada di dapur setiap hari, jadi siapa saja bisa langsung mencobanya sendiri di rumah.
Banyak orang membuang ampas kopi begitu saja tanpa tahu bahwa sisa seduhan itu masih menyimpan nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan tanaman. Unsur ini penting untuk membantu terong tumbuh dengan batang kuat, daun lebat, dan buah yang lebih banyak, tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pupuk pabrik.
Proses pembuatan pupuk ini juga tergolong singkat dan tidak menyita banyak waktu di rumah. Berikut ini adalah langkah-langkah cara membuat pupuk untuk terong dari ampas kopi yang bisa Anda coba di rumah, dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (22/8/2026).
Mengumpulkan dan Mengeringkan Ampas Kopi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330335/original/011074600_1787370723-44e1aae1-180f-42b8-b6e1-adbd1a4e7916.jpg)
Perbesar
Langkah pertama dimulai dari mengumpulkan ampas kopi bekas seduhan setiap hari, baik dari mesin kopi maupun kopi tubruk biasa di rumah. Ampas ini bisa disimpan dalam wadah terbuka di dapur sambil menunggu jumlahnya terkumpul cukup banyak untuk dipakai sebagai bahan pupuk terong.
Setelah terkumpul, ampas kopi perlu dijemur di bawah sinar matahari selama satu sampai dua hari sampai benar-benar kering dan tidak menggumpal. Ampas yang masih basah mudah ditumbuhi jamur dan berbau tidak sedap, sehingga proses penjemuran ini sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja.
Ampas kopi yang sudah kering bisa dihaluskan sedikit menggunakan tangan atau sendok agar teksturnya lebih rata dan mudah ditakar. Bentuk yang lebih halus akan memudahkan proses pencampuran pada langkah berikutnya, sekaligus mempercepat penguraian saat sudah tercampur dengan bahan lain di dalam wadah kompos.
Mencampurkan Ampas Kopi dengan Bahan Kompos Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330336/original/014923800_1787370723-9f8107be-db8f-4b84-89ce-b401d538cdcc.jpg)
Perbesar
Setelah kering, ampas kopi dicampur dengan bahan kompos coklat seperti daun kering, ranting kecil, atau kertas bekas yang sudah disobek halus. Campuran ini penting karena ampas kopi tergolong bahan hijau kaya nitrogen yang perlu diimbangi dengan bahan coklat kaya karbon agar hasil pupuk lebih seimbang.
Perbandingan yang bisa dipakai adalah satu bagian ampas kopi untuk dua bagian bahan coklat, lalu semua bahan diaduk rata dalam satu wadah kompos atau ember berlubang. Wadah sebaiknya diletakkan di tempat teduh agar campuran tidak terlalu cepat kering akibat terkena panas matahari langsung.
Tambahkan sedikit air ke dalam campuran sampai kelembapannya terasa seperti spons yang telah diperas, tidak becek dan juga tidak kering. Kelembapan yang pas akan membantu mikroorganisme bekerja lebih cepat mengurai bahan-bahan tersebut menjadi pupuk yang siap dipakai untuk tanaman terong.
Mendiamkan dan Mengaduk Campuran hingga Menjadi Pupuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330337/original/018969500_1787370723-7e9540de-0635-4324-b3c7-4096327135c7.jpg)
Perbesar
Campuran ampas kopi dan bahan coklat didiamkan di dalam wadah tertutup selama dua sampai tiga minggu agar proses penguraian berjalan sempurna. Wadah tetap perlu diberi celah udara supaya oksigen bisa masuk dan proses pengomposan tidak menimbulkan bau menyengat di sekitar rumah.
Selama masa penyimpanan, campuran perlu diaduk setiap tiga sampai empat hari sekali menggunakan sekop kecil atau garpu tanah. Pengadukan ini bertujuan meratakan panas yang dihasilkan proses penguraian sekaligus mencegah bagian bawah wadah menjadi terlalu padat dan kekurangan udara.
Pupuk dianggap siap dipakai ketika warnanya berubah menjadi cokelat gelap, teksturnya remah seperti tanah, dan aroma kopi yang tajam sudah jauh berkurang. Ciri-ciri ini menandakan bahan organik sudah terurai dengan baik dan aman digunakan langsung ke media tanam terong.
Cara Menggunakan Pupuk Ampas Kopi untuk Terong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330338/original/022589200_1787370723-b8fc4766-a4cd-47c1-98fd-8c14eca95cbc.jpg)
Perbesar
Pupuk ampas kopi yang sudah jadi cukup ditaburkan di sekitar batang terong, kira-kira segenggam untuk satu tanaman, lalu ditutup tipis dengan tanah agar tidak menguap. Cara ini bisa diterapkan pada tanaman yang ditanam di kebun maupun di dalam pot.
Penggunaan pupuk ini cukup dilakukan dua minggu sekali agar tanah tidak terlalu asam dan pertumbuhan terong tetap terjaga dengan baik. Pemberian yang terlalu sering justru bisa membuat pH tanah turun drastis, sehingga akar terong sulit menyerap nutrisi lain yang dibutuhkan.
Setelah pupuk ditaburkan, siram tanah secukupnya agar unsur hara di dalamnya mudah meresap dan sampai ke akar terong. Pemantauan kondisi daun dan batang secara berkala juga membantu menentukan apakah dosis pupuk perlu ditambah atau tetap dipertahankan seperti sebelumnya.
Sampah Dapur Lain yang Bisa Dijadikan Pupuk Terong Selain Ampas Kopi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330339/original/026272000_1787370723-ed811612-840f-40bc-852d-9220a8eb2f80.jpg)
Perbesar
Selain ampas kopi, dapur rumah masih menyimpan beberapa sampah lain yang bisa dipakai sebagai pupuk untuk tanaman terong. Bahan-bahan ini sering terbuang begitu saja, padahal masih menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur dan berbuah lebat.
- Kulit Pisang: Kulit pisang mengandung kalium dan fosfor yang membantu terong berbunga lebih banyak dan buahnya tumbuh maksimal. Kulit cukup dipotong kecil-kecil lalu dikubur di dekat akar, atau direndam air semalaman untuk dijadikan pupuk cair siram.
- Cangkang Telur: Cangkang telur kaya kalsium yang membuat batang terong lebih kuat dan tidak mudah roboh saat berbuah lebat. Cangkang dicuci bersih, dikeringkan, lalu dihaluskan dan ditaburkan di sekitar tanaman sebagai pupuk tambahan.
- Ampas Teh: Ampas teh mengandung nitrogen yang membantu daun terong tumbuh lebih hijau dan lebat. Ampas cukup dikeringkan terlebih dahulu, lalu dicampurkan langsung ke tanah atau dimasukkan ke dalam kompos yang sedang dibuat.
- Air Cucian Beras: Air cucian beras menyimpan karbohidrat dan mineral yang baik untuk merangsang pertumbuhan akar terong. Air ini bisa langsung disiramkan ke media tanam tanpa perlu diolah lebih lanjut, cukup gunakan air cucian pertama saja.
- Kulit Bawang: Kulit bawang merah dan bawang putih mengandung kalium dan zat yang bisa membantu mengusir hama kecil dari tanaman terong. Kulit direndam air semalaman, lalu air rendamannya disiramkan ke media tanam sebagai pupuk sekaligus pengusir hama.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Pupuk Terong dari Ampas Kopi
Berapa lama ampas kopi bisa menjadi pupuk yang siap dipakai? Ampas kopi umumnya siap menjadi pupuk dalam waktu dua sampai tiga minggu setelah dicampur dengan bahan kompos lain dan diaduk secara rutin. Waktu ini bisa berbeda tergantung suhu ruangan dan seberapa sering campuran diaduk.
Apakah ampas kopi bisa langsung ditaburkan ke tanah tanpa dikompos dulu? Ampas kopi bisa langsung ditaburkan tipis-tipis ke tanah, namun jumlahnya perlu sedikit dan tidak terlalu sering agar tanah tidak menjadi terlalu asam bagi akar terong.
Apakah semua jenis ampas kopi bisa dipakai untuk pupuk terong? Ampas kopi dari kopi tubruk maupun mesin seduh sama-sama bisa dipakai selama tidak dicampur gula, susu, atau krimer, karena bahan tambahan itu dapat mengundang serangga dan mengganggu proses penguraian.
Apakah pupuk ampas kopi aman untuk semua tanaman selain terong? Pupuk ini juga cocok untuk tanaman lain yang menyukai tanah sedikit asam seperti tomat dan cabai, namun tetap perlu diberikan dalam jumlah terbatas agar tidak mengganggu keseimbangan pH tanah.
Kenapa terong perlu dipupuk secara rutin selama masa tanam? Pemupukan rutin membantu terong mendapat asupan nitrogen, fosfor, dan kalium secara bertahap sepanjang masa tumbuh, sehingga batang tetap kuat dan buah bisa dipanen lebih banyak.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

15 hours ago
11
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330112/original/024941300_1787321071-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330658/original/086198000_1787399047-1787308336526.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5042638/original/005165100_1733808462-Bergson_da_Silva.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5182466/original/032899400_1744091095-IMG-20250408-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329607/original/091022700_1787285482-tJHwAoQm8LQlJ1kwCMCqwiHtRk2BiOHjIF3al8nd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371682/original/093852300_1759716050-menata_rumah_21_c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4792067/original/066661700_1712056860-Piala_Asia_U-23_-_Ilustrasi_Australia_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330581/original/015162400_1787389298-Sistem_Sumbu_Menggunakan_Ember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326490/original/014237900_1787026237-qVUWdCzlk4ihaRuHHztQ4vN50HLyKLAI8qrfibhc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330357/original/051729000_1787372592-Garudayaksa-FC-Agendakan-TC-di-Solo-1786591128.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6995989/original/057079800_1779765949-7869442772002881850.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330618/original/009782200_1787393303-1000131033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329590/original/082302400_1787285442-IJR3zLD97AXtOayXm9EFyckHaYMkBXUUFd1Cuspz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9310629/original/037252200_1785326863-20260729_Erwin_Snaz_DPMM_FC_vs_Persib_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330391/original/018689100_1787375868-Model_pagar_kombinasi_kayu_dan_batu_untuk_fasad_natural_sehingga_hunian_jadi_tampil_segar_kekinian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288684/original/041810200_1783330611-Taman_Kering_dengan_Jalur_Batu_dan_Monstera.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311128/original/000703600_1785389124-Gemini_Generated_Image_u3d5kku3d5kku3d5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330613/original/041571600_1787392325-SnapInsta.to_782455823_17903888352492129_8135285171020443602_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330495/original/099055500_1787385024-746e12b0-0b96-444f-878b-7d7309c8f3d1.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559104/original/078871100_1776515746-IMG_20260418_190438.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5270828/original/086549500_1751442535-library_upload_21_2025_01_996x664_toca-1_3b9cc58.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5567666/original/075634000_1777303637-20260427AA_Persija_Jakarta_vs_Persis_Solo-13_2.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565651/original/096059400_1777044069-1000403344.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5313554/original/014193100_1755011665-GyJ5c66aEAIeZPd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4439357/original/023748200_1684915919-IMG_3716.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531415/original/071066900_1773586899-villa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5519493/original/042582900_1772576817-20260303IQ_Persija_Jakarta_vs_Borneo_Fc-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566075/original/085400200_1777111628-Putar_haluan_dan_menangkan_pertandingan__Banten_Warriors_______DUBFC__BantenWarriors__BuiltForGlor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5565484/original/004691900_1777026242-20260424BL_Latihan_Timnas_Indonesia_U-17_10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582864/original/078653400_1778130434-7ad81446-6c8d-439a-b9fd-a7f4c5bd1008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5553217/original/014314300_1775916634-20260411BL_Persija_Vs_Persebaya___BRI_Super_League_-28.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406767/original/073611600_1762596719-runtukahu.jpg)