Liputan6.com, Jakarta - Menjelang kepulangan jemaah haji, kebutuhan mencari oleh-oleh sering menjadi perhatian keluarga di rumah. Banyak orang ingin membawa buah tangan untuk kerabat, tetangga, hingga rekan kerja sebagai bentuk perhatian setelah menjalankan ibadah di Tanah Suci. Namun, keinginan membeli banyak barang sering membuat pengeluaran tidak terkontrol dan barang bawaan menjadi berlebihan.
Kondisi tersebut kerap terjadi karena jemaah membeli oleh-oleh tanpa perencanaan sejak awal keberangkatan. Sebagian orang baru menentukan barang yang akan dibeli ketika sudah berada di pusat perbelanjaan atau pasar sekitar Makkah dan Madinah. Akibatnya, pembelian dilakukan secara spontan tanpa mempertimbangkan kebutuhan, jumlah penerima, dan batas anggaran yang tersedia.
Padahal, mencari oleh-oleh haji dapat dilakukan dengan cara yang lebih teratur tanpa mengurangi makna berbagi kepada keluarga dan kerabat. Dengan menentukan prioritas, memahami harga barang, dan mengatur pola belanja sejak awal, jemaah tetap dapat membawa oleh-oleh dalam jumlah cukup tanpa membuat pengeluaran membengkak. Berikut cara efektif mencari oleh-oleh haji supaya tidak boros dan tetap nyaman saat pulang ke Indonesia, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (7/5).
Menentukan Daftar Penerima Oleh-Oleh Sejak Awal
Salah satu penyebab pengeluaran membesar saat membeli oleh-oleh haji adalah jumlah penerima yang tidak dibatasi sejak awal. Banyak jemaah baru menyusun daftar setelah tiba di Tanah Suci sehingga pembelian menjadi tidak terarah. Dalam kondisi tersebut, barang yang dibeli sering bertambah karena muncul rasa tidak enak kepada orang tertentu yang belum masuk daftar penerima.
Membuat daftar penerima sebelum keberangkatan dapat membantu mengendalikan jumlah pembelian. Daftar tersebut dapat dibagi berdasarkan keluarga inti, keluarga besar, tetangga dekat, dan rekan kerja yang memang perlu diberikan buah tangan. Cara ini membuat jemaah mengetahui perkiraan jumlah barang yang harus dibeli sehingga pengeluaran lebih mudah dihitung sejak awal.
Selain membantu mengatur anggaran, daftar penerima juga mempermudah menentukan jenis oleh-oleh yang sesuai. Barang dengan ukuran kecil dan harga terjangkau dapat diprioritaskan untuk penerima dalam jumlah banyak, sedangkan barang lain dapat disiapkan untuk keluarga inti. Dengan pola seperti ini, jemaah tidak perlu membeli barang dalam jumlah berlebihan hanya karena ingin memenuhi semua permintaan yang muncul mendadak.
Menentukan Anggaran Belanja Sebelum Berangkat
Banyak jemaah menghabiskan dana lebih besar karena tidak memiliki batas belanja yang jelas. Ketika melihat banyak pilihan barang di pusat oleh-oleh, sebagian orang tergoda membeli tambahan tanpa memperhitungkan sisa uang perjalanan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kebutuhan lain selama berada di Tanah Suci.
Menentukan anggaran sejak awal menjadi langkah penting agar pengeluaran tetap terkendali. Jemaah dapat memisahkan dana ibadah, kebutuhan pribadi, dan dana khusus oleh-oleh sebelum keberangkatan. Dengan pemisahan tersebut, penggunaan uang menjadi lebih terarah dan tidak bercampur dengan kebutuhan lain selama perjalanan haji berlangsung.
Anggaran juga membantu jemaah menahan pembelian yang tidak diperlukan. Saat batas belanja sudah ditentukan, keputusan membeli barang menjadi lebih terukur karena setiap pengeluaran harus disesuaikan dengan dana yang tersedia. Cara ini dapat mengurangi kebiasaan membeli barang tambahan hanya karena tertarik pada bentuk kemasan atau ajakan dari rombongan lain.
Memilih Oleh-Oleh yang Mudah Dibawa dan Dibagikan
Sebagian jemaah memilih barang dengan ukuran besar tanpa mempertimbangkan kapasitas koper. Akibatnya, barang bawaan menjadi penuh dan berat saat proses kepulangan. Kondisi ini sering membuat jemaah harus membeli tambahan tas atau membayar biaya kelebihan bagasi.
Memilih oleh-oleh dengan ukuran praktis menjadi langkah yang lebih efisien. Kurma, kacang Arab, cokelat, tasbih, sajadah lipat, atau air zamzam dalam kemasan resmi sering dipilih karena mudah dibagikan kepada banyak orang. Barang seperti ini juga lebih mudah disusun di dalam koper sehingga tidak memakan banyak ruang selama perjalanan pulang.
Selain mempertimbangkan ukuran barang, jemaah juga perlu memperhatikan jumlah pembelian agar sesuai kebutuhan. Membeli barang seragam dalam jumlah tertentu sering lebih mudah dibanding membeli banyak jenis barang berbeda. Cara tersebut membantu proses pembagian oleh-oleh setelah tiba di rumah karena semua penerima memperoleh barang dengan nilai yang hampir sama tanpa membuat jemaah harus mengeluarkan biaya tambahan.
Membandingkan Harga di Beberapa Tempat Belanja
Perbedaan harga oleh-oleh di sekitar Makkah dan Madinah sering cukup jauh meski barang yang dijual serupa. Sebagian jemaah membeli barang di tempat pertama yang dikunjungi karena khawatir kehabisan waktu. Padahal, membandingkan harga di beberapa lokasi dapat membantu menghemat pengeluaran dalam jumlah cukup besar.
Sebelum membeli dalam jumlah banyak, jemaah dapat melihat harga di beberapa toko atau pasar terlebih dahulu. Cara ini membantu mengetahui kisaran harga umum sehingga pembelian tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Dalam banyak kasus, barang dengan jenis sama dapat dijual dengan selisih harga yang cukup terasa jika dibeli dalam jumlah besar.
Selain membandingkan harga, jemaah juga perlu memperhatikan kualitas barang yang dibeli. Oleh-oleh dengan kemasan sederhana sering memiliki isi yang sama dengan barang lain yang dijual lebih mahal. Dengan memperhatikan isi produk dan bukan hanya bentuk kemasan, jemaah dapat memperoleh barang yang sesuai kebutuhan tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Menghindari Belanja Mendadak Menjelang Pulang
Belanja mendadak menjelang jadwal kepulangan sering membuat pengeluaran meningkat. Pada kondisi tersebut, jemaah biasanya merasa waktu semakin sempit sehingga membeli barang tanpa banyak pertimbangan. Akibatnya, jumlah pembelian bertambah dan barang yang dibeli tidak selalu sesuai kebutuhan awal.
Membeli oleh-oleh secara bertahap sejak awal kedatangan dapat menjadi pilihan yang lebih aman. Cara ini membantu jemaah membagi pengeluaran selama perjalanan sehingga tidak terasa berat di akhir masa ibadah. Selain itu, pembelian bertahap membuat jemaah memiliki waktu lebih panjang untuk menentukan barang yang benar-benar diperlukan.
Belanja lebih awal juga membantu mengurangi risiko kehabisan barang tertentu saat mendekati musim kepulangan jemaah. Pada periode tersebut, pusat oleh-oleh biasanya dipenuhi pembeli dari berbagai negara sehingga suasana menjadi padat. Dengan menyelesaikan sebagian besar belanja lebih awal, jemaah dapat lebih fokus mempersiapkan kepulangan tanpa terburu-buru mencari tambahan oleh-oleh di waktu terakhir.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Efektif untuk Mencari Oleh-Oleh Haji
1. Apa oleh-oleh haji yang paling sering dibeli jemaah?
Oleh-oleh yang paling sering dibeli jemaah haji antara lain kurma, air zamzam, kacang Arab, cokelat, tasbih, sajadah, dan parfum nonalkohol karena mudah dibawa dan dibagikan.
2. Bagaimana cara mengatur anggaran oleh-oleh haji?
Cara mengatur anggaran oleh-oleh haji dapat dilakukan dengan memisahkan dana belanja sejak awal, membuat daftar penerima, dan menentukan batas pengeluaran sebelum berangkat.
3. Kapan waktu terbaik membeli oleh-oleh haji?
Waktu terbaik membeli oleh-oleh haji adalah sejak awal atau pertengahan masa tinggal di Tanah Suci agar tidak terburu-buru menjelang kepulangan.
4. Apakah oleh-oleh haji harus mahal?
Oleh-oleh haji tidak harus mahal karena makna utama terletak pada perhatian dan niat berbagi kepada keluarga serta kerabat setelah menjalankan ibadah.
5. Bagaimana supaya koper tidak penuh oleh oleh-oleh?
Agar koper tidak penuh, pilih barang dengan ukuran praktis, hindari membeli terlalu banyak jenis barang, dan sesuaikan jumlah pembelian dengan kapasitas bagasi.

5 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5593549/original/004550300_1778151715-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_18.00.36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588786/original/095635900_1778143632-sampah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5587712/original/033046700_1778141950-Rumah_Tipe_45_Semi_Outdoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531811/original/089530200_1773633826-Cat_Rumah_Warna__Putih_Gading__Ivory___Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588815/original/034708700_1778143833-q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482090/original/075265200_1769159203-kebun_sayur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5584567/original/060647300_1778136822-3f82fd71-1d0c-46f3-8d2d-721deda3944d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5589082/original/073286200_1778144185-Tanaman_Daun_Mini_yang_Bisa_Bikin_Suasana_Rumah_Lebih_Adem_dan_Menenangkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413913/original/041000900_1763211079-lari_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5584211/original/081674900_1778136145-HL_bebek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5583515/original/096985100_1778135035-ide_peternakan_untuk_yang_mau_slow_living.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4462258/original/003676600_1686543604-pexels-george-milton-6954220.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5587530/original/093908300_1778141680-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5588273/original/019094800_1778142893-20260507IQ_Latihan_Persija-22.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5583343/original/046775300_1778134665-cat-han-VgyN_CWXQVM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575239/original/089516600_1778041681-Ide_Kebun_Sayur_Tumpangsari_Tradisional_untuk_Organisasi_Ibu-ibu_di_Desa_Model_Sawi__Kemangi_dan_Bawang_Merah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5581855/original/085847700_1778128801-Persela_vs_Deltras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5585214/original/019655900_1778137868-Usaha_Rumahan_Sederhana_yang_Bikin_Ibu_Desa_Makin_Produktif_dan_Bisa_Sambil_Santai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582940/original/006763500_1778132971-15bad458-b0b9-4af6-a5e2-1a10aea3d422.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469343/original/033984700_1768110777-pexels-roman-odintsov-5847238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468787/original/073253700_1768015863-Guseynov_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)