Liputan6.com, Jakarta - Di antara deretan sayur, buah, dan tanaman obat yang tumbuh subur di pekarangan rumah, ada satu tanaman yang justru paling sering bikin geleng kepala, yaitu cabai. Karena itu, perlu mengetahui tentang alasan cabai sulit dirawat di pekarangan rumah.
Padahal, cabai adalah komoditas yang paling dibutuhkan dapur. Harganya kerap melonjak dan sering disebut sebagai penyumbang inflasi. Namun di lapangan, menanam cabai ternyata tidak semudah menanam kangkung atau pakcoy.
Hal itu diakui Wulan (48), anggota sekaligus pengurus KWT Kemuning Karangklesem, Purwokerto Selatan, saat ditemui Liputan6.com pada 30 Januari 2026.
"Cabai itu yang paling susah, hamanya banyak. Enggak pernah maksimal," ujar Wulan.
1. Dibutuhkan Setiap Hari, Tapi Sulit Dipanen
Cabai hampir selalu hadir dalam masakan rumah tangga. Dari sambal, tumisan, hingga gorengan, semuanya membutuhkan cabai. Tak heran jika banyak warga mencoba menanam sendiri untuk menghemat pengeluaran. Namun kenyataannya, cabai menjadi tanaman yang paling sering gagal ditanam di pekarangan.
"Pernah panen, tapi sering mati pas lagi berbuah. Lagi bagus-bagusnya, tiba-tiba layu," kata Wulan.
Masalah utama ada pada hama dan penyakit tanaman. Daun mengeriting, batang menguning, hingga tanaman mati mendadak menjadi tantangan yang berulang.
"Kalau enggak pakai kimia, susah maksimal," ujarnya jujur.
2. Sudah Coba Cara Alami, Tapi Belum Konsisten
Sebagai kelompok yang sebagian besar menanam secara organik, KWT Kemuning sebenarnya sudah mencoba berbagai cara alami. Salah satunya membuat jamur trichoderma untuk mengatasi penyakit akibat jamur pada akar tanaman.
"Kita sudah latihan bikin trichoderma sendiri. Kalau mati tiba-tiba kan biasanya karena jamur," jelas Wulan.
Namun hasilnya belum konsisten. Cabai tetap rentan, terutama saat musim hujan.
"Kalau musim hujan itu gampang busuk. Kebanyakan air, terus mati," katanya.
Berbeda dengan tanaman lain seperti kangkung atau kol yang relatif cepat panen dan jarang bermasalah, cabai membutuhkan perhatian ekstra.
3. Ironi Tanaman Pengendali Inflasi
Menariknya, cabai justru menjadi tanaman yang didorong untuk ditanam lebih banyak karena perannya dalam pengendalian inflasi.
KWT Kemuning termasuk dalam program "Kampung Sadar Inflasi" yang mendapat pendampingan serta bantuan greenhouse dari Bank Indonesia. Salah satu tujuannya adalah menjaga ketersediaan komoditas pangan penting, termasuk cabai.
"Yang sering bikin inflasi itu kan cabai. Makanya tetap kita tanam," ujar Wulan.
Namun di sinilah ironinya. Tanaman yang paling dibutuhkan dan berdampak pada harga pasar, justru menjadi yang paling sulit dirawat di tingkat rumah tangga.
4. Perlu Perawatan Ekstra
Berbeda dengan sayuran lain yang cukup dipupuk organik dan disiram rutin, cabai membutuhkan pengawasan lebih ketat. Jika daun mulai menguning atau keriting, pupuk ditambah. Jika muncul gejala penyakit, perlu penanganan cepat. Bahkan dengan perawatan intensif pun hasilnya belum tentu berhasil.
"Sudah dipupuk, sudah dirawat, tetap saja kena hama," kata Wulan.
Karena tantangan itu, sebagian anggota terkadang menggunakan bahan kimia untuk mengendalikan hama cabai, meski sebagian besar tanaman lain tetap dirawat secara organik.
"Kalau cabai itu beda. Kalau enggak pakai kimia, susah," ujarnya.
5. Tetap Ditanam Meski Sering Gagal
Meski penuh tantangan, cabai tidak pernah benar-benar ditinggalkan. Para anggota KWT tetap menyemai bibit cabai secara berkala. Sistem tanam bergilir diterapkan. Bibit disemai di dalam ruangan, dipindahkan ke polybag kecil, lalu ke luar pekarangan ketika sudah cukup kuat.
"Sebulan sekali kita tetap menyemai. Biar gantian panennya," jelas Wulan.
Selain untuk kebutuhan sendiri, bibit cabai juga dibagikan kepada warga sekitar agar semakin banyak rumah yang mencoba menanam. Dulu, ketika harga cabai sempat melonjak tinggi, antusiasme warga meningkat.
"Waktu harga naik, ramai yang mau nanam. Saya bagi ke warga sekalian," katanya.
6. Belajar Sabar dari Cabai
Dari semua tanaman di pekarangan, cabai memberi pelajaran paling besar, yakni kemandirian pangan butuh proses dan kesabaran. Menanam cabai bukan hanya soal menancapkan bibit dan menunggu panen. Ada risiko gagal, serangan hama, hingga cuaca yang tak menentu.
Namun di balik kesulitannya, cabai tetap menjadi simbol upaya menjaga ketahanan pangan keluarga dari level rumah tangga.
"Walaupun susah, tetap kita tanam," kata Wulan.
Bagi ibu-ibu di KWT Kemuning, cabai bukan sekadar tanaman pedas. Ia adalah bentuk usaha kecil melawan ketidakpastian harga dan menjaga dapur tetap berasap. Meski paling menyebalkan perawatannya, cabai menjadi tanaman yang paling mengajarkan arti ketahanan.
Cara Menanam Cabai di Pekarangan Rumah agar Subur dan Panen Berkali-kali
Menurut Wulan, kunci utama menanam cabai di pekarangan adalah kesabaran dan perawatan rutin.
"Cabai itu sebenarnya tidak sulit. Yang penting sinar matahari cukup, jangan terlalu banyak air, dan rajin dipantau daunnya," ujar Wulan.
Ia menjelaskan, cabai bisa ditanam di pot, polybag, bahkan di pinggir pekarangan yang sempit sekalipun. Media tanamnya cukup campuran tanah, kompos, dan sedikit sekam agar gembur.
"Kalau ditanam bareng-bareng dengan tanaman lain juga bisa, asal jangan terlalu rapat. Sirkulasi udara penting supaya tidak mudah kena hama," katanya.
Wulan juga menyarankan agar warga melakukan penanaman bertahap. Misalnya, minggu ini menanam lima bibit, dua minggu kemudian tambah lagi lima bibit. Baginya, cabai menjadi salah satu tanaman penting karena harganya sering naik.
"Supaya panennya tidak barengan habis. Jadi bisa terus petik sedikit-sedikit untuk kebutuhan dapur, kalau harga cabai mahal, kita tidak terlalu khawatir. Tinggal ambil di belakang rumah," ucapnya sambil tersenyum.
FAQ
Kenapa cabai sulit tumbuh di pekarangan rumah?
Karena rentan hama, jamur akar, dan perubahan cuaca, terutama saat musim hujan.
Apakah cabai bisa ditanam tanpa lahan luas?
Bisa. Cabai dapat ditanam di pot atau polybag dengan media tanam gembur.
Berapa lama cabai bisa mulai dipanen?
Umumnya 2–3 bulan setelah tanam, tergantung perawatan dan kondisi cuaca.
Apa penyebab cabai tiba-tiba layu dan mati?
Biasanya karena akar busuk akibat terlalu banyak air atau serangan jamur.
Mengapa cabai sering dikaitkan dengan inflasi?
Karena harganya mudah melonjak dan menjadi komoditas penting di dapur.

10 hours ago
5

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495852/original/028727000_1770438125-1000284404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500137/original/026177300_1770815891-Ratchaburi_FC_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469075/original/063243100_1768052175-Aksi_Laskar_Mataram_saat_paruh_pertama._PSIMJogja_StrongerThanEver_MataramDay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492838/original/053841400_1770187334-mauro.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499199/original/066118100_1770779193-peter-werkman-rbZYWO5dFOY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449089/original/079857800_1766047209-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469502/original/063049800_1768124465-20260111AA_BRI_Super_League_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312128/original/050674100_1754905478-selebrasi_Dalberto_Luan_setelah_membobol_gawang_PSBS__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481704/original/059567400_1769142993-Ramainya_penjual_takjil_tanpa_digoreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500024/original/041197600_1770806618-rak_piring_dari_kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499917/original/095340300_1770800743-interior_rumah_mungil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498499/original/060504900_1770708989-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320148/original/037889300_1755588308-IDN_3825.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499821/original/057629500_1770795917-Gemini_Generated_Image_9r6cls9r6cls9r6c.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)