Liputan6.com, Jakarta - Pakis sayur merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan masakan di berbagai daerah di Indonesia. Selain rasanya yang khas, tanaman ini juga relatif mudah dibudidayakan selama kebutuhan air dan kelembapannya terpenuhi.
Jika memiliki pekarangan yang teduh, kamu bisa menanam pakis sayur sebagai sumber sayuran segar di rumah. Dengan teknik penanaman yang tepat, tanaman ini dapat menghasilkan tunas muda yang bisa dipanen berulang kali.
Selengkapnya cara menanam pakis sayur di pekarangan rumah, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (7/8).
Mengenal Karakter Pakis Sayur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2791507/original/004191100_1556530177-palm-fern-2245814_1920.jpg)
Perbesar
Pakis sayur yang umum dikonsumsi di Indonesia berasal dari beberapa jenis paku-pakuan yang memiliki pucuk muda dapat dimakan, salah satunya pakis sayur (Diplazium esculentum). Tanaman ini banyak ditemukan tumbuh alami di tepi sungai, rawa, kebun yang lembap, maupun area dengan naungan pohon.
Berbeda dengan tanaman sayuran yang menyukai sinar matahari penuh, pakis sayur justru tumbuh optimal pada lingkungan yang teduh hingga setengah teduh. Cahaya matahari langsung sepanjang hari dapat membuat daun lebih cepat menguning dan pertumbuhannya kurang maksimal.
Pakis sayur juga membutuhkan media tanam yang selalu lembap, tetapi tidak tergenang air dalam waktu lama. Oleh karena itu, pemilihan lokasi menjadi salah satu faktor terpenting sebelum mulai menanam.
Pilih Lokasi yang Teduh dan Lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318302/original/006878700_1786091176-e2628ffe-5c8e-4ebb-aad1-289697d394be.jpeg)
Perbesar
Carilah area pekarangan yang mendapatkan cahaya matahari pagi atau cahaya tidak langsung selama beberapa jam setiap hari. Bagian samping rumah, bawah pohon buah, atau dekat pagar yang terlindung biasanya menjadi lokasi yang sesuai.
Pakis sayur menyukai kelembapan udara yang tinggi. Jika pekarangan cenderung panas dan kering, kelembapan dapat dipertahankan dengan menambahkan mulsa daun kering, jerami, atau kompos di permukaan tanah.
Pastikan lokasi tidak menjadi tempat genangan air setelah hujan deras. Tanah yang terlalu becek dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko pembusukan rimpang dan akar.
Siapkan Media Tanam yang Gembur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318303/original/010167900_1786091176-0f7ab56d-37f0-488d-a674-a9f2932851ef.jpeg)
Perbesar
Pakis sayur tumbuh baik pada tanah yang kaya bahan organik dengan drainase yang baik. Sebelum tanam, gemburkan tanah sedalam sekitar 20–30 cm agar akar dan rimpang lebih mudah berkembang.
Campurkan kompos matang atau pupuk kandang yang telah benar-benar matang ke dalam tanah. Penambahan bahan organik membantu menjaga kelembapan sekaligus menyediakan unsur hara secara bertahap.
Jika tanah di pekarangan tergolong liat dan mudah memadat, tambahkan sekam bakar, pasir kasar, atau kompos daun agar struktur tanah menjadi lebih porous. Media yang gembur akan mendukung pertumbuhan tunas baru lebih cepat.
Gunakan Bibit dari Anakan atau Rimpang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318304/original/013795000_1786091176-9f13474c-f57a-4ff8-aca0-f81d6ef3212d.jpeg)
Perbesar
Cara paling mudah menanam pakis sayur adalah menggunakan anakan atau potongan rimpang yang sudah memiliki akar. Metode ini jauh lebih cepat dibandingkan memperbanyak tanaman dari spora, yang umumnya dilakukan untuk tujuan penelitian atau pembibitan khusus.
Pilih indukan yang sehat, memiliki daun hijau segar, serta bebas dari tanda penyakit. Usahakan setiap potongan rimpang memiliki beberapa akar dan minimal satu titik tumbuh agar peluang hidup lebih tinggi.
Tanam rimpang dengan posisi alami, kemudian timbun tipis menggunakan tanah tanpa menekan terlalu kuat. Setelah itu, siram secukupnya hingga media menjadi lembap.
Lakukan Penyiraman Secara Teratur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318305/original/017776900_1786091176-10ff833a-8271-4f78-98ee-89e839227b9c.jpeg)
Perbesar
Pakis sayur tidak tahan terhadap kondisi media yang kering dalam waktu lama. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama pada musim kemarau ketika penguapan meningkat.
Meski demikian, hindari menyiram secara berlebihan hingga air menggenang. Media yang terlalu basah terus-menerus dapat mengurangi kadar oksigen di sekitar akar dan memicu serangan jamur penyebab busuk akar.
Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Sebagai panduan, siram ketika permukaan tanah mulai terasa agak kering, tetapi bagian bawah media masih tetap lembap.
Berikan Pupuk Organik Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318306/original/021606200_1786091176-83fef452-9488-4271-8e33-c661e3e6ba65.jpeg)
Perbesar
Karena bagian yang dipanen adalah tunas mudanya, pakis sayur membutuhkan pasokan unsur hara yang cukup agar mampu terus menghasilkan pertumbuhan baru. Pemupukan organik dapat dilakukan setiap satu hingga dua bulan sekali.
Gunakan kompos matang, pupuk kandang yang telah difermentasi, atau pupuk organik lainnya di sekitar pangkal tanaman. Hindari meletakkan pupuk tepat menempel pada rimpang agar tidak menimbulkan kerusakan jaringan.
Selain menambah nutrisi, bahan organik juga membantu mempertahankan kelembapan tanah. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi pertumbuhan pakis sayur, terutama saat cuaca panas.
Sebagai pelengkap, kamu juga dapat memanfaatkan air cucian beras sebagai pupuk organik cair sederhana. Air cucian beras dapat digunakan langsung dalam jumlah secukupnya atau difermentasi terlebih dahulu agar kandungan mikroorganismenya meningkat. Meski tidak menggantikan pupuk utama, penggunaannya secara berkala dapat membantu menambah bahan organik, mineral, dan mendukung pertumbuhan tunas baru.
Kendalikan Gulma dan Jaga Kebersihan Area Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318307/original/026422000_1786091176-b8f8b87d-27b8-408d-b109-b1760372a756.jpeg)
Perbesar
Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman secara berkala agar tidak berebut air dan unsur hara. Gulma yang terlalu lebat juga dapat menjadi tempat persembunyian hama.
Buang daun tua yang sudah menguning atau rusak untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar tanaman. Langkah ini turut membantu mengurangi kelembapan berlebih pada tajuk yang dapat memicu penyakit.
Lakukan pemeriksaan rutin terhadap daun dan pucuk muda. Jika ditemukan hama seperti siput, bekicot, atau ulat, ambil secara manual agar kerusakan tidak meluas tanpa harus langsung menggunakan pestisida.
Karena pakis sayur tumbuh di lingkungan yang lembap, siput dan bekicot sering menjadi hama utama. Sebagai upaya pengendalian alami, kamu dapat menaburkan cangkang telur yang telah dicuci, dikeringkan, lalu dihancurkan kasar di sekitar tanaman. Permukaannya yang tajam dapat membantu menghambat pergerakan siput dan bekicot, meskipun cara ini akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan pengambilan hama secara manual atau pemasangan perangkap.
Panen Pucuk Pakis dengan Cara yang Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782234/original/051101700_1782880405-1280px-Fiddlehead_closeup.jpg)
Perbesar
Pakis sayur umumnya mulai dapat dipanen setelah tanaman tumbuh stabil dan menghasilkan banyak tunas baru. Yang dipanen adalah pucuk muda yang masih menggulung atau baru mulai membuka karena teksturnya masih empuk.
Gunakan gunting atau pisau yang bersih dan tajam untuk memotong pucuk sekitar 10–20 cm dari ujungnya, tergantung ukuran tunas. Hindari memanen seluruh pucuk dalam satu rumpun agar tanaman tetap memiliki daun untuk berfotosintesis.
Panen secara bertahap sesuai kebutuhan rumah tangga. Dengan perawatan yang baik dan pemanenan yang tidak berlebihan, pakis sayur dapat terus menghasilkan tunas baru sehingga bisa dipanen berulang kali dalam jangka panjang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Pakis Sayur di Pekarangan Rumah
1. Berapa lama pakis sayur mulai bisa dipanen?
Pakis sayur umumnya mulai dapat dipanen setelah tanaman tumbuh stabil dan menghasilkan banyak tunas baru. Waktu panen bervariasi tergantung ukuran bibit, kondisi lingkungan, dan perawatan, tetapi tanaman yang berasal dari anakan atau rimpang biasanya lebih cepat dipanen dibandingkan yang diperbanyak dari spora.
2. Apakah pakis sayur bisa ditanam di dalam pot?
Bisa. Pakis sayur dapat tumbuh dengan baik di pot atau polybag berukuran sedang hingga besar asalkan media tanam kaya bahan organik, memiliki drainase yang baik, dan tetap lembap. Letakkan pot di tempat yang teduh atau hanya terkena sinar matahari pagi agar pertumbuhannya optimal.
3. Seberapa sering pakis sayur perlu disiram?
Penyiraman sebaiknya dilakukan secara rutin untuk menjaga media tetap lembap, terutama saat musim kemarau. Namun, hindari menyiram secara berlebihan hingga air menggenang karena dapat menyebabkan akar dan rimpang membusuk.
4. Apa penyebab daun pakis sayur menguning?
Daun pakis sayur dapat menguning akibat paparan sinar matahari yang terlalu terik, kekurangan air, atau kondisi media yang terlalu basah hingga menyebabkan akar terganggu. Kekurangan unsur hara juga dapat memengaruhi warna daun, sehingga pemupukan organik secara berkala tetap diperlukan.
5. Bagaimana agar pakis sayur terus menghasilkan tunas baru?
Lakukan panen secara bertahap tanpa mengambil seluruh pucuk dalam satu rumpun. Selain itu, jaga kelembapan media, berikan pupuk organik secara berkala, bersihkan gulma, dan kendalikan hama seperti siput atau bekicot agar tanaman tetap sehat dan produktif.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318285/original/048933800_1786090875-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4947695/original/031236500_1726722294-pexels-claud-lina-1891016-3523107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318382/original/033453500_1786094286-Gemini_Generated_Image_nvznmonvznmonvzn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539952/original/084695600_1774670964-Rumah_Atap_Mansard_Minimalis__Cocok_untuk_Pasangan_yang_Baru_Menikah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318319/original/006400500_1786091344-Mencuci_Handuk_Mandi_dan_Lap_Dapur.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579911/original/006011300_1778119843-Hangat___Natural__Krem___Cokelat_Tua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318284/original/001596000_1786090740-Screenshot_2026-08-07_151735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290891/original/018857500_1783498088-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318002/original/018729300_1786084456-9601254260482600190.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318247/original/016475300_1786089953-1c6e6ca4-59bb-4120-917f-8c39befd22fa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305050/original/001562000_1784782738-cropped-132e86e4-5f0f-4a13-8f1c-eff64f5d6722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318141/original/040183800_1786087639-ae97c687-5b06-4afb-92aa-ee8b0472217a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9318176/original/007785300_1786088681-20260806_Budy_Santoso_Persib_vs_Persebaya_Final_Piala_Presiden_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318123/original/036776300_1786087135-Gemini_Generated_Image_vc2owlvc2owlvc2o.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318083/original/074997600_1786086125-WhatsApp_Image_2026-08-03_at_17.40.45.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360800/original/066258000_1758762189-Ilustrasi_mengisi_bensin_di_SPBU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318069/original/011395800_1786085881-kim_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318113/original/012049100_1786086749-Gemini_Generated_Image_9o81cd9o81cd9o81.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397998/original/062238400_1761826690-kadu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225375/original/009280500_1598957875-Bhayangkara_FC_-_Ilustrasi_Logo.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531939/original/016980900_1773637517-asian-child-girl-play-painting-with-happiness-joyful.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)