:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318319/original/006400500_1786091344-Mencuci_Handuk_Mandi_dan_Lap_Dapur.jpeg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Mencuci pakaian dan perlengkapan rumah tangga sekaligus dalam satu mesin cuci memang menjadi cara yang praktis untuk menghemat waktu dan tenaga. Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya, bolehkah mencuci handuk mandi dan lap dapur bersamaan? Sekilas keduanya sama-sama terbuat dari bahan kain, tetapi memiliki fungsi dan tingkat paparan kotoran yang berbeda sehingga memerlukan penanganan yang tidak selalu sama.
Handuk mandi umumnya digunakan untuk mengeringkan tubuh setelah mandi, sedangkan lap dapur sering bersentuhan dengan sisa makanan, minyak, noda, hingga permukaan dapur yang berpotensi mengandung lebih banyak bakteri. Jika keduanya dicuci dalam satu siklus tanpa mempertimbangkan tingkat kebersihannya, ada kemungkinan terjadi perpindahan kotoran maupun mikroorganisme yang dapat mengurangi higienitas hasil cucian.
Lantas bolehkah mencuci handuk mandi dan lap dapur bersamaan? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (7/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Bahaya Kontaminasi Silang dari Pencucian Campuran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318321/original/065845200_1786091578-Mencuci_Handuk_Mandi_dan_Lap_Dapur_Bersamaan_1.jpeg)
Perbesar
Meskipun terlihat praktis dan efisien, mencuci handuk mandi dan lap dapur secara bersamaan sangat tidak disarankan oleh para ahli kebersihan. Praktik ini meningkatkan risiko penyebaran bakteri berbahaya dan memengaruhi kualitas kain.
Handuk mandi dan lap dapur memiliki fungsi yang sangat berbeda, sehingga jenis kotoran dan mikroorganisme yang menempel pada keduanya juga berbeda, yang pada akhirnya memerlukan penanganan pencucian terpisah untuk memastikan kebersihan optimal dan mencegah penyebaran penyakit.
Risiko utama dari pencucian bersama ini adalah kontaminasi silang, yaitu perpindahan mikroorganisme berbahaya seperti bakteri atau virus dari satu sumber ke sumber lain. Dalam konteks pencucian, ini berarti bakteri dari lap dapur yang sangat terkontaminasi dapat berpindah ke handuk mandi, dan sebaliknya. Ahli kebersihan menyatakan bahwa mencuci kedua jenis handuk ini bersamaan dapat menciptakan semacam sarang bakteri.
Handuk Mandi: Sarang Bakteri dan Jamur Tak Terduga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225395/original/004419700_1747702410-WhatsApp_Image_2025-05-20_at_7.38.42_AM.jpeg)
Perbesar
Handuk mandi, yang digunakan untuk mengeringkan tubuh setelah mandi, secara langsung bersentuhan dengan kulit. Meskipun tubuh terasa bersih, handuk dapat menyerap sel kulit mati, minyak tubuh, dan kelembapan. Lingkungan lembap ini menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Handuk yang lembap adalah “surga bagi bakteri” dan jika tidak dicuci secara rutin, jumlah kuman yang menumpuk bisa mencapai jutaan. Bahkan, jika handuk tidak dicuci selama 3 hari, jumlah kumannya bisa mencapai 80 juta.
Bakteri yang umum ditemukan pada handuk mandi meliputi Escherichia coli (E. coli) dan Staphylococcus aureus. Studi menunjukkan sekitar 14% handuk mandi dapat terkontaminasi E. coli, sementara 90% handuk kamar mandi terkontaminasi bakteri koliform. Staphylococcus aureus, yang secara alami ada di kulit, dapat berkembang biak di handuk lembap dan menyebabkan infeksi kulit, impetigo, atau memperparah jerawat.
Lingkungan hangat dan lembap di kamar mandi juga sangat mendukung pertumbuhan jamur pada handuk, yang dapat memicu reaksi alergi, dermatitis, dan gangguan pernapasan. Penggunaan handuk kotor meningkatkan risiko infeksi, timbulnya jerawat, dan infeksi jamur, terutama jika terdapat luka terbuka pada kulit.
Lap Dapur: Sumber Utama Bakteri Pemicu Penyakit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475614/original/074482500_1768633016-lap_dapur_kotor.jpg)
Perbesar
Lap dapur sering disebut sebagai salah satu barang paling kotor di rumah karena penggunaannya yang beragam, mulai dari membersihkan tumpahan makanan, mengelap permukaan meja, hingga mengeringkan peralatan masak dan bersentuhan dengan bahan makanan mentah. Akibatnya, lap dapur menjadi tempat berkembang biak yang pesat bagi mikroorganisme berbahaya.
Penelitian pada 82 lap dapur menemukan bahwa 14% di antaranya mengandung bakteri Salmonella dan 25% mengandung E. coli. Sebuah studi lain pada 100 lap dapur menunjukkan 49 di antaranya positif mengandung bakteri penyebab keracunan makanan, dengan sekitar 37% mengandung E. coli dan Enterococcus, serta 14% mengandung Staphylococcus aureus.
Bakteri-bakteri ini, seperti Salmonella, E. coli, Enterococcus, dan Staphylococcus aureus, dapat menyebabkan keracunan makanan atau infeksi saluran kemih. Lap dapur yang kotor dan lembap dapat menyebarkan bakteri patogen berbahaya ke tangan, piring, atau area yang bersentuhan dengan makanan, bahkan jika lap tersebut terlihat kering dan bebas noda.
Perbedaan Kebutuhan Pencucian yang Mendasar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209756/original/040158100_1746442187-pexels-rdne-5591640.jpg)
Perbesar
Selain risiko kontaminasi silang, handuk mandi dan lap dapur memiliki kebutuhan pencucian yang berbeda, membuat pencampuran keduanya tidak efektif. Perbedaan ini mencakup suhu pencucian, jenis noda, dan pelepasan serat.
Lap dapur idealnya dicuci pada suhu tinggi, sekitar 60°C atau lebih, untuk membunuh bakteri, menghilangkan lemak, dan noda makanan secara maksimal. Air panas sangat efektif untuk membersihkan minyak dan kotoran membandel. Sementara itu, handuk mandi dapat dicuci dengan air hangat sekitar 54°C untuk membunuh kuman dan kotoran. Namun, suhu yang terlalu tinggi dapat merusak serat kain dan mengurangi kelembutan handuk. Untuk handuk yang digunakan saat sakit atau setelah olahraga, air di atas 60°C mungkin diperlukan. Jika dicuci bersama, sulit memilih suhu yang tepat untuk keduanya, sehingga salah satu jenis kain mungkin tidak bersih optimal atau justru rusak.
Lap dapur menyerap minyak, saus, sisa makanan, dan bumbu yang lebih sulit dibersihkan dan dapat meninggalkan bau tidak sedap. Handuk mandi umumnya hanya mengandung kotoran ringan dari tubuh, seperti sel kulit mati dan residu sabun. Mencampur keduanya dapat menyebabkan noda dan bau dari lap dapur berpindah ke handuk mandi. Selain itu, handuk, terutama yang tebal, cenderung melepaskan serat (lint) selama proses pencucian. Serat ini dapat menempel pada pakaian lain, termasuk lap dapur, dan merusak tekstur kain. Handuk yang basah juga menyerap banyak air dan menjadi sangat berat, yang dapat mengganggu keseimbangan mesin cuci dan mengurangi efektivitas pencucian.
Pedoman Mencuci Handuk Mandi untuk Kebersihan Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497808/original/052974100_1770690690-Persiapan_Cuci_Handuk.png)
Perbesar
Untuk menjaga kebersihan handuk mandi dan meminimalkan risiko kesehatan, beberapa praktik terbaik disarankan. Handuk mandi sebaiknya selalu dicuci terpisah dari pakaian lain untuk mencegah perpindahan serat dan bakteri. Frekuensi pencucian handuk mandi adalah setelah 3-4 kali penggunaan, atau setidaknya seminggu sekali. Handuk yang digunakan untuk olahraga atau saat sakit sebaiknya dicuci lebih sering.
Gunakan air hangat (sekitar 54°C) untuk membunuh kuman secara efektif. Namun, air panas dengan suhu minimal 60°C dapat digunakan untuk handuk yang sangat kotor atau yang dipakai saat sakit, asalkan handuk tersebut tahan terhadap suhu tinggi. Penting untuk menggunakan deterjen secukupnya dan menghindari penggunaan pelembut pakaian berlebihan karena dapat mengurangi daya serap handuk.
Cuka putih dapat menjadi alternatif untuk melembutkan handuk tanpa mengurangi daya serapnya. Setelah dicuci, handuk harus dikeringkan hingga benar-benar kering, idealnya di bawah sinar matahari langsung, untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri. Hindari menumpuk handuk basah atau lembap.
Strategi Efektif Mencuci Lap Dapur untuk Higienitas Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318322/original/022064200_1786091579-Mencuci_Lap_Dapur.jpeg)
Perbesar
Lap dapur memerlukan penanganan khusus untuk memastikan higienitas maksimal. Lap dapur harus dicuci terpisah dari handuk mandi dan pakaian lain guna menghindari kontaminasi silang. Karena lap dapur adalah salah satu barang yang paling cepat kotor, idealnya dicuci setiap hari atau paling lambat setiap dua hari sekali.
Gunakan air panas untuk membersihkan lemak, noda makanan, dan kuman secara efektif. Suhu ideal untuk mencuci lap berminyak adalah 40-60°C. Merendam lap dapur dalam air panas dengan bahan pembersih seperti deterjen, sabun cuci piring, baking soda, atau cuka dapat membantu menghilangkan noda dan bau. Untuk lap yang sangat kotor atau berminyak, dapat direbus dengan baking soda atau direndam dalam larutan pemutih.
Penting juga untuk memilah lap berdasarkan jenis kotorannya, misalnya lap untuk meja makan dan lap untuk kompor yang berminyak, guna mencegah perpindahan kotoran dan bau. Memisahkan pencucian dan mengikuti panduan kebersihan yang tepat ini dapat meminimalkan risiko penyebaran bakteri dan menjaga lingkungan rumah tetap higienis.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Bolehkah Mencuci Handuk Mandi dan Lap Dapur Bersamaan
1. Mengapa handuk mandi dan lap dapur tidak boleh dicuci bersamaan?
Mencuci handuk mandi dan lap dapur bersamaan sangat tidak disarankan karena risiko kontaminasi silang yang tinggi. Bakteri dari lap dapur yang terkontaminasi makanan dapat berpindah ke handuk mandi, dan sebaliknya, meningkatkan risiko infeksi kulit atau penyakit bawaan makanan. Selain itu, keduanya memiliki kebutuhan suhu pencucian dan jenis kotoran yang berbeda.
2. Bakteri apa saja yang sering ditemukan pada handuk mandi?
Pada handuk mandi, bakteri yang umum ditemukan meliputi Escherichia coli (E. coli) dan Staphylococcus aureus. Sekitar 14% handuk mandi dapat terkontaminasi E. coli, dan 90% handuk kamar mandi terkontaminasi bakteri koliform. Lingkungan lembap pada handuk juga mendukung pertumbuhan jamur.
3. Seberapa sering sebaiknya mencuci handuk mandi?
Handuk mandi sebaiknya dicuci setelah 3-4 kali penggunaan, atau setidaknya seminggu sekali. Handuk yang digunakan untuk olahraga atau saat sakit disarankan untuk dicuci lebih sering.
4. Bagaimana cara terbaik mencuci lap dapur?
Lap dapur sebaiknya dicuci terpisah dari cucian lain, idealnya setiap hari atau paling lambat setiap dua hari sekali. Gunakan air panas (sekitar 40-60°C) untuk membersihkan lemak, noda, dan membunuh kuman secara efektif. Bahan pembersih seperti deterjen, sabun cuci piring, baking soda, atau cuka dapat ditambahkan. Untuk disinfeksi, lap yang sangat kotor bisa direbus dengan baking soda atau direndam dalam larutan pemutih.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318285/original/048933800_1786090875-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4947695/original/031236500_1726722294-pexels-claud-lina-1891016-3523107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318382/original/033453500_1786094286-Gemini_Generated_Image_nvznmonvznmonvzn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539952/original/084695600_1774670964-Rumah_Atap_Mansard_Minimalis__Cocok_untuk_Pasangan_yang_Baru_Menikah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579911/original/006011300_1778119843-Hangat___Natural__Krem___Cokelat_Tua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318301/original/002498200_1786091176-de83d57f-ef81-4298-a592-a82921b13539.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318284/original/001596000_1786090740-Screenshot_2026-08-07_151735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290891/original/018857500_1783498088-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318002/original/018729300_1786084456-9601254260482600190.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318247/original/016475300_1786089953-1c6e6ca4-59bb-4120-917f-8c39befd22fa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305050/original/001562000_1784782738-cropped-132e86e4-5f0f-4a13-8f1c-eff64f5d6722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318141/original/040183800_1786087639-ae97c687-5b06-4afb-92aa-ee8b0472217a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9318176/original/007785300_1786088681-20260806_Budy_Santoso_Persib_vs_Persebaya_Final_Piala_Presiden_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318123/original/036776300_1786087135-Gemini_Generated_Image_vc2owlvc2owlvc2o.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318083/original/074997600_1786086125-WhatsApp_Image_2026-08-03_at_17.40.45.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360800/original/066258000_1758762189-Ilustrasi_mengisi_bensin_di_SPBU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318069/original/011395800_1786085881-kim_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318113/original/012049100_1786086749-Gemini_Generated_Image_9o81cd9o81cd9o81.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397998/original/062238400_1761826690-kadu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225375/original/009280500_1598957875-Bhayangkara_FC_-_Ilustrasi_Logo.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531939/original/016980900_1773637517-asian-child-girl-play-painting-with-happiness-joyful.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)