:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288657/original/020284400_1783329195-4b0fecaf-0a89-45bf-b33e-452bb3f6c21f.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Halaman rumah yang gersang dan minim tanaman kini banyak disulap dengan konsep ide taman kering bergaya Bali yang sedang digemari pemilik hunian modern. Konsep ini memadukan batu alam, kerikil, dan tanaman tropis tahan panas sehingga tidak membutuhkan perawatan rumit. Hasilnya, halaman tetap terlihat rapi meski minim rumput dan air.
Tren menata pekarangan dengan sentuhan khas pulau dewata ini muncul karena banyak orang menginginkan taman yang estetik tapi hemat waktu perawatan. Selain irit air, gaya ini juga cocok untuk lahan sempit di perkotaan. Beberapa elemen seperti patung, gazebo, hingga kolam mini kerap ditambahkan sebagai pemanis.
Jika Anda sedang mencari inspirasi untuk mempercantik area depan, samping, maupun belakang rumah, berikut adalah beberapa ide taman kering bergaya Bali yang dapat menjadi referensi, dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (6/7/2026). Setiap konsep menawarkan karakter berbeda yang dapat disesuaikan dengan luas lahan, gaya hunian, serta anggaran yang tersedia.
1. Taman Kering dengan Batu Alam dan Patung Bali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288658/original/024396400_1783329195-5a260c3a-b289-4706-8b0c-fafe9085aabc.jpg)
Perbesar
Bagi yang memiliki lahan terbatas, satu pohon kamboja yang ditanam di tengah hamparan kerikil putih sudah cukup menghadirkan nuansa Bali yang autentik. Bentuk pohon yang khas dengan bunga berwarna cerah menjadi elemen dekoratif utama tanpa perlu tambahan tanaman lain. Konsep ini sangat cocok untuk taman kering berskala kecil.
Batu pijakan bisa ditambahkan untuk memberi fungsi sekaligus mempercantik tampilan taman. Susunan batu ini juga membantu memecah kesan monoton dari hamparan kerikil yang luas. Pemilihan ukuran dan bentuk batu pijakan sebaiknya disesuaikan dengan gaya arsitektur rumah secara keseluruhan.
Lampu taman berwarna hangat menjadi pelengkap yang membuat suasana terasa tenang saat malam hari. Pencahayaan yang lembut menonjolkan siluet pohon kamboja dan tekstur kerikil di sekelilingnya. Desain minimalis ini terbukti efektif menghadirkan ketenangan tanpa memerlukan biaya perawatan yang besar.
2. Taman Kering Minimalis dengan Pohon Kamboja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288659/original/028197400_1783329195-58b4990e-54e2-4361-b5fa-a25b85458b70.jpg)
Perbesar
Bagi yang memiliki lahan terbatas, satu pohon kamboja yang ditanam di tengah hamparan kerikil putih sudah cukup menghadirkan nuansa Bali yang autentik. Bentuk pohon yang khas dengan bunga berwarna cerah menjadi elemen dekoratif utama tanpa perlu tambahan tanaman lain. Konsep ini sangat cocok untuk taman kering berskala kecil.
Batu pijakan bisa ditambahkan untuk memberi fungsi sekaligus mempercantik tampilan taman. Susunan batu ini juga membantu memecah kesan monoton dari hamparan kerikil yang luas. Pemilihan ukuran dan bentuk batu pijakan sebaiknya disesuaikan dengan gaya arsitektur rumah secara keseluruhan.
Lampu taman berwarna hangat menjadi pelengkap yang membuat suasana terasa tenang saat malam hari. Pencahayaan yang lembut menonjolkan siluet pohon kamboja dan tekstur kerikil di sekelilingnya. Desain minimalis ini terbukti efektif menghadirkan ketenangan tanpa memerlukan biaya perawatan yang besar.
3. Taman Kering dengan Gazebo Kayu Tradisional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288660/original/032237000_1783329195-eee81b53-12d3-45f0-885e-001dca5920f1.jpg)
Perbesar
Meski mengusung konsep kering, kolam refleksi berukuran kecil tetap bisa ditambahkan sebagai elemen utama yang mempercantik taman. Permukaan air yang tenang memantulkan cahaya dan tanaman di sekitarnya sehingga menciptakan efek visual yang menarik. Kolam mini ini menjadi titik pusat perhatian pada keseluruhan desain taman.
Batu alam disusun mengelilingi kolam untuk memperkuat kesan alami sekaligus menjaga struktur tetap kokoh. Penempatan batu yang tepat juga membantu mencegah percikan air keluar dari area kolam. Pemilihan jenis batu sebaiknya disesuaikan dengan warna dan tekstur elemen lain di taman.
Tanaman tropis seperti pandan air atau bambu air dapat ditambahkan di sekitar kolam untuk menambah kesan sejuk. Kombinasi pantulan air, batu alam, dan tanaman tropis ini membuat halaman terasa lebih dingin meski berada di lahan yang minim rumput. Suara gemericik air juga menambah ketenangan suasana.
4. Taman Kering Bernuansa Zen Bali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288661/original/036843200_1783329195-f332ae86-44f0-41ac-89a1-9e9b20b529ef.jpg)
Perbesar
Konsep zen menggabungkan pasir putih, kerikil halus, dan batu alam berukuran besar untuk menciptakan suasana damai. Tekstur pasir yang halus sering dibentuk menyerupai riak air sebagai simbol ketenangan. Gaya ini terinspirasi dari taman zen Jepang yang dipadukan dengan sentuhan tropis khas Bali.
Beberapa batang bambu mini ditambahkan sebagai pelengkap yang memperkuat kesan alami sekaligus menghadirkan warna hijau segar. Bambu dipilih karena perawatannya mudah dan cocok ditempatkan di area sempit sekalipun. Kombinasi pasir, batu, dan bambu ini menghasilkan tampilan yang bersih dan tidak berlebihan.
Taman bernuansa zen sangat cocok dijadikan sudut meditasi atau area relaksasi di halaman rumah. Suasana tenang yang dihasilkan membuat penghuni rumah bisa melepas penat tanpa harus keluar rumah. Desain ini juga fleksibel diterapkan pada lahan kecil di samping atau belakang rumah.
5. Taman Kering dengan Kolam Refleksi Mini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288662/original/042292300_1783329195-37c4a2db-52a2-4c7b-bae0-44aa5804533f.jpg)
Perbesar
1. Apa itu taman kering bergaya Bali?
Taman kering bergaya Bali adalah konsep penataan halaman yang mengandalkan batu alam, kerikil, dan tanaman tropis tahan panas tanpa banyak menggunakan rumput, sehingga perawatannya lebih praktis.
2. Apa keunggulan taman kering dibanding taman berumput?
Taman kering lebih hemat air dan waktu perawatan karena tidak memerlukan penyiraman serta pemangkasan rumput secara rutin, sekaligus tetap terlihat estetik.
3. Tanaman apa yang cocok untuk taman kering bergaya Bali?
Tanaman seperti palem, kamboja, pandan Bali, bambu mini, dan pakis cocok digunakan karena tahan panas dan minim kebutuhan air.
4. Apakah taman kering bisa diterapkan pada lahan sempit?
Bisa. Konsep minimalis seperti satu pohon kamboja dengan hamparan kerikil putih sudah cukup menghadirkan nuansa Bali pada lahan berukuran kecil.
5. Bagaimana cara merawat taman kering agar tetap terlihat rapi?
Perawatan cukup dilakukan dengan membersihkan kerikil dari kotoran, memangkas tanaman secara berkala, dan memeriksa kondisi batu alam serta elemen kayu secara rutin.
6. Taman Kering dengan Jalan Setapak Batu Andesit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288663/original/046221200_1783329195-dvasfddfvzdv.jpg)
Perbesar
Jalur setapak dari batu andesit menjadi solusi menarik untuk menghubungkan area rumah tanpa mengorbankan estetika taman kering. Batu andesit dipilih karena teksturnya kasar dan tidak licin meski terkena air hujan. Material ini juga tahan lama sehingga tidak perlu sering diganti dalam jangka waktu panjang.
Kerikil diletakkan mengapit jalur setapak untuk memperjelas batas jalan sekaligus menambah nilai estetika keseluruhan taman. Susunan ini membuat tampilan taman terlihat lebih rapi dan terstruktur dibandingkan hanya menggunakan satu jenis material. Perpaduan batu dan kerikil juga memudahkan perawatan karena minim risiko becek.
Tanaman penutup tanah berukuran kecil ditambahkan di sela-sela jalur untuk memberi sentuhan hijau tanpa mengganggu fungsi jalan. Jenis tanaman ini dipilih karena tumbuh rendah dan tidak menghalangi langkah kaki. Desain jalur setapak ini sangat membantu mempermudah akses menuju teras atau area belakang rumah.
7. Taman Kering Bergaya Resor Bali Modern
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288664/original/050188100_1783329195-Untitled.jpg)
Perbesar
Konsep ini menggabungkan dek kayu dan pot batu berukuran besar untuk menghadirkan suasana layaknya vila atau resor di Bali. Dek kayu memberikan pijakan yang nyaman sekaligus membagi zona taman secara visual. Pot batu besar menjadi wadah tanaman sekaligus elemen dekoratif yang menonjol.
Tanaman palem dan kamboja ditanam dalam pot untuk menghadirkan nuansa tropis yang kental pada keseluruhan area. Kedua tanaman ini dipilih karena mudah dirawat dan cocok ditempatkan dalam pot berukuran besar. Penataan pot yang simetris juga membuat taman terlihat lebih tertata dan mewah.
Pencahayaan tersembunyi di sekitar dek dan pot tanaman menambah kesan elegan saat malam hari tiba. Cahaya yang tersembunyi ini menonjolkan tekstur kayu dan bentuk tanaman tanpa membuat taman terlihat terlalu terang. Kombinasi material alami dan tata letak sederhana ini menghasilkan suasana resor yang menenangkan.
Pertanyaan Seputar Ide Taman Kering Bergaya Bali
1. Apa itu taman kering bergaya Bali?
Taman kering bergaya Bali adalah konsep penataan halaman yang mengandalkan batu alam, kerikil, dan tanaman tropis tahan panas tanpa banyak menggunakan rumput, sehingga perawatannya lebih praktis.
2. Apa keunggulan taman kering dibanding taman berumput?
Taman kering lebih hemat air dan waktu perawatan karena tidak memerlukan penyiraman serta pemangkasan rumput secara rutin, sekaligus tetap terlihat estetik.
3. Tanaman apa yang cocok untuk taman kering bergaya Bali?
Tanaman seperti palem, kamboja, pandan Bali, bambu mini, dan pakis cocok digunakan karena tahan panas dan minim kebutuhan air.
4. Apakah taman kering bisa diterapkan pada lahan sempit?
Bisa. Konsep minimalis seperti satu pohon kamboja dengan hamparan kerikil putih sudah cukup menghadirkan nuansa Bali pada lahan berukuran kecil.
5. Bagaimana cara merawat taman kering agar tetap terlihat rapi?
Perawatan cukup dilakukan dengan membersihkan kerikil dari kotoran, memangkas tanaman secara berkala, dan memeriksa kondisi batu alam serta elemen kayu secara rutin.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288169/original/048439700_1783307009-Gemini_Generated_Image_ftsnynftsnynftsn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288884/original/000091600_1783340016-91b5d537-6e6a-4355-9b41-ec8452bdf876.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288382/original/080828200_1783316712-Untitled5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288198/original/069265400_1783308049-rxuMMETQKCdpnpwrrz3vfvQ3cK1VqaNH8QOUnemr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288878/original/016778600_1783339934-sirih_gading.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288406/original/087518000_1783318101-pexels-mikhail-nilov-7731318.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288681/original/019876900_1783330611-taman_zen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288568/original/084529600_1783326232-Gemini_Generated_Image_8p20858p20858p20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2934365/original/054153300_1570603703-active-body-exercise-2294354__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288619/original/006750300_1783327883-pia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439038/original/040188600_1765346969-jung_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288196/original/042877600_1783308047-ps6K2JkrmaTCPK3qMgCKOBB7xJSKmmqnLaR0uUBq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288603/original/001595100_1783327846-menyatu_dengan_taman_kering_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288704/original/071759400_1783330905-kelor_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288801/original/008609300_1783333792-hl2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288679/original/049780600_1783330551-Trik_Menghilangkan_Bau_Gorengan_yang_Menempel_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288727/original/070952900_1783331247-kering_kaktus_6a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288846/original/084437700_1783336368-roster_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3206379/original/049724900_1597207852-tree-betel-4185112_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540778/original/068363400_1774832570-Untitled-13.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529412/original/016644800_1773333017-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527439/original/044504100_1773203233-dinding_batu_berlumut.jpg)