Liputan6.com, Jakarta Istilah psikologis kerap muncul dalam obrolan sehari-hari, mulai dari urusan pekerjaan hingga hubungan dengan orang terdekat. Secara sederhana, psikologis adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan kondisi kejiwaan seseorang.
Kondisi psikologis turut menentukan cara seseorang berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan setiap hari. Ketika kondisi ini terganggu, dampaknya bisa sama nyatanya dengan penyakit fisik.
Karena itulah, memahami sisi kejiwaan menjadi bekal penting untuk merawat diri sendiri maupun orang di sekitar. Dari kacamata keilmuan, psikologis adalah objek kajian psikologi yang menelaah perilaku serta proses mental manusia.
Sebagaimana disampaikan American Psychological Association (APA), psikologi merupakan ilmu tentang pikiran dan perilaku yang merangkul seluruh pengalaman manusia, dari fungsi otak sampai interaksi antarbangsa. Fondasi inilah yang dipakai untuk menelusuri apa saja yang tergolong sebagai aspek psikologis dalam diri.
Psikologis adalah Bagian dari Ilmu Psikologi: Pengertian dan Maknanya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185463/original/047151200_1744429679-Minum_kopi.jpg)
Perbesar
Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), psikologis diartikan sebagai sesuatu yang berkenaan dengan psikologi atau bersifat kejiwaan. Dengan kata lain, istilah ini menunjuk pada dimensi batin manusia yang tidak selalu tampak kasat mata, seperti pikiran, emosi, dan motivasi.
Kata psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu psyche yang berarti jiwa, dan logos yang berarti ilmu. Gabungan akar kata ini menegaskan bahwa hal-hal psikologis merupakan manifestasi nyata dari pergerakan jiwa dan proses mental manusia.
Sisi psikologis manusia begitu kompleks sehingga batas antara "normal" dan "tidak normal" pun tidak selalu mudah ditetapkan. Psikolog Alfred Adler, dikutip dari The Knowledge Academy, menyatakan, "Satu-satunya orang normal adalah mereka yang belum begitu Anda kenal."
Secara umum, aspek psikologis berkaitan erat dengan kesadaran, perasaan, dan motivasi yang melatarbelakangi setiap tindakan. Memahami hal ini membantu menyadari bahwa perilaku yang tampak di permukaan sering kali berakar dari proses mental yang jauh lebih dalam.
Perbedaan Psikologi, Psikologis, dan Psikolog yang Sering Tertukar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558325/original/089945100_1776412729-126100.jpg)
Perbesar
Tiga istilah yang terdengar mirip ini kerap dianggap sama, padahal maknanya berbeda. Psikologi adalah nama ilmunya, psikologis adalah sifat atau kondisi yang berkaitan dengan kejiwaan, sedangkan psikolog adalah orang yang ahli dan menekuni ilmu psikologi.
Psikologi sebagai ilmu memiliki akar panjang dari filsafat, jauh sebelum menjadi disiplin mandiri pada akhir abad ke-19. Ilmuwan Wilhelm Wundt yang mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman, pada 1879 kerap disebut sebagai penanda lahirnya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.
Adapun psikolog bertugas mempelajari, mendiagnosis, hingga membantu individu mengatasi persoalan yang memengaruhi kondisi mentalnya. Dalam praktiknya, seorang psikolog dapat menggunakan metode wawancara, psikotes, sampai psikoterapi untuk memperbaiki kualitas hidup kliennya.
Ketika seseorang menyebut kondisi psikologis, yang dimaksud biasanya adalah keadaan mental dan emosional yang sedang dialami. Kondisi inilah yang bisa sehat dan seimbang, tetapi bisa pula terganggu sehingga membutuhkan penanganan yang tepat.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kondisi Psikologis Seseorang
Kondisi psikologis tidak terbentuk begitu saja, melainkan dipengaruhi banyak faktor yang saling berkaitan. Memahami faktor-faktor ini penting agar bisa lebih bijak menyikapi perubahan suasana hati dan perilaku, baik pada diri sendiri maupun orang lain.
Sebagaimana diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera ketika seseorang menyadari kemampuannya, mampu mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja produktif, serta berkontribusi bagi komunitasnya. Berikut sejumlah faktor yang paling berpengaruh terhadap kondisi psikologis:
- Faktor genetik dan biologis. Riwayat keluarga serta ketidakseimbangan senyawa kimia otak (neurotransmitter) dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap gangguan tertentu. Inilah alasan sebagian kondisi kejiwaan berhubungan erat dengan cara kerja otak.
- Lingkungan dan pengalaman hidup. Pola asuh, kualitas hubungan sosial, tekanan ekonomi, hingga pengalaman masa kecil ikut membentuk cara seseorang merespons dunia. Faktor lingkungan sering kali berinteraksi dengan faktor bawaan.
- Alam sadar dan alam bawah sadar. Pendekatan psikoanalisis yang dikembangkan Sigmund Freud menegaskan bahwa banyak perilaku manusia digerakkan oleh dorongan yang tidak disadari. Keinginan, impuls, dan luka lama yang terpendam dapat memengaruhi respons hari ini.
- Trauma dan stres berkepanjangan. Peristiwa berat seperti kehilangan, kekerasan, atau kegagalan besar bisa mengguncang keseimbangan jiwa. Karena itu, memahami cara mengatasi stres menurut psikologi menjadi keterampilan yang penting dimiliki.
- Pola pikir dan kebiasaan berpikir. Cara menafsirkan sebuah situasi turut menentukan reaksi emosional yang muncul. Pikiran negatif yang berputar-putar, misalnya kebiasaan overthinking, dapat menguras energi mental dan memicu kecemasan.
- Kondisi sosial dan budaya. Nilai, norma, dan ekspektasi masyarakat memengaruhi cara seseorang menilai dirinya sendiri. Sesuatu yang dianggap wajar di satu budaya bisa dinilai berbeda di budaya lain.
- Usia dan tahap perkembangan. Setiap fase kehidupan membawa tantangan psikologis yang khas, dari masa kanak-kanak sampai lanjut usia. Psikolog Erik Erikson, dikutip dari Psychology Today, menyatakan, "Pada setiap anak di setiap tahap terdapat keajaiban baru berupa pertumbuhan yang penuh semangat."
Perhatian ekstra dibutuhkan pada fase remaja karena gejolak emosi dan tekanan sosial yang meningkat. Baca juga: tips menjaga kesehatan mental remaja saat pubertas dan tanda-tanda gangguan kesehatan mental pada anak.
Ragam Gangguan Psikologis yang Perlu Diwaspadai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225256/original/071075000_1598953156-photo-1483410859390-6dbb1dc2337d.jpg)
Perbesar
Ketika kondisi psikologis terganggu dalam kadar tertentu, seseorang bisa mengalami apa yang disebut gangguan psikologis. Gangguan ini bukan tanda kelemahan pribadi, melainkan kondisi yang dapat diobati dan dipulihkan.
Mengacu pada rumusan American Psychiatric Association (APA), gangguan psikologis adalah kondisi yang ditandai oleh gangguan signifikan pada pikiran, perasaan, dan perilaku, yang mencerminkan disfungsi serta menimbulkan penderitaan atau hambatan dalam kehidupan. Sebagian ahli juga menjelaskannya melalui konsep harmful dysfunction, yakni ketika mekanisme mental alami tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan menimbulkan kerugian. Beberapa gangguan psikologis yang umum dijumpai antara lain:
- Depresi. Gangguan suasana hati ini ditandai perasaan sedih mendalam dan kehilangan minat yang berlangsung lama. Kenali lebih jauh ciri-ciri orang depresi yang sering tidak disadari serta gejala utama depresi yang tidak boleh diabaikan.
- Gangguan bipolar. Kondisi ini menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem, berayun dari periode mania ke periode depresi. Fluktuasi energi dan aktivitas yang menyertainya dapat mempersulit kehidupan sehari-hari.
- Gangguan kecemasan. Sebagaimana dilaporkan Kementerian Kesehatan, gangguan kecemasan umum ditandai oleh kecemasan kronis yang berlarut-larut dan sulit dikendalikan. Pelajari selengkapnya soal anxiety atau gangguan kecemasan dan bentuk gangguan kecemasan berlebih.
- Gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Penderitanya terjebak dalam siklus pikiran obsesif dan perilaku berulang yang sulit dikendalikan. Aktivitas berulang itu dilakukan untuk meredakan kecemasan yang muncul kembali.
- Gangguan stres pascatrauma (PTSD). Kondisi ini dipicu setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis. Pemicunya bisa berkisar dari bencana dan perang sampai kekerasan verbal maupun fisik.
- Gangguan makan. Termasuk di dalamnya anoreksia nervosa dan bulimia nervosa yang berkaitan dengan pola makan serta persepsi tubuh yang keliru. Gangguan ini berdampak serius pada kesehatan fisik sekaligus mental.
- Skizofrenia. Gangguan mental serius ini membuat penderitanya menafsirkan realitas secara tidak normal, misalnya melalui halusinasi dan delusi. Gejala tersebut dapat sangat mengganggu fungsi sehari-hari.
- Gangguan kontrol impuls dan kecanduan. Penderitanya kesulitan menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri atau orang lain. Contohnya meliputi kleptomania, perjudian kompulsif, serta kecanduan alkohol dan narkoba.
Selain itu, ada pula fenomena yang sering disalahpahami secara awam, seperti kesurupan menurut sains yang dikaitkan dengan tekanan mental. Gangguan psikologis juga bisa menampilkan wajah berbeda pada tiap kelompok, misalnya ciri-ciri depresi pada wanita dan gejala depresi pada remaja. Baca juga: gejala depresi ringan yang sering diabaikan, ciri-ciri orang depresi beserta penyebabnya, dan penyebab gangguan kecemasan pada anak.
Dimensi Kesejahteraan Psikologis dan Cara Menjaganya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221263/original/079107400_1747311538-total-relaxation-attractive-young-woman-holding-hands-head-smiling-while-sitting-chair-home.jpg)
Perbesar
Menjaga sisi psikologis tidak melulu soal menghindari gangguan, tetapi juga membangun kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Berdasarkan riset psikolog Carol Ryff yang dipublikasikan Positive Psychology Center Universitas Pennsylvania, kesejahteraan psikologis terdiri dari enam dimensi, yaitu otonomi, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri.
Proses menuju hidup yang sehat secara psikologis berlangsung sepanjang waktu, bukan sekali jadi. Psikolog Carl Rogers, dikutip dari AZ Quotes, menyatakan, "Kehidupan yang baik adalah sebuah proses, bukan keadaan yang statis; ia adalah sebuah arah, bukan tujuan akhir."
Ada sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan untuk merawat kondisi psikologis agar tetap seimbang, di antaranya:
- Kelola stres dengan cara yang sehat. Kenali pemicu stres, lalu salurkan lewat aktivitas positif seperti relaksasi, jurnal, atau hobi. Anda bisa mempraktikkan berbagai cara mengatasi stres dengan langkah sederhana dalam keseharian.
- Jaga pola tidur, makan, dan olahraga. Otak membutuhkan istirahat dan nutrisi yang cukup untuk berfungsi optimal. Aktivitas fisik teratur juga memicu pelepasan endorfin yang memperbaiki suasana hati.
- Rawat hubungan sosial. Dukungan dari keluarga dan teman terbukti membantu seseorang lebih tangguh menghadapi tekanan. Berbagi cerita bukan tanda lemah, melainkan bagian dari perawatan diri.
- Batasi paparan digital. Notifikasi tanpa henti dan perbandingan sosial di media dapat menguras energi mental. Terapkan strategi menjaga kesehatan mental di era digital agar tetap seimbang.
- Latih mindfulness dan penerimaan diri. Memusatkan perhatian pada momen saat ini membantu meredakan kecemasan. Menerima kekurangan sekaligus menghargai kelebihan diri adalah inti dari kesehatan psikologis.
- Kenali tanda bahaya dan cari bantuan profesional. Jika gejala berlangsung lama dan mengganggu aktivitas, jangan ragu berkonsultasi. Sebagai gambaran awal, tersedia tes gangguan kecemasan online maupun alat pengukur kesehatan jiwa yang bisa dipakai.
Pada akhirnya, merawat sisi kejiwaan sama pentingnya dengan merawat tubuh, karena keduanya saling memengaruhi. Untuk pemahaman menyeluruh, simak juga pengertian kesehatan mental dan cara menjaganya agar langkah pencegahan bisa dimulai sejak dini.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Psikologis
1. Apa yang dimaksud dengan psikologis?
Psikologis adalah segala hal yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan kondisi kejiwaan seseorang. Istilah ini menggambarkan dimensi batin yang memengaruhi cara berpikir, merasa, dan berperilaku, serta menjadi objek yang dipelajari dalam ilmu psikologi.
2. Apa perbedaan psikologis dan psikologi?
Psikologi adalah nama disiplin ilmunya, yaitu ilmu yang mempelajari perilaku dan proses mental manusia. Sementara itu, psikologis adalah kata sifat yang menunjuk pada hal-hal yang bersifat kejiwaan, seperti kondisi, faktor, atau dampak yang berkaitan dengan pikiran dan emosi.
3. Apa saja contoh masalah atau gangguan psikologis?
Beberapa contoh gangguan psikologis yang umum adalah depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, OCD, PTSD, gangguan makan, dan skizofrenia. Gangguan-gangguan ini dapat ditangani dengan tepat melalui psikoterapi, pengobatan, atau kombinasi keduanya di bawah pendampingan psikolog dan psikiater.
Memahami bahwa psikologis adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh membuat kita lebih peka terhadap kondisi diri sendiri dan orang lain. Dengan mengenali faktor pemicunya, mewaspadai gejala gangguannya, serta konsisten merawat kesejahteraan jiwa, kualitas hidup pun dapat meningkat secara berkelanjutan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288169/original/048439700_1783307009-Gemini_Generated_Image_ftsnynftsnynftsn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288884/original/000091600_1783340016-91b5d537-6e6a-4355-9b41-ec8452bdf876.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288382/original/080828200_1783316712-Untitled5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288657/original/020284400_1783329195-4b0fecaf-0a89-45bf-b33e-452bb3f6c21f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288878/original/016778600_1783339934-sirih_gading.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288406/original/087518000_1783318101-pexels-mikhail-nilov-7731318.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288681/original/019876900_1783330611-taman_zen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288568/original/084529600_1783326232-Gemini_Generated_Image_8p20858p20858p20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2934365/original/054153300_1570603703-active-body-exercise-2294354__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288619/original/006750300_1783327883-pia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439038/original/040188600_1765346969-jung_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288196/original/042877600_1783308047-ps6K2JkrmaTCPK3qMgCKOBB7xJSKmmqnLaR0uUBq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288603/original/001595100_1783327846-menyatu_dengan_taman_kering_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288704/original/071759400_1783330905-kelor_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288801/original/008609300_1783333792-hl2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288679/original/049780600_1783330551-Trik_Menghilangkan_Bau_Gorengan_yang_Menempel_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288727/original/070952900_1783331247-kering_kaktus_6a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288846/original/084437700_1783336368-roster_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3206379/original/049724900_1597207852-tree-betel-4185112_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540778/original/068363400_1774832570-Untitled-13.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529412/original/016644800_1773333017-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527439/original/044504100_1773203233-dinding_batu_berlumut.jpg)