Liputan6.com, Jakarta - Rumah Panggang Pe, sebuah rumah adat tradisional Jawa yang berasal dari Jawa Tengah, dikenal karena kesederhanaan arsitekturnya. Nama 'Panggang Pe' secara harfiah berarti 'dijemur', merujuk pada fungsi awalnya sebagai tempat menjemur komoditas hasil pertanian seperti daun teh atau ketela. Ciri khasnya meliputi dominasi tiang penyangga, bentuk bujur sangkar atau persegi, serta atap yang bagian belakangnya lebih tinggi dan bagian depannya lebih miring. Meskipun dianggap sebagai salah satu rumah adat Jawa yang paling sederhana, Rumah Panggang Pe memiliki beragam varian bentuk.
Filosofi dan bentuk dasar rumah adat ini kini menjadi inspirasi penting dalam merancang hunian minimalis modern. Adaptasi ini bertujuan menciptakan rumah yang simpel, fungsional, dan elegan, sekaligus mempertahankan esensi kearifan lokal.
Pergeseran fungsi Rumah Panggang Pe dari sekadar tempat menjemur atau berteduh sementara menjadi rumah tinggal tetap telah mendorong modernisasi desainnya. Meskipun demikian, beberapa elemen kunci seperti bentuk atap dan tiang penyangga tetap dipertahankan, meskipun dengan jumlah yang lebih sedikit. Lantas bagaimana saja inspirasi Rumah Panggang Pe modern untuk hunian minimalis yang simpel tapi elegan? Melansir dari berbagai sumber, Senin (10/8), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Rumah Panggang Pe Modern dengan Fasad Putih dan Kayu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319920/original/021471000_1786326831-Rumah_Panggang_Pe_Modern_1.jpeg)
Perbesar
Rumah panggang pe modern dengan kombinasi warna putih dan elemen kayu dapat menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan hunian minimalis tetapi tetap memiliki karakter. Warna putih pada dinding memberikan kesan bersih, luas, dan terang, sedangkan penggunaan kayu pada pintu, jendela, teras, atau bagian tertentu pada fasad membuat tampilan rumah terasa lebih hangat. Perpaduan kedua elemen tersebut juga mampu menjembatani karakter tradisional rumah panggang pe dengan gaya arsitektur modern yang lebih sederhana.
Agar tidak terlihat terlalu polos, elemen kayu dapat digunakan sebagai aksen pada bagian depan rumah. Misalnya, pintu utama menggunakan material kayu dengan warna natural, sementara beberapa bagian dinding diberi panel kayu sebagai focal point. Jendela berukuran cukup besar dengan bingkai berwarna hitam juga dapat digunakan untuk memberikan sentuhan modern sekaligus membantu memasukkan cahaya alami ke dalam rumah. Teras sederhana dengan beberapa tanaman hijau akan semakin memperkuat kesan natural.
Dari sisi tata ruang, desain seperti ini cocok diterapkan pada rumah minimalis karena tidak membutuhkan banyak ornamen. Prinsip utamanya adalah mempertahankan bentuk bangunan yang sederhana sekaligus memilih material yang memiliki karakter kuat. Furnitur di dalam rumah sebaiknya menggunakan desain minimalis dengan warna netral seperti putih, krem, cokelat muda, atau abu-abu. Dengan begitu, rumah panggang pe tidak hanya terlihat cantik dari luar, tetapi juga terasa hangat, lapang, dan nyaman untuk ditempati.
2. Rumah Panggang Pe dengan Atap Modern dan Teras Luas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319921/original/047989000_1786326831-Rumah_Panggang_Pe_Modern_2.jpeg)
Perbesar
Salah satu cara membuat rumah panggang pe terlihat lebih kekinian adalah mempertahankan bentuk atap khasnya, tetapi memberikan sentuhan modern pada material dan detail bangunan. Atap dapat menggunakan warna abu-abu gelap, hitam, atau cokelat natural sehingga terlihat lebih elegan. Bentuk atap yang sederhana juga membuat rumah memiliki siluet yang kuat dan mudah dikenali. Konsep ini cocok untuk Anda yang ingin mempertahankan nuansa tradisional tanpa membuat hunian terlihat kuno.
Teras yang cukup luas dapat menjadi bagian penting dalam desain rumah panggang pe modern. Area ini dapat digunakan sebagai tempat bersantai, menerima tamu, atau sekadar menikmati udara pagi dan sore. Gunakan lantai dengan material yang mudah dirawat, kemudian lengkapi dengan kursi kayu, bangku panjang, atau furnitur outdoor berdesain sederhana. Beberapa pot tanaman di sudut teras juga dapat memberikan suasana lebih segar tanpa membuat area terasa penuh.
Untuk memberikan kesan modern, bagian teras bisa dilengkapi pencahayaan berwarna warm white yang dipasang pada dinding atau plafon. Pada siang hari, bukaan lebar dapat membuat area teras terasa menyatu dengan ruang dalam, sedangkan pada malam hari pencahayaan tersebut menciptakan suasana hangat dan nyaman. Konsep ini sangat sesuai bagi keluarga yang ingin memaksimalkan ruang luar tanpa harus menambahkan banyak dekorasi.
3. Rumah Panggang Pe Minimalis dengan Sentuhan Batu Alam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319922/original/070969400_1786326831-Rumah_Panggang_Pe_Modern_3.jpeg)
Perbesar
Penggunaan batu alam dapat menjadi pilihan menarik untuk memberikan karakter yang lebih kuat pada rumah panggang pe modern. Material ini dapat diaplikasikan pada sebagian dinding fasad, area teras, atau pilar depan rumah. Warna batu alam yang cenderung natural seperti abu-abu, cokelat, atau krem akan berpadu dengan baik bersama warna dinding netral. Hasilnya adalah rumah yang terlihat sederhana, tetapi memiliki tekstur dan visual yang membuat fasad tidak monoton.
Agar konsep tetap minimalis, batu alam sebaiknya tidak digunakan pada seluruh bagian rumah. Cukup pilih satu bidang sebagai aksen utama sehingga perhatian tetap terarah pada karakter bangunan. Misalnya, dinding di belakang pintu utama dapat dilapisi batu alam, sedangkan bidang lainnya menggunakan cat putih atau krem. Kombinasi ini membuat rumah terlihat lebih modern sekaligus mempertahankan kesan alami yang menjadi salah satu daya tarik rumah panggang pe.
Material batu alam juga dapat dipadukan dengan kayu dan kaca untuk menciptakan keseimbangan antara kesan tradisional dan modern. Pintu kayu berwarna natural dapat menjadi penghubung antara elemen batu dan dinding modern, sementara jendela kaca berukuran besar membuat fasad terlihat lebih ringan. Untuk mempercantik tampilan, tambahkan tanaman seperti palem, bambu, atau tanaman tropis berdaun lebar di sekitar teras. Penataan sederhana tersebut sudah cukup untuk menciptakan rumah panggang pe yang estetik tanpa terlihat berlebihan.
4. Rumah Panggang Pe Modern dengan Konsep Open Space
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319923/original/092664500_1786326831-Rumah_Panggang_Pe_Modern_4.jpeg)
Perbesar
Konsep open space dapat diterapkan pada rumah panggang pe modern untuk menciptakan hunian yang terasa lebih luas dan fleksibel. Alih-alih menggunakan banyak sekat permanen, ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan dapat dibuat saling terhubung. Tata ruang seperti ini sangat cocok untuk rumah minimalis karena dapat mengurangi kesan sempit. Selain itu, aktivitas keluarga menjadi lebih mudah dilakukan karena setiap area tetap memiliki hubungan visual satu sama lain.
Untuk membedakan fungsi setiap area, tidak selalu diperlukan dinding. Karpet, perbedaan jenis lampu, penempatan sofa, meja makan, atau rak terbuka dapat digunakan sebagai pembatas visual. Misalnya, sofa dapat menjadi penanda antara ruang tamu dan ruang keluarga, sementara meja makan ditempatkan di dekat dapur. Dengan cara ini, rumah tetap memiliki beberapa zona aktivitas tanpa kehilangan kesan lapang dan terbuka.
Konsep open space juga akan semakin optimal apabila rumah memiliki bukaan yang cukup. Jendela besar, pintu kaca, atau ventilasi yang ditempatkan secara tepat dapat membantu memasukkan cahaya dan udara alami. Rumah pun terasa lebih terang pada siang hari sehingga penggunaan lampu dapat dikurangi. Namun, aspek privasi tetap perlu diperhatikan, terutama jika rumah berada di kawasan yang cukup padat. Tirai tipis, kisi-kisi kayu, atau secondary skin dapat menjadi solusi tanpa mengorbankan pencahayaan alami.
5. Rumah Panggang Pe dengan Fasad Hitam, Putih, dan Kayu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319924/original/014693900_1786326832-Rumah_Panggang_Pe_Modern_5.jpeg)
Perbesar
Kombinasi hitam, putih, dan kayu dapat memberikan tampilan rumah panggang pe yang lebih modern dan berkelas. Warna putih dapat digunakan sebagai warna utama dinding untuk menjaga kesan bersih dan terang, sedangkan warna hitam diaplikasikan pada kusen, pintu, pagar, atau bagian tertentu dari fasad. Sementara itu, elemen kayu berfungsi sebagai aksen yang memberikan kehangatan agar tampilan rumah tidak terasa terlalu kaku.
Konsep warna tersebut cocok bagi pemilik rumah yang menyukai desain minimalis dengan karakter tegas. Namun, penggunaan warna hitam perlu disesuaikan dengan proporsi bangunan. Jika terlalu dominan, fasad bisa terlihat berat dan membuat rumah terasa lebih kecil. Sebaliknya, jika digunakan hanya pada bagian tertentu, warna hitam justru dapat menjadi aksen yang memperkuat garis arsitektur dan memberikan kesan modern.
Elemen tanaman hijau juga dapat dimanfaatkan untuk menyeimbangkan komposisi warna. Tanaman di depan rumah, pot berukuran besar di teras, atau taman kecil di sepanjang jalur masuk dapat membuat fasad terasa lebih hidup. Material kayu juga sebaiknya menggunakan warna natural agar menghadirkan kontras dengan warna hitam dan putih. Dengan perpaduan tersebut, rumah panggang pe tetap mempertahankan kesan sederhana, tetapi memiliki tampilan yang lebih kontemporer dan elegan.
6. Rumah Panggang Pe Modern dengan Taman Depan Minimalis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319925/original/038097300_1786326832-Rumah_Panggang_Pe_Modern_6.jpeg)
Perbesar
Menghadirkan taman depan merupakan salah satu cara sederhana untuk mempercantik rumah panggang pe modern. Tidak perlu membuat taman yang luas karena area kecil di depan teras pun dapat dimanfaatkan secara optimal. Rumput, tanaman perdu, semak berbunga, atau beberapa tanaman tropis dapat disusun dengan komposisi sederhana. Kehadiran tanaman akan membuat fasad rumah terlihat lebih segar sekaligus memperkuat karakter alami yang sudah melekat pada konsep rumah panggang pe.
Agar tetap sesuai dengan gaya minimalis, hindari penggunaan terlalu banyak jenis tanaman dalam satu area. Pilih beberapa tanaman yang memiliki bentuk dan warna berbeda, kemudian susun secara berkelompok agar tampilannya lebih rapi. Jalur menuju pintu utama dapat menggunakan stepping stone atau paving sederhana. Area tersebut juga dapat diberi lampu taman berukuran kecil untuk menciptakan tampilan menarik pada malam hari sekaligus membantu menerangi akses menuju rumah.
Taman depan juga bisa dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan perawatan. Pilih tanaman yang sesuai dengan kondisi cahaya dan iklim di sekitar rumah sehingga tidak membutuhkan perawatan berlebihan. Jika lahan sangat terbatas, taman kering dengan batu koral, pot tanaman, dan beberapa tanaman tahan panas dapat menjadi alternatif. Konsep seperti ini membuat rumah tetap memiliki unsur hijau tanpa membutuhkan halaman luas, sehingga cocok diterapkan pada hunian minimalis.
7. Rumah Panggang Pe Modern dengan Material Natural dan Bukaan Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319926/original/061589000_1786326832-Rumah_Panggang_Pe_Modern_7.jpeg)
Perbesar
Inspirasi terakhir cocok bagi Anda yang ingin menciptakan rumah dengan suasana hangat, terang, dan dekat dengan alam. Rumah panggang pe modern dapat menggunakan material natural seperti kayu, batu, bambu, atau warna-warna tanah pada bagian tertentu. Material tersebut tidak harus digunakan dalam jumlah besar. Bahkan, beberapa aksen kecil pada pintu, plafon, dinding, atau furnitur sudah cukup untuk menghadirkan nuansa natural yang kuat.
Bukaan besar menjadi elemen penting dalam konsep ini. Jendela lebar dan pintu kaca dapat membuat hubungan antara ruang dalam dan halaman terasa lebih menyatu. Cahaya matahari yang masuk melalui bukaan juga dapat membuat interior rumah terlihat lebih terang dan lapang. Selain memberikan manfaat visual, ventilasi yang dirancang dengan baik dapat membantu menciptakan sirkulasi udara sehingga rumah terasa lebih nyaman.
Untuk mempertahankan kesan minimalis, interior sebaiknya menggunakan furnitur yang sederhana dan multifungsi. Pilih sofa dengan bentuk simpel, meja kayu berukuran proporsional, serta rak penyimpanan yang tidak terlalu banyak memakan tempat. Warna interior seperti krem, putih tulang, cokelat muda, dan abu-abu dapat dipadukan dengan tanaman hijau sebagai aksen. Hasil akhirnya adalah rumah panggang pe yang tetap membawa karakter tradisional, tetapi tampil lebih modern, elegan, terang, dan sesuai dengan kebutuhan hunian masa kini.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Inspirasi Rumah Panggang Pe Modern
1. Apa yang dimaksud dengan rumah panggang pe?
Rumah panggang pe merupakan salah satu bentuk rumah tradisional Jawa yang memiliki ciri khas atap berbentuk seperti pelana. Bentuknya sederhana dan fungsional, sehingga konsep ini cukup mudah dipadukan dengan gaya arsitektur modern dan minimalis.
2. Apakah rumah panggang pe bisa dibuat dengan desain modern?
Bisa. Rumah panggang pe dapat dimodifikasi menggunakan material dan elemen modern seperti kaca berukuran besar, kusen aluminium, beton ekspos, batu alam, serta warna-warna netral. Bentuk dasar rumah tetap dipertahankan, sementara detail fasad dan interior dibuat lebih kekinian.
3. Apakah rumah panggang pe cocok untuk lahan sempit?
Rumah panggang pe cukup cocok diterapkan pada lahan terbatas karena bentuk bangunannya sederhana. Tata ruang open space, furnitur multifungsi, dan penggunaan bukaan yang optimal dapat membuat rumah terasa lebih luas dan nyaman meski memiliki ukuran terbatas.
4. Warna apa yang cocok untuk rumah panggang pe modern?
Warna putih, krem, abu-abu, cokelat kayu, dan hitam dapat menjadi pilihan. Warna netral membuat rumah terlihat lebih minimalis, sedangkan aksen kayu atau batu alam dapat memberikan kesan hangat dan natural.
5. Material apa yang cocok untuk rumah panggang pe modern?
Selain material utama seperti kayu, rumah panggang pe modern dapat menggunakan batu alam, kaca, beton, keramik, baja ringan, hingga aluminium. Pemilihan material sebaiknya disesuaikan dengan konsep desain, kondisi lingkungan, daya tahan, dan anggaran pembangunan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7245165/original/067390700_1780030769-Gemini_Generated_Image_7mroj7mroj7mroj7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310281/original/009157800_1785312585-11600848515205750600.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262031/original/032655700_1781767940-menyiram.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319907/original/067655400_1786325527-1babcdf0-4148-4abd-a801-b8f85f01f9cb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319911/original/039399200_1786326348-680797ca-84bc-4ade-a319-da64968fe5ad.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299172/original/036005300_1784197425-Alexandre_Ramalingom_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319776/original/027036600_1786282233-1000129406.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3541901/original/071120600_1629110336-Liga_1_-_Ilustrasi_Logo_Bhayangkara_FC_BRI_Liga_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319774/original/014728100_1786282110-Lefundes_Java_Utd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319733/original/008704800_1786276338-IMG_20260809_171211.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318681/original/091207100_1786130581-JH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319671/original/067231300_1786265417-WhatsApp_Image_2026-08-09_at_15.15.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9317653/original/035198800_1786037855-20260806_Budy_Santoso_Persib_vs_Persebaya_Final_Piala_Presiden_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9317590/original/036765200_1786023448-20260806_Budy_Santoso_Persija_vs_Arema_FC_3rd_Place_Piala_Presiden_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319660/original/094435000_1786264464-Tempat_Lampu_LED_Bermotif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308794/original/060788800_1785202090-timnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9319670/original/078787300_1786265305-WhatsApp_Image_2026-08-09_at_15.17.24__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303685/original/024245300_1754118238-hubner.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319608/original/094229100_1786261833-HL_tangan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317979/original/046487700_1786083046-IDw23VQzemSIiKQFQ81oglQqyZ0nTIyS1XDzS9ip.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531939/original/016980900_1773637517-asian-child-girl-play-painting-with-happiness-joyful.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)