Liputan6.com, Jakarta - Tips decluttering kini semakin banyak dicari, terutama oleh mereka yang mulai merasa sesak dengan tumpukan barang di rumah. Tanpa disadari, benda-benda kecil yang menumpuk bisa memengaruhi suasana hati dan produktivitas sehari-hari. Ruang yang penuh sering kali membuat pikiran ikut terasa penuh.
Banyak orang berpikir decluttering hanya soal merapikan rumah, padahal dampaknya jauh lebih dalam. Lingkungan yang rapi terbukti membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus. Bahkan, menurut WebMD, ruang yang teratur dapat membuat seseorang merasa lebih tenang dan terkendali.
Melalui wawancara Liputan6.com dengan Dian (24) seorang mahasiswa yang telah menjalani gaya hidup minimalis selama dua tahun, kita bisa melihat bahwa decluttering bukan sekadar tren, melainkan cara untuk menciptakan ruang bernapas, baik secara fisik maupun mental, Kamis (23/4/2026).
1. Arsipkan Kenangan Secara Digital, Bukan Fisik
Salah satu tantangan terbesar dalam decluttering adalah melepas barang yang punya nilai emosional. Kado, tiket konser, atau barang kenangan sering kali sulit dibuang karena dianggap menyimpan memori penting.
Dian berbagi pendekatan yang cukup praktis:
“Kalau buat barang yang punya kenangan, aku biasanya ambil foto barangnya. Memorinya aku simpan di HP atau cloud, fisiknya aku lepas.”
Cara ini memungkinkan kita tetap menyimpan kenangan tanpa harus menumpuk barang. Secara psikologis, ini membantu proses “melepaskan” menjadi lebih ringan karena kita tidak benar-benar kehilangan memori tersebut.
Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip minimalisme modern yang menekankan pengalaman dibanding kepemilikan. Dengan mengarsipkan secara digital, ruang fisik menjadi lebih lega tanpa mengorbankan sisi emosional.
2. Berhenti Hidup dalam Skenario “Just-in-Case”
Salah satu penyebab utama clutter adalah pola pikir “siapa tahu nanti butuh.” Kita menyimpan barang bukan karena diperlukan sekarang, tetapi karena takut suatu hari akan membutuhkannya.
Dian mengakui ini adalah kebiasaan lamanya:
“Aku belajar satu hal: jangan hidup dalam skenario ‘just-in-case’. Kita sering simpan barang karena takut suatu hari butuh, padahal nyatanya hari itu nggak pernah datang.”
Dalam banyak kasus, barang-barang tersebut hanya memenuhi ruang tanpa pernah digunakan. Menurut penelitian yang dirangkum oleh WebMD, clutter dapat mengganggu fokus dan meningkatkan stres karena otak terus-menerus menerima rangsangan visual yang berlebihan.
Mengubah pola pikir ini memang tidak instan. Namun, kamu bisa mulai dengan pertanyaan sederhana setiap kali memilah barang:
- Apakah aku benar-benar membutuhkannya dalam 3 bulan ke depan?
- Kapan terakhir kali aku menggunakannya?
Jika jawabannya tidak jelas, kemungkinan besar barang tersebut hanya “beban visual.”
3. Terapkan Metode Berpamitan ala KonMari
Salah satu teknik populer dalam tips decluttering adalah metode KonMari, yaitu mengucapkan terima kasih sebelum melepas barang. Meski terdengar sederhana, pendekatan ini punya dampak emosional yang kuat.
Dian juga menerapkan versi sederhananya:
“Aku belajar bilang terima kasih ke barang itu karena sudah pernah ada buat aku, terus aku donasikan. Jadi nggak ada rasa berdosa.”
Mengucapkan terima kasih membantu kita mengubah perspektif. Barang tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yang harus disimpan selamanya, tetapi sebagai sesuatu yang sudah menyelesaikan perannya.
Dari sudut pandang psikologi, praktik ini berkaitan dengan rasa syukur (gratitude) yang terbukti meningkatkan kesejahteraan emosional. Mengutip Psychology Today, lingkungan yang lebih sederhana dapat membantu menciptakan emosi positif dan rasa tenang.
4. Salurkan Barang ke Tempat Donasi
Membuang barang sering kali terasa sia-sia, apalagi jika barang tersebut masih layak pakai. Karena itu, menyalurkan ke tempat donasi bisa menjadi solusi yang lebih bermakna.
Dian menekankan pentingnya hal ini:
“Aku donasikan. Jadi nggak ada rasa berdosa.”
Dengan berdonasi, kita tidak hanya membersihkan ruang, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain. Ini juga membantu mengurangi rasa bersalah yang sering muncul saat decluttering.
Selain itu, Psychology Today menjelaskan bahwa hidup dengan lebih sedikit barang dapat membantu kita fokus pada hal yang lebih bermakna, seperti hubungan sosial dan kontribusi terhadap orang lain.
5. Mulai dari Area Kecil, Jangan Langsung Besar
Salah satu kesalahan umum adalah mencoba merapikan seluruh rumah sekaligus. Ini justru membuat proses terasa berat dan akhirnya tertunda.
Dian memberikan tips sederhana:
“Mulai dari yang paling kecil. Jangan langsung kosongin rumah. Coba bersihin satu laci saja hari ini.”
Pendekatan ini juga didukung oleh WebMD yang menyarankan untuk memulai dari area kecil agar tidak mudah merasa kewalahan. Keberhasilan kecil bisa memberikan motivasi untuk melanjutkan ke area lain.
Decluttering bukan perlombaan. Prosesnya lebih penting daripada hasil instan.
6. Gunakan Aturan Tunggu Sebelum Membeli Barang Baru
Decluttering tidak akan efektif jika kebiasaan belanja tidak berubah. Dian menerapkan aturan tunggu 7 hari:
“Sebelum beli, aku tanya ke diri sendiri: ‘Ini beneran butuh atau cuma nafsu seminggu?’”
Strategi ini membantu menghindari pembelian impulsif. Dengan menunda keputusan, kita memberi waktu bagi emosi untuk mereda dan logika untuk mengambil alih.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini tidak hanya menjaga rumah tetap rapi, tetapi juga membantu kondisi finansial menjadi lebih stabil.
7. Ciptakan “Packing Party” untuk Evaluasi Barang
Ketika merasa barang mulai menumpuk lagi, Dian punya cara unik:
“Aku masukin barang-barang yang nggak jelas fungsinya ke kardus. Kalau dalam tiga minggu aku nggak buka, ya sudah, berarti nggak penting.”
Metode ini efektif karena tidak memaksa keputusan secara langsung. Kita diberi waktu untuk “menguji” apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
Pendekatan ini juga membantu mengurangi kecemasan saat melepas barang karena keputusan diambil secara bertahap.
FAQ Seputar Decluttering
1. Apa itu decluttering?
Decluttering adalah proses memilah dan mengurangi barang yang tidak diperlukan untuk menciptakan ruang yang lebih rapi dan fungsional.
2. Apakah decluttering harus membuang semua barang?
Tidak. Tujuannya bukan membuang sebanyak mungkin, tetapi menyimpan barang yang benar-benar dibutuhkan dan bernilai.
3. Berapa lama waktu ideal untuk decluttering?
Tidak ada aturan pasti. Bisa dimulai dari 15–30 menit per hari agar tidak terasa berat.
4. Apakah decluttering bisa membantu kesehatan mental?
Ya. Menurut WebMD, lingkungan yang rapi dapat mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan membuat seseorang merasa lebih tenang.
5. Bagaimana cara konsisten setelah decluttering?
Gunakan aturan seperti “one in, one out” dan hindari belanja impulsif agar barang tidak kembali menumpuk.

5 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556186/original/085050400_1776235559-unnamed__24_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564459/original/029715300_1776942444-Gerbang_Rumah_dengan_Pagar_Lee_Kuan_Yew.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564442/original/080657200_1776941753-Rumah_Tipe_36_Hook_Carport_Samping.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564242/original/002241700_1776931428-walsh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564431/original/047271800_1776941037-Screenshot_2026-04-23_173814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481831/original/086210900_1769148336-duku_penyiangan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563424/original/086346500_1776866033-SaveGram.App_672519274_18462910561104986_689588659840995763_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5357818/original/013536200_1758546358-Arema_FC_vs_Persib_Bandung-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564382/original/053994000_1776937948-pohon_kesemek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564285/original/052719400_1776932708-asian-senior-grandparents-couple-laying-with-grandchildren-preety-female-child-bed-bedroomhappy-family-play-together-bed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564270/original/001906400_1776932006-minimalis_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564258/original/099832500_1776931717-Screenshot_2026-04-23_150150.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421127/original/086143000_1763875799-persebaya_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3964051/original/015538300_1647395015-air-conditioning-decoration-interior.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528212/original/045573900_1773254548-sandy_walsh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563759/original/042561600_1776916615-Ilustrasi_Magic_Com_Mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561078/original/096749200_1776740430-ATK_BOLANET_BRI_SUPER_LEAGUE_MATCH__16_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564377/original/044751100_1776937536-yuran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564424/original/081296600_1776940557-Diego_Campos_mencetak_gol_ketiganya_musim_ini_melalui_eksekusi_tendangan_penalti._baliunited__re.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564193/original/090061700_1776929585-Pembuatan_Mocaf.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5462350/original/069630300_1767550955-20260104_222549.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355482/original/010492400_1758338914-q.jpg)