Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan ruang seringkali menjadi alasan utama bagi banyak orang untuk menunda impian memulai bisnis peternakan. Namun, kini hadir solusi cerdas yang memungkinkan siapa saja untuk merintis usaha ternak modal kecil lahan sempit yang menguntungkan.
Konsep ini membuka peluang baru bagi individu yang ingin menambah penghasilan atau bahkan mencapai kemandirian pangan, terutama di tengah padatnya area perkotaan. Dengan memanfaatkan setiap jengkal area yang tersedia secara optimal, berbagai jenis ternak dapat dikembangkan, bahkan di lahan yang hanya berukuran beberapa meter persegi.
Model usaha ternak modal kecil lahan sempit ini sangat menekankan efisiensi, baik dari segi ruang maupun modal. Pemilihan hewan ternak difokuskan pada jenis yang memiliki produktivitas tinggi dan siklus panen yang relatif cepat, sehingga cocok diterapkan di lingkungan perumahan padat, apartemen dengan balkon, atau halaman rumah yang terbatas. Pendekatan bertahap juga disarankan untuk pemula, memungkinkan adaptasi dengan pola perawatan dan potensi masalah yang mungkin timbul.
Keunggulan utama dari model bisnis usaha ternak modal kecil lahan sempit ini adalah potensi pengembalian investasi yang cepat dengan risiko kerugian yang minimal. Berikut ini telah Liputan6 ulas secara detail berbagai pilihan usaha ternak modal kecil lahan sempit yang telah terbukti sukses dan menguntungkan, pada Selasa (10/2). Setiap jenis usaha akan dijelaskan mulai dari teknik budidaya, perhitungan modal, hingga strategi pemasaran yang efektif untuk memaksimalkan keuntungan.
1. Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber): Revolusi Peternakan Urban
Budikdamber merupakan inovasi terdepan dalam dunia peternakan lahan sempit, menggabungkan konsep akuakultur dan hidroponik dalam satu sistem terintegrasi. Metode ini memungkinkan peternak pemula untuk memulai usaha dengan modal minimal namun hasil maksimal. Sistem ini sangat cocok diterapkan di area sempit seperti balkon apartemen atau sudut halaman rumah.
Cara kerja budikdamber sangat sederhana namun efektif. Ember berkapasitas 80-100 liter diisi air dan bibit ikan lele, sementara bagian atas ember dipasang sistem tanam kangkung atau sayuran hijau lainnya. Air yang kaya nutrisi dari kotoran ikan akan menjadi pupuk alami untuk tanaman, sementara tanaman berfungsi sebagai filter alami untuk menjaga kualitas air ikan. Keunggulan utama sistem ini terletak pada produktivitas ganda, di mana peternak dapat memanen ikan lele siap konsumsi sekaligus kangkung segar.
Langkah-langkah Memulai Budikdamber:
- Persiapan Alat dan Bahan: Siapkan ember plastik food grade kapasitas 80-100 liter, styrofoam atau net pot untuk media tanam, bibit lele ukuran 5-7 cm (sekitar 80 ekor per ember), benih kangkung atau bayam, serta aerator kecil untuk suplai oksigen (opsional).
- Instalasi Sistem: Lubangi gelas plastik pada bagian bawah dan samping untuk sekam bakar dan bibit kangkung. Lubangi tutup ember untuk menempatkan gelas sayuran dan bagian bawah ember untuk keran air. Isi ember dengan air bersih dan diamkan 24 jam sebelum memasang aerator (jika digunakan) di dasar ember.
- Penebaran Bibit: Masukkan bibit lele ke dalam ember pada pagi atau sore hari. Tanam benih kangkung pada net pot dengan media rockwool atau gelas plastik yang sudah disiapkan. Berikan pakan ikan secukupnya 2-3 kali sehari.
- Maintenance Rutin: Pantau kualitas air dan bersihkan jika keruh. Panen kangkung setiap 14-21 hari dengan sistem potong pangkas, sisakan bagian bawah tunas agar tumbuh kembali. Panen ikan lele setelah sekitar 2 bulan, atau ketika benih ikan bagus dan pemberian pakan teratur.
Secara finansial, budikdamber menawarkan potensi keuntungan yang menarik. Dengan modal awal sekitar Rp 180.000 - Rp 250.000, hasil panen ikan dapat mencapai Rp 300.000 - Rp 400.000, dan panen kangkung sekitar Rp 150.000 - Rp 200.000. Ini menghasilkan keuntungan bersih antara Rp 270.000 - Rp 350.000 per siklus.
2. Budidaya Maggot BSF: Peluang Emas dari Pengolahan Sampah Organik
Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam menghasilkan larva yang disebut maggot, kaya protein dan sangat diminati sebagai pakan alternatif untuk berbagai jenis ternak seperti ikan dan ayam. Budidaya maggot BSF menjadi solusi yang saling menguntungkan karena membantu mengatasi masalah sampah organik rumah tangga sekaligus menghasilkan keuntungan finansial yang menjanjikan.
Proses budidaya maggot relatif mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus. Lalat BSF dewasa akan bertelur pada sampah organik yang membusuk, kemudian telur tersebut akan menetas menjadi larva yang memakan sampah organik dengan sangat efisien. Dalam waktu 2-3 minggu, larva akan tumbuh besar dan siap dipanen sebagai pakan ternak atau dijual ke peternak lainnya.
Keunggulan bisnis maggot BSF sangat banyak, mulai dari modal yang sangat kecil, bahan baku yang gratis (sampah organik), tidak membutuhkan lahan luas, dan permintaan pasar yang sangat tinggi. Selain itu, proses budidaya maggot juga menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi sebagai produk sampingan yang memiliki nilai jual.
Tahapan Budidaya Maggot BSF:
- Setup Kandang Breeding: Buat kandang lalat BSF berukuran sekitar 3x2 meter dari bambu, kayu, atau bahan lain yang diselimuti jaring. Siapkan wadah-wadah plastik sebagai tempat lalat bertelur.
- Persiapan Media Bertelur: Campurkan sampah organik (sisa sayur, buah, nasi basi), tambahkan sedikit air hingga lembap namun tidak becek. Fermentasi media selama 2-3 hari hingga sedikit berbau. Tempatkan media dalam wadah plastik di dalam kandang.
- Proses Budidaya: Biarkan lalat BSF dewasa bertelur pada media organik. Pantau suhu media agar tetap hangat (25-35°C). Tambahkan sampah organik segar setiap 2-3 hari dan jaga kelembapan media dengan penyiraman ringan.
- Pemanenan dan Pengolahan: Panen maggot setelah 2-3 minggu atau sudah berukuran besar. Pisahkan maggot dari media dengan ayakan halus. Cuci maggot dengan air bersih sebelum dijual atau diproses, lalu keringkan jika akan disimpan dalam waktu lama.
Proyeksi keuntungan dari budidaya maggot BSF cukup menjanjikan. Dengan modal setup sekitar Rp 300.000 - Rp 500.000 dan biaya operasional Rp 50.000/bulan, produksi maggot bisa mencapai 5-10 kg/minggu. Dengan harga jual Rp 15.000 - Rp 20.000/kg, pendapatan kotor bulanan dapat mencapai Rp 300.000 - Rp 800.000, menghasilkan keuntungan bersih Rp 250.000 - Rp 750.000/bulan.
3. Ternak Burung Puyuh: Produktivitas Tinggi dalam Ruang Minimal
Burung puyuh menjadi pilihan unggulan untuk usaha peternakan lahan sempit karena ukurannya yang kecil namun produktivitas telurnya sangat tinggi. Dalam area 1x2 meter, peternak dapat memelihara hingga 100-150 ekor puyuh dengan sistem kandang bertingkat yang efisien. Investasi awal yang relatif kecil dan siklus produksi yang cepat menjadikan puyuh sebagai ternak idola para pemula.
Burung puyuh mulai bertelur pada usia 45 hari dan dapat menghasilkan 1 butir telur setiap hari hingga usia 18 bulan. Produktivitasnya mencapai 250-300 butir telur per tahun per ekor. Telur puyuh memiliki nilai gizi tinggi dan permintaan pasar yang stabil, baik untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri makanan. Selain telur, daging puyuh juga memiliki nilai jual yang bagus meskipun ukurannya kecil. Kotoran puyuh juga dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi, yang memiliki kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium yang baik untuk pertumbuhan tanaman, sehingga dapat dijual sebagai produk sampingan yang menguntungkan.
Panduan Ternak Puyuh untuk Pemula:
- Persiapan Kandang Bertingkat: Buat kandang dari bahan kawat atau bambu dengan ukuran sekitar 100x50x40 cm per tingkat. Susun kandang 3-5 tingkat dengan jarak antar tingkat yang memadai. Pasang tempat makan dan minum otomatis di setiap tingkat. Berikan alas kandang yang mudah dibersihkan, dengan sistem yang memungkinkan kotoran jatuh ke penampungan di bawah.
- Pemilihan dan Pemeliharaan Bibit: Pilih DOQ (Day Old Quail) dari breeding farm terpercaya. Berikan pakan starter dengan protein 24-28% untuk anak puyuh. Jaga suhu kandang 30-35°C pada minggu pertama. Lakukan vaksinasi sesuai jadwal yang direkomendasikan.
- Manajemen Pakan dan Air: Berikan pakan layer dengan protein 20-22% untuk puyuh dewasa. Pastikan air minum tersedia 24 jam dan selalu bersih. Berikan pakan 2-3 kali sehari dengan jumlah sekitar 20 gram per ekor per hari. Tambahkan vitamin dan suplemen sesuai kebutuhan.
- Sistem Pemanenan: Mulai panen telur pada usia 6-8 minggu. Kumpulkan telur 2-3 kali sehari untuk menjaga kesegaran. Sortir telur berdasarkan ukuran dan kualitas. Simpan telur di tempat sejuk sebelum dipasarkan.
Analisis bisnis ternak puyuh menunjukkan modal awal untuk 100 ekor sekitar Rp 1.500.000 - Rp 2.000.000, dengan biaya pakan per bulan Rp 400.000 - Rp 500.000. Produksi telur dapat mencapai 70-80 butir/hari dengan harga jual Rp 150-200/butir. Ini menghasilkan pendapatan per bulan Rp 3.150.000 - Rp 4.800.000 dan keuntungan bersih Rp 2.250.000 - Rp 3.800.000/bulan.
4. Budidaya Jangkrik: Peluang Bisnis dari Hobi Kicau Mania
Jangkrik merupakan pakan utama untuk burung kicauan dan ikan hias yang permintaannya terus meningkat seiring dengan populernya hobi memelihara burung dan ikan. Budidaya jangkrik cocok untuk lahan sempit karena dapat dilakukan dalam ruang tertutup seperti gudang atau kamar kosong dengan sistem kotak-kotak bertingkat yang hemat ruang.
Siklus hidup jangkrik yang relatif pendek (35 hari dari telur hingga dewasa) memungkinkan peternak mendapatkan cash flow yang cepat. Modal yang dibutuhkan juga sangat terjangkau, terutama jika memanfaatkan kardus bekas dan egg tray sebagai media pemeliharaan. Suara jangkrik yang tidak terlalu bising dibandingkan unggas menjadikannya cocok untuk area perumahan.
Keunggulan budidaya jangkrik terletak pada kemudahan perawatan dan tingkat mortalitas yang rendah jika dilakukan dengan benar. Jangkrik tidak memerlukan vaksinasi atau obat-obatan khusus, cukup dengan pakan yang sederhana seperti voer ayam, sayuran segar, dan sedikit gula untuk meningkatkan vitalitas.
Teknik Budidaya Jangkrik Praktis:
- Penyiapan Kandang Box System: Gunakan kotak kayu lapis atau plastik ukuran sekitar 60x40x40 cm. Buat lubang ventilasi di sisi box dan tutup dengan kawat kasa. Lapisi dasar box dengan koran atau sekam padi. Pasang egg tray sebagai tempat bersembunyi jangkrik.
- Manajemen Breeding dan Penetasan: Siapkan indukan jangkrik jantan dan betina (perbandingan 1:3). Sediakan media bertelur berupa pasir halus dalam wadah kecil. Jaga kelembapan media telur dengan penyemprotan ringan. Pisahkan telur setelah 7-10 hari untuk ditetaskan.
- Perawatan Anakan Hingga Dewasa: Berikan pakan berupa voer ayam halus untuk anakan. Tambahkan sayuran segar seperti sawi atau kangkung. Jaga suhu kandang 28-35°C dan kelembapan 70-80%. Lakukan pembersihan kandang setiap 3-4 hari.
- Pemanenan dan Pemasaran: Panen jangkrik dewasa setelah 25-30 hari. Sortir jangkrik berdasarkan ukuran (kecil, sedang, besar). Kemas dalam kardus berlubang untuk pengiriman. Pasarkan ke toko burung, penghobi, atau peternak ikan.
Kalkulasi finansial budidaya jangkrik menunjukkan modal setup sekitar Rp 400.000 - Rp 600.000 dengan biaya operasional Rp 100.000/bulan. Produksi dapat mencapai 2-3 kg jangkrik dewasa/bulan dengan harga jual Rp 50.000 - Rp 70.000/kg. Ini menghasilkan pendapatan kotor Rp 150.000 - Rp 210.000/bulan dan keuntungan bersih Rp 50.000 - Rp 110.000/bulan.
5. Ternak Kelinci: Reproduksi Cepat dengan Investasi Minimal
Kelinci menjadi pilihan menarik untuk peternakan lahan sempit karena kemampuan reproduksinya yang sangat tinggi dan fleksibilitas produk yang dihasilkan. Kelinci dapat dipelihara untuk tujuan pedaging, kelinci hias, atau bahkan breeding untuk dijual sebagai bibit. Sistem kandang bertingkat memungkinkan pemanfaatan ruang vertikal secara optimal.
Keunggulan utama ternak kelinci adalah periode bunting yang singkat (30-32 hari) dengan jumlah anak per kelahiran 4-8 ekor. Kelinci betina dapat bunting lagi segera setelah melahirkan, sehingga dalam setahun seekor induk dapat menghasilkan 6-8 kali kelahiran. Produktivitas yang tinggi ini menjadikan kelinci sebagai ternak yang sangat menguntungkan untuk skala kecil.
Pakan kelinci relatif mudah didapat dan murah, terdiri dari rumput-rumputan, sisa sayuran pasar, dan sedikit konsentrat. Kelinci juga memiliki konversi pakan yang baik, artinya efisien dalam mengubah pakan menjadi daging. Kotoran kelinci yang dihasilkan merupakan pupuk organik berkualitas tinggi yang dapat dijual sebagai produk sampingan.
Sistem Ternak Kelinci Lahan Sempit:
- Konstruksi Kandang Efisien: Buat kandang battery system dari kawat dengan ukuran sekitar 80x60x50 cm per kotak. Susun kandang 2-3 tingkat dengan sistem drainase kotoran. Pasang tempat makan dari kaleng bekas dan botol minum otomatis. Sediakan kotak beranak dari kayu untuk induk bunting.
- Pemilihan Bibit dan Breeding: Pilih indukan berkualitas dari jenis lokal atau persilangan. Gunakan rasio 1 jantan untuk 8-10 betina. Kawinkan kelinci pada pagi atau sore hari saat suhu sejuk. Pisahkan induk bunting 3-4 hari sebelum melahirkan.
- Manajemen Pakan dan Kesehatan: Berikan rumput segar (setaria, kolonjono) sebagai pakan utama. Tambahkan sayuran segar dan konsentrat secukupnya. Pastikan air minum selalu tersedia dan bersih. Lakukan vaksinasi dan pemberian vitamin secara berkala.
- Pemasaran Multi Produk: Jual kelinci anakan umur 2 bulan sebagai bibit. Kelinci dewasa dapat dijual sebagai kelinci pedaging. Kotoran kelinci dijual sebagai pupuk organik premium. Kembangkan pasar kelinci hias untuk nilai jual lebih tinggi.
Proyeksi keuntungan dari ternak kelinci menunjukkan modal awal untuk 1 jantan + 3 betina sekitar Rp 800.000 - Rp 1.200.000, dengan biaya pakan per bulan Rp 200.000 - Rp 300.000. Produksi anak kelinci dapat mencapai 15-20 ekor/bulan dengan harga jual per ekor Rp 40.000 - Rp 80.000. Ini menghasilkan pendapatan kotor Rp 600.000 - Rp 1.600.000/bulan dan keuntungan bersih Rp 400.000 - Rp 1.300.000/bulan.
6. Budidaya Cacing Tanah: Investasi Kecil Keuntungan Besar
Cacing tanah, khususnya jenis Lumbricus Rubellus, merupakan komoditas yang semakin diminati baik sebagai bahan baku industri farmasi, kosmetik, maupun pakan ternak. Budidaya cacing sangat cocok untuk lahan sempit karena dapat dilakukan dalam wadah-wadah berukuran kecil dan tidak memerlukan sinar matahari langsung.
Proses budidaya cacing tergolong sangat mudah dan hampir tidak memerlukan perawatan intensif. Cacing dapat berkembang biak dengan sangat cepat dalam kondisi lingkungan yang sesuai, yaitu lembap, gelap, dan kaya bahan organik. Media budidaya dapat memanfaatkan limbah organik seperti kotoran ternak, sampah sayuran, atau gedebog pisang.
Keunggulan budidaya cacing terletak pada investasi yang sangat kecil namun permintaan pasar yang tinggi dan stabil. Selain cacing itu sendiri, proses budidaya juga menghasilkan kascing (bekas cacing) yang merupakan pupuk organik premium dengan harga jual yang sangat bagus. Bisnis ini cocok untuk dijalankan sebagai usaha sampingan atau bisnis utama.
Teknik Budidaya Cacing Sederhana:
- Persiapan Media dan Wadah: Gunakan bak plastik atau kotak kayu ukuran sekitar 90x50x36 cm. Buat lubang drainase di bagian bawah wadah. Siapkan media dari campuran tanah, kompos, dan kotoran ternak. Pastikan pH media berkisar 6.5-7.5 dan kelembapan 60-80%.
- Penebaran Bibit Cacing: Beli bibit cacing berkualitas dari peternak terpercaya, atau gunakan bibit dari tumpukan sampah membusuk/kotoran hewan. Tebar bibit dengan kepadatan 1 kg per m2 media. Tutup media dengan karung goni basah atau daun pisang. Letakkan wadah di tempat teduh dan tidak terkena hujan langsung.
- Perawatan dan Pemberian Pakan: Berikan pakan berupa sampah organik yang sudah difermentasi, seperti sisa nasi, limbah dapur, limbah sayur dan buah, atau ampas tahu. Siram media secara rutin untuk menjaga kelembapan. Aduk media setiap 2 minggu untuk aerasi. Jaga suhu media antara 22-28°C untuk pertumbuhan optimal.
- Pemanenan dan Pengolahan: Panen cacing dewasa setelah 2-3 bulan budidaya. Pisahkan cacing dari media dengan sistem pencahayaan. Kumpulkan kascing sebagai pupuk organik berkualitas tinggi. Sisakan sebagian cacing sebagai bibit untuk siklus berikutnya.
Analisis ekonomi budidaya cacing tanah menunjukkan modal awal sekitar Rp 150.000 - Rp 300.000 dengan biaya operasional Rp 50.000/bulan. Produksi cacing dapat mencapai 3-5 kg/bulan dengan harga jual Rp 25.000 - Rp 30.000/kg. Produksi kascing (pupuk organik) sekitar 20-30 kg/bulan dengan harga jual Rp 5.000 - Rp 8.000/kg. Total pendapatan bulanan bisa mencapai Rp 190.000 - Rp 490.000, dengan keuntungan bersih Rp 140.000 - Rp 440.000/bulan.
Tips Sukses dan Strategi Pengembangan Usaha Ternak Lahan Sempit
Keberhasilan usaha ternak lahan sempit sangat bergantung pada pemilihan jenis ternak yang tepat sesuai dengan kondisi lingkungan dan kemampuan modal. Faktor lokasi menjadi pertimbangan penting, terutama terkait dengan regulasi lingkungan dan kenyamanan tetangga. Beberapa jenis ternak seperti jangkrik dan cacing lebih toleran terhadap lingkungan perumahan dibandingkan unggas.
Manajemen bau dan kebersihan menjadi kunci utama dalam menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Penggunaan probiotik, pembersihan rutin, dan sistem ventilasi yang baik dapat meminimalkan bau yang tidak diinginkan. Selain itu, pemilihan waktu pemberian pakan dan pembersihan kandang sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas lingkungan sekitar.
Diversifikasi produk dan integrasi antar jenis ternak dapat meningkatkan profitabilitas secara keseluruhan. Misalnya, kotoran dari ternak kelinci dapat digunakan sebagai media budidaya cacing, sedangkan cacing hasil budidaya dapat menjadi pakan tambahan untuk ikan dalam sistem budikdamber. Pendekatan holistik ini akan mengoptimalkan pemanfaatan ruang dan sumber daya yang tersedia.
FAQ - Pertanyaan Umum Usaha Ternak Lahan Sempit
Q: Berapa luas lahan minimum yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak?
A: Luas lahan minimum bervariasi tergantung jenis ternak. Untuk budikdamber dan cacing hanya butuh 1-2 m2, jangkrik 3-4 m2, sedangkan puyuh dan kelinci membutuhkan 5-8 m2 untuk skala komersial kecil.
Q: Bagaimana cara mengatasi masalah bau pada ternak lahan sempit?
A: Gunakan probiotik pada pakan dan kandang, bersihkan kandang secara rutin, pasang sistem ventilasi yang baik, dan pilih jenis ternak yang minim bau seperti jangkrik atau cacing. Hindari penumpukan kotoran dalam kandang.
Q: Apakah izin khusus diperlukan untuk usaha ternak di lingkungan perumahan?
A: Umumnya tidak diperlukan izin khusus untuk skala kecil, namun sebaiknya koordinasi dengan RT/RW setempat. Pastikan tidak melanggar peraturan lingkungan dan tidak mengganggu kenyamanan tetangga.

12 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498979/original/059605800_1770734286-walsh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495422/original/073242600_1770369479-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498914/original/028104800_1770727977-Mihailo_Perovic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4767650/original/079589500_1709992233-20240309IQ_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta_02.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497399/original/013667300_1770627230-Pertimbangkan_Pompa_Dorong_jika_Ketinggian_Tidak_Mungkin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498690/original/099855300_1770714744-interior_ruangan__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489814/original/017529000_1769933678-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498724/original/060007400_1770715312-pohon_jeruk_imlek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496666/original/011294000_1770565561-20250208IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_China-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3322568/original/053082800_1607839178-fly-5694227_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498681/original/013358500_1770714366-jeruk_di_halaman_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4970194/original/009634900_1729043589-IMG-20241016-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936592/original/061339600_1645054091-brady-rogers-ZGRB8TMT6zQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498899/original/035021600_1770726809-Kamara.webp)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5498896/original/098561900_1770725927-Persija_vs_Arema.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498646/original/088746700_1770713533-pipa_vertikulur7a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315861/original/016856500_1755174118-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__55_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498550/original/028025600_1770710691-kreasi_tutup_botol.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498524/original/021480400_1770709985-Anakan_ikan_cupang__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)