9 Cara Hilangkan Cegukan pada Bayi yang Aman dan Ampuh Dilakukan di Rumah

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta Cara hilangkan cegukan pada bayi sebenarnya sederhana, mulai dari menyendawakan si Kecil, memberi jeda saat menyusu, hingga menggendongnya dalam posisi tegak. Langkah-langkah ini membantu mengeluarkan udara berlebih di perut sekaligus merilekskan diafragma yang memicu cegukan.

Sebagian besar cegukan pada bayi tidak berbahaya dan akan reda dengan sendirinya dalam beberapa menit. Meski begitu, memahami cara hilangkan cegukan pada bayi tetap berguna agar si Kecil merasa lebih nyaman saat menyusu maupun tidur.

Secara medis, cegukan muncul saat diafragma yang merupakan otot besar di antara rongga dada dan perut berkontraksi tiba-tiba sehingga pita suara menutup cepat dan menimbulkan bunyi "hik" khas. Dilansir dari Medical News Today, cegukan pada bayi kerap terjadi tanpa sebab yang jelas, tetapi proses menyusu bisa membuat perut mengembang dan menekan diafragma sehingga memicu kejang otot tersebut. Bahkan, cegukan sudah bisa dialami sejak bayi berada dalam kandungan, dan banyak ibu hamil merasakannya sebagai getaran berirama di perut. Untuk memahami lebih jauh, ada baiknya mengenali penyebab cegukan pada bayi yang paling umum.

Cara Hilangkan Cegukan pada Bayi yang Bisa Langsung Dicoba

Ketika si Kecil mulai cegukan setelah menyusu, ada beberapa cara hilangkan cegukan pada bayi yang bisa langsung Bunda praktikkan. Prinsipnya sederhana, yaitu mengeluarkan udara yang terjebak di perut dan membantu diafragma kembali rileks.

Ameera Nauman, dokter spesialis anak di OSF Medical Group, dikutip dari OSF HealthCare, menyatakan, "Cegukan adalah bagian dari proses alami. Cegukan pada bayi baru lahir itu normal. Umumnya sangat ringan, dan biasanya hilang setelah beberapa menit."

  1. Sendawakan bayi setelah menyusu: Udara yang terperangkap di perut kerap menjadi pemicu cegukan, sehingga menyendawakan bayi membantu mengeluarkan udara berlebih itu; sebaiknya jangan menunggu bayi selesai menyusu, tetapi beri jeda untuk bersendawa. Menyendawakan disebut sebagai cara paling efektif, dengan cara menyendawakan bayi saat berpindah payudara ketika menyusui langsung dan di pertengahan sesi saat memberi susu botol. Merujuk Baptist Health, patokannya adalah menyendawakan bayi setiap 60-90 ml pada susu botol dan setiap kali berganti sisi payudara. Bunda bisa mempelajari teknik bersendawa yang benar dalam panduan merawat bayi baru lahir.

  2. Beri jeda saat menyusui: Jika bayi mulai cegukan di tengah menyusu, hentikan sejenak dan biarkan ia beristirahat sebentar; jeda ini membantu menenangkan diafragma, lalu Bunda bisa melanjutkan menyusui setelah cegukan mereda. Ritme yang lebih pelan membuat perut tidak cepat penuh oleh udara, sehingga menjadi salah satu cara menghentikan cegukan yang paling mudah.

  3. Berikan empeng atau biarkan bayi mengisap: Gerakan mengisap membuat otot diafragma lebih rileks sehingga ritme cegukan berangsur melemah. Kylie Liermann, dokter anak, dikutip dari Cleveland Clinic, menjelaskan, "Gerakan mengisap dapat membantu merilekskan diafragma." Selain empeng, membiarkan si Kecil mengisap juga bisa menenangkannya, seperti dijelaskan dalam panduan mengatasi cegukan pada bayi.

  4. Gendong bayi dalam posisi tegak: Menggendong si Kecil tegak selama 20-30 menit setelah menyusu membantu mencegah refluks dan mengurangi tekanan pada diafragma yang bisa memicu cegukan. Seperti dijelaskan seorang dokter spesialis anak, bayi sulit bersendawa saat berbaring, sementara saat digendong gravitasi membantu susu turun dan udara naik sehingga bayi lebih mudah sendawa. Karena itu, posisi tegak sering membuat bayi lebih tenang.

  5. Susui atau tawarkan ASI perlahan: Mengisap ASI dapat membuat diafragma kembali rileks ke posisi normal sekaligus mengalihkan perhatian bayi dari cegukannya. Ini juga menjadi momen kedekatan, sebab menyusui memperkuat ikatan batin ibu dan bayi sekaligus menenangkannya.

  6. Pijat lembut punggung dan perutnya: Memijat punggung bayi secara perlahan dengan gerakan melingkar, dimulai dari tulang belikat menuju punggung bawah, dapat membantu merilekskan diafragma dan menghentikan cegukan. Lakukan pijatan lembut pada perut, punggung, dan dada bayi sekitar satu jam setelah menyusu untuk hasil yang lebih nyaman. Teknik ini juga bermanfaat untuk mengatasi perut kembung pada bayi dan memberi banyak manfaat pijat bayi lainnya.

  7. Ciptakan suasana tenang: Cegukan kadang muncul karena bayi terlalu bersemangat atau menangis berlebihan, sehingga suara menenangkan seperti bunyi "sst" lembut atau white noise dapat membantu mengalihkan perhatian dan menenangkannya. Suasana yang lembut membuat refleks sarafnya tidak mudah terpicu, terutama pada bayi yang mudah rewel.

Cara Mencegah Cegukan pada Bayi agar Tidak Sering Muncul

Selain meredakan saat cegukan datang, Bunda juga bisa menerapkan kebiasaan pencegahan. Menariknya, banyak cara hilangkan cegukan pada bayi justru berpangkal pada teknik menyusu yang tepat, karena dengan mengurangi udara yang tertelan, perut si Kecil tidak cepat penuh dan diafragma pun jarang terpicu.

Sebagaimana diungkapkan Mustela, sejumlah dokter meyakini faktor nonpencernaan seperti rasa gugup, terlalu bersemangat, stres, atau perubahan suhu mendadak juga dapat berperan memicu cegukan pada bayi. Karena itu, menjaga kenyamanan dan ritme menyusu menjadi kunci pencegahan.

  1. Perhatikan posisi menyusu yang benar: Bila bayi menyusu dalam posisi terlalu datar, ia bisa menelan banyak udara, sehingga sebaiknya posisikan tubuhnya lebih tegak agar udara yang tertelan berkurang. Pastikan pelekatan mulutnya tepat dengan mengikuti posisi menyusui yang benar dan pahami pula beberapa posisi menyusui yang sebaiknya dihindari.

  2. Susui sebelum bayi terlalu lapar: Bayi yang tenang cenderung menyusu lebih pelan dan menelan lebih sedikit udara, sehingga usahakan memberi makan sebelum ia mencapai titik lapar yang membuatnya menangis rewel. Teknik menyusui yang tenang ini dibahas dalam tips menyusui bayi baru lahir.

  3. Beri porsi lebih sedikit tapi lebih sering: Memberikan ASI atau susu formula dalam jumlah lebih sedikit namun lebih sering dapat mencegah perut bayi terlalu penuh yang bisa memicu cegukan. Cara ini sekaligus mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama.

  4. Sendawakan di sela dan setelah menyusu: Menyendawakan bayi secara teratur, baik di tengah maupun setelah menyusu dari payudara maupun botol, membantu mengeluarkan udara sebelum menumpuk di perut. Hal serupa juga membantu mencegah bayi gumoh setelah menyusu.

  5. Atur sudut botol dan periksa aliran dot: Pegang botol pada kemiringan sekitar 45 derajat agar dot selalu terisi susu, dan periksa kecepatan aliran dengan membalik botol, karena jika susu menetes terlalu deras berarti alirannya terlalu cepat untuk bayi. Mengatur aliran susu ini juga penting agar bayi tidak tersedak saat menyusu.

  6. Jaga suhu tubuh bayi tetap hangat: Sebagaimana dikutip dari Tua Saude, udara dingin dapat memicu cegukan, sehingga sebaiknya selimuti dan jaga bayi tetap hangat ketika suhu turun. Hindari pula perubahan suhu makanan atau minuman yang terlalu drastis pada bayi yang sudah mulai makan.

Hal yang Perlu Dihindari Saat Menghilangkan Cegukan pada Bayi

Sama pentingnya dengan mengetahui langkah yang tepat, Bunda juga perlu memahami hal-hal yang justru harus dihindari. Beberapa "resep" turun-temurun untuk orang dewasa tidak boleh diterapkan pada bayi karena berisiko dan tidak terbukti secara medis.

Banyak cara rumahan untuk cegukan orang dewasa merupakan ide buruk jika diterapkan pada bayi, sebab justru dapat membuatnya tertekan, berpotensi berbahaya, dan tidak terbukti menghentikan cegukan. Berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan:

  • Mengejutkan atau menakut-nakuti bayi: Menakut-nakuti untuk mengusir cegukan tidak terbukti berhasil pada orang dewasa, dan pada bayi justru bisa menimbulkan trauma.

  • Menarik lidah atau menekan dahi: Metode lama seperti menarik lidah bayi atau menekan dahinya berbahaya dan sangat kecil kemungkinannya memberikan efek positif.

  • Memberi air putih pada bayi di bawah 6 bulan: Tetes air tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan karena ASI atau susu formula sudah mencukupi seluruh kebutuhan cairannya.

  • Memberi gripe water tanpa anjuran dokter: Gripe water memang populer, tetapi tidak ada bukti ilmiah bahwa ramuan ini dapat menghentikan atau memperbaiki cegukan.

  • Menepuk punggung terlalu keras: Tepukan untuk membantu sendawa harus lembut, bukan kuat, agar tidak membuat bayi kaget atau tidak nyaman.

  • Memberi obat atau suplemen tanpa konsultasi: Para ahli belum menemukan obat pasti untuk cegukan, sehingga hindari memberi obat atau suplemen apa pun tanpa saran dokter anak.

Kapan Cegukan pada Bayi Perlu Diwaspadai dan Diperiksakan ke Dokter

Pada umumnya cegukan bukanlah masalah serius dan bayi kerap tidak terganggu olehnya. Hillary Sismondo, dokter anak sekaligus asisten profesor di NYITCOM Arkansas State University, dikutip dari TODAY, mengatakan, "Cegukan cenderung lebih mengganggu orang tua daripada bayinya. Banyak orang tua khawatir bayinya merasa tidak nyaman saat cegukan. Padahal, umumnya tidak demikian." Bayi bisa cegukan beberapa kali sehari selama 5 hingga 10 menit atau lebih, dan biasanya akan makin jarang menjelang usia 6 bulan.

Meski begitu, cegukan yang sering dan disertai gejala lain perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda refluks asam lambung atau GERD. Dikutip dari WebMD, Quillin menyatakan, "Jika bayi merasa tidak nyaman karena cegukan, terutama setelah menyusu, itu bisa menjadi tanda refluks, dan orang tua sebaiknya berbicara dengan dokter anak." Pada bayi dengan GERD, cegukan bukan satu-satunya gejala, sebab biasanya disertai tanda lain seperti sering gumoh, batuk, rewel, dan melengkungkan punggung. Kondisi ini juga dibahas pada artikel tentang asam lambung pada bayi.

Sebagian besar cegukan bayi hilang setelah sekitar 10 menit, tetapi Bunda perlu menghubungi dokter jika cegukan berlangsung lebih lama dan bayi tidak bisa tidur atau makan, sering muntah, berat badannya turun, atau terus rewel dan melengkungkan punggung. Robin Jacobson, asisten profesor klinis pediatri di New York University, dikutip dari The Bump, menuturkan, "Kondisi ini bisa membuat khawatir, terutama bagi orang tua baru. Namun, cegukan cenderung hilang setelah beberapa menit."

Kabar baiknya, cegukan justru sering menjadi bagian dari tumbuh kembang si Kecil. Bayi bisa saja cegukan bahkan saat tertidur, dan hal ini normal serta tidak perlu ditangani selama tidak membangunkannya. Mengutip Healthline, cegukan yang tergolong biasa umumnya akan menghilang dengan sendirinya menjelang bayi berusia 1 tahun. Jadi, selama bayi tetap aktif, mau menyusu, dan tampak nyaman, Bunda tidak perlu panik menghadapi cegukannya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cegukan pada Bayi

Apakah cegukan pada bayi boleh dibiarkan?

Boleh, karena cegukan pada bayi umumnya normal dan akan berhenti sendiri dalam beberapa menit tanpa penanganan khusus. Banyak bayi bahkan tetap bisa menyusu dan tidur nyenyak saat cegukan, sehingga Bunda cukup memastikan si Kecil merasa nyaman. Namun, bila cegukan sangat sering, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti muntah dan rewel berlebihan, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak.

Bolehkah menyusui bayi saat sedang cegukan?

Boleh, bahkan menawarkan ASI saat bayi cegukan dapat membantu karena gerakan mengisap membuat diafragma lebih rileks. Susui dengan tenang dan perlahan agar bayi tidak menelan banyak udara. Jika bayi tampak tidak nyaman atau tersedak, hentikan sejenak, sendawakan, lalu lanjutkan menyusu setelah cegukan mereda.

Berapa lama cegukan pada bayi biasanya berhenti?

Cegukan pada bayi umumnya berlangsung singkat, sekitar 5 hingga 10 menit, lalu berhenti dengan sendirinya. Frekuensinya pun cenderung berkurang seiring pertumbuhan bayi dan pematangan sistem pencernaan serta pernapasannya. Bila cegukan terus-menerus lebih dari satu jam atau tampak mengganggu si Kecil, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|