:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322888/original/013061800_1786592542-pexels-ameliacui-8507297.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Jika Anda mencari tanaman hias dalam ruangan yang mudah dirawat, tanaman hias jade bisa menjadi pilihan untuk menambah koleksi tanaman di rumah. Berasal dari Afrika Selatan, tanaman jade (Crassula ovata) merupakan semak sukulen berdaun lebar yang selalu hijau dan dapat hidup selama beberapa dekade. Tanaman ini menyimpan air di daun dan batangnya sehingga tidak perlu sering disiram. Hal tersebut membuat tanaman jade cocok bagi Anda yang terkadang lupa menyiram tanaman.
Tanaman yang tumbuh lambat ini membutuhkan tempat yang terang di dalam ruangan, seperti di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau barat. Tanaman jade juga dapat ditanam di luar ruangan, tetapi harus dipindahkan ke dalam sebelum suhu beku tiba. Sebagian orang juga percaya bahwa tanaman jade dapat membawa kemakmuran dan keberuntungan. Karena itu, tanaman ini menjadi salah satu tanaman hias Feng Shui yang dianggap bisa menghadirkan energi positif.
Berikut cara menanam dan merawat tanaman hias jade di rumah, dihimpun Liputan6.com dari Good Housekeeping, Kamis (13/8).
Cahaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786065/original/026526200_1711510891-pexels-lukas-296234.jpg)
Perbesar
Tanaman jade membutuhkan sinar matahari tidak langsung yang terang setidaknya selama enam jam sehari. Jika mendapatkan cahaya yang kurang, tanaman ini cenderung tumbuh tinggi dan kurus.
Jika rumah Anda tidak memiliki tempat yang cukup terang, gunakan lampu tumbuh. Namun, hindari menempatkan tanaman jade di bawah sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan daunnya terbakar.
Jika ingin membawa tanaman jade ke luar ruangan selama musim panas, letakkan terlebih dahulu di tempat yang teduh. Setelah itu, secara bertahap berikan paparan sinar matahari langsung selama beberapa minggu agar tanaman tidak mengalami sengatan matahari.
Tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322889/original/033730200_1786592545-pexels-spencphoto-36346257.jpg)
Perbesar
Tanaman jade dapat tumbuh menggunakan campuran media tanam yang memiliki drainase baik. Anda juga dapat menggunakan campuran khusus kaktus yang mengandung pasir kasar, perlit, atau batu apung.
Selain itu, pastikan wadah yang digunakan memiliki lubang di bagian bawah agar kelebihan air dapat mengalir keluar.
Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5315111/original/070835700_1755151860-jamur_6.jpg)
Perbesar
Sebagai tanaman sukulen, tanaman jade hanya perlu disiram ketika tanah terasa kering. Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk dan kondisi ini biasanya berakibat fatal bagi tanaman.
Jangan menyiram tanaman berdasarkan jadwal tetap. Sebelum menyiram, tusukkan jari ke dalam media tanam. Jika tanah terasa kering hingga kedalaman beberapa inci, siram tanaman hingga air mengalir keluar dari bagian bawah pot.
Jika media tanam masih terasa basah, tunggu beberapa hari dan periksa kembali. Biasanya, tanaman jade perlu disiram setiap beberapa minggu sekali.
Suhu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876012/original/071197400_1719442697-2149198555.jpg)
Perbesar
Tanaman jade tumbuh optimal pada suhu ruangan rata-rata sekitar 65 hingga 75 derajat pada siang hari dan sedikit lebih sejuk pada malam hari.
Saat musim dingin, jauhkan tanaman dari jendela yang berangin. Jika tanaman dipindahkan ke luar ruangan selama musim panas, bawa kembali ke dalam ruangan sebelum suhu beku tiba.
Pupuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2512124/original/093195500_1543582106-2.jpg)
Perbesar
Gunakan pupuk cair serbaguna untuk tanaman hias dengan konsentrasi setengah dosis, sebanyak satu atau dua kali dalam setahun pada musim semi dan/atau musim panas.
Pastikan tanah dalam kondisi lembap sebelum memberikan pupuk untuk menghindari kerusakan pada akar.
Pemindahan Pot
Tanaman jade yang masih muda sebaiknya dipindahkan ke pot baru setiap dua atau tiga tahun. Sementara itu, tanaman dewasa sebaiknya dipindahkan setiap empat hingga lima tahun pada awal musim semi.
Namun, jika Anda menyukai ukuran tanaman saat ini, tanaman jade tidak masalah jika akarnya sudah padat di dalam pot. Dengan demikian, Anda tidak harus selalu memindahkannya ke pot baru.
Masalah Umum pada Tanaman Jade
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322890/original/080888100_1786592547-pexels-spencphoto-36346256__1_.jpg)
Perbesar
Daun menguning: Penyebab utama daun menguning adalah penyiraman berlebihan atau drainase yang buruk. Tanaman jade tidak menyukai kondisi yang terlalu basah. Pastikan pot memiliki lubang drainase dan buang kelebihan air dari piring penampung.
Busuk akar: Daun yang lunak dan lembek menunjukkan bahwa tanaman terlalu banyak disiram. Tanaman yang mengalami busuk akar sering kali tidak dapat diselamatkan. Namun, Anda dapat mencoba memindahkan bagian tanaman yang masih sehat ke media tanam baru atau mengambil stek untuk memperbanyak tanaman baru.
Daun layu: Daun yang keriput dan layu kemungkinan disebabkan oleh kekurangan air. Jika tanah benar-benar kering, siram tanaman secukupnya. Daun seharusnya kembali pulih dalam satu atau dua hari.
Daun rontok: Penyiraman berlebihan atau drainase yang buruk dapat menyebabkan daun tanaman jade rontok.
Hama: Tanaman jade terkadang dapat terserang kutu putih, tungau laba-laba, kutu sisik, atau kutu daun. Tergantung jenis hamanya, tanaman dapat dirawat menggunakan sabun insektisida atau minyak neem. Baca label produk dan ikuti petunjuk penggunaannya dengan cermat.
Segera pisahkan tanaman yang terinfeksi dari tanaman hias lainnya. Jika infestasi tidak dapat dikendalikan setelah beberapa kali perawatan, Anda mungkin perlu membuang tanaman tersebut.
Cara Memperbanyak Tanaman Jade
Tanaman jade merupakan pilihan yang tepat bagi Anda yang baru mulai belajar memperbanyak tanaman. Ada dua cara sederhana untuk menghasilkan tanaman baru, yaitu menggunakan stek atau satu lembar daun.
Untuk memperbanyak melalui stek, gunakan potongan tanaman dengan panjang setidaknya tiga inci. Biarkan stek mengering selama beberapa hari di tempat yang hangat dan kering.
Setelah itu, letakkan stek ke dalam campuran media tanam dan siram secukupnya. Pastikan tanah tetap sedikit lembap.
Tanaman jade juga dapat diperbanyak menggunakan satu daun. Letakkan daun yang sehat di atas campuran media tanam. Saat disiram secukupnya, daun tersebut akan mulai menumbuhkan akar dan pada akhirnya berkembang menjadi tanaman kecil.
Apakah Tanaman Jade Beracun bagi Hewan Peliharaan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322891/original/040860100_1786592548-pexels-brit-212514-680994.jpg)
Perbesar
Sayangnya, menurut ASPCA, tanaman jade beracun bagi hewan peliharaan jika tertelan. Tanaman ini dapat menyebabkan muntah, lesu, dan gangguan koordinasi jika dikunyah oleh hewan peliharaan.
Karena itu, jauhkan tanaman jade dari jangkauan hewan peliharaan. Jika Anda mencurigai hewan peliharaan telah memakan bagian tanaman ini, segera hubungi dokter hewan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Hias Jade
1. Apakah tanaman jade cocok ditanam di dalam ruangan?
Ya, tanaman jade cocok ditanam di dalam ruangan selama mendapatkan tempat yang terang, seperti di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau barat.
2. Seberapa sering tanaman jade perlu disiram?
Tanaman jade sebaiknya disiram saat tanah terasa kering. Biasanya, tanaman ini perlu disiram setiap beberapa minggu sekali, tetapi jangan mengikuti jadwal tetap. Periksa kondisi media tanam terlebih dahulu sebelum menyiram.
3. Mengapa daun tanaman jade menguning?
Daun tanaman jade menguning terutama karena penyiraman berlebihan atau drainase yang buruk. Pastikan pot memiliki lubang drainase dan tidak menyisakan air berlebih pada piring penampung.
4. Bagaimana cara memperbanyak tanaman jade?
Tanaman jade dapat diperbanyak melalui stek atau satu lembar daun. Untuk stek, gunakan potongan setidaknya tiga inci dan biarkan mengering selama beberapa hari sebelum ditanam. Sementara itu, daun sehat dapat diletakkan di atas media tanam hingga mulai menumbuhkan akar.
5. Apakah tanaman jade beracun bagi hewan peliharaan?
Ya. Tanaman jade beracun bagi hewan peliharaan jika tertelan. Tanaman ini dapat menyebabkan muntah, lesu, dan gangguan koordinasi sehingga sebaiknya diletakkan jauh dari jangkauan hewan peliharaan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

2 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322997/original/060328400_1786596217-f12e1990-c2e0-496f-b8fb-0637974e9fe0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322994/original/037904400_1786595993-Gemini_Generated_Image_p4x51p4x51p4x51p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/2827786/original/043886600_1560420251-20190613-Kondisi-Gedung-MK-Jelang-Sidang-Perselisihan-Hasil-Pilpres-2019-TEBE-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323080/original/086694200_1786599892-1b9fd946-eaf3-4d9f-a700-5e9bdde70b4d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322985/original/039169500_1786595720-Gemini_Generated_Image_oqy0gjoqy0gjoqy0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4032683/original/036421800_1653408621-Kereta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185515/original/026219100_1744436642-Liptik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097370/original/083001700_1586344949-oware-1467648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321426/original/081664700_1786441297-2lfqoLv6uoX7SbPp6xjvrn2x1f8D7FnidvfQnq0v.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322975/original/029314600_1786595603-10358205307482156724.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322998/original/007451600_1786596336-Desain_gerobak_kayu_sederhana_tapi_bisa_narik_pelanggan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/721020/original/hutmk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3553441/original/045477600_1630067323-WhatsApp_Image_2021-08-27_at_19.25.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322864/original/097623500_1786591999-pexels-adventurestudio-6134675.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4819214/original/042974200_1714631986-bfeba179-5ec5-48d9-a4a1-45ce225bc9c3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5292077/original/057835800_1753242575-IMG-20250723-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1013060/original/012701700_1444211819-490007862.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5180491/original/070477400_1743766084-close-up-woman-applying-deodorant-arm_329181-2389.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544377/original/099043800_1775102405-BPJS_Ketenagakerjaan.jpeg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531939/original/016980900_1773637517-asian-child-girl-play-painting-with-happiness-joyful.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)