9 Usaha Kebutuhan Primer untuk IRT, Tetap Dicari Meski Ekonomi Lesu

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Usaha kebutuhan primer untuk IRT kini menjadi salah satu pilihan bisnis rumahan yang paling banyak diminati karena sifatnya yang stabil dan selalu dibutuhkan masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, sektor kebutuhan primer tetap bertahan karena menyangkut kebutuhan harian seperti makanan, kebersihan, dan perlengkapan rumah tangga.

Bagi ibu rumah tangga (IRT), peluang usaha ini terbilang sangat fleksibel karena bisa dijalankan dari rumah dengan modal yang relatif kecil. Selain itu, produk yang dijual juga memiliki perputaran cepat sehingga arus kas usaha lebih mudah dikelola. Hal ini membuat banyak IRT mulai melirik usaha sederhana namun berkelanjutan ini sebagai sumber penghasilan tambahan.

Menariknya, usaha kebutuhan primer untuk IRT tidak hanya terbatas pada warung sembako saja, tetapi juga mencakup berbagai jenis usaha lain seperti makanan harian, laundry, hingga kebutuhan bayi. Dengan strategi yang tepat dan konsistensi, usaha ini bisa berkembang menjadi bisnis jangka panjang yang menjanjikan. Lantas, apa saja usaha kebutuhan primer untuk IRT ini? Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (24/6), berikut daftarnya. 

1. Warung Sembako / Toko Kelontong Rumahan

Sembako (Sembilan Bahan Pokok) seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur adalah urat nadi bertahan hidup bagi setiap orang. Sifatnya adalah konsumsi harian yang tidak bisa ditunda pembeliannya oleh masyarakat, seburuk apa pun kondisi finansial atau krisis yang sedang melanda. 

Bagi seorang ibu rumah tangga, menjalankan usaha ini tidak memerlukan ruang khusus yang mahal, melainkan cukup memanfaatkan teras atau garasi rumah yang kosong. Kunci suksesnya terletak pada kelengkapan barang harian berskala mikro, seperti menyediakan bumbu dapur sasetan, sabun, dan kebutuhan harian lainnya. 

2. Jasa Laundry Kiloan Rumahan

Pakaian yang bersih dan rapi merupakan bagian dari kebutuhan primer manusia dalam aspek sandang dan higienitas. Bagi para pekerja kantoran, mahasiswa, atau pasangan suami istri muda yang sibuk, mencuci sendiri sering kali menyita waktu dan energi yang berharga. Usaha laundry kiloan hadir sebagai solusi efisiensi biaya dan waktu dibandingkan jika mereka harus berinvestasi membeli mesin cuci dan detergen sendiri.

Usaha ini sangat fleksibel dan ramah bagi ibu rumah tangga karena modal awalnya bisa ditekan seminimal mungkin. Anda dapat memulai bisnis ini dengan memanfaatkan mesin cuci yang sudah ada di rumah untuk menghemat pengeluaran modal di awal. Sebagai strategi pemasaran untuk memenangkan persaingan, Anda bisa menyediakan layanan jemput-antar gratis khusus di area perumahan atau lingkungan RT/RW setempat.

3. Jualan Sayur Segar dan Lauk Mentah

Saat kondisi ekonomi sedang lesu, masyarakat cenderung melakukan penghematan anggaran dengan cara mengurangi frekuensi makan di restoran atau kedai luar. Pola konsumsi ini otomatis beralih menjadi kebiasaan memasak sendiri di rumah demi menekan biaya hidup harian. Fenomena ini membuat permintaan akan bahan pangan mentah, bumbu, dan sayuran segar di tingkat perumahan justru mengalami lonjakan.

Peluang ini bisa ditangkap oleh ibu rumah tangga dengan membuka lapak kecil di depan rumah setiap pagi hari saat jam belanja ibu-ibu. Jika tidak ingin menyetok barang terlalu banyak, Anda juga bisa menggunakan sistem Pre-Order (PO) melalui grup WhatsApp warga. Melalui sistem ini, Anda dapat menyediakan paket sayur siap masak yang praktis, seperti paket sayur asem atau paket sop, sehingga risiko bahan pangan membusuk dapat diminimalisir.

4. Bisnis Katering Harian

Makanan matang merupakan kebutuhan primer mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap individu tanpa terkecuali setiap harinya. Bisnis katering harian ini memiliki target pasar yang sangat potensial, mulai dari pekerja kantoran yang sibuk, anak kos, hingga keluarga yang tidak sempat memasak. Mereka membutuhkan makanan rumah yang bersih, sehat, bergizi, namun dengan harga yang tetap ramah di kantong.

Bagi ibu rumah tangga, bisnis katering ini jauh lebih efisien dan murah dibandingkan dengan risiko harus membuka warung makan fisik atau restoran. Anda dapat memanfaatkan seluruh peralatan dapur pribadi yang sudah tersedia di rumah untuk memulai proses produksi harian. Untuk menarik pelanggan yang loyal, buatlah variasi menu bulanan yang sederhana namun padat gizi serta tawarkan pengiriman gratis ke area sekitar.

5. Agen Pulsa, Paket Data, dan Token Listrik (PPOB)

Di era digitalisasi yang masif seperti saat ini, koneksi internet dan listrik bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder atau pelengkap semata. Keduanya telah bergeser menjadi kebutuhan primer yang krusial untuk menunjang aktivitas bekerja, sekolah daring, hingga saluran komunikasi harian. Oleh karena itu, pengisian token listrik dan pembelian paket data akan selalu dicari dan dibeli oleh masyarakat secara berkala.

Bisnis ini tergolong sebagai salah satu usaha yang paling praktis dan minim risiko untuk dijalankan oleh seorang ibu rumah tangga. Anda sama sekali tidak membutuhkan ruang fisik atau toko, sehingga modal utama yang diperlukan hanyalah sebuah smartphone dan aplikasi keagenan resmi. Fleksibilitasnya yang sangat tinggi membuat bisnis ini bisa dijalankan kapan saja dan di mana saja, bahkan sambil mengasuh anak di rumah.

6. Usaha Frozen Food (Makanan Beku)

Frozen food atau makanan beku seperti nugget, sosis, bakso, serta produk olahan lokal lainnya kian digemari oleh masyarakat modern. Sifat produknya yang praktis disajikan dan memiliki masa kedaluwarsa yang panjang menjadi daya tarik utama, terutama bagi keluarga yang sibuk. Di masa krisis ekonomi, produk ini sering menjadi alternatif lauk pauk favorit karena dapat meminimalkan risiko makanan terbuang akibat pembusukan.

Bagi ibu rumah tangga yang ingin mencoba bisnis ini, modal awal yang dibutuhkan sebenarnya tidak harus selalu besar untuk membeli mesin pendingin baru. Anda bisa memulainya dengan mendaftar menjadi reseller atau dropshipper terlebih dahulu dari distributor besar yang ada di kota Anda. Strategi ini memungkinkan Anda untuk menguji pasar terlebih dahulu tanpa harus langsung berinvestasi pada peralatan freezer khusus.

7. Jasa Bimbingan Belajar (Bimbel) Anak

Pendidikan merupakan investasi primer bagi masa depan anak yang tetap diprioritaskan oleh para orang tua, bahkan di tengah pengetatan anggaran rumah tangga. Banyak orang tua, terutama yang sama-sama bekerja, mengalami kesulitan atau kekurangan waktu untuk membimbing anak mereka secara intensif. Mereka membutuhkan bantuan pihak luar yang tepercaya untuk mengajari anak membaca, menulis, atau mendampingi mengerjakan tugas sekolah.

Ibu rumah tangga yang memiliki latar belakang pendidikan atau menyukai dunia anak-anak sangat cocok untuk mengambil peluang bisnis jasa bimbingan belajar ini. Anda hanya perlu menyediakan ruang tamu atau area teras rumah yang bersih, tenang, dan kondusif untuk proses belajar mengajar. Untuk menjaga kualitas pembelajaran dan kepercayaan orang tua, batasi kuota anak per sesi secara eksklusif, misalnya hanya 3 sampai 5 anak saja.

8. Jasa Permak dan Jahit Pakaian Sederhana

Ketika daya beli masyarakat menurun akibat krisis ekonomi, mereka umumnya akan menahan diri untuk tidak membeli pakaian baru di pusat perbelanjaan. Sebagai solusinya, masyarakat akan memilih untuk memperbaiki atau memodifikasi pakaian lama mereka yang rusak agar bisa layak dipakai kembali. Jasa permak celana jeans, jahit seragam sekolah anak yang longgar, hingga penggantian ritsleting akan sangat kebanjiran pesanan.

Jika Anda sebagai ibu rumah tangga memiliki keterampilan dasar dalam menjahit, bisnis ini menjanjikan keuntungan bersih yang tergolong besar. Hal ini karena modal operasional utamanya hanyalah keahlian tangan Anda, sedangkan modal materialnya sangat kecil seperti benang dan jarum. Menggunakan mesin jahit rumahan yang diletakkan di sudut ruangan sudah cukup untuk memulai bisnis jasa yang tidak pernah sepi peminat ini.

9. Warung Air Minum Isi Ulang (Kemitraan/Mandiri)

Air minum merupakan kebutuhan paling mendasar dan mutlak bagi metabolisme tubuh manusia yang harus dipenuhi setiap hari tanpa terkecuali. Membeli air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek secara terus-menerus tentu akan menguras kantong keluarga secara signifikan, terutama saat kondisi finansial sedang sulit. Akibatnya, sebagian besar masyarakat kelas menengah ke bawah beralih ke alternatif air minum isi ulang yang higienis namun ekonomis.

Ibu rumah tangga dapat memanfaatkan peluang ini dengan membuka depot air minum isi ulang, baik secara mandiri maupun melalui sistem kemitraan (waralaba). Lokasi usaha yang ideal adalah memanfaatkan area depan rumah yang mudah diakses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat milik pelanggan. Bisnis ini sangat menguntungkan karena perputaran uangnya (cashflow) terjadi setiap hari secara tunai untuk memenuhi kebutuhan hidrasi harian warga.

Pertanyaan Seputar Usaha Kebutuhan Primer untuk IRT

1. Mengapa usaha kebutuhan primer tahan krisis? Karena menjual barang atau jasa yang wajib dipenuhi setiap hari (seperti pangan dan energi). Masyarakat akan tetap membelinya meskipun kondisi ekonomi sedang sulit.

2. Bisnis apa yang modalnya paling kecil? Agen pulsa/token listrik (PPOB) dan jasa bimbel anak SD. Keduanya bisa dimulai dengan modal di bawah Rp500 ribu karena memanfaatkan smartphone atau ruang tamu yang sudah ada.

3. Bagaimana cara IRT membagi waktu operasional usaha? Gunakan sistem terjadwal atau pilih bisnis yang fleksibel. Contohnya, bisnis katering dan sayur fokus di pagi hari, sedangkan agen pulsa bisa berjalan kapan saja secara digital.

4. Bagaimana cara menekan risiko rugi pada usaha makanan? Terapkan sistem Pre-Order (PO) untuk katering agar memasak sesuai jumlah pesanan pasti, atau pilih bisnis frozen food yang masa kedaluwarsanya jauh lebih lama.

5. Bagaimana cara bersaing dengan modal seadanya? Manfaatkan kedekatan personal dan layanan ekstra yang praktis, seperti menyediakan jasa jemput-antar gratis di sekitar kompleks rumah atau ramah dalam melayani pembeli.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|