Air Galon Berasa Aneh? Kenali Penyebab dan Solusinya

1 hour ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Rasa air minum yang berubah tiba-tiba sering bikin resah, apalagi kalau air itu dikonsumsi setiap hari oleh seluruh anggota keluarga. Air galon yang tiba-tiba berasa aneh, berbau plastik, atau terasa asam bukan hal yang boleh dianggap sepele, sebab bisa jadi tanda ada yang tidak beres pada kemasan, proses distribusi, atau cara penyimpanannya di rumah.

Untungnya, sebagian besar penyebabnya bisa dikenali dan diatasi tanpa perlu panik. Artikel ini merangkum penyebab paling umum air galon berasa atau berbau aneh, cara membedakan mana yang masih aman dan mana yang sebaiknya dihindari, sampai langkah melapor ke distributor kalau produk yang kamu terima memang bermasalah.

Kenapa Air Galon Bau Plastik?

Bau plastik yang tercium dari air galon paling sering muncul dalam dua situasi. Pertama, pada galon baru yang belum benar-benar bersih dari residu proses produksi kemasannya. Kedua, pada galon guna ulang yang sempat disimpan di tempat panas atau terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama, sehingga senyawa kimia pada plastik lebih mudah berpindah ke air di dalamnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah lama mengawasi isu migrasi zat kimia dari kemasan galon polikarbonat (PC) ke air minum. Dalam penjelasan resminya, BPOM menegaskan bahwa hasil pengujian migrasi zat tersebut dari kemasan galon PC masih berada dalam batas yang dinyatakan aman, dan masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas sumbernya.

Meski begitu, aman secara regulasi bukan berarti bau plastik yang menyengat harus diabaikan begitu saja. Kalau bau itu sangat kuat, tidak hilang meski air sudah dituang beberapa kali, atau disertai perubahan warna, sebaiknya galon tersebut tidak dikonsumsi dan diganti dengan galon baru dari segel yang masih utuh.

Air Kemasan Terasa Asam, Penyebabnya?

Berbeda dari bau plastik, rasa asam pada air kemasan biasanya bukan soal jenis plastiknya, melainkan soal kebersihan dan usia produk. Rasa asam atau sedikit "tajam" di lidah umumnya menandakan adanya aktivitas mikroorganisme, seperti bakteri atau jamur, yang berkembang biak di sela-sela dispenser, selang, atau bahkan di dalam galon itu sendiri.

Dispenser yang jarang dibongkar dan dicuci adalah tempat favorit mikroorganisme ini tumbuh, karena kondisi lembap di dalam tangki penampungan sangat mendukung perkembangbiakannya. Selain itu, air galon yang sudah dibuka terlalu lama, atau produk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa pada label, juga lebih rentan mengalami perubahan rasa seperti ini.

Kalau rasa asam muncul padahal galon baru dibuka dan dispenser rutin dibersihkan, ada kemungkinan masalahnya justru ada di sisi produk sebelum sampai ke tangan konsumen, misalnya proses sanitasi di sarana produksi atau pengisian ulang yang kurang optimal. Pada kondisi ini, melapor ke distributor jadi langkah yang paling tepat.

Tabel Penyebab dan Solusi Air Galon Berasa atau Berbau Aneh

Gejala Kemungkinan Penyebab Solusi
Bau plastik menyengat Galon lama terpapar panas/sinar matahari langsung, atau residu produksi pada galon baru Simpan galon di tempat sejuk dan teduh; bilas keran dispenser sebelum konsumsi pertama; ganti galon jika bau tidak hilang
Rasa/bau tidak wajar lain (misalnya seperti bahan kimia rumah tangga) Galon menyerap bau bahan di sekitarnya karena disimpan dekat produk beraroma tajam (deterjen, bensin, cat) Pindahkan penyimpanan galon jauh dari bahan kimia/beraroma tajam; hindari membeli galon yang disimpan sembarangan di gudang toko
Rasa asam atau "tajam" di lidah Dispenser atau selang jarang dibersihkan sehingga mikroorganisme berkembang biak Bongkar dan cuci tangki dispenser, selang, serta keran secara berkala sesuai anjuran produsen dispenser
Rasa berubah meski dispenser bersih Produk sudah melewati masa simpan optimal atau ada masalah pada proses produksi/pengisian ulang Cek tanggal produksi/kedaluwarsa pada label; jangan dikonsumsi; laporkan ke distributor

Langkah Melapor Kalau Air Galon Bermasalah

Kalau setelah dicek ternyata masalahnya bukan dari dispenser di rumah, langkah paling tepat adalah tidak mengonsumsi air tersebut dan menindaklanjutinya ke pihak yang berwenang. Berikut urutan yang bisa diikuti:

  1. Hentikan konsumsi dan simpan buktinya. Sisihkan galon yang bermasalah, jangan dibuang dulu, dan foto label kemasan termasuk nomor izin edar serta tanggal produksi/kedaluwarsa.
  2. Hubungi distributor atau agen tempat membeli. Sampaikan gejala yang dialami (bau/rasa aneh) beserta bukti foto, dan minta penggantian produk.
  3. Laporkan ke produsen melalui layanan konsumen di label kemasan, kalau distributor tidak memberi tanggapan yang memadai.
  4. Laporkan ke BPOM jika dugaan masalah menyangkut keamanan produk, bukan sekadar penggantian barang. Menurut Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM, pengaduan bisa disampaikan melalui contact center Halo BPOM di nomor 1500533, maupun melalui kanal ULPK di Balai Besar/Balai POM setempat.

Apakah Galon Guna Ulang Tetap Aman Digunakan?

Perkumpulan Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) menegaskan bahwa kemasan air minum, baik berbahan polikarbonat (PC) maupun PET, aman digunakan selama memenuhi persyaratan ambang batas sesuai peraturan, mengantongi izin edar BPOM, serta bersertifikat SNI Wajib. Menurut Aspadin, seluruh kemasan yang memenuhi regulasi kemasan pangan yang ditetapkan pemerintah dipastikan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Artinya, "aman" di sini merujuk pada kepatuhan terhadap standar produksi dan kemasan secara umum, bukan jaminan bahwa satu galon tertentu yang sudah berbau atau berasa aneh di tangan konsumen otomatis tetap layak minum. Kalau ada gejala fisik seperti bau menyengat, rasa asam, atau perubahan warna, langkah paling aman tetaplah tidak mengonsumsinya dan menindaklanjuti sesuai langkah pelaporan di atas.

Pertanyaan Umum Seputar Air Galon Berasa Aneh

Kenapa air galon berbau lumut atau tanah?

Bau ini beda penyebabnya dari bau plastik maupun rasa asam. Umumnya muncul akibat pertumbuhan alga di dalam galon/dispenser yang terpapar cahaya matahari, atau air baku yang mengandung mineral seperti besi dan mangan dalam kadar cukup tinggi.

Berapa lama air galon aman diminum setelah dibuka?

Sebagai patokan umum, sebaiknya dihabiskan dalam 3–5 hari, dengan syarat galon tertutup rapat, disimpan di tempat sejuk, dan dispenser bersih. 

Bagaimana cara membersihkan dispenser galon yang benar?

Bongkar tangki penampungan dan selang secara berkala, kuras sisa air lama, cuci dengan sabun food grade, lalu bilas sampai bersih sebelum galon baru dipasang.

Apakah air galon berbau otomatis berbahaya?

Tidak selalu, tapi tetap layak jadi sinyal kehati-hatian. BPOM menganjurkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, Cek Kadaluwarsa) sebelum mengonsumsi produk pangan kemasan.

Ke mana melapor kalau distributor tidak menanggapi keluhan?

Bisa langsung ke contact center Halo BPOM di nomor 1500533, atau ULPK BPOM di Balai Besar/Balai POM sesuai wilayah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|