Apakah Es Batu Bisa Menghilangkan Jerawat? Ini Penjelasan Medisnya

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta Jerawat yang tiba-tiba muncul dan meradang sering membuat panik. Banyak orang mencoba cara sederhana, seperti mengompresnya dengan es batu. Namun, apakah es batu bisa menghilangkan jerawat? Meski dapat membantu meredakan kemerahan dan bengkak, efektivitasnya untuk menghilangkan jerawat masih perlu dipahami.

Faktanya, efek dingin dari es batu punya manfaat sekaligus batasan. Memahami apakah es batu bisa menghilangkan jerawat akan membantumu menyikapi tren ini dengan bijak.

Mengutip Healthline, mengompres jerawat dengan es dapat membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada jerawat yang meradang. Namun, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa es lebih efektif dibandingkan metode pengobatan jerawat lainnya atau mampu mengatasi jerawat secara menyeluruh. Karena itu, banyak orang mencari tahu sejauh mana manfaat es batu untuk wajah yang sesungguhnya.

Apakah Es Batu Bisa Menghilangkan Jerawat? Begini Faktanya

Secara sederhana, es batu bekerja melalui mekanisme vasokonstriksi. Saat suhu dingin menyentuh permukaan kulit, pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah ke area jerawat melambat. Hasilnya, peradangan, kemerahan, dan pembengkakan bisa mereda untuk sementara. Sensasi dingin juga menimbulkan efek mati rasa ringan yang membantu meredakan nyeri pada jerawat yang meradang.

Meski begitu, jawaban jujurnya, es batu tidak bisa menghilangkan jerawat sampai ke akarnya. Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa es batu semata mampu menyembuhkan jerawat, dan sebagian besar klaim hanya berpijak pada pengalaman pribadi atau bukti anekdotal. Es tidak mengeluarkan isi jerawat, tidak membunuh bakteri penyebab, serta tidak membuka sumbatan pori. Dengan kata lain, es batu lebih tepat disebut penolong sementara, bukan obat jerawat.

Kendati demikian, terapi dingin untuk kulit bukan hal baru. Merujuk laporan Curology, terapi dingin untuk jerawat telah didokumentasikan dalam berbagai bentuk setidaknya selama satu abad terakhir. Meski demikian, es bukanlah obat utama jerawat, melainkan hanya dapat membantu meredakan gejala seperti nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada jerawat yang meradang.

Bahkan, cryotherapy atau terapi dingin terarah lazim dipakai dokter kulit di klinik. Mengacu pada tinjauan yang dimuat di Journal of Clinical Medicine, uji klinis terkontrol oleh Leal-Silva dan rekan-rekan melibatkan 10 pasien dengan jerawat inflamasi. Satu sisi wajah diterapi menggunakan cryotherapy pada suhu sekitar −15°C selama maksimal 5 menit, sementara sisi lainnya menjadi kontrol. Setelah dua sesi terapi berjarak empat minggu, terjadi penurunan signifikan jumlah lesi jerawat inflamasi tanpa efek samping yang bermakna.

Efek menenangkan inilah yang membuat sebagian ahli kecantikan tetap menyarankan es sebagai langkah pendukung. Menurut aesthetician Renee Rouleau, kompres es dapat membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan pada jerawat yang meradang. Dengan berkurangnya peradangan, perawatan jerawat topikal dapat bekerja lebih optimal. Karena itu, es lebih berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti pengobatan utama.

Manfaat Es Batu untuk Kulit Wajah Berjerawat

Kalau tujuannya meredakan gejala, ada sejumlah manfaat es batu untuk kulit berjerawat yang bisa kamu rasakan. Dilansir dari Cleveland Clinic, suhu rendah dari kompres es menyebabkan aliran darah meningkat ke bawah permukaan kulit sehingga dapat memberikan berbagai manfaat, seperti membantu mengurangi pembengkakan dan membuat kulit tampak lebih segar. Aesthetician Lori Scarso, yang dikutip Cleveland Clinic, mengatakan, "Semua orang tahu manfaat mengompres cedera dengan es, tetapi mengompres wajah dengan es memberikan banyak manfaat yang serupa."

  1. Meredakan peradangan dan kemerahan. Sifat dingin es membantu menenangkan jerawat yang meradang sehingga tampak tidak terlalu merah dan mencolok.
  2. Mengurangi rasa nyeri. Efek mati rasa dari suhu rendah dapat menumpulkan sensasi nyeri, terutama pada jerawat besar dan bengkak.
  3. Mengecilkan tampilan pori-pori. Suhu dingin membuat pori tampak lebih rapat untuk sementara, sehingga kulit terlihat lebih halus. Efek serupa juga dibahas dalam ulasan manfaat es batu sebelum tidur.
  4. Menekan produksi minyak berlebih. Dingin dipercaya memperlambat produksi sebum yang menjadi salah satu pemicu jerawat.
  5. Meredakan bengkak dan menenangkan kulit. Kompres es membantu menyusutkan pembengkakan sekaligus memberi sensasi rileks pada wajah.
  6. Membantu penyerapan skincare. Kulit yang tenang dan segar cenderung lebih siap menerima serum maupun pelembap setelahnya, seperti yang biasa dilakukan saat mencuci wajah dengan es batu.
  7. Menyegarkan tampilan wajah. Es membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga wajah terlihat lebih cerah, sebuah manfaat yang juga dikaitkan dengan upaya menyamarkan keriput dan kantung mata.

Jenis Jerawat yang Bisa dan Tidak Bisa Diatasi Es Batu

Tidak semua jerawat merespons dingin dengan cara yang sama. Es paling efektif untuk jerawat inflamasi, yaitu papula, pustula, nodul, dan kista yang tampak merah, bengkak, serta terasa nyeri. Pada jenis-jenis inilah efek dingin bekerja meredakan pembengkakan dan rasa sakit secara sementara.

Sebaliknya, es batu nyaris tidak berguna untuk jerawat non-inflamasi seperti komedo hitam (blackhead) dan komedo putih (whitehead). Komedo tidak bengkak maupun meradang, sehingga suhu dingin tidak memberi dampak berarti; jenis ini lebih membutuhkan eksfoliasi dengan bahan seperti asam salisilat yang mampu meluruhkan sebum dan sel kulit mati. Untuk mengenali perbedaannya, kamu bisa mempelajari macam-macam jerawat yang sering muncul di wajah.

Ada pula catatan penting soal jerawat "buta" atau blind pimple yang masih tersembunyi di dalam kulit. Untuk kondisi ini, kompres hangat justru lebih membantu mengangkat jerawat ke permukaan ketimbang es. Perlu diingat pula bahwa es tidak memudarkan bekas atau noda jerawat, sehingga urusan menghilangkan bekas jerawat membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Bagaimana dengan jerawat batu? Pada kasus cystic acne, es memang bisa meredakan nyeri dan bengkak untuk sesaat, tetapi tetap memerlukan penanganan medis yang menyeluruh. Sebelum mencobanya, ada baiknya memahami dulu penyebab jerawat batu serta ciri-ciri jerawat batu agar tidak salah penanganan.

Cara Menggunakan Es Batu untuk Jerawat dengan Aman

Bila ingin mencoba, kuncinya adalah kehati-hatian agar es tidak justru merusak kulit. Langkah ini bisa menjadi pelengkap dari rutinitas cara menghilangkan jerawat secara alami yang kamu jalani. Berikut panduan aman menempelkan es batu ke wajah berjerawat.

  1. Bersihkan wajah lebih dulu. Cuci muka dengan pembersih lembut dan air hangat untuk mengangkat kotoran, minyak, serta sisa makeup.
  2. Bungkus es dengan kain bersih. Lapisi es batu memakai handuk tipis, kain lembut, atau tisu tebal; jangan pernah menempelkannya langsung ke kulit.
  3. Batasi durasi satu menit. Tempelkan es pada jerawat sekitar satu menit per sesi sambil digerakkan perlahan agar dingin merata.
  4. Beri jeda antar sesi. Bila jerawat sangat meradang, ulangi dengan jeda sekitar lima menit untuk mencegah kerusakan kulit.
  5. Boleh dipadukan kompres hangat. Gunakan kompres hangat 5-10 menit lebih dulu untuk melonggarkan pori, baru lanjutkan dengan es selama satu menit; hindari urutan sebaliknya.
  6. Gunakan air bersih untuk membuat es. Sebaiknya pakai air yang bersih atau tersaring agar tidak ada kotoran yang menempel ke kulit.
  7. Lakukan secukupnya. Cukup satu hingga dua kali sehari, lalu tutup dengan pelembap; menerapkannya secara berlebihan justru berisiko. Tips serupa juga diulas dalam panduan merawat wajah dengan es batu.

Risiko dan Batasan Es Batu untuk Jerawat

Di balik kesegarannya, penggunaan es yang keliru menyimpan sejumlah risiko. Menempelkan es langsung atau terlalu lama dapat memicu radang dingin (frostbite), iritasi, hingga luka bakar dingin yang justru memperparah kondisi kulit. Itulah sebabnya pemakaian barrier berupa kain dan durasi singkat menjadi wajib.

Selain itu, paparan dingin mendadak berpotensi memecahkan pembuluh kapiler halus, membuat kulit kering, serta memperburuk kondisi tertentu seperti eksim dan rosasea. Pemilik kulit sensitif perlu ekstra berhati-hati, apalagi jika ingin mengombinasikannya dengan berbagai faktor pemicu jerawat yang sudah ada.

Perlu diingat bahwa efektivitas es sifatnya terbatas. Dr. Dustin Portela, dokter yang berfokus pada bidang dermatologi, dikutip dari HuffPost, menyatakan, "Karena alasan itu, saya dan sebagian besar dokter kulit tidak merekomendasikannya secara luas." Menurutnya, manfaat penggunaan es pada wajah cenderung terbatas sehingga lebih tepat dijadikan pelengkap perawatan, bukan terapi utama untuk mengatasi jerawat. Ia menilai manfaat es untuk wajah umumnya tergolong sederhana saja.

Kapan sebaiknya ke dokter? Jika jerawat terasa sangat nyeri, bersifat kistik, meluas, atau tak kunjung membaik dengan perawatan mandiri, konsultasi ke dokter kulit adalah langkah terbaik. Sebagaimana dijelaskan American Academy of Dermatology, penanganan jerawat umumnya menggunakan bahan aktif yang bekerja pada penyebabnya, seperti benzoyl peroxide untuk mengurangi bakteri penyebab jerawat, asam salisilat untuk membantu membuka pori-pori yang tersumbat, serta retinoid topikal untuk mencegah terbentuknya sumbatan pada pori. Panduan lengkap soal ini bisa kamu simak pada ulasan tips menghilangkan jerawat batu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Es Batu untuk Jerawat

Berapa lama es batu boleh ditempelkan pada jerawat?

Idealnya cukup sekitar satu menit per sesi dengan es yang dibungkus kain bersih, lalu diberi jeda sebelum diulang. Batasi pemakaian satu hingga dua kali sehari, sebab menempelkan es terlalu lama justru berisiko menyebabkan iritasi maupun radang dingin pada kulit.

Apakah es batu bisa menghilangkan bekas jerawat?

Tidak. Es batu hanya meredakan kemerahan dan pembengkakan pada jerawat yang sedang aktif, tetapi tidak mampu memudarkan bekas atau noda hitam. Bekas jerawat memerlukan perawatan khusus seperti bahan pencerah, eksfoliasi, atau prosedur di klinik.

Apakah boleh menempelkan es batu langsung ke wajah?

Sebaiknya tidak. Para ahli menyarankan untuk selalu membungkus es dengan kain lembut atau tisu tebal sebagai pelindung. Kontak langsung yang terlalu lama dapat memicu luka bakar dingin, iritasi, hingga kerusakan pada pembuluh darah halus di kulit.

Jadi, es batu memang bisa menjadi pertolongan pertama yang menenangkan untuk jerawat yang meradang, tetapi bukan solusi tunggal untuk menghilangkannya. Anggaplah es sebagai langkah pendukung yang dipadukan dengan pembersihan rutin, produk yang tepat, serta gaya hidup sehat. Bila ingin hasil yang lebih menyeluruh, kombinasikan dengan perawatan kulit berjerawat yang konsisten dan konsultasi ke dokter kulit saat diperlukan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|