Liputan6.com, Jakarta - Apakah minyak yang disemuti masih aman untuk masak? Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama di negara tropis seperti Indonesia yang memiliki masalah semut dapur hampir sepanjang tahun. Banyak orang merasa minyak goreng tetap bisa dipakai selama warna dan aromanya masih normal. Namun, ada juga yang langsung membuangnya karena khawatir terkontaminasi bakteri.
Semut memang dikenal sangat tertarik pada bahan makanan berminyak, terutama minyak goreng, sisa lemak, daging, dan bahan dapur lainnya. Dalam dunia pest control, semut jenis ini bahkan disebut sebagai grease ants karena kebiasaannya mencari makanan berlemak di dapur dan area penyimpanan makanan.
Menurut penelitian dalam jurnal AIMS Microbiology tahun 2018, semut dapur berpotensi membawa berbagai mikroorganisme patogen yang dapat mencemari makanan dan permukaan dapur. Karena itu, keberadaan semut pada minyak goreng tidak boleh dianggap sepele. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (19/5/2026).
Apakah Minyak yang Disemuti Masih Aman untuk Masak?
Jawaban singkatnya: tergantung kondisi minyak dan tingkat kontaminasinya. Namun secara umum, minyak yang sudah banyak disemuti bagusnya tidak digunakan lagi untuk memasak, terutama jika semut sudah masuk ke dalam wadah minyak dalam waktu lama.
Semut bukan sekadar serangga kecil biasa. Berdasarkan penelitian “A Study on the Potential of Ants to Act as Vectors of Foodborne Pathogens” yang diterbitkan di jurnal AIMS Microbiology, semut dapat membawa berbagai mikroorganisme berbahaya seperti Escherichia coli (E. coli), Salmonella, Listeria monocytogenes, coliform, hingga jamur dan kapang.
Penelitian tersebut menemukan bahwa:
- 100% sampel semut mengandung yeast dan mold atau jamur serta kapang.
- 52% membawa coliform.
- 26% membawa Bacillus spp.
- 18% membawa E. coli.
- Sebagian kecil bahkan membawa Salmonella dan Listeria monocytogenes.
Artinya, semut dapat menjadi vektor penyebaran bakteri dan patogen ke makanan, termasuk minyak goreng.
Mengapa Semut Tertarik pada Minyak?
Menurut laman Holper Pest Control, semut grease ants sangat menyukai makanan berlemak dan berminyak seperti minyak goreng, sisa daging, produk susu, dan remah makanan di dapur.
Semut ini biasanya masuk melalui celah kecil di dapur, kemudian membuat jalur menuju sumber makanan. Mereka dapat berjalan di area kotor seperti sela kabinet, tempat sampah, saluran air, hingga lantai dapur sebelum akhirnya masuk ke wadah minyak.
Karena tubuh dan kaki semut sering bersentuhan dengan berbagai permukaan yang terkontaminasi, mikroorganisme dapat ikut terbawa ke minyak goreng.
Risiko Menggunakan Minyak yang Disemuti
Banyak orang berpikir bahwa memanaskan minyak saat memasak otomatis membunuh semua bakteri. Memang benar suhu tinggi dapat membunuh sebagian mikroorganisme, tetapi masalahnya tidak sesederhana itu.
Ada beberapa risiko yang tetap perlu diperhatikan:
1. Kontaminasi Bakteri
Semut dapat membawa bakteri dari tempat kotor menuju minyak. Penelitian menunjukkan semut mampu memindahkan E. coli ke media makanan dengan tingkat transfer mencapai 70 persen.
Jika minyak terkontaminasi dan digunakan untuk makanan yang tidak dimasak terlalu lama, risiko gangguan pencernaan tetap ada.
2. Kontaminasi Jamur dan Kapang
Jamur dan kapang yang ditemukan pada tubuh semut dapat mempercepat kerusakan kualitas minyak. Dalam kondisi tertentu, kontaminasi mikroba juga dapat memengaruhi aroma dan rasa makanan.
3. Kotoran dan Bangkai Semut
Selain bakteri, semut yang tenggelam di minyak dapat meninggalkan sisa tubuh, kotoran, atau zat biologis lain yang tentu tidak higienis.
4. Minyak Mudah Tengik
Jika wadah minyak terbuka terlalu lama akibat sering dihinggapi semut, minyak juga lebih mudah terpapar udara dan kelembapan sehingga mempercepat proses oksidasi atau ketengikan.
Jadi, Kapan Minyak Masih Bisa Dipakai?
Dalam beberapa kondisi ringan, minyak mungkin masih bisa digunakan, misalnya:
- Hanya ada 1–2 semut di permukaan luar wadah.
- Semut belum masuk ke dalam minyak.
- Wadah minyak masih tertutup rapat.
- Tidak ada perubahan warna, aroma, atau tekstur minyak.
Namun jika semut sudah masuk ke dalam minyak, apalagi dalam jumlah banyak, lebih aman untuk tidak menggunakannya lagi.
Prinsip keamanan pangan selalu menempatkan pencegahan sebagai langkah terbaik. Biaya membeli minyak baru tentu jauh lebih kecil dibanding risiko kesehatan akibat makanan terkontaminasi.
Cara Aman Mengatasi Minyak yang Disemuti
Kalau Anda mendapati minyak goreng disemuti, berikut langkah yang disarankan:
Buang Minyak yang Sudah Terkontaminasi Berat
Jika ada banyak semut di dalam minyak, lebih baik minyak dibuang. Jangan hanya menyaring semut lalu tetap memakai minyak tersebut.
Bersihkan Area Penyimpanan
Semut biasanya meninggalkan jejak feromon yang mengundang koloni lain datang kembali. Bersihkan rak atau meja menggunakan sabun atau cairan pembersih.
Gunakan Wadah Tertutup
Simpan minyak di wadah kaca atau plastik food grade yang memiliki penutup rapat.
Hindari Tumpahan Minyak
Sisa minyak di botol atau meja dapur sering menjadi pemicu utama semut datang.
Tutup Celah Masuk Semut
Menurut Holper Pest Control, semut bisa masuk melalui celah kecil di sekitar jendela, kabinet, atau pipa dapur. Menutup celah tersebut membantu mencegah infestasi.
Apakah Memasak dengan Minyak Disemuti Langsung Berbahaya?
Tidak selalu langsung menyebabkan keracunan, tetapi risikonya meningkat. Banyak faktor memengaruhi, seperti jumlah semut, kondisi dapur, jenis bakteri yang terbawa, dan cara pengolahan makanan.
Masalahnya, kita tidak pernah tahu semut sebelumnya berjalan di mana. Mereka bisa saja melewati tempat sampah, saluran air, atau permukaan kotor sebelum masuk ke minyak goreng.
Karena itu, jika muncul pertanyaan “apakah minyak yang disemuti masih aman untuk masak?”, jawaban paling aman menurut prinsip higienitas pangan adalah menghindari penggunaan minyak yang sudah terkontaminasi semut secara langsung.
Semut Dapur Memang Sering Diremehkan
MenarIKNya, penelitian di Mauritius menemukan banyak orang menganggap semut hanya sebagai gangguan kecil, bukan ancaman kesehatan. Padahal penelitian laboratorium membuktikan semut mampu membawa dan memindahkan berbagai mikroorganisme patogen ke makanan dan permukaan dapur.
Hal ini mirip dengan kebiasaan di banyak rumah tangga Indonesia yang masih menganggap makanan atau minyak yang disemuti tetap aman selama belum basi.
Padahal dalam ilmu keamanan pangan, kontaminasi mikroba sering tidak terlihat oleh mata.
Pertanyaan Seputar Minyak Goreng
1. Apakah minyak goreng yang kemasukan semut harus dibuang?
Jika hanya sedikit semut dan belum masuk ke minyak, minyak masih bisa dipakai. Namun jika semut sudah tenggelam atau jumlahnya banyak, sebaiknya dibuang.
2. Apakah panas saat menggoreng bisa membunuh bakteri dari semut?
Sebagian bakteri memang bisa mati pada suhu tinggi, tetapi risiko kontaminasi dan kualitas minyak tetap menjadi pertimbangan.
3. Kenapa semut suka mendatangi minyak goreng?
Beberapa jenis semut menyukai lemak dan minyak sebagai sumber makanan, terutama grease ants.
4. Bagaimana cara menyimpan minyak agar tidak disemuti?
Gunakan wadah tertutup rapat, bersihkan sisa minyak di botol, dan hindari menyimpan minyak dekat sumber makanan terbuka.
5. Apakah minyak yang disemuti bisa menyebabkan sakit perut?
Bisa saja, terutama jika minyak terkontaminasi bakteri patogen yang dibawa semut.

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6285918/original/059444500_1779160685-unnamed__45_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6285478/original/090736400_1779160302-Mengendalikan_Pertumbuhan_agar_Tidak_Merambat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6285630/original/004791000_1779160477-Desain_Fasad_Rumah_Batu_Alam_Terbaru_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6283057/original/093835700_1779157934-keong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6281978/original/013298700_1779156785-HL_keong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548567/original/014378300_1775544413-Gemini_Generated_Image_m5huggm5huggm5hu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6282595/original/063539500_1779157503-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6213590/original/019125200_1779091316-Cara_Membuat_Kebun_Vertikal_Timun.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6212552/original/049809400_1779090435-Gemini_Generated_Image_lg8u9ilg8u9ilg8u.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539768/original/090171200_1774619709-033A9450.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6206446/original/043577400_1779085057-Untitledw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547262/original/059313200_1775452315-1000112164.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6197167/original/003318000_1779076618-kandang_ayam_kampung_anti_bau_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6142766/original/061447200_1779025640-Semangat_terus_dipompa_sepanjang_babak_pertama._Satu_gol_pembuka_telah_tercipta._Terus_berjuang_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5384015/original/057909900_1760710023-Persita_vs_PSIM_-21.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6225328/original/030465600_1779102096-ChatGPT_Image_May_18__2026__06_00_30_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4739297/original/023236100_1707495939-WhatsApp_Image_2024-02-09_at_19.39.38.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)