Buah Manis Konsistensi untuk Sepak Bola Putri Indonesia, MilkLife Soccer Challenge Sabet Penghargaan PSSI Awards

9 hours ago 4

Bermula pada 2023 di Kudus, Jawa Tengah, saat ini penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge menjangkau 12 kota di Tanah Air, yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda dan Banjarmasin.

Di setiap kota tersebut, kompetisi akan diadakan dua kali dalam satu tahun.

Kuantitas peserta MLSC juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan di setiap seri. Pada Seri 1 2024, tercatat 5.163 peserta turut andil. Sementara Seri 2 2024 meningkat sebanyak 10.051 siswi berpartisipasi.

Lalu pada MLSC Seri 1 2025/2026, peserta meningkat, yaitu 17.492. Sehingga, secara total MLSC sudah diikuti oleh 32.706  calon pesepak bola putri Tanah Air yang ambil bagian sejak pertama kali kompetisi ini diselenggarakan.

Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio mengapresiasi MilkLife Soccer Challenge yang diselenggarakan rutin dan berkelanjutan. SDN Klepu 03 Semarang pada KU 10 meraih gelar juara empat seri beruntun, mulai dari Seri 2 2024 hingga Seri 2 2025/2026.

Menurutnya, turnamen KU 8, KU 10, dan KU 12 ini membuat anak didiknya lebih giat berolahraga, semakin sehat, dan berkembang secara kognitif.

“MilkLife Soccer Challenge telah menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri dan menemukan bakat mereka di bidang olahraga. Penghargaan yang diraih MilkLife Soccer Challenge sebagai Grassroots Development Program of the Year di ajang PSSI Awards 2026 merupakan pencapaian yang sangat positif dan patut diapresiasi," ujar Didit.

"Ini menunjukkan bahwa program pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai mendapatkan perhatian serius dan berjalan ke arah yang benar. Dengan konsistensi dan kolaborasi semua pihak, program seperti ini diharapkan bisa menjadi pondasi kuat bagi kemajuan sepak bola Indonesia di masa depan,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu jebolan MilkLife Soccer Challenge, Albianca Raula, mengaku mimpinya menjadi pesepak bola putri profesional sangat terbantu dengan adanya turnamen ini.

Bukan hanya sekadar kompetisi 7 vs 7, tapi berbagai rangkaian seperti Skill Challenge, MilkLife Soccer Extra Training, MilkLife Soccer Challenge All-Stars membuat kualitas teknik serta mentalnya semakin terasah untuk terus menjadi lebih baik.

“MLSC sangat membantu saya untuk menekunisepak bola, hingga saya sempat masuk seleksi Timnas Indonesia Putri untuk Piala AFF U-16. Bagi pesepak bola putri belia seperti saya jadi memiliki wadah sehingga kami terus termotivasi untuk menggapai mimpi. Karena tidak hanya berhenti di MLSC saja, tapi turnamen berjenjang seperti Piala Pertiwi dan Hydroplus Soccer League,” ujar atlet putri yang mulai mengikuti MilkLife Soccer Challenge sejak bersekolah di SDN Kebagusan 03 Jakarta.

Senada dengan Albianca, Ika Wonda merasa bersyukur bisa merumput di MilkLife Soccer Challenge tatkala ia mengenyam pendidikan di SD Kristen Manahan, Solo. Sebab dari turnamen ini, ia juga mampu merasakan ketatnya pertandingan taraf internasional pada JSSL Singapore 7’s 2025 dan membawa timnya meraih gelar runner-up.

Ia berharap agar virus positif MilkLife Soccer Challenge untuk menyebarkan kecintaan bermain sepak bola semakin meluas, serta menemukan lebih banyak bibit-bibit potensial pesepakbola Tanah Air.

“Saya ikut bangga karena MilkLife Soccer Challenge berhasil meraih Grassroots Development Program of The Year dalam acara PSSI Awards 2026, karena saya sendiri merasakan banyak sekali pengalaman berharga yang saya rasakan dari kali pertama mengikuti turnamen ini," ujar Ika Wonda.

"Dan semoga semakin banyak calon srikandi muda sepak bola yang berpartisipasi di MilkLife Soccer Challenge dan skuad Merah Putih mendatang bisa masuk Piala Dunia Wanita,” kata jebolan MLSC Solo itu.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|