- Apa keuntungan utama memilih ternak hemat pakan?
- Mengapa ternak cepat berkembang biak lebih menguntungkan?
- Ternak apa yang paling cepat siklus reproduksinya?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Beternak menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan, terutama bagi masyarakat pedesaan maupun pelaku usaha kecil yang ingin memulai bisnis dengan modal terbatas. Salah satu pertimbangan utama dalam memilih jenis ternak adalah efisiensi pakan dan kecepatan berkembang biak. Semakin hemat pakan dan semakin cepat siklus reproduksinya, maka semakin cepat pula perputaran modal yang bisa diperoleh peternak.
Biaya pakan sendiri biasanya menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan, bahkan bisa mencapai lebih dari 60% dari total biaya produksi. Karena itu, memilih ternak yang tidak membutuhkan pakan mahal atau bisa memanfaatkan limbah pertanian menjadi strategi penting untuk meningkatkan keuntungan. Selain itu, ternak yang cepat berkembang biak memungkinkan populasi bertambah dalam waktu singkat, sehingga potensi penjualan juga meningkat.
Berikut Liputan6.com akan membahas jenis ternak hemat pakan dan cepat berkembang biak. Setiap jenis akan dijelaskan alasan mengapa efisien dalam konsumsi pakan serta bagaimana sistem reproduksinya mendukung percepatan produksi. Berikut selengkapnya, dilansir dari berbagai sumber pada Kamis (26/2).
1. Ayam Kampung
Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak populer di Indonesia karena daya tahannya tinggi dan kebutuhan pakannya relatif fleksibel. Ayam ini bisa mengonsumsi berbagai jenis pakan, mulai dari dedak, sisa nasi, limbah dapur, hingga serangga yang ditemukan di sekitar pekarangan. Kemampuannya mencari makan sendiri (umbaran) membuat biaya pakan bisa ditekan secara signifikan dibanding ayam ras yang sangat bergantung pada pakan pabrikan.
Dari segi efisiensi, ayam kampung tidak membutuhkan pakan berkadar protein tinggi setiap saat. Dalam sistem semi intensif atau tradisional, peternak cukup memberikan tambahan pakan sebagai suplemen, sementara kebutuhan lainnya dipenuhi dari lingkungan sekitar. Hal inilah yang menjadikan ayam kampung tergolong hemat pakan, terutama bagi peternak skala rumahan.
Dalam hal reproduksi, ayam kampung mampu bertelur sekitar 10–15 butir per periode dan bisa bertelur beberapa kali dalam setahun. Masa inkubasi telur hanya sekitar 21 hari hingga menetas. Dengan manajemen yang baik, satu induk bisa menghasilkan puluhan anak ayam per tahun, sehingga populasi cepat berkembang dan memberikan peluang keuntungan yang stabil.
2. Bebek (Itik)
Bebek atau itik dikenal sebagai ternak yang mampu memanfaatkan lingkungan secara optimal untuk mendapatkan pakan. Di daerah persawahan, bebek dapat mencari sisa-sisa padi, keong, serangga, dan organisme kecil lainnya. Kebiasaan ini membuat biaya pakan bisa ditekan, terutama jika dipelihara secara digembalakan setelah panen padi.
Selain itu, bebek memiliki sistem pencernaan yang kuat dan mampu mencerna pakan dengan kualitas sedang tanpa mengalami gangguan berarti. Peternak dapat memanfaatkan dedak, limbah pertanian, dan campuran pakan sederhana untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Dengan strategi ini, biaya operasional dapat ditekan tanpa mengurangi produktivitas secara drastis.
Dalam hal berkembang biak, bebek petelur mampu menghasilkan 200–300 butir telur per tahun tergantung jenisnya. Masa pengeraman sekitar 28 hari hingga menetas. Dengan tingkat produksi telur yang tinggi dan siklus reproduksi yang relatif cepat, bebek menjadi pilihan menarik bagi peternak yang ingin perputaran usaha lebih cepat.
3. Kambing
Kambing termasuk ternak ruminansia kecil yang terkenal hemat pakan karena mampu memanfaatkan hijauan berkualitas rendah. Rumput liar, daun-daunan, hingga limbah pertanian seperti daun jagung atau kacang tanah dapat dijadikan pakan utama. Kemampuan mencerna serat kasar melalui sistem pencernaan berlapis membuat kambing tidak terlalu bergantung pada konsentrat mahal.
Dari sisi biaya, peternak bisa mengandalkan pakan alami yang tersedia di sekitar lahan. Bahkan di daerah perbukitan atau lahan marginal, kambing tetap dapat tumbuh dengan baik. Fleksibilitas pakan inilah yang membuat kambing tergolong ternak hemat biaya, terutama untuk peternakan skala kecil hingga menengah.
Untuk reproduksi, kambing memiliki masa bunting sekitar lima bulan dan umumnya melahirkan satu hingga dua anak dalam satu kelahiran. Dalam kondisi optimal, kambing bisa beranak dua kali dalam setahun. Artinya, populasi dapat berkembang cukup cepat, terutama jika manajemen indukan dilakukan dengan baik.
4. Kelinci
Kelinci dikenal sebagai salah satu ternak dengan tingkat reproduksi tercepat. Selain itu, kebutuhan pakannya relatif sederhana. Kelinci dapat diberi rumput, daun singkong, kangkung, dan berbagai hijauan lainnya yang mudah ditemukan. Pakan tambahan seperti pelet hanya diberikan untuk mempercepat pertumbuhan.
Keunggulan utama kelinci dalam hal hemat pakan terletak pada efisiensi konversi pakan menjadi daging. Dengan jumlah pakan yang relatif sedikit, kelinci mampu tumbuh dengan cepat. Biaya pemeliharaan kandang pun tidak besar karena ukuran tubuhnya kecil dan tidak memerlukan lahan luas.
Dalam aspek reproduksi, kelinci memiliki masa bunting sekitar 28–31 hari. Dalam satu kelahiran, induk bisa melahirkan 4–10 anak. Bahkan, kelinci betina dapat dikawinkan kembali tidak lama setelah melahirkan. Dengan siklus yang sangat cepat ini, populasi kelinci dapat berkembang pesat dalam waktu singkat.
5. Lele
Lele menjadi salah satu komoditas perikanan yang sangat populer karena pertumbuhannya cepat dan toleran terhadap kondisi air yang kurang ideal. Dalam hal pakan, lele bisa diberi pelet, tetapi juga dapat memanfaatkan limbah organik seperti sisa dapur atau maggot sebagai alternatif pakan tambahan untuk menekan biaya.
Keunggulan lele dalam efisiensi pakan terlihat dari nilai konversi pakan yang cukup baik. Dalam waktu sekitar 2–3 bulan, lele sudah bisa dipanen dengan ukuran konsumsi. Artinya, perputaran modal relatif cepat dibandingkan ternak besar seperti sapi atau kerbau.
Dalam proses berkembang biak, lele mampu menghasilkan ribuan telur dalam satu kali pemijahan. Dengan teknik pembenihan yang tepat, tingkat penetasan bisa tinggi sehingga menghasilkan banyak benih. Siklus hidup yang singkat dan jumlah telur yang banyak membuat lele termasuk ternak air yang cepat berkembang biak.
6. Burung Puyuh
Burung puyuh dikenal sebagai ternak unggas kecil dengan konsumsi pakan yang sangat hemat. Ukuran tubuhnya kecil sehingga kebutuhan pakan hariannya jauh lebih sedikit dibanding ayam. Dalam satu hari, seekor puyuh dewasa rata-rata hanya membutuhkan sekitar 20–25 gram pakan.
Selain itu, puyuh memiliki konversi pakan yang efisien untuk produksi telur. Dengan manajemen yang baik, puyuh mulai bertelur pada usia 5–6 minggu. Ini jauh lebih cepat dibanding ayam kampung yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mulai produktif.
Dari segi reproduksi, puyuh sangat produktif. Seekor puyuh betina bisa menghasilkan 250–300 butir telur per tahun. Masa inkubasinya juga singkat, sekitar 16–18 hari saja. Siklus cepat inilah yang menjadikan puyuh sebagai salah satu ternak unggas dengan perputaran usaha yang sangat cepat.
7. Domba
Domba termasuk hewan ruminansia seperti kambing yang mampu memanfaatkan rumput liar dan hijauan berkualitas sedang hingga rendah. Artinya, peternak tidak selalu harus menyediakan pakan konsentrat mahal untuk menjaga pertumbuhannya.
Efisiensi pakan pada domba terletak pada kemampuannya mencerna serat kasar melalui sistem fermentasi di rumen. Dengan pengelolaan yang baik, limbah pertanian seperti jerami padi atau daun jagung bisa dimanfaatkan sebagai sumber pakan utama.
Dalam hal reproduksi, masa bunting domba sekitar lima bulan, mirip kambing. Namun beberapa jenis domba memiliki tingkat kelahiran kembar yang cukup tinggi. Dalam kondisi optimal, domba bisa beranak satu hingga dua kali dalam setahun, sehingga populasi bertambah relatif cepat.
8. Mentok (Entok)
Mentok atau entok dikenal sebagai unggas yang sangat tahan terhadap kondisi lingkungan dan tidak rewel soal pakan. Mereka bisa mengonsumsi dedak, sisa nasi, sayuran, hingga serangga yang ditemukan di sekitar pekarangan.
Karena sifatnya yang bisa diumbar, mentok mampu mencari sebagian kebutuhan makanannya sendiri. Hal ini membuat biaya pakan bisa ditekan, terutama jika dipelihara di area terbuka dengan banyak sumber makanan alami.
Dari sisi reproduksi, mentok termasuk unggas yang produktif. Dalam satu periode bertelur, induk dapat menghasilkan 10–20 butir telur. Masa pengeraman sekitar 35 hari. Dengan manajemen yang baik, populasi mentok bisa bertambah secara stabil setiap tahun.
9. Maggot (Larva Black Soldier Fly)
Maggot dari lalat Black Soldier Fly (BSF) termasuk “ternak” alternatif yang sangat hemat pakan karena sumber makanannya berasal dari limbah organik. Sisa sayuran, buah busuk, atau limbah dapur bisa dijadikan media tumbuh larva.
Keunggulan utamanya adalah hampir tidak memerlukan pakan komersial. Bahkan, maggot membantu mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan protein tinggi yang bisa dijadikan pakan ikan atau unggas. Biaya produksi relatif rendah karena bahan bakunya mudah didapat.
Dalam hal reproduksi, siklus hidup BSF sangat cepat. Telur menetas dalam waktu sekitar 3–4 hari, lalu berkembang menjadi larva besar dalam 2–3 minggu. Dalam satu kali bertelur, seekor lalat BSF bisa menghasilkan ratusan hingga ribuan telur. Ini menjadikan maggot sebagai ternak dengan siklus produksi yang sangat cepat.
10. Jangkrik
Jangkrik juga termasuk ternak kecil dengan kebutuhan pakan yang relatif sederhana. Mereka bisa diberi sayuran hijau, dedaunan, serta pakan tambahan berupa bekatul atau konsentrat ringan.
Biaya produksi jangkrik cukup rendah karena tidak memerlukan lahan luas dan kandangnya sederhana. Konsumsi pakannya pun tidak besar dibandingkan ternak unggas atau ruminansia.
Dari sisi reproduksi, jangkrik berkembang sangat cepat. Telur menetas dalam waktu sekitar 7–10 hari dan siap panen dalam waktu 30–40 hari. Seekor induk betina mampu menghasilkan ratusan telur dalam satu siklus. Dengan manajemen yang tepat, produksi bisa berlangsung terus-menerus sepanjang tahun.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa keuntungan utama memilih ternak hemat pakan?
Keuntungannya adalah biaya produksi lebih rendah karena pakan menjadi komponen terbesar dalam usaha ternak. Semakin hemat pakan, semakin besar potensi margin keuntungan.
2. Mengapa ternak cepat berkembang biak lebih menguntungkan?
Karena populasi bertambah dalam waktu singkat sehingga perputaran modal lebih cepat. Peternak bisa lebih sering panen atau menjual anakan.
3. Ternak apa yang paling cepat siklus reproduksinya?
Kelinci, jangkrik, dan maggot termasuk yang paling cepat. Masa reproduksinya singkat dan jumlah keturunannya banyak dalam satu siklus.
4. Apakah ternak hemat pakan harus selalu diberi pakan alami?
Tidak selalu. Pakan alami bisa menjadi sumber utama, tetapi tetap perlu tambahan nutrisi agar pertumbuhan dan reproduksi tetap optimal.
5. Apa kunci sukses beternak agar cepat untung?
Memilih jenis ternak yang sesuai kondisi lingkungan, menjaga kualitas pakan, serta mengatur manajemen reproduksi dan pemasaran dengan baik.

13 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5514895/original/091037500_1772117443-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_21.20.10.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514698/original/031688800_1772101371-ilustrasi_hampers.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514432/original/039110200_1772089688-Gemini_Generated_Image_fma2lefma2lefma2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514544/original/085134900_1772093625-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_15.07.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452849/original/058530600_1766461338-rumah_subsidi_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514564/original/035208200_1772094884-Gemini_Generated_Image_ptfjc6ptfjc6ptfj_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222790/original/030087400_1747455140-Gemini_Generated_Image_72vxfc72vxfc72vx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514398/original/021672500_1772089510-peluang_usaha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513407/original/095083300_1772012119-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_4.31.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513589/original/004789100_1772027697-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_16.31.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233723/original/062505800_1748322744-Depositphotos_247272894_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514389/original/088016700_1772089290-Pakan_Ayam_dan_Ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511235/original/025796700_1771902205-jasa_les_musik2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514301/original/080558300_1772086641-inspirasi_kandang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5171526/original/061358400_1742643346-20250322AA_Latihan_TImnas_Indonesia__23_of_24_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514292/original/064302900_1772086616-Blus_dan_Plisket.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471353/original/054574800_1768284168-John_Herdman_-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444242/original/078371500_1765774109-Ikan_Patin_Unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510343/original/057579300_1771826046-Gemini_Generated_Image_9krrv99krrv99krr.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)