- Berapa modal minimal untuk membuka bisnis kafe pemula?
- Apa konsep kafe yang cocok untuk anak muda?
- Apakah harus punya pengalaman bisnis sebelum buka kafe?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Membuka bisnis kafe kini menjadi salah satu pilihan usaha yang semakin diminati, terutama di kalangan anak muda yang ingin menghadirkan ruang kreatif sekaligus tempat berkumpul yang nyaman. Tidak hanya soal menjual makanan dan minuman, kafe juga bisa menjadi wadah komunitas, tempat bertukar ide, hingga ruang berekspresi bagi berbagai kalangan. Hal inilah yang mendorong banyak pelaku usaha pemula untuk mencoba peruntungan di industri kuliner yang dinamis ini, meski harus memulai dari nol dengan berbagai keterbatasan.
Pengalaman nyata datang dari Chrisna Fernand, pemilik Kedai Pomintos di Bantul, yang membuktikan bahwa kafe bisa dibangun dari semangat komunitas dan kreativitas. Dengan latar belakang sebagai seniman, ia menggabungkan konsep ruang seni dan tempat nongkrong menjadi satu kesatuan yang hidup. Perjalanan membangun kafe tersebut tidak hanya soal bisnis, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang memiliki nilai dan makna bagi orang-orang di sekitarnya.
“Aku bikin lagi sendiri namanya komunitas itu, aku berharapnya jadi tempat teman-teman punya ruang buat meluangkan kreativitasnya. Kalau yang suka masak ya masak, yang suka musik ya musik, yang suka nulis ya nulis, karena kita punya banyak agenda di sini. Ada diskusi, nonton film, workshop melukis, terus tiap Sabtu Minggu kita bikin bar takeover, jadi teman-teman yang hobi masak tapi enggak punya tempat bisa mulai di sini. Mereka tinggal masak dan jualan, sehari atau dua hari, dan keuntungannya buat mereka semua. Jadi ini bukan sekadar kafe, tapi ruang berbagi kesempatan juga,” terang Chrisna saat ditemui Liputan6.com pada Minggu (3/5). Berikut ulasan selengkapnya.
1. Menentukan Konsep Kafe yang Unik dan Berbeda
Langkah pertama dalam membuka bisnis kafe adalah menentukan konsep yang jelas dan memiliki identitas kuat. Konsep ini akan menjadi fondasi utama yang membedakan kafe Anda dengan kompetitor lain, sekaligus menarik target pasar yang tepat. Dalam kasus Kedai Pomintos, konsep yang diusung bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang komunitas yang menggabungkan seni, diskusi, dan aktivitas kreatif dalam satu tempat yang hangat dan inklusif.
Konsep yang kuat juga membantu dalam menentukan desain tempat, suasana, hingga jenis kegiatan yang akan diadakan. Dengan mengusung nuansa rumah Joglo yang homey, kafe ini memberikan pengalaman emosional bagi pengunjung, seolah kembali ke rumah sendiri. Pendekatan seperti ini terbukti efektif untuk menarik anak muda yang mencari tempat nongkrong dengan suasana berbeda dan lebih personal.
“Dari dulu aku memang sudah bikin ruang-ruang buat aktivitas bareng teman-teman, mulai dari komunitas komik, ilustrasi, sampai ruang diskusi sosial politik dan seni. Formatnya beda-beda, tapi intinya selalu jadi tempat kumpul. Nah yang sekarang ini aku buat dalam bentuk warung, supaya lebih sustain dan tetap bisa jadi ruang kreatif buat banyak orang,” ungkap pria asal Blitar, Jawa Timur, itu.
2. Memulai dari Modal Terjangkau dan Sumber Daya Sendiri
Banyak calon pengusaha kafe yang ragu memulai karena terbentur masalah modal. Padahal, bisnis ini bisa dimulai dengan dana terbatas asalkan konsep dan eksekusinya tepat. Kedai Pomintos sendiri dibangun dengan modal sekitar Rp20 juta, angka yang relatif kecil untuk usaha kafe, karena memanfaatkan rumah sebagai tempat usaha dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Penggunaan aset pribadi seperti rumah atau peralatan yang sudah dimiliki bisa menjadi strategi efektif untuk menekan biaya awal. Selain itu, kreativitas dalam mengelola anggaran juga menjadi kunci agar bisnis tetap berjalan tanpa beban finansial yang terlalu besar. Dengan pendekatan sederhana, kafe tetap bisa menarik pengunjung tanpa harus tampil mewah.
“Modal awal itu sekitar Rp20 jutaan, sebenarnya kecil untuk ukuran kafe karena ini konsepnya warung rumahan. Aku pakai rumah yang disewa di Bantul biar dekat sama teman-teman. Modal itu aku dapat dari jualan lukisan, karena aku sadar kalau mengandalkan seni saja di Indonesia masih susah untuk kebutuhan harian, jadi aku butuh usaha lain yang bisa jalan setiap hari," ujarnya.
3. Kolaborasi Jadi Kunci Awal Membangun Usaha
Dalam membangun bisnis kafe, kolaborasi bisa menjadi langkah strategis untuk mempercepat perkembangan usaha. Bekerja sama dengan orang yang memiliki keahlian berbeda memungkinkan bisnis berjalan lebih efektif dan variatif. Kedai Pomintos, misalnya, memulai perjalanan dengan menggandeng partner yang fokus pada minuman teh dan tisane, sehingga produk yang ditawarkan lebih beragam.
Kolaborasi juga membuka peluang untuk memperluas jaringan dan menarik lebih banyak pelanggan. Dengan melibatkan orang lain, ide-ide baru bisa terus berkembang dan menciptakan inovasi yang membuat kafe tetap relevan. Hal ini sangat penting, terutama bagi pemula yang masih belajar menjalankan bisnis.
“Awalnya itu joinan, aku punya teman Mbak Yuli yang fokus di teh dan tisane. Dia lagi cari partner, kebetulan sering nongkrong di tempatku yang awalnya studio. Dari situ kita ngobrol dan sepakat kolaborasi, dia bikin konsep minuman, aku fokus di makanan. Jadi kita jalan bareng dengan keahlian masing-masing,” kata Chrisna.
4. Menentukan Menu Sesuai Karakter dan Kemampuan
Pemilihan menu menjadi salah satu aspek penting dalam bisnis kafe, karena akan menentukan identitas sekaligus daya tarik usaha. Alih-alih mengikuti tren makanan luar negeri, Kedai Pomintos memilih menghadirkan menu rumahan yang sederhana namun memiliki nilai nostalgia. Strategi ini membuat kafe terasa lebih dekat dengan pengunjung dan memiliki ciri khas yang kuat.
Selain itu, memilih menu yang dikuasai juga memudahkan operasional dan menjaga kualitas rasa. Dengan menyajikan makanan yang sudah familiar, proses produksi menjadi lebih efisien dan risiko kegagalan dapat diminimalkan. Pendekatan ini sangat cocok bagi pemula yang belum memiliki pengalaman luas di bidang kuliner.
“Aku menawarkan menu home cooking, makanan rumahan yang biasa kita masak sehari-hari. Bukan western food, karena itu sudah banyak yang jual dan aku belum terlalu menguasai. Kalau masakan rumahan kan aku sudah paham, dari dulu juga sering masak sendiri sejak SMA, jadi lebih percaya diri untuk jualan itu,” ungkap Chrisna.
5. Menghadapi Tantangan dan Belajar dari Proses
Menjalankan bisnis kafe tentu tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama bagi pemula yang belum memiliki latar belakang bisnis. Salah satu tantangan utama adalah mengelola keuangan dengan baik, agar pemasukan dari usaha tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi. Hal ini sering menjadi kesalahan umum yang harus segera diperbaiki agar bisnis bisa berkembang secara sehat.
Selain itu, pengaturan operasional seperti jam buka dan manajemen pengunjung juga menjadi hal penting. Terlebih jika kafe mengusung konsep komunitas yang fleksibel, perlu ada aturan agar aktivitas tetap berjalan tertib. Meski penuh tantangan, proses ini justru menjadi pengalaman berharga yang membentuk kemampuan pengusaha dalam jangka panjang.
“Tantangannya banyak, karena ini pertama kalinya aku buka kafe dan aku bukan pebisnis. Soal keuangan itu paling terasa, kadang pemasukan warung masih kepakai buat kebutuhan lain, padahal seharusnya dipisah. Terus soal jam operasional juga, karena ini rumah sendiri jadi teman-teman betah nongkrong sampai tengah malam, bahkan sampai jam satu. Itu seru sih, tapi tetap perlu aturan supaya ke depan lebih rapi dan terkelola,” pungkasnya.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Membuka Bisnis Kafe untuk Pemula
1. Berapa modal minimal untuk membuka bisnis kafe pemula?
Modal awal bisa disesuaikan dengan konsep, bahkan mulai dari sekitar Rp20 juta jika memanfaatkan rumah sendiri dan peralatan sederhana.
2. Apa konsep kafe yang cocok untuk anak muda?
Konsep kafe berbasis komunitas, kreatif, dan homey sangat diminati karena memberi ruang berkumpul sekaligus berekspresi.
3. Apakah harus punya pengalaman bisnis sebelum buka kafe?
Tidak harus, namun penting untuk belajar manajemen dasar seperti keuangan, operasional, dan pelayanan sejak awal.
4. Menu seperti apa yang cocok untuk kafe pemula?
Menu sederhana yang dikuasai, seperti masakan rumahan, lebih mudah dijalankan dan memiliki daya tarik tersendiri.
5. Apa tantangan terbesar dalam menjalankan kafe?
Tantangan utama biasanya pada pengelolaan keuangan, konsistensi operasional, serta menjaga konsep tetap berjalan.

2 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579597/original/089850300_1778057665-unnamed_-_2026-05-06T150559.054.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579578/original/056488900_1778057351-hl.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533714/original/066556100_1773762519-ergonomis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579534/original/023108500_1778055431-Gemini_Generated_Image_ubfz7kubfz7kubfz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579517/original/081785800_1778054374-batu_alam_doff.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579474/original/033509500_1778052907-Gemini_Generated_Image_1b0lbn1b0lbn1b0l.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575392/original/092063600_1778047410-cover_ibu2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566891/original/018029800_1777259803-Jenis_Pohon_Alpukat_Pendek_yang_Cocok_di_Halaman_Rumah_Sempit_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575296/original/075446600_1778044094-unnamed_-_2026-05-06T120425.694.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579494/original/034951500_1778053392-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579071/original/090071100_1778052099-c4798ac5-45e3-4484-af96-101168e52b3d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397832/original/029612200_1761818013-kitchen_set_gantung_2a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5577659/original/063126500_1778051138-unnamed__96_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315774/original/034405300_1755170933-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__29_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575338/original/081801100_1778045414-9e20235f-7ef8-40d8-8930-ebba3dbf2339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437730/original/024651500_1765261423-Ide_Usaha_Depan_Rumah_Khusus_Ibu_Rumah_Tangga_yang_Bisa_Sambil_Awasi_Anak_Jasa_Desain_Grafis_atau_Konten_Kreator.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392471/original/066516600_1761463466-99df90b8-6d9e-46d9-bc75-2bc734b87fe3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575320/original/025900100_1778044540-HL_gelang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575897/original/085073300_1778049286-unnamed__88_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469343/original/033984700_1768110777-pexels-roman-odintsov-5847238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468787/original/073253700_1768015863-Guseynov_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)