Liputan6.com, Jakarta - Menanam blewah di pot menjadi solusi cerdas bagi Anda yang memiliki lahan terbatas namun mendambakan buah segar hasil kebun sendiri. Metode ini tidak hanya efisien, tetapi juga memungkinkan kontrol penuh terhadap kondisi pertumbuhan tanaman. Blewah, atau Cucumis melo var. cantalupensis, merupakan komoditas bernilai ekonomis tinggi yang mudah dibudidayakan dalam berbagai media tanam.
Keuntungan membudidayakan blewah sendiri di halaman rumah sangat beragam, mulai dari penghematan biaya hingga jaminan buah yang organik dan bebas pestisida. Aktivitas berkebun ini juga dapat menjadi hobi yang memuaskan dan menyehatkan. Buah blewah dikenal kaya akan provitamin A, serat makanan, serta mineral kalium yang esensial bagi tubuh.
Tanaman blewah termasuk golongan tanaman semusim yang terkenal dengan masa panennya yang relatif cepat. Umumnya, blewah dapat dipanen dalam kurun waktu sekitar 60 hingga 80 hari setelah tanam (HST). Bahkan, beberapa varietas unggul mampu menghasilkan buah lebih awal, yakni sekitar 45 hari setelah penanaman. Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (3/5/2026).
Persiapan Pot dan Media Tanam Ideal untuk Blewah
Keberhasilan cara menanam blewah di pot sangat bergantung pada pemilihan wadah dan media tanam yang berkualitas. Pot atau polybag berukuran tepat akan menunjang perkembangan akar tanaman secara optimal.
Disarankan menggunakan pot atau polybag dengan diameter minimal 40-50 cm dan kedalaman sekitar 40 cm. Ukuran ini memastikan ruang yang cukup bagi sistem perakaran blewah untuk berkembang. Pastikan pot dilengkapi lubang drainase yang memadai di bagian bawah guna mencegah genangan air yang bisa merusak akar.
Isi pot dengan campuran media tanam yang gembur dan kaya nutrisi. Komposisi ideal adalah campuran tanah subur, kompos matang, sekam bakar, dan pasir dengan perbandingan 4:3:2:1. Campuran ini akan menyediakan struktur gembur, drainase baik, aerasi optimal, serta nutrisi lengkap bagi pertumbuhan blewah.
Proses Perendaman Benih Blewah untuk Perkecambahan Optimal
Sebelum memulai proses penyemaian, perendaman benih blewah merupakan langkah krusial. Tahap ini bertujuan untuk memecah masa dormansi benih dan mempercepat proses perkecambahan.
Rendam benih blewah dalam air bersih bersuhu kamar (20-26°C) selama kurang lebih 12 jam. Beberapa ahli bahkan menyarankan perendaman hingga 24 jam untuk hasil maksimal. Air kemasan atau air matang sangat dianjurkan untuk proses ini.
Setelah perendaman, buang benih yang masih mengapung karena cenderung tidak akan berkecambah. Saring benih yang tenggelam, bilas dengan air bersih, lalu tiriskan hingga kering sebelum disemai. Langkah ini penting dalam cara menanam blewah di pot agar benih siap tumbuh.
Teknik Penyemaian Benih Blewah yang Efektif
Penyemaian benih merupakan fondasi awal dalam budidaya blewah yang sukses. Persiapan wadah semai yang tepat akan mendukung pertumbuhan bibit yang sehat.
Siapkan wadah penyemaian seperti nampan, tray semai, atau polybag kecil yang dilengkapi lubang drainase. Isi wadah dengan media semai yang terdiri dari campuran tanah, pasir atau sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:1:1.
Tanam biji blewah ke dalam media semai dengan kedalaman sekitar 0,7-1,2 cm. Setelah itu, siram perlahan menggunakan semprotan air halus. Tutup wadah semai dengan plastik bening yang telah diberi beberapa lubang kecil untuk menjaga kelembaban dan letakkan di area yang terkena sinar matahari langsung namun terlindungi dari hujan deras. Benih akan berkecambah dalam 4-9 hari.
Pemindahan Bibit Blewah ke Pot Permanen
Pemindahan bibit merupakan tahap sensitif dalam cara menanam blewah di pot yang memerlukan kehati-hatian ekstra. Tujuannya adalah agar akar tidak rusak dan bibit tidak mengalami stres.
Bibit blewah siap dipindahkan ke pot permanen saat berusia 5-7 hari atau telah memiliki 2-3 daun sejati. Beberapa referensi juga menyarankan pemindahan ketika bibit berumur 3-4 minggu atau memiliki 4-7 helai daun.
Sebelum menanam, buat lubang tanam di media pot yang sudah disiapkan. Pindahkan bibit beserta gumpalan tanah di sekitar akarnya untuk meminimalkan kerusakan. Tanam 1-2 bibit per pot dan lakukan proses ini pada sore hari untuk menghindari sengatan matahari.
Pemasangan Ajir untuk Penyangga Tanaman Blewah
Blewah adalah tanaman merambat, sehingga memerlukan dukungan berupa ajir atau penyangga untuk tumbuh optimal. Pemasangan ajir yang tepat akan membantu tanaman tumbuh tegak dan buah tidak menyentuh tanah.
Pasang ajir ketika tanaman blewah mencapai ketinggian sekitar 14-20 cm. Ajir dapat dibuat dari bambu, kayu, atau kawat yang kokoh. Jaga jarak ajir sekitar 4-11 cm dari pangkal tanaman untuk menghindari kerusakan akar.
Keterlambatan dalam pemasangan ajir dapat berisiko merusak sistem perakaran tanaman. Setelah tanaman cukup tinggi, ikat batang blewah secara longgar ke ajir menggunakan tali rafia di beberapa titik. Ini akan menopang pertumbuhan tanaman secara vertikal.
Perawatan Rutin Tanaman Blewah di Pot
Perawatan rutin adalah kunci untuk memastikan tanaman blewah tumbuh subur dan menghasilkan buah berkualitas. Aspek perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama penyakit.
- Penyiraman: Siram tanaman secara teratur, terutama saat fase pembungaan dan pembuahan. Jika media tanam kering, siram dua kali sehari (pagi dan sore). Hindari penyiraman di siang hari karena dapat menyebabkan kelayuan.
- Pemupukan: Berikan pupuk organik cair atau NPK secara berkala. Pemupukan awal penting saat tanaman mulai berbunga, sekitar 30 Hari Setelah Tanam (HST). Pemupukan susulan pertama dapat dilakukan saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam.
- Pemangkasan: Pangkas tunas air yang tidak produktif agar nutrisi terfokus pada pembentukan buah. Pemangkasan ranting yang tidak diperlukan juga mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat.
- Pengendalian Hama dan Penyakit: Tanaman blewah rentan terhadap hama seperti kutu daun, tungau, kutu kebul, ulat grayak, dan lalat buah. Penyakit yang sering menyerang meliputi rebah kecambah, layu bakteri, dan busuk daun. Gunakan insektisida, akarisida, atau fungisida hanya jika diperlukan dan sesuai dosis anjuran.
Penentuan Waktu Panen Blewah yang Tepat
Penentuan waktu panen yang tepat sangat krusial untuk mendapatkan buah blewah dengan kualitas terbaik. Kualitas rasa dan tekstur sangat dipengaruhi oleh kematangan buah saat dipanen.
Blewah umumnya dapat dipanen dalam 60-80 hari setelah tanam (HST). Namun, waktu ini dapat bervariasi tergantung varietas, dengan beberapa jenis siap panen lebih cepat, sekitar 45-55 hari, sementara yang lain membutuhkan hingga 80 hari.
Ada beberapa ciri-ciri blewah siap panen yang perlu diperhatikan. Ini termasuk perubahan warna kulit menjadi kuning kecoklatan, aroma harum yang kuat tercium, dan tangkai buah yang mulai mengering atau terlepas secara alami dari batangnya. Memahami ciri ini adalah bagian penting dari cara menanam blewah di pot yang sukses.
Dengan panduan lengkap cara menanam blewah di pot halaman rumah ini, Anda kini memiliki semua informasi yang dibutuhkan untuk memulai kebun blewah mini Anda sendiri. Rasakan kepuasan memanen buah segar hasil jerih payah Anda. Jangan ragu untuk mencoba dan bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.
FAQ
Q: Apakah blewah bisa tumbuh di pot kecil?
A: Tidak disarankan. Untuk cara menanam blewah di pot halaman rumah yang optimal, gunakan pot berdiameter minimal 40-50 cm dengan kedalaman sekitar 40 cm agar akar dapat berkembang maksimal dan tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup.
Q: Berapa lama benih blewah berkecambah?
A: Benih blewah umumnya akan berkecambah dalam waktu 4-9 hari setelah semai. Namun, beberapa sumber menyebutkan 7-10 hari. Waktu ini dapat bervariasi tergantung kualitas benih dan kondisi lingkungan.
Q: Apakah blewah harus terkena sinar matahari penuh?
A: Ya. Blewah sangat menyukai sinar matahari secara langsung dan membutuhkan paparan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam per hari untuk tumbuh optimal.
Q: Bagaimana cara menyiram blewah yang benar?
A: Siram tanaman blewah secara teratur, terutama saat fase pembungaan dan pembuahan. Jika media tanam cenderung kering, siram 2 kali sehari (pagi dan sore). Hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan tanah menjadi becek dan busuk akar. Jangan menyiram di siang hari.
Q: Apa hama yang sering menyerang blewah di pot?
A: Hama yang sering menyerang tanaman blewah antara lain kutu daun (aphids), tungau, kutu kebul, ulat grayak, dan lalat buah. Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida atau akarisida jika diperlukan.

7 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448629/original/045278600_1766035052-Gelang_Rantai_Tipis_Klasik__Pilihan_Abadi_yang_Elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572282/original/048760100_1777785640-ide_ternak_hewan_kecil_tanpa_bau_untuk_ibu-ibu_komplek_perumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567592/original/043461700_1777290860-photo_6302915063400042167_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572269/original/053408000_1777785138-model_rumah_kayu_modal_Rp_50_juta_dengan_halaman_mini_di_desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570185/original/054087800_1777517651-Kebun_Kolektif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3075657/original/090629400_1584082568-shutterstock_613032584.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406767/original/073611600_1762596719-runtukahu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572250/original/049928300_1777783823-Gemini_Generated_Image_kvrvj3kvrvj3kvrv.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515887/original/090122300_1772204204-ramos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572234/original/027431600_1777782675-MILOMIR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572196/original/098823600_1777779559-contoh_rumah_kecil_ukuran_5x6_meter_bisa_2_kamar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572235/original/027948300_1777782766-Gemini_Generated_Image_lpuc88lpuc88lpuc.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572219/original/088549200_1777780920-Gemini_Generated_Image_a1qg6ma1qg6ma1qg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2975865/original/006972500_1574525709-11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528328/original/003485100_1773279504-greenhouse_buah_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312034/original/057920500_1754902026-Persija_Jakarta_vs_Persita_Tangerang-36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352287/original/006591800_1758095186-Gemini_Generated_Image_ve36bove36bove36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5570460/original/093958800_1777526886-1000115261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3374310/original/020543000_1613020441-WhatsApp_Image_2021-02-11_at_08.17.06__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570100/original/077432700_1777514010-Gemini_Generated_Image_tl1xiytl1xiytl1x.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5462350/original/069630300_1767550955-20260104_222549.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)