Cara Menanam Daun Kari di Pot Kecil agar Rimbun, Ikuti 7 Langkah Panen Melimpah

4 hours ago 4

Berita ini membuatmu penasaran?

Apakah daun kari bisa ditanam di pot kecil sepanjang hidupnya?Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga daun kari siap panen?Mengapa daun kari saya tumbuh tinggi kurus tidak bercabang?

Baca artikel ini 6x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Daun kari, atau yang juga dikenal sebagai salam koja, adalah rempah aromatik yang memiliki aroma wangi khas, sering digunakan sebagai bumbu masakan dan memiliki beragam khasiat. Namun, ketersediaannya di pasar seringkali terbatas, membuat banyak orang kesulitan mendapatkannya.

Upaya menanam daun kari melalui stek batang atau biji seringkali memakan waktu lama dan memiliki tingkat keberhasilan yang rendah. Perkecambahan dari biji juga tidak selalu mudah dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Oleh karena itu, solusi efektif untuk mendapatkan tanaman daun kari yang rimbun dan subur adalah dengan menerapkan cara menanam daun kari di pot kecil agar rimbun menggunakan metode anakan akar. Metode ini menawarkan tingkat keberhasilan tinggi, memungkinkan Anda panen melimpah di lahan sempit seperti teras rumah. Jadi, simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (21/5/2026).

1. Pilih Bibit dari Anakan Akar

Metode paling efektif untuk menanam daun kari adalah menggunakan anakan yang tumbuh dari akar induk tanaman dewasa. Tanaman daun kari yang sudah berumur lebih dari satu tahun atau dewasa cenderung menghasilkan anakan pada bagian akarnya.

Anakan yang siap tanam memiliki akar sendiri yang menempel pada akar induknya. Sangat penting untuk tidak mencabut anakan secara paksa, sebab jika ditanam tanpa akar induknya, kemungkinan besar anakan tersebut akan mati.

Berbeda dengan stek batang atau biji yang memakan waktu dan belum tentu berhasil, anakan akar menawarkan peluang sukses lebih tinggi. Perkecambahan biji daun kari membutuhkan waktu 7-10 hari dan pertumbuhan awal yang lambat.

Untuk memisahkan anakan, gali tanah di sekitarnya, lalu potong sambungan akar dengan pisau atau cutter. Angkat anakan beserta akarnya secara hati-hati agar tidak rusak.

2. Siapkan Media Tanam yang Porous dan Subur

Media tanam yang ideal untuk daun kari harus bersifat porous, artinya mudah menyerap air tanpa menyebabkan genangan, serta subur. Daun kari tidak menyukai genangan air, sehingga media yang terlalu padat dapat memicu busuk akar.

Komposisi media tanam yang disarankan adalah campuran tanah, pupuk kandang, dan sedikit pasir atau arang sekam untuk meningkatkan porositasnya. Tanaman daun kari juga dikenal tahan terhadap kondisi tanah kering dan tidak memerlukan banyak air.

Anda dapat menggunakan campuran media tanam siap pakai seperti sekam bakar, tanah, dan kompos. Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik untuk mendukung pertumbuhan akar yang sehat.

3. Pilih Pot Kecil yang Tepat

Untuk anakan daun kari yang baru ditanam, pot berukuran sedang sudah cukup memadai sebagai permulaan. Meskipun pot kecil dapat digunakan, pemindahan ke pot yang lebih besar disarankan saat tanaman mulai tumbuh dewasa agar pertumbuhannya optimal.

Pot yang terlalu besar pada tahap awal dapat membuat media tanam tetap basah terlalu lama, kondisi ini kurang baik bagi perkembangan akar. Anda bisa menggunakan pot plastik, terakota, atau bahkan galon bekas yang sudah dilubangi bagian bawahnya untuk drainase.

Setelah anakan tumbuh besar, biasanya setelah 6–12 bulan, pindahkan ke pot yang lebih besar. Hal ini akan memberikan ruang yang cukup bagi akar untuk berkembang dan mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal.

4. Tanam Anakan dengan Hati-hati

Proses penanaman anakan daun kari dimulai dengan mengisi pot hingga sekitar ¾ bagian dengan media tanam yang telah disiapkan. Pastikan media tanam sudah tercampur rata dan siap digunakan.

Selanjutnya, buat lubang tanam di tengah media, sesuaikan ukurannya dengan ukuran akar anakan. Masukkan anakan daun kari ke dalam lubang tanam, pastikan seluruh akarnya utuh dan tidak ada yang terpotong.

Tutup kembali dengan media tanam hingga pangkal batang anakan, lalu tekan perlahan agar anakan berdiri kokoh dan tidak mudah roboh. Setelah itu, siram secukupnya hingga media tanam lembap, tetapi hindari kondisi becek.

Penting untuk diingat, jika anakan dicabut paksa tanpa akar dari induknya, kemungkinan besar akan mati. Pastikan anakan yang Anda tanam sudah memiliki akar sendiri yang kuat untuk bertahan hidup.

5. Letakkan di Tempat Teduh Selama 1 Minggu

Setelah proses penanaman selesai, letakkan pot daun kari di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung selama satu minggu. Langkah ini bertujuan membantu tanaman beradaptasi dengan lingkungan serta media tanam barunya.

Penempatan di tempat teduh juga berfungsi mencegah stres pada tanaman muda yang baru dipindahkan. Adaptasi yang baik akan mendukung pertumbuhan awal yang lebih stabil.

Setelah 5–7 hari, pot dapat dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari. Daun kari dapat tumbuh subur baik di tempat yang terkena sinar matahari penuh maupun di tempat yang teduh, bahkan hanya dengan lima jam sinar matahari sehari.

6. Rawat dengan Penyiraman & Pemupukan Rutin

Penyiraman daun kari sebaiknya dilakukan setiap hari, satu hingga dua kali sehari pada pagi dan sore, disesuaikan dengan kondisi cuaca. Penting untuk menjaga media tanam tetap lembap, namun hindari kondisi becek karena daun kari tidak menyukai kelebihan air.

Untuk pemupukan, cukup tambahkan sedikit pupuk kompos atau pupuk kandang setiap tiga bulan sekali. Anda juga bisa memanfaatkan kompos limbah dapur yang dibuat sendiri sebagai nutrisi tambahan.

Daun kari tidak memerlukan pupuk mahal dan dapat tumbuh subur bahkan tanpa pemupukan intensif. Namun, pemupukan teratur dengan kompos akan sangat mendukung pertumbuhan yang lebih optimal dan rimbun.

7. Pangkas Pucuk Agar Rimbun Bercabang

Pemangkasan adalah teknik krusial agar tanaman daun kari Anda tumbuh rimbun dan menghasilkan banyak cabang. Tanaman yang tidak dipangkas cenderung tumbuh tinggi menjulur dengan sedikit percabangan.

Setelah tanaman berumur sekitar satu tahun, pangkas pucuk batang utama untuk memicu pertumbuhan dua cabang baru di sisi kiri dan kanan. Ini adalah langkah awal untuk membentuk struktur tanaman yang lebih padat.

Setelah cabang baru tumbuh, pangkas kembali pucuk setiap cabang tersebut. Proses ini akan membuat tanaman bercabang menjadi empat, delapan, dan seterusnya, menciptakan efek rimbun yang diinginkan.

Dengan pemangkasan rutin, tanaman akan semakin rimbun dan menghasilkan daun yang melimpah. Untuk panen, petik daun paling bawah (daun tua) saat Anda membutuhkan, karena memetik daun secara teratur juga merangsang pertumbuhan daun baru.

Pertanyaan Seputar Menanam Daun Kari

Q: Apakah daun kari bisa ditanam di pot kecil sepanjang hidupnya?

A: Daun kari bisa ditanam di pot kecil, bahkan pot kecil pun boleh digunakan. Namun, jika tanaman sudah besar, sebaiknya dipindahkan ke pot yang lebih besar agar pertumbuhannya optimal.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga daun kari siap panen?

A: Jika menanam dari anakan akar, daun kari dapat mulai dipanen setelah tanaman cukup dewasa dan rimbun, biasanya setelah beberapa bulan pertumbuhan yang stabil. Untuk memanen, petik daun paling bawah saat akan memasak. Panen lebih awal dan sesering mungkin dapat membuat tanaman menghasilkan daun yang lebih banyak.

Q: Mengapa daun kari saya tumbuh tinggi kurus tidak bercabang?

A: Tanaman daun kari yang tumbuh tinggi dan kurus tanpa banyak cabang biasanya disebabkan karena tidak pernah dipangkas pucuknya. Pemangkasan pucuk, terutama setelah tanaman berumur sekitar satu tahun, akan memicu pertumbuhan cabang baru dan membuat tanaman menjadi rimbun.

Q: Apakah daun kari butuh sinar matahari penuh?

A: Tidak harus. Daun kari dapat diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari penuh maupun di tempat yang teduh. Tanaman daun kari bahkan dapat tumbuh subur meskipun hanya mendapatkan sinar matahari sekitar lima jam dalam sehari.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|