Cara Ternak Kroto di Toples untuk Pemula Rumahan, 7 Langkah Praktis dan Menguntungkan

3 hours ago 3

Berita ini membuatmu penasaran?

Apakah ternak kroto di toples cocok untuk pemula yang tidak punya pengalaman?Berapa lama kroto bisa dipanen pertama kali?Bagaimana cara mencegah semut kabur dari toples?

Baca artikel ini 6x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Kroto, yang merupakan telur dan larva semut rangrang, telah lama dikenal sebagai pakan berkualitas tinggi bagi burung kicau peliharaan dan umpan andalan bagi para pemancing. Kandungan protein dan asam amino yang tinggi menjadikan kroto sangat diminati di pasaran. Potensi ekonomi dari budidaya kroto sangat menjanjikan. Tak heran jika banyak orang yang saat ini mulai mencari informasi mengenai cara ternak kroto di rumah.

Harga kroto di toko burung atau peternakan bisa mencapai Rp100.000 hingga Rp200.000 per kilogram, bahkan ada yang mencapai Rp450.000 per kilogram tergantung kualitas dan lokasi.

Banyak orang mungkin mengira bahwa beternak kroto itu sulit dan membutuhkan lahan yang luas. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Artikel ini akan membahas secara tuntas cara ternak kroto di toples untuk pemula rumahan yang sangat praktis, hemat tempat, dan dapat menghasilkan panen maksimal dengan media sederhana serta perawatan yang mudah. Simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (21/5/2026).

Persiapan Alat dan Bahan Budidaya Kroto

Sebelum memulai budidaya kroto, langkah pertama adalah menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan. Persiapan yang matang akan mendukung keberhasilan ternak kroto Anda. Cukup siapkan toples bekas, rak, bibit koloni semut, dan pakan berprotein.

Berikut adalah daftar alat dan bahan yang dibutuhkan untuk memulai cara ternak kroto di toples untuk pemula rumahan:

  • Toples plastik bekas: Gunakan toples plastik bekas ukuran sedang, seperti toples sosis atau kue. Toples ini berfungsi sebagai pengganti sarang asli semut rangrang.
  • Rak kayu/bambu: Buat rak bersusun dari kayu atau bambu untuk meletakkan toples. Bentuk rak bisa disesuaikan dengan lahan yang tersedia.
  • Nampan atau mangkok kecil: Digunakan untuk diletakkan di setiap kaki rak dan diisi air sebagai penghalang semut agar tidak kabur.
  • Kain kasa / kapas: Digunakan untuk menutup lubang ventilasi pada toples agar semut tidak keluar.
  • Dedaunan kering / kertas tisu: Berfungsi sebagai media sarang buatan di dalam toples.
  • Bibit koloni semut rangrang: Bibit dapat dibeli dari peternak lain atau dicari di alam bebas.

Membuat Kandang Toples yang Ideal

Pembuatan kandang toples yang aman dan nyaman bagi semut rangrang adalah kunci keberhasilan budidaya. Proses ini memastikan semut memiliki lingkungan yang kondusif untuk bersarang dan berkembang biak.

Pertama, lubangi toples di bagian bawah atau samping dengan diameter sekitar 5–7 cm untuk memastikan sirkulasi udara yang baik. Setelah itu, tutup kembali lubang tadi dengan kapas atau kain kasa agar udara tetap masuk sebagai ventilasi, namun semut tidak dapat keluar dari toples.

Selanjutnya, isi toples dengan dedaunan kering, potongan sarang lama, atau sarang buatan dari kertas tisu/koran. Media ini akan menjadi tempat semut bersarang dan bertelur.

Terakhir, susun toples di atas rak kayu atau bambu yang sudah disiapkan. Pastikan rak stabil dan tidak bersentuhan langsung dengan dinding atau benda lain di sekitarnya untuk mencegah semut kabur atau predator masuk.

Membangun Sistem Anti-Kabur Efektif

Sistem anti-kabur sangat penting dalam cara ternak kroto di toples untuk pemula rumahan untuk menjaga koloni semut tetap berada di area budidaya dan mencegah serangan hama lain. Ini juga membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Letakkan nampan atau mangkok berisi air di setiap kaki rak. Semut rangrang tidak bisa berenang, sehingga air berfungsi sebagai penghalang alami yang sangat efektif agar koloni tidak kabur dari rak.

Sebagai tambahan, jika Anda menggunakan media paralon atau toples besar, Anda bisa mengolesi bagian luar atas media dengan minyak atau vaselin. Lapisan licin ini akan membuat semut kesulitan merayap keluar.

Memilih dan Memasukkan Bibit Koloni Berkualitas

Kualitas bibit koloni sangat menentukan keberhasilan budidaya kroto Anda. Ada dua metode utama untuk mendapatkan bibit: membeli bibit online/peternak atau menangkap sendiri.

Bibit ideal harus terdapat ratu semut, yang merupakan satu-satunya penghasil telur dalam koloni, serta semut pekerja dalam jumlah cukup untuk mengasuh larva dan mencari makan. Pastikan juga ada telur/kroto sebagai tanda koloni produktif.

Untuk memasukkan bibit ke toples, potong botol bibit dengan hati-hati jika dibeli. Letakkan botol atau bibit di dekat toples yang sudah disiapkan dengan media sarang. Setelah bibit dipindahkan, tutup rapat toples selama beberapa hari (sekitar 2–3 hari) agar semut dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Pemberian Pakan Rutin untuk Koloni Kroto

Semut rangrang membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang, terutama protein hewani, untuk dapat menghasilkan kroto berkualitas tinggi. Pakan ini harus diberikan secara rutin untuk menjaga produktivitas koloni.

Pilihan pakan protein meliputi jangkrik, belalang, ulat hongkong, potongan kepala ayam, potongan ikan, atau tulang ayam/sapi. Jika menggunakan tulang, pecahkan hingga sumsumnya keluar. Daging ayam rebus juga bisa diberikan untuk mencegah pembusukan.

Untuk pakan gula/karbohidrat, sediakan kapas basah yang dicelup air gula di wadah kecil sebagai sumber cairan dan karbohidrat. Buah-buahan manis yang sudah busuk juga bisa menjadi sumber karbohidrat.

Berikan pakan setiap hari secukupnya di luar toples, di atas nampan atau wadah kecil. Hal ini akan merangsang semut untuk keluar mencari makan, meningkatkan aktivitas, dan pada akhirnya mendorong produksi telur.

Menjaga Kondisi Lingkungan Optimal

Kondisi lingkungan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan koloni dan memaksimalkan produksi kroto. Lingkungan yang stabil akan mengurangi stres pada semut rangrang.

Simpan rak di ruangan yang lembap, tidak terkena sinar matahari langsung, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Suhu ideal adalah 25–30°C dengan kelembapan 60–80%.

Hindari paparan sinar matahari langsung dan pastikan sirkulasi udara baik, namun hindari area yang terlalu berangin kencang. Jika kondisi terlalu kering, Anda bisa menyemprotkan air tipis-tipis di sekitar rak untuk menjaga kelembapan.

Teknik Panen Kroto yang Tepat

Proses panen adalah momen yang paling ditunggu oleh peternak. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar panen berjalan lancar dan koloni tetap produktif dalam cara ternak kroto di toples untuk pemula rumahan.

Pada awal budidaya, disarankan untuk tidak memanen kroto selama minimal 6 bulan pertama. Hal ini bertujuan agar bibit koloni dapat berkembang biak dan populasi semut menjadi stabil.

Setelah koloni stabil atau sekitar lebih dari 6 bulan, dan populasi semut bertambah, panen rutin dapat dilakukan setiap 15–20 hari sekali. Periode ini sesuai dengan daur hidup telur semut rangrang.

Untuk panen, keluarkan sarang dari toples dengan hati-hati. Pisahkan kroto (telur atau larva berwarna putih) dari sarang dan semut menggunakan alat saringan kawat khusus. Lakukan proses ini secara perlahan dan hati-hati agar semut tidak stres dan koloni tetap produktif. Ciri kroto siap panen adalah sarang akan terlihat penuh dengan butiran putih.

Pertanyaan Seputar Ternak Kroto di Toples

Q: Apakah ternak kroto di toples cocok untuk pemula yang tidak punya pengalaman?

A: Sangat cocok. Metode budidaya kroto di toples ini relatif sederhana dan tidak memerlukan keahlian khusus. Yang terpenting adalah ketelatenan dalam memberi pakan dan menjaga kebersihan lingkungan budidaya.

Q: Berapa lama kroto bisa dipanen pertama kali?

A: Secara teoritis, daur hidup telur semut rangrang adalah 15 hingga 20 hari. Namun, sangat disarankan untuk tidak memanen dalam 6 bulan pertama agar populasi semut dapat berkembang biak dan koloni menjadi stabil. Setelah koloni stabil, panen rutin dapat dilakukan setiap 15–20 hari.

Q: Bagaimana cara mencegah semut kabur dari toples?

A: Ada dua cara utama untuk mencegah semut kabur: letakkan nampan atau mangkok berisi air di setiap kaki rak, karena semut rangrang tidak bisa berenang. Selain itu, olesi bagian luar atas toples atau media budidaya dengan minyak goreng atau vaselin untuk membuat permukaan licin.

Q: Apakah harus ada ratu semut dalam koloni?

A: Ya, keberadaan ratu semut adalah wajib. Ratu semut adalah satu-satunya anggota koloni yang bertugas menghasilkan telur. Tanpa ratu, koloni tidak akan dapat berkembang biak dan menghasilkan kroto.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|