- Berapa kali sebaiknya handuk dicuci dalam seminggu?
- Apakah handuk boleh dicuci dengan pakaian lain?
- Kenapa handuk bisa menyebabkan masalah pada kulit?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Handuk digunakan setiap hari untuk menyerap air setelah mandi atau mencuci wajah, sehingga benda ini sering bersentuhan langsung dengan kulit dalam kondisi lembap. Situasi tersebut membuat handuk mudah menyimpan sisa keringat, minyak tubuh, dan kotoran yang tidak terlihat. Jika tidak dicuci dengan cara yang tepat, handuk dapat menjadi sumber masalah pada kulit.
Banyak orang mencuci handuk dengan cara yang sama seperti pakaian lain tanpa memperhatikan bahan dan fungsinya. Padahal, perlakuan yang kurang tepat dapat membuat serat kain berubah, daya serap menurun, hingga memicu kondisi yang mengganggu kebersihan kulit. Hal ini sering terjadi tanpa disadari karena tampilan handuk masih terlihat layak pakai.
Oleh karena itu, Anda perlu memahami cara mencuci handuk dengan langkah yang benar sebagai salah satu cara untuk menjaga kebersihan sekaligus mencegah gangguan pada kulit. Berikut ini beberapa langkah yang direkomendasikan Liputan6m,agar handuk tetap bersih dan aman digunakan setiap hari, dirangkum, Selasa (24/3).
Periksa Label Pada Handuk dan Pisahkan dari Pakaian Lain Sebelum Dicuci
Langkah awal yang sering diabaikan adalah memeriksa label pada handuk sebelum proses pencucian dimulai, padahal informasi pada label sangat penting, sebagai panduan dasar mengenai suhu air, cara pencucian, serta perlakuan yang perlu dihindari agar serat kain tidak mengalami perubahan selama proses berlangsung. Berikut caranya:
Pertama: Periksa Label
- Posisi label biasanya terletak di bagian tepi handuk untuk mengetahui petunjuk suhu air yang disarankan serta metode pencucian yang sesuai, karena setiap bahan memiliki ketahanan berbeda terhadap panas dan gesekan, sehingga mengikuti petunjuk ini membantu menjaga fungsi handuk tetap optimal setelah dicuci berulang kali.
Kedua: Atur Suhu Air
- Air bisa disesuaikan dengan petunjuk pada label, karena suhu yang terlalu tinggi dapat memengaruhi struktur serat kain, sementara suhu yang terlalu rendah tidak cukup membantu mengangkat kotoran yang menempel, sehingga penggunaan suhu yang tepat menjadi langkah penting dalam menjaga kebersihan sekaligus daya serap handuk.
Ketiga: Pisahkan Handuk
- Setelahnya, Anda bisa langsung memisahkannya dari pakaian lain saat mencuci, karena handuk memiliki serat yang dapat menangkap kotoran dan sisa deterjen dari bahan lain, selain itu mencampur handuk dengan pakaian dapat menyebabkan perpindahan kotoran serta mengurangi efektivitas proses pencucian.
Bilas Sebelum Dicuci
Membilas handuk sebelum dicuci menjadi cara efektif yang membantu mengurangi kotoran awal yang menempel, terutama setelah handuk digunakan untuk menyerap air dari tubuh yang mengandung sisa keringat dan minyak alami. Berikut langkahnya:
Pertama: Bilas Handuk
- Handuk bisa dibilas dengan air mengalir untuk mengangkat kotoran yang masih berada di permukaan kain, karena proses ini membantu mengurangi beban kerja saat pencucian utama dan membuat deterjen bekerja lebih efektif saat digunakan.
Kedua: Fokuskan Pada Bagian Handuk yang Paling Kotor
- fokus pada bagian yang sering bersentuhan dengan tubuh seperti bagian tengah handuk, karena area tersebut cenderung menyimpan lebih banyak sisa minyak dan kotoran, sehingga perlu dibilas secara merata agar tidak tertinggal saat proses pencucian.
Ketiga: Bilas sampai Kotoran Hilang
- Pembilasan awal juga membantu mengurangi keberadaan bakteri yang berkembang dari kondisi lembap, sehingga langkah ini berperan dalam menjaga kebersihan handuk sekaligus mengurangi risiko gangguan pada kulit akibat penggunaan handuk yang tidak bersih.
Jangan Sembarangan Memakai Deterjen
Penggunaan deterjen perlu diperhatikan karena tidak semua jenis deterjen cocok untuk mencuci handuk yang sering digunakan secara langsung pada kulit. Pemilihan yang kurang tepat dapat meninggalkan sisa pada serat kain yang sulit dibilas.
Gunakan deterjen dalam jumlah yang sesuai agar tidak meninggalkan residu pada handuk, karena sisa deterjen yang tertinggal dapat menempel pada serat dan berpindah ke kulit saat digunakan, sehingga dapat memicu gangguan terutama pada area yang sensitif.
Pilih deterjen yang mudah larut dalam air dan tidak menghasilkan banyak busa, karena jenis ini lebih mudah dibilas dan tidak meninggalkan sisa pada kain, sehingga membantu menjaga kebersihan handuk tanpa mengganggu fungsi utamanya sebagai penyerap air.
Jangan Gunakan Pemutih
Penggunaan pemutih sering dianggap sebagai cara untuk menjaga tampilan handuk, namun langkah ini perlu dipertimbangkan karena dapat memengaruhi kondisi serat kain dalam jangka panjang.
Pertama, pemutih dapat merusak struktur serat kain sehingga handuk menjadi kurang mampu menyerap air, karena bahan ini bekerja dengan cara mengubah komposisi pada permukaan kain yang digunakan secara berulang.
Kedua, sisa pemutih yang tidak terbilas sempurna dapat menempel pada handuk dan bersentuhan langsung dengan kulit saat digunakan, sehingga berpotensi memicu gangguan terutama pada kulit yang sering terpapar.
Ketiga, penggunaan pemutih juga dapat menyebabkan perubahan pada permukaan kain yang membuat handuk terasa berbeda saat digunakan, sehingga sebaiknya dihindari dan diganti dengan metode pencucian yang lebih aman.
Terapkan Cara Jemur yang Tepat
Proses penjemuran menjadi tahap penting setelah pencucian karena menentukan kondisi handuk sebelum digunakan kembali, terutama dalam menjaga kebersihan dan mencegah bau yang tidak diinginkan.
Jemur handuk di tempat yang mendapatkan aliran udara dan paparan sinar matahari, karena kondisi tersebut membantu mengeringkan air yang tersisa pada serat kain secara merata dan mencegah kelembapan yang dapat memicu pertumbuhan bakteri.
Hindari menumpuk handuk saat dijemur karena dapat menghambat proses pengeringan, sehingga bagian tertentu tetap lembap lebih lama dan berpotensi menjadi tempat berkembangnya kotoran yang tidak diinginkan.
Pastikan handuk benar-benar kering sebelum digunakan atau disimpan, karena kondisi lembap dapat memengaruhi kebersihan handuk dan meningkatkan risiko gangguan pada kulit saat digunakan kembali.
Setelah Kering Pisahkan Handuk Muka dan Tubuh
Memisahkan handuk berdasarkan fungsi menjadi langkah lanjutan setelah proses pengeringan, karena setiap bagian tubuh memiliki kebutuhan kebersihan yang berbeda dan memerlukan perlakuan yang tidak sama.
Gunakan handuk khusus untuk wajah dan handuk lain untuk tubuh agar tidak terjadi perpindahan kotoran dari area tubuh ke wajah, karena wajah memiliki kondisi kulit yang lebih sensitif dibandingkan bagian tubuh lain.
Pemakaian handuk yang sama untuk wajah dan tubuh dapat meningkatkan risiko perpindahan kotoran yang berasal dari area tubuh yang lebih sering terpapar keringat, sehingga pemisahan ini membantu menjaga kebersihan kulit wajah.
Dengan memisahkan handuk sesuai fungsi, penggunaan menjadi lebih terarah dan membantu menjaga kebersihan secara menyeluruh, sehingga risiko gangguan pada kulit dapat diminimalkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Berapa kali sebaiknya handuk dicuci dalam seminggu?
Handuk sebaiknya dicuci setelah digunakan 3–4 kali untuk menjaga kebersihan dan mencegah penumpukan kotoran.
2. Apakah handuk boleh dicuci dengan pakaian lain?
Sebaiknya tidak, karena handuk dapat menyerap kotoran dari pakaian lain dan mengurangi efektivitas pencucian.
3. Kenapa handuk bisa menyebabkan masalah pada kulit?
Karena handuk dapat menyimpan kotoran, minyak, dan bakteri jika tidak dicuci dengan benar.
4. Apakah perlu menjemur handuk di bawah matahari?
Ya, karena sinar matahari membantu mengeringkan dan menjaga kebersihan handuk.
5. Apakah deterjen cair lebih baik untuk handuk?
Deterjen cair lebih mudah larut sehingga membantu mengurangi sisa pada serat kain.

5 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536488/original/059018600_1774327031-rumah_atap_datar_kombinasi_kanopi_bermotif_kisi-kisi_kayu__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536458/original/026268100_1774325704-Desain_Mini_Food_Forest_dengan_Tanaman_Rambat_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536433/original/055249500_1774325413-Sistem_Dutch_Bucket_untuk_Tomat_dan_Cabai__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536584/original/088765500_1774330825-Bekas_toples_plastik_kue_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536382/original/012317200_1774323744-c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531883/original/096170400_1773636150-Budidaya_Sawo_Manila_Mini__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536503/original/030332500_1774327890-Gambar_Rumah_Elit_Minimalis_Anti_Berisik_dari_Luar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497863/original/093400500_1770692715-Ternak_ayam_petelur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536300/original/004206400_1774319182-Edible_Garden2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536444/original/011558500_1774325635-unnamed-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536355/original/020165900_1774321884-Toples_untuk_wadah_makanan_hewan_peliharaan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536423/original/021810800_1774325171-unnamed__64_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536410/original/064492900_1774324767-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536346/original/034107900_1774321755-Rumah_Sawah1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536315/original/085632500_1774320206-Kanopi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536394/original/059306600_1774323931-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536396/original/062321500_1774323944-cara_membuat_vermikompos_sendiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949354/original/021503700_1726887624-nama-bayi-laki-laki-islam-2-kata-dalam-al-quran-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4572764/original/093350800_1694520142-20230909AB_Indonesia_U23_vs_Chinese_Taipei_U23_49.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536294/original/004623500_1774319022-Gemini_Generated_Image_jzaphnjzaphnjzap.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)