Liputan6.com, Jakarta - Cara pemupukan pohon alpukat menjadi salah satu hal yang paling sering dicari oleh para pekebun maupun penghobi tanaman buah karena pemupukan yang tepat berperan besar dalam mempercepat pembungaan sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman. Banyak pohon alpukat tumbuh subur dengan daun yang lebat, tetapi sulit menghasilkan bunga akibat komposisi pupuk yang kurang seimbang atau waktu pemberiannya tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Cara pemupukan pohon alpukat juga tidak cukup hanya memilih jenis pupuk yang bagus, melainkan harus memperhatikan umur tanaman, kondisi tanah, musim, hingga teknik aplikasi agar unsur hara dapat diserap secara optimal oleh akar. Dengan mengikuti tahapan pemupukan yang benar, peluang pohon alpukat berbunga lebih cepat, mempertahankan bakal buah, serta menghasilkan panen berkualitas akan menjadi jauh lebih besar.
1. Gunakan Pupuk Organik sebagai Dasar Pemupukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4295781/original/024502500_1674106334-pupuk_organik.jpeg)
Perbesar
Pupuk organik menjadi fondasi penting dalam cara pemupukan pohon alpukat karena mampu memperbaiki kondisi tanah sekaligus menyediakan unsur hara secara bertahap. Tanah yang kaya bahan organik memiliki kemampuan lebih baik dalam menyimpan air, menjaga kelembapan, serta mendukung aktivitas mikroorganisme yang membantu akar menyerap nutrisi.
Pupuk kandang yang sudah matang atau kompos sebaiknya diberikan sebanyak 10–30 kilogram per pohon, menyesuaikan umur dan ukuran tajuk tanaman. Aplikasi ideal dilakukan setiap empat hingga enam bulan dengan cara menaburkannya secara merata di bawah area tajuk pohon, kemudian ditutup tanah tipis agar unsur haranya tidak mudah menguap atau hanyut saat hujan.
Agar hasilnya maksimal, perhatikan beberapa hal berikut.
- Gunakan pupuk kandang yang sudah benar-benar matang.
- Sebarkan pupuk mengikuti lebar tajuk pohon.
- Hindari menumpuk pupuk tepat di pangkal batang.
- Lakukan penyiraman setelah pemupukan jika kondisi tanah kering.
2. Berikan Pupuk NPK Seimbang pada Tanaman Muda
Pada fase pertumbuhan vegetatif, pohon alpukat memerlukan nitrogen, fosfor, dan kalium dalam jumlah yang seimbang agar mampu membentuk batang yang kuat, akar sehat, serta percabangan yang optimal. Oleh karena itu, penggunaan NPK 15-15-15 atau 16-16-16 menjadi pilihan yang umum untuk tanaman berumur satu hingga tiga tahun.
Dosis pemupukan perlu disesuaikan dengan umur tanaman agar tidak berlebihan maupun kekurangan nutrisi. Tanaman berumur satu tahun biasanya cukup diberikan 100–200 gram pupuk, sedangkan umur dua hingga tiga tahun dapat memperoleh dosis lebih tinggi sesuai perkembangan ukuran tanaman.
Berikut panduan singkat dosis pemupukan.
- Umur 1 tahun: 100–200 gram.
- Umur 2 tahun: 200–400 gram.
- Umur 3 tahun: 400–600 gram.
Pemupukan dilakukan setiap tiga bulan sekali agar pertumbuhan tetap stabil.
3. Kurangi Nitrogen saat Pohon Mulai Memasuki Masa Produksi
Ketika tanaman mulai dewasa, cara pemupukan pohon alpukat harus disesuaikan agar energi tanaman tidak lagi hanya difokuskan untuk membentuk daun dan tunas baru. Pemberian nitrogen yang terlalu tinggi justru dapat membuat pohon semakin rimbun, tetapi pembungaan menjadi tertunda.
Pada fase ini, unsur fosfor dan kalium sebaiknya lebih ditingkatkan karena keduanya berperan dalam pembentukan bunga, memperkuat batang, serta mempersiapkan tanaman memasuki masa produksi. Penggunaan pupuk NPK dengan kandungan kalium lebih tinggi dapat menjadi pilihan yang efektif.
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kurangi penggunaan pupuk urea.
- Pilih pupuk dengan kandungan kalium lebih tinggi.
- Sesuaikan dosis dengan umur tanaman.
- Jangan memberikan pupuk secara berlebihan dalam satu waktu.
4. Tambahkan Pupuk Fosfor Menjelang Musim Berbunga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313000/original/069998100_1785571820-1ea886b0-79cb-43fb-83b6-fd2cfdcd9b9a.jpg)
Perbesar
Sekitar satu hingga dua bulan sebelum musim berbunga, tanaman alpukat membutuhkan tambahan fosfor agar proses pembentukan bunga berlangsung lebih optimal. Fosfor membantu perkembangan akar sekaligus mendukung pembentukan jaringan reproduktif sehingga peluang munculnya bunga menjadi lebih tinggi.
SP-36 merupakan salah satu sumber fosfor yang banyak digunakan karena kandungannya cukup tinggi dan mudah diaplikasikan. Dosis umum berkisar antara 200–500 gram per pohon, tergantung usia serta ukuran tanaman yang dipelihara.
Supaya pemberian fosfor lebih efektif, lakukan langkah berikut.
- Berikan sebelum pohon memasuki fase berbunga.
- Sebarkan secara merata di bawah tajuk.
- Tutup kembali dengan tanah tipis.
- Lakukan penyiraman apabila tanah sedang kering.
5. Tingkatkan Kalium saat Buah Mulai Terbentuk
Setelah bunga berhasil menjadi bakal buah, kebutuhan kalium meningkat cukup signifikan karena unsur ini membantu pembesaran buah, memperbaiki kualitas daging buah, sekaligus mengurangi risiko kerontokan. Inilah salah satu tahapan penting dalam cara pemupukan pohon alpukat yang sering diabaikan.
Kalium dapat diberikan melalui pupuk KCl atau pupuk majemuk yang memiliki kandungan kalium tinggi dengan dosis sekitar 200–500 gram per pohon. Pemberian dilakukan ketika buah mulai sebesar kelereng agar nutrisi dapat dimanfaatkan secara optimal selama masa pembesaran buah.
Beberapa manfaat utama kalium meliputi:
- Membantu buah tumbuh lebih besar.
- Mengurangi kerontokan buah muda.
- Meningkatkan kualitas rasa.
- Membuat tanaman lebih tahan terhadap cekaman lingkungan.
6. Tambahkan Unsur Hara Mikro Secara Berkala
Selain unsur makro, alpukat juga memerlukan unsur mikro seperti boron, seng, magnesium, dan kalsium dalam jumlah kecil, tetapi memiliki fungsi yang sangat penting terhadap proses pembungaan serta pembentukan buah. Kekurangan salah satu unsur tersebut dapat menyebabkan bunga mudah rontok atau buah berkembang kurang sempurna.
Pupuk daun yang mengandung unsur mikro dapat diaplikasikan setiap satu hingga dua bulan sekali sesuai petunjuk pada kemasan. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar penyerapan berlangsung lebih maksimal dan risiko daun terbakar menjadi lebih rendah.
Peran beberapa unsur mikro antara lain:
- Boron membantu pembentukan bunga.
- Seng mendukung pertumbuhan tunas.
- Magnesium membantu pembentukan klorofil.
- Kalsium memperkuat jaringan tanaman.
7. Terapkan Cara Aplikasi Pupuk yang Benar
Pemilihan pupuk yang tepat tidak akan memberikan hasil maksimal apabila teknik aplikasinya masih keliru. Banyak orang masih menaburkan pupuk tepat di pangkal batang, padahal sebagian besar akar penyerap aktif justru berada di sekitar pinggir tajuk tanaman.
Dalam cara pemupukan pohon alpukat, pupuk sebaiknya diberikan melalui parit melingkar sedalam sekitar 10–15 sentimeter mengikuti proyeksi tajuk pohon. Setelah pupuk ditebar secara merata, tutup kembali dengan tanah agar unsur hara tidak mudah hilang akibat penguapan maupun tercuci air hujan.
Ikuti tahapan berikut agar hasil lebih optimal.
- Buat parit melingkar di bawah tajuk.
- Taburkan pupuk secara merata.
- Tutup kembali dengan tanah.
- Siram secukupnya setelah pemupukan.
8. Ikuti Jadwal Pemupukan Pohon Alpukat yang Konsisten
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557116/original/062571400_1776318735-Gemini_Generated_Image_5fzy8t5fzy8t5fzy.jpeg)
Perbesar
Keberhasilan cara pemupukan pohon alpukat tidak hanya bergantung pada jenis pupuk, tetapi juga konsistensi waktu pemberiannya sepanjang tahun. Jadwal yang teratur membantu tanaman memperoleh nutrisi sesuai fase pertumbuhan sehingga proses pembungaan dan pembuahan berlangsung lebih stabil.
Pohon yang telah memasuki usia produktif umumnya memerlukan kombinasi pupuk organik, NPK, fosfor, dan kalium dalam waktu yang berbeda-beda. Dengan mengikuti jadwal yang tepat, tanaman tidak mengalami kekurangan nutrisi pada fase penting seperti pembentukan bunga maupun pembesaran buah.
Contoh jadwal pemupukan yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut.
- Awal musim hujan: 20–30 kg pupuk kandang dan sekitar 500 gram NPK.
- Satu hingga dua bulan sebelum berbunga: 300 gram SP-36.
- Saat bunga mulai muncul: 300 gram pupuk tinggi kalium.
- Saat buah sebesar kelereng: tambahkan kembali pupuk tinggi kalium serta unsur mikro bila diperlukan.
9. Lengkapi Pemupukan dengan Perawatan Pendukung
Meskipun cara pemupukan pohon alpukat menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas, keberhasilannya tetap dipengaruhi oleh perawatan lain seperti penyiraman, pemangkasan, serta pengendalian hama dan penyakit. Tanaman yang sehat akan mampu memanfaatkan unsur hara secara lebih efisien dibandingkan tanaman yang mengalami stres.
Selain itu, penggunaan bibit hasil sambung pucuk atau okulasi juga dapat mempercepat masa berbuah dibandingkan bibit yang berasal dari biji. Pohon hasil perbanyakan vegetatif umumnya mulai menghasilkan buah dalam waktu tiga hingga lima tahun apabila mendapatkan perawatan yang baik.
Beberapa perawatan pendukung yang perlu dilakukan yaitu:
- Pastikan tanaman memperoleh sinar matahari 6–8 jam per hari.
- Lakukan pemangkasan cabang yang terlalu rapat.
- Hindari penyiraman berlebihan menjelang pembungaan.
- Kendalikan hama dan penyakit sejak gejala awal muncul.
- Bersihkan gulma di sekitar area perakaran agar nutrisi tidak berebut dengan tanaman liar.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Pemupukan Pohon Alpukat
1. Berapa kali pohon alpukat perlu dipupuk dalam setahun?
Umumnya pupuk diberikan setiap 3–4 bulan, sedangkan pupuk organik dapat diberikan setiap 4–6 bulan.
2. Apakah pupuk kandang saja cukup untuk mempercepat buah?
Belum tentu. Pupuk kandang sebaiknya dikombinasikan dengan pupuk NPK, fosfor, kalium, dan unsur mikro.
3. Kapan waktu terbaik memberi pupuk pada pohon alpukat?
Pagi atau sore hari dengan kondisi tanah cukup lembap agar penyerapan nutrisi lebih optimal.
4. Mengapa pohon alpukat subur tetapi belum berbuah?
Biasanya disebabkan kelebihan nitrogen, usia tanaman belum cukup, kurang sinar matahari, atau teknik pemupukan yang kurang tepat.
5. Apakah pupuk kalium penting untuk alpukat yang sedang berbuah?
Ya. Kalium membantu mengurangi kerontokan buah, meningkatkan ukuran buah, serta memperbaiki kualitas hasil panen.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318540/original/080748500_1786102453-39342.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318256/original/080740800_1786090172-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318553/original/028722300_1786103567-20044.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318473/original/006653200_1786098013-b383c78d-941e-4ae5-a8dc-0ecfedae951a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318552/original/079156900_1786103547-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318416/original/024343900_1786095463-ccccc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318435/original/033695400_1786096278-d33a1907-0ae8-4983-bd03-536f93cb9d79.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307675/original/048607300_1785055423-IMG-20260726-WA0033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538052/original/062763800_1774499658-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318496/original/042499400_1786099558-e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318399/original/013212200_1786094877-c5a75e7f-8095-4fa3-b52e-40667387c6db.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303576/original/044176900_1784648577-ChatGPT_Image_Jul_21__2026__10_42_37_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318374/original/009601500_1786093894-41744f27-a150-434b-8566-1ae28ff5b272.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165735/original/038221900_1742194452-Buah_Alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318327/original/074074500_1786091960-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318285/original/048933800_1786090875-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4947695/original/031236500_1726722294-pexels-claud-lina-1891016-3523107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318382/original/033453500_1786094286-Gemini_Generated_Image_nvznmonvznmonvzn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318450/original/004728400_1786096721-1000953016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539952/original/084695600_1774670964-Rumah_Atap_Mansard_Minimalis__Cocok_untuk_Pasangan_yang_Baru_Menikah.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531939/original/016980900_1773637517-asian-child-girl-play-painting-with-happiness-joyful.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)