Cara Simpan Telur yang Benar, Jaga Kualitas dan Keamanan Pangan di Rumah

10 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Telur merupakan salah satu bahan makanan pokok yang hampir selalu tersedia di setiap rumah tangga, menjadi sumber protein penting yang serbaguna. Memahami cara simpan telur yang benar adalah kunci utama untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan di rumah. Penyimpanan yang tepat tidak hanya mencegah telur cepat busuk, tetapi juga mengurangi risiko kontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella.

Banyak orang mungkin menganggap cara simpan telur itu sederhana, namun ada teknik khusus yang perlu diperhatikan agar kesegaran dan nilai gizi telur tetap terjaga maksimal. Dengan menerapkan metode penyimpanan yang efektif, Anda bisa memperpanjang umur simpan telur hingga 3-5 minggu tanpa mengurangi kesegaran dan kandungan nutrisinya. Ini tentu sangat membantu dalam menghemat pengeluaran rumah tangga.

Berikut ini telah Liputan6 ulas berbagai metode cara simpan telur berdasarkan praktik terbaik dan informasi yang terbukti efektif, pada Kamis (12/2). Mulai dari penyimpanan di dalam kulkas hingga alternatif tanpa pendingin, setiap metode akan dijelaskan secara rinci.

Hindari Mencuci Telur Sebelum Disimpan

Mencuci telur sebelum disimpan adalah kesalahan umum yang sering dilakukan, terutama jika terdapat kotoran pada cangkangnya. Namun, praktik ini justru dapat merusak sistem perlindungan alami telur dan meningkatkan potensi kontaminasi bakteri berbahaya. Penting untuk memahami mengapa langkah ini sebaiknya dihindari demi menjaga kualitas telur.

Telur segar memiliki lapisan pelindung alami yang disebut kutikula atau bloom. Lapisan tipis ini berfungsi sebagai penghalang utama yang mencegah bakteri masuk ke dalam telur melalui pori-pori mikroskopis pada cangkang. Ketika telur dicuci, terutama dengan air yang lebih dingin dari suhu telur, lapisan pelindung ini dapat rusak atau bahkan hilang sepenuhnya. Hilangnya bloom membuat pori-pori cangkang terbuka, memungkinkan bakteri, termasuk Salmonella, untuk menembus masuk ke dalam isi telur dengan lebih mudah.

Selain itu, perbedaan suhu antara telur dan air saat pencucian dapat menyebabkan bakteri "terhisap" masuk ke dalam telur. Kelembapan dari air pencucian juga dapat menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme pada permukaan cangkang. Oleh karena itu, telur sebaiknya disimpan dalam kondisi kering dan bersih, serta hanya dicuci sesaat sebelum dimasak atau diolah untuk konsumsi. Ini adalah salah satu aspek penting dalam cara simpan telur yang benar.

Langkah Pembersihan Telur yang Tepat:

  • Periksa telur secara visual untuk melihat adanya kotoran kering atau noda.
  • Gunakan tisu kering atau kain bersih untuk mengelap kotoran secara perlahan dari permukaan cangkang.
  • Untuk kotoran yang membandel, gunakan benda yang sedikit abrasif seperti spons kering dengan gerakan lembut, tanpa air.
  • Hindari penggunaan air atau cairan pembersih apapun pada telur sebelum proses penyimpanan.
  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum menangani telur untuk menghindari transfer bakteri.
  • Simpan telur yang sudah dibersihkan dengan metode kering ini segera di tempat penyimpanan yang sesuai.

Teknik Posisi Penyimpanan Telur yang Optimal

Posisi telur saat disimpan memiliki dampak signifikan terhadap kualitas dan daya tahannya. Orientasi yang benar dapat membantu mempertahankan struktur internal telur dan mencegah kerusakan dini. Memahami posisi terbaik adalah bagian penting dari cara simpan telur yang efektif.

Setiap telur memiliki kantong udara yang terletak di bagian tumpul atau ujung yang lebih besar. Kantong udara ini berfungsi sebagai ruang ekspansi alami di dalam telur. Ketika telur disimpan dengan ujung runcing menghadap ke bawah, kantong udara akan tetap berada di posisi atas. Posisi ini membantu menjaga kuning telur tetap berada di tengah, dikelilingi oleh putih telur yang berfungsi sebagai bantalan alami. Gravitasi akan membantu menjaga kuning telur tetap di posisinya, mengurangi tekanan pada membran internal telur, dan menjaga struktur telur tetap stabil lebih lama.

Jika kantong udara berada di bawah, isi telur dapat menekan kantong udara dan berpotensi merusak kualitas telur lebih cepat. Oleh karena itu, selalu pastikan ujung runcing telur menghadap ke bawah saat disimpan. Ini adalah praktik sederhana namun sangat efektif untuk memperpanjang masa simpan telur.

Langkah Penentuan Posisi Telur yang Benar:

  • Identifikasi ujung runcing dan ujung tumpul pada setiap telur yang akan disimpan.
  • Letakkan telur dengan posisi ujung runcing menghadap ke bawah dalam wadah penyimpanan.
  • Pastikan ujung tumpul (bagian yang lebih besar) berada di posisi atas.
  • Gunakan rak telur atau karton telur asli untuk menjaga posisi setiap telur tetap stabil.
  • Hindari membalik-balik atau mengubah posisi telur setelah disimpan untuk menjaga stabilitas internal.
  • Periksa posisi secara berkala jika Anda menggunakan wadah penyimpanan yang tidak memiliki sekat khusus.

Pemilihan Lokasi Penyimpanan Telur yang Tepat di Kulkas

Lokasi penyimpanan telur di dalam kulkas sangat memengaruhi stabilitas suhu dan kelembapan yang diterima telur. Memilih tempat yang salah dapat mempercepat kerusakan telur meskipun sudah disimpan dalam pendingin. Ini adalah faktor krusial dalam cara simpan telur yang optimal.

Rak telur yang sering tersedia di pintu kulkas memang terlihat praktis dan mudah dijangkau. Namun, area ini bukanlah tempat yang ideal untuk menyimpan telur. Pintu kulkas mengalami fluktuasi suhu yang drastis setiap kali dibuka dan ditutup. Perubahan suhu yang konstan ini dapat merusak struktur internal telur dan mempercepat proses pembusukan, mempersingkat masa simpannya.

Sebaliknya, bagian dalam kulkas, khususnya rak tengah atau rak bawah, memiliki suhu yang paling dingin dan stabil karena terlindungi dari udara luar yang masuk saat pintu dibuka. Suhu ideal untuk penyimpanan telur di kulkas adalah 4°C atau lebih rendah. Suhu yang konsisten ini sangat membantu memperlambat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan menjaga kualitas telur lebih lama. Untuk itu, selalu prioritaskan area paling stabil di kulkas Anda.

Langkah Penempatan Telur yang Benar di Kulkas:

  • Identifikasi area dengan suhu paling stabil di dalam kulkas, biasanya adalah rak tengah atau bagian belakang.
  • Hindari menempatkan telur di rak pintu kulkas yang sering terpapar perubahan suhu.
  • Pastikan telur tidak terkena aliran udara langsung dari sistem pendingin kulkas.
  • Tempatkan telur di area yang mudah dijangkau namun tidak sering terganggu atau dipindahkan.
  • Gunakan wadah tertutup atau karton asli telur untuk melindungi dari fluktuasi suhu dan menyerap bau.
  • Jaga jarak telur dengan freezer untuk menghindari suhu yang terlalu dingin hingga membeku.

Isolasi Telur dari Bahan Makanan Beraroma Kuat

Cangkang telur bersifat berpori, sehingga sangat mudah menyerap aroma dari lingkungan sekitarnya. Kontaminasi aroma ini dapat mengubah rasa telur secara signifikan dan memengaruhi kualitas masakan yang dibuat. Oleh karena itu, isolasi adalah bagian penting dari cara simpan telur.

Cangkang telur memiliki ribuan pori mikroskopis yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara interior telur dan lingkungan luar. Meskipun penting untuk menjaga keseimbangan kelembapan, pori-pori ini juga memungkinkan molekul aroma dari makanan lain masuk ke dalam telur dan mengontaminasi rasanya. Bahan makanan dengan aroma tajam seperti bawang, bawang putih, keju kuat, terasi, atau durian dapat dengan mudah meresap ke dalam telur.

Proses penyerapan aroma ini terjadi secara perlahan, dan setelah beberapa waktu, telur dapat memiliki rasa yang tidak diinginkan, bahkan saat dimasak. Menggunakan karton asli telur atau wadah tertutup rapat dapat membantu melindungi rasa telur dari aroma makanan lain yang mungkin terserap. Ini adalah praktik sederhana yang menjaga integritas rasa telur Anda.

Langkah Isolasi Telur yang Efektif:

  • Identifikasi makanan beraroma kuat di kulkas seperti terasi, durian, bawang, atau keju.
  • Pastikan ada jarak yang cukup antara telur dan sumber aroma tersebut.
  • Gunakan wadah tertutup rapat untuk menyimpan semua makanan beraroma tajam.
  • Pertahankan penggunaan karton telur asli sebagai penghalang tambahan terhadap bau.
  • Hindari menyimpan telur di rak yang sama atau berdekatan dengan makanan fermentasi.
  • Lakukan rotasi posisi secara berkala jika ruang kulkas terbatas untuk meminimalkan paparan.

Alternatif Penyimpanan Telur Tanpa Kulkas

Dalam beberapa situasi, penyimpanan telur di kulkas mungkin tidak memungkinkan atau tidak diperlukan, terutama jika telur akan segera digunakan. Metode penyimpanan tradisional dapat membantu mempertahankan kualitas telur dalam jangka waktu terbatas. Ini adalah salah satu cara simpan telur yang perlu diketahui.

Penyimpanan telur pada suhu ruang memerlukan lingkungan yang stabil dengan kelembapan terkontrol dan perlindungan dari fluktuasi suhu eksternal. Beras atau pasir kering dapat berfungsi sebagai medium penyimpanan yang efektif karena kemampuannya menyerap kelembapan berlebih dan menyediakan insulasi termal alami. Media seperti beras memiliki kemampuan higroskopis yang dapat menyerap uap air, mencegah kondensasi yang dapat memicu pertumbuhan jamur pada cangkang telur.

Selain itu, butiran beras menciptakan lapisan udara kecil di sekitar telur yang berfungsi sebagai insulasi, memperlambat perubahan suhu, dan menjaga kondisi mikro yang stabil. Telur yang disimpan di suhu ruang dengan metode ini dapat bertahan sekitar 7-10 hari, sedangkan di kulkas bisa mencapai 3-5 minggu. Pilih metode ini jika Anda tidak memiliki kulkas atau ingin menghemat ruang.

Langkah Penyimpanan Telur Tanpa Kulkas:

  • Pilih wadah yang bersih dan kering dengan ukuran yang cukup untuk menampung telur.
  • Isi wadah dengan beras kering atau pasir bersih hingga sepertiga bagian dari tinggi wadah.
  • Letakkan telur dengan posisi ujung runcing ke bawah di atas media beras atau pasir.
  • Tutup telur dengan lapisan beras atau pasir hingga telur tertutup sempurna.
  • Pastikan wadah memiliki sirkulasi udara yang baik namun terlindung dari serangga atau hama.
  • Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung atau sumber panas.
  • Periksa kondisi telur secara berkala dan usahakan untuk menggunakan telur dalam 1-2 minggu.

Metode Sederhana Menguji Kesegaran Telur

Mengetahui tingkat kesegaran telur sebelum digunakan adalah keterampilan penting untuk menjaga keamanan pangan di dapur Anda. Uji apung adalah metode sederhana namun akurat untuk menilai kondisi telur. Ini adalah bagian integral dari cara simpan telur yang aman.

Seiring bertambahnya usia telur, terjadi perubahan fisik di dalam strukturnya. Telur segar memiliki kantong udara yang sangat kecil dan putih telur yang masih kental, sehingga kepadatan keseluruhan telur masih tinggi. Ketika telur mulai menua, air dalam putih telur menguap perlahan melalui pori-pori cangkang, menyebabkan kantong udara membesar dan kepadatan telur menurun. Perubahan ini menjadi dasar uji apung.

Prinsip uji apung didasarkan pada hukum Archimedes. Telur yang masih segar akan tenggelam karena kepadatannya tinggi, sementara telur yang sudah tua akan mengapung karena kantong udara yang membesar mengurangi kepadatan keseluruhan. Posisi telur dalam air juga memberikan informasi tentang tingkat kesegarannya, memungkinkan Anda membuat keputusan yang tepat sebelum memasak.

Langkah-Langkah Uji Kesegaran Telur:

  • Siapkan gelas atau mangkuk yang cukup besar berisi air bersih bersuhu ruang.
  • Masukkan telur secara perlahan ke dalam air, hindari menjatuhkannya agar tidak pecah.
  • Amati posisi dan perilaku telur dalam air dengan cermat.
  • Tenggelam horizontal dan terbaring datar: Telur sangat segar (usia 1-7 hari), kualitas terbaik.
  • Tenggelam dengan ujung runcing terangkat atau miring: Masih baik (usia 1-2 minggu), masih bisa digunakan.
  • Berdiri tegak di dasar atau melayang di tengah air: Masih bisa digunakan tapi harus segera dimasak (usia 2-3 minggu).
  • Mengapung di permukaan air: Telur sudah busuk dan tidak layak dikonsumsi, segera buang.
  • Gunakan hasil uji ini sebagai panduan untuk menentukan cara penggunaan telur yang paling sesuai.

Tanya Jawab (QnA)

Q: Berapa lama telur bisa bertahan di kulkas dengan penyimpanan yang benar?

A: Dengan penyimpanan yang benar, telur dapat bertahan 3-5 minggu di kulkas pada suhu 4°C atau lebih rendah. Telur yang disimpan dalam karton asli dan tidak dicuci sebelumnya akan memiliki daya tahan maksimal.

Q: Apakah boleh menyimpan telur yang sudah retak?

A: Telur dengan retakan pada cangkang sebaiknya langsung digunakan dalam 24 jam karena lapisan pelindung sudah rusak. Jika retakan sangat kecil dan tidak tembus, telur masih bisa disimpan tapi harus digunakan dalam waktu 2-3 hari.

Q: Mengapa telur di supermarket tidak disimpan di kulkas tapi di rumah harus?

A: Telur komersial biasanya sudah melalui proses pencucian dan sanitasi yang menghilangkan lapisan bloom alami, sehingga perlu refrigerasi. Telur yang belum dicuci bisa bertahan di suhu ruang lebih lama, tapi kulkas tetap lebih aman untuk penyimpanan jangka panjang.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|