Carlo Ancelotti Ungkap Momen yang Membuat Brasil Gagal Juara Piala Dunia 2026

8 hours ago 3

Bola.com, Rio de Janeiro - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, akhirnya buka suara mengenai penyebab kegagalan Selecao meraih gelar Piala Dunia 2026. Menurut juru taktik asal Italia itu, ada satu momen krusial yang menjadi titik balik kekalahan Brasil dari Norwegia di babak 16 besar.

Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Brasil pada Mei 2025 dan menjadi pelatih asing pertama yang menangani tim berjuluk Selecao. Di bawah arahannya, Brasil melaju mulus ke putaran final Piala Dunia 2026 dan sempat digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Brasil tampil sebagai juara Grup C sebelum menyingkirkan Jepang dengan kemenangan tipis 2-1 di babak 32 besar. Namun, langkah mereka terhenti di fase 16 besar setelah kalah 1-2 dari Norwegia.

Dalam pertandingan tersebut, striker Norwegia, Erling Haaland, menjadi mimpi buruk Brasil. Penyerang Manchester City itu mencetak dua gol di penghujung laga untuk membalikkan keadaan dan mengirim Brasil pulang lebih cepat.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ancelotti Soroti Water Break

Ancelotti menilai pertandingan berubah setelah jeda pendinginan (hydration break). Menurutnya, saat itu Brasil sebenarnya masih mengendalikan permainan, tetapi ia keliru membaca situasi sehingga melakukan beberapa pergantian pemain yang justru mengubah keseimbangan tim.

"Saya pikir kami kehilangan Piala Dunia saat jeda pendinginan melawan Norwegia."

"Sampai saat itu tim masih mengendalikan pertandingan. Memang benar Norwegia banyak menguasai bola di area mereka sendiri. Mereka bermain dengan cara yang sama saat menghadapi Inggris dan mampu mengontrol permainan."

"Mungkin kesalahan saya adalah berpikir tim sudah kehilangan kendali pertandingan, padahal sebenarnya belum."

"Saya kemudian melakukan beberapa perubahan dalam susunan pemain, dan setelah itu kami mendapat masalah dengan gol Erling Haaland."

Evaluasi

Pernyataan tersebut menjadi bentuk evaluasi jujur dari pelatih berusia 67 tahun itu setelah Brasil gagal mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih gelar Piala Dunia pertama sejak edisi 2002.

Meski tersingkir lebih cepat dari perkiraan, Federasi Sepak Bola Brasil sebelumnya telah memastikan Ancelotti tetap mendapat kepercayaan untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih tim nasional.    

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|