Membentuk Tanaman Lidah Mertua Menjadi Spiral, Ini 7 Cara Mudah dan Aman

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Lidah mertua atau snake plant identik dengan daun yang tumbuh tegak lurus ke atas, tapi ternyata tanaman ini bisa dibentuk jadi spiral yang tampil lebih artistik. Cara membentuk tanaman lidah mertua menjadi spiral ini cukup mengandalkan botol plastik bekas dan tali lembut, tanpa perlu alat mahal.

Kuncinya bukan kecepatan, melainkan kesabaran. Membentuk daun jadi melingkar sempurna butuh proses bertahap selama beberapa minggu sampai bulan, bukan sesuatu yang bisa dipaksakan jadi dalam semalam.

Sebelum mulai, penting untuk paham bahwa tidak semua lidah mertua cocok dibentuk spiral pemilihan tanaman yang tepat justru jadi penentu apakah hasil akhirnya rapi atau malah merusak daun. Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tujuh langkah yang bisa diikuti dari awal sampai perawatan setelah bentuk spiralnya jadi.

1. Pilih Lidah Mertua Muda yang Lentur

Bukan sembarang lidah mertua bisa langsung dibentuk spiral. Tanaman yang masih muda dengan tinggi sekitar 30-60 sentimeter jadi pilihan paling aman karena daunnya belum terlalu kaku.

Perhatikan juga kondisi daun sebelum memutuskan. Daun yang sudah sedikit melengkung atau bergelombang secara alami akan jauh lebih mudah diarahkan dibanding daun yang tumbuh lurus kaku sejak awal. Beberapa varietas seperti Sansevieria trifasciata 'Twisted Sister' bahkan memang dikenal punya kecenderungan melengkung sendiri tanpa banyak campur tangan.

Sebelum memilih, coba tekuk daun sedikit dengan lembut untuk menguji kelenturannya. Kalau terasa mudah patah atau rapuh, lebih baik cari kandidat lain, karena daun yang terlalu getas berisiko robek begitu mulai dililitkan ke pola spiral.

2. Siapkan Botol Plastik sebagai Cetakan

Botol plastik bekas jadi alat bantu paling praktis untuk membentuk spiral karena memberi permukaan licin yang bisa jadi acuan lilitan daun. Ukuran botol yang dipilih akan langsung memengaruhi hasil akhirnya.

Botol dengan diameter kecil menghasilkan lilitan yang rapat dan padat, sementara botol yang lebih besar membuat lengkungan terlihat lebih lebar dan santai. Tempatkan botol tegak di tengah pot, kokohkan dengan media tanam, lalu tanam bibit lidah mertua di sekelilingnya dengan jarak yang cukup supaya akar tetap bisa berkembang leluasa.

Kalau tanaman yang dimiliki sudah tumbuh sebagai rumpun padat, sebaiknya jangan memaksakan botol masuk ke tengah rumpun tersebut. Risikonya akar bisa terganggu; pilihan yang lebih aman adalah memisahkan anakan sehat terlebih dulu atau memulai dari bibit baru, dan pastikan pot yang dipakai punya lubang drainase yang memadai.

3. Lilitkan Daun Secara Bertahap ke Sekeliling Botol

Setelah botol dan tanaman siap, arahkan daun-daun panjang mengelilingi botol pelan-pelan dari sisi luar menuju tengah. Proses ini tidak boleh terburu-buru karena daun yang dipaksa melengkung tajam dalam waktu singkat justru berisiko sobek atau meninggalkan bekas lipatan permanen.

Untuk hasil yang terlihat seperti anyaman alami, beberapa daun bisa disilangkan secara longgar alih-alih semuanya diarahkan searah. Setelah posisi daun pas, ikat menggunakan tali rami lembut atau tali katun, dan gunakan beberapa ikatan ringan dibanding satu ikatan yang terlalu kencang.

Pastikan tali tidak menekan permukaan daun terlalu keras. Metode serupa dengan bingkai spiral atau trellis juga sering dipakai penghobi tanaman luar negeri untuk memberi struktur fisik yang membantu memandu lilitan tetap rapi selama proses pembentukan berlangsung.

4. Tempatkan di Area dengan Cahaya Terang

Setelah proses lilitan selesai, pindahkan pot ke lokasi dengan cahaya terang yang stabil. Meski lidah mertua dikenal tahan di kondisi minim cahaya, pencahayaan yang lebih baik terbukti membantu pertumbuhan daun jadi lebih kuat sekaligus mencegah daun tumbuh miring ke satu arah saja.

Cahaya yang cukup juga membuat pola spiral yang sedang terbentuk terlihat lebih jelas dan rapi. Tanaman yang dipajang di tempat teduh cenderung tumbuh lebih lambat dan pola lilitannya kurang terlihat maksimal dibanding yang mendapat cahaya tidak langsung yang cukup terang.

Selama masa pembentukan yang bisa berlangsung 1-2 bulan atau lebih, periksa kondisi ikatan setiap beberapa minggu sekali. Kalau tali mulai terasa menekan daun terlalu erat seiring pertumbuhan, segera longgarkan supaya tidak meninggalkan bekas permanen.

5. Lepaskan Ikatan Secara Perlahan

Sekitar satu bulan sejak proses pembentukan dimulai, coba longgarkan satu atau dua ikatan untuk melihat apakah daun sudah mampu mempertahankan lengkungannya sendiri. Kalau daun langsung kembali ke posisi semula, artinya tanaman masih perlu waktu lebih lama sebelum ikatan benar-benar dilepas.

Jangan jadikan satu bulan sebagai patokan mutlak, karena kemampuan setiap daun mempertahankan bentuk sangat dipengaruhi usia, ketebalan, dan tingkat kelenturannya masing-masing. Beberapa tanaman mungkin butuh waktu jauh lebih lama sampai benar-benar siap dilepas seluruhnya.

Ketika daun sudah terbukti bisa mempertahankan bentuk spiral tanpa bantuan tali, lepaskan seluruh ikatan secara bertahap. Botol pembentuk juga sebaiknya ditarik ke arah atas, bukan diputar di antara daun, supaya bentuk yang sudah terbentuk tidak ikut rusak.

6. Kembali ke Perawatan Normal Setelah Spiral Terbentuk

Begitu botol dan tali sudah dilepas semua, lidah mertua bisa dirawat seperti biasa tanpa perlakuan khusus tambahan. Gunakan media tanam yang cepat mengalirkan air, dan siram hanya setelah medianya benar-benar kering karena tanaman ini menyimpan cadangan air di daunnya.

Pastikan air berlebih bisa keluar lewat lubang drainase, sebab lidah mertua tidak tahan berada dalam media yang terlalu basah dalam waktu lama. Tempatkan di area dengan cahaya terang tidak langsung, dan putar pot sesekali kalau tanaman mulai condong mengejar sumber cahaya.

Pemupukan bisa diberikan secara ringan selama masa pertumbuhan aktif, tapi jangan berlebihan karena lidah mertua termasuk tanaman yang tumbuh lambat. Daun yang menguning atau rusak boleh dipangkas dari bagian pangkal, dan bersihkan debu di permukaan daun secara berkala agar tetap terlihat segar.

7. Eksperimen dengan Ukuran Botol dan Kombinasi Tanaman Lain

Setelah menguasai teknik dasar, coba variasikan hasil dengan ukuran botol yang berbeda-beda. Botol kecil menghasilkan spiral rapat, sementara botol besar memberi lengkungan yang lebih lebar dan longgar sesuai selera tampilan yang diinginkan.

Tabung kardus juga bisa dipakai sebagai cetakan sementara untuk hasil yang lebih lembut, asalkan tidak terkena siraman air secara langsung supaya tidak cepat lapuk. Beberapa penghobi bahkan menambahkan tanaman lain seperti spider plant di sekitar pangkal lidah mertua untuk menciptakan kontras visual antara daun yang menjuntai dan bentuk spiral yang tegak.

Hasil akhirnya juga tidak harus sempurna simetris. Spiral yang sedikit tidak beraturan justru sering terlihat lebih alami dan hidup, selama prinsip utamanya tetap dijaga: mengarahkan daun secara bertahap, bukan memaksanya dalam waktu singkat.

Tanya Jawab Seputar Cara Membentuk Lidah Mertua Jadi Spiral

Snake plant seperti apa yang paling mudah dibentuk spiral?

Snake plant muda dengan tinggi 30-60 sentimeter dan daun yang sudah sedikit melengkung secara alami paling ideal, karena teksturnya lebih lentur dan tidak mudah patah saat dililitkan.

Berapa lama proses membentuk daun snake plant jadi spiral?

Prosesnya tidak instan, biasanya butuh sekitar 1-2 bulan atau bahkan lebih lama tergantung usia dan ketebalan daun sampai bentuk spiralnya benar-benar melekat.

Apakah ukuran botol memengaruhi bentuk spiral yang dihasilkan?

Ya, botol berdiameter kecil menghasilkan lilitan yang lebih rapat, sedangkan botol yang lebih besar membuat lengkungan spiral terlihat lebih lebar dan santai.

Bagaimana cara mengetahui daun sudah siap dilepas dari ikatan?

Coba longgarkan satu atau dua ikatan setelah sekitar satu bulan, kalau daun tidak langsung kembali ke posisi semula, artinya bentuk spiral sudah mulai melekat dan siap dilepas bertahap.

Apakah proses pembentukan spiral bisa merusak tanaman?

Bisa, kalau daun dipaksa membentuk sudut tajam dalam waktu singkat atau ikatan tali terlalu kencang, sehingga sebaiknya proses dilakukan bertahap dan ikatan diperiksa rutin setiap beberapa minggu.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|