:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4132502/original/016758000_1661224670-avinash-uppuluri-pAgXv4W1Iu0-unsplash.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Cara alami mencegah ular masuk halaman rumah kini banyak dicari pemilik rumah yang ingin menjaga keamanan keluarga tanpa bahan kimia. Melansir laman The Spruce, ular biasanya mendatangi sebuah halaman karena tempat itu menyediakan makanan, air, dan tempat berlindung.
Perlu dicatat, keberadaan ular sebenarnya juga bermanfaat bagi ekosistem kebun karena banyak jenis ular yang justru memangsa hama seperti tikus dan siput. Namun, jika kehadirannya membuat keluarga tidak nyaman, langkah-langkah berikut bisa dicoba tanpa perlu menggunakan racun atau bahan kimia berbahaya. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (18/9/2026).
1. Rutin Memotong Rumput
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771929/original/048897400_1710391175-man-cutting-grass-with-lawn-mover-back-yard.jpg)
Perbesar
Rumput yang dibiarkan tumbuh tinggi menjadi tempat persembunyian favorit bagi ular. Kondisi ini sekaligus menyulitkan predator alami seperti elang dan burung hantu untuk mendeteksi keberadaan ular dari udara.
Memangkas rumput secara berkala membantu mengurangi daya tarik halaman sebagai tempat tinggal ular, baik pada rumput hias maupun rumput bergaya padang rumput alami. Jenis rumput yang tumbuh berumpun umumnya kurang disukai ular karena tidak memberi ruang gerak yang leluasa seperti rumput halaman pada umumnya.
2. Pangkas Pohon dan Semak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262304/original/038065000_1781777815-2903037289753758891.jpeg)
Perbesar
Pohon dan semak yang dibiarkan tumbuh rimbun tanpa perawatan dapat menjadi tempat berlindung yang nyaman bagi ular. Cabang-cabang yang menjuntai hingga menyentuh dinding rumah atau garasi juga bisa menjadi jalan masuk yang tidak disadari.
Pangkas ranting bagian bawah pohon dan semak secara rutin hingga tersisa ruang kosong sekitar 60-90 sentimeter dari permukaan tanah. Ruang terbuka ini membuat area di sekitar tanaman lebih mudah diawasi sehingga ular tidak leluasa bersembunyi.
3. Bersihkan Tumpukan Kayu dan Semak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351831/original/044114300_1789716190-b4417e61-5aa9-4364-922d-6819fcad4ca9.jpg)
Perbesar
Segala jenis tumpukan barang yang menumpuk di halaman berpotensi menjadi tempat persembunyian ideal bagi ular. Kayu bakar, ranting kering, hingga semak yang dibiarkan menumpuk begitu saja termasuk yang paling sering ditinggali.
Simpan kayu bakar sejauh mungkin dari bangunan rumah dan bersihkan tumpukan ranting atau semak secara berkala. Semakin rapi kondisi halaman, semakin kecil pula peluang ular menemukan tempat berlindung di sana.
4. Singkirkan Sumber Makanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351832/original/049708700_1789716190-4df05926-6038-4ed7-86bc-2d6e06b9991a.jpg)
Perbesar
Tempat makan burung ternyata dapat menjadi pemicu tidak langsung munculnya ular di halaman. Saat burung makan, biji-bijian yang tercecer di sekitar tempat pakan akan menarik hewan pengerat, dan keberadaan hewan pengerat inilah yang pada akhirnya mengundang ular untuk berburu.
Simpan pakan burung dalam wadah logam bertutup rapat, serta letakkan wadah penampung di bawah tempat makan burung dan kosongkan secara rutin. Bila hewan peliharaan diberi makan di luar rumah, segera bersihkan sisa makanannya agar tidak mengundang hewan pengerat maupun ular.
5. Tutup Lubang di Tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351833/original/055222800_1789716190-73d9ee56-01b2-40ca-bbc7-7abd6b38d0a6.jpg)
Perbesar
Banyak ular yang tinggal di dalam lubang tanah, meski sebenarnya mereka jarang menggali lubangnya sendiri. Ular lebih sering memanfaatkan lubang bekas galian hewan pengerat seperti tikus, tupai tanah, dan sejenisnya yang sudah ditinggalkan penghuni aslinya.
Jika menemukan lubang di halaman, cara alami mencegah ular masuk halaman rumah yang bisa dilakukan adalah menimbunnya dengan tanah lalu memadatkannya. Sebagai perlindungan tambahan, letakkan potongan kawat jaring atau batu di atas lubang setelah ditutup. Apabila lubang yang sama kembali terbentuk tidak lama setelah ditutup, kemungkinan besar penghuni sebelumnya masih tinggal di dalamnya dan perlu ditangani lebih lanjut.
6. Tanam dan Semprotkan Tanaman Pengusir Ular Secara Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351834/original/060323400_1789716190-03845918-3d2f-4f8b-ac52-3bc246e4231b.jpg)
Perbesar
Beberapa jenis tanaman diketahui memiliki aroma yang tidak disukai ular. Bunga marigold, misalnya, melepaskan senyawa ke dalam tanah yang dapat menjauhkan ular, sementara serai dan bawang putih juga dikenal menghasilkan aroma yang cenderung dihindari ular.
Selain menanam langsung, minyak esensial seperti kayu manis dan cengkeh juga bisa disemprotkan di sekitar halaman sebagai pengusir alami. Kandungan pada kedua minyak tersebut dilaporkan mampu mengganggu indra penciuman sensitif ular, sehingga membuat mereka enggan mendekat. Perlu diingat, aroma minyak esensial mudah menguap di udara terbuka sehingga penyemprotan perlu diulang secara berkala agar efeknya tetap terasa.
7. Pasang Tiang Bertengger untuk Burung Pemangsa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351835/original/065407400_1789716190-9e277b13-c7fa-468d-a8f0-d692e2e532e4.jpg)
Perbesar
Elang dan burung hantu termasuk predator alami ular, sehingga kehadiran mereka bisa dimanfaatkan sebagai pengendali populasi ular secara alami. Salah satu caranya adalah dengan memasang tiang bertengger di halaman agar burung-burung tersebut betah singgah dan mengawasi area sekitar.
Tiang bertengger idealnya dibuat setinggi sekitar 3,5-6 meter dan ditempatkan di lokasi yang memberi burung pandangan seluas mungkin ke seluruh halaman. Gunakan pipa baja galvanis dan tanam bagian dasarnya minimal 1 meter ke dalam tanah agar tiang berdiri kokoh.
8. Pasang Pagar Pembatas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351836/original/070745000_1789716190-0a924d0e-22ea-4718-81ec-808ad4d47088.jpg)
Perbesar
Jika berbagai cara alami di atas sudah dicoba namun ular masih sering muncul, memasang pagar bisa menjadi opsi terakhir. Pagar dengan tinggi sekitar 60-90 sentimeter umumnya cukup efektif untuk menghalangi ular masuk ke area rumah.
Gunakan jaring kaku atau kawat jaring logam dengan ukuran lubang tidak lebih dari 0,6 sentimeter, dengan tiang penyangga berjarak sekitar 1,8 meter satu sama lain. Bagian bawah pagar perlu ditanam sedalam minimal 15 sentimeter ke dalam tanah agar ular tidak bisa menerobos dari bawah.
Bagian atas pagar sebaiknya dibuat menekuk ke arah luar dengan kemiringan sekitar 25-30 derajat. Bentuk tekukan ini penting untuk mencegah ular memanjat dan melewati pagar dari sisi atas.
Menerapkan beberapa cara alami mencegah ular masuk halaman rumah di atas secara konsisten jauh lebih efektif dibandingkan mengandalkan satu metode saja. Kombinasi antara menjaga kebersihan halaman, menyingkirkan sumber makanan, dan memanfaatkan predator alami dapat membuat halaman rumah jauh lebih tidak ramah bagi ular tanpa perlu bahan kimia berbahaya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mencegah Ular Masuk Halaman Rumah
Apa penyebab utama ular masuk ke halaman rumah?
Ular mendatangi halaman rumah karena tempat itu menyediakan tiga kebutuhan dasar mereka, yaitu makanan, air, dan tempat berlindung.
Apakah rumput tinggi membuat ular betah di halaman?
Ya. Rumput tinggi menjadi tempat persembunyian sekaligus membuat ular lebih sulit terlihat oleh predator alami seperti elang dan burung hantu.
Bagaimana cara alami mencegah ular masuk halaman rumah tanpa bahan kimia?
Kombinasikan beberapa langkah sekaligus, seperti memotong rumput rutin, menyingkirkan tumpukan kayu, menutup lubang tanah, menghilangkan sumber makanan, dan menanam tumbuhan pengusir ular.
Apakah kapur barus atau belerang efektif mengusir ular?
Tidak. Bahan seperti kapur barus dan belerang terbukti tidak efektif mengusir ular dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar rumah.
Kapan sebaiknya memasang pagar anti-ular di halaman rumah?
Pagar sebaiknya dipasang sebagai langkah terakhir, yaitu ketika berbagai cara alami lain sudah dicoba namun ular masih tetap muncul di halaman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

6 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381703/original/096419200_1760515436-unnamed_-_2025-10-15T150012.467.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347318/original/043394700_1789291568-7ab79f5c-e99f-4a05-bcca-e9dfe63a5954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351693/original/055008100_1789710864-1b698c62-4c25-4fd3-8f1f-4cd8de6bf0dc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351672/original/040914900_1789710067-8a1a5dfc-e2bf-40c5-bd7a-d7d6c64e4f20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351761/original/075937000_1789713723-3b3eb024-cae2-4099-8684-2d0dac0b1629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495423/original/096616400_1770369490-Cara_Menanam_Lidah_Buaya_di_Pot_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499562/original/090164300_1770789548-a-b-ewP9wXb66SA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351869/original/088696800_1789717627-Gemini_Generated_Image_7onx0a7onx0a7onx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351632/original/073627600_1789708729-0ea49f91-3c89-4155-b058-cfe9c6a18b27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351914/original/080297900_1789719115-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567822/original/032235000_1777340869-Gemini_Generated_Image_mspfwbmspfwbmspf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5663972/original/069567900_1778332450-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351822/original/099425300_1789716068-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351857/original/093340100_1789717218-901af017-d02b-45cd-b1b2-d555c6e67677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332333/original/022591600_1787656187-PSIS_vs_Gresik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333150/original/079256600_1787733994-naoki-suzuki-H3Qb9i1w5sM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351812/original/077781000_1789715940-Gemini_Generated_Image_gf8vl2gf8vl2gf8v.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351785/original/013861900_1789715022-5428e0ab-b111-4809-bc52-aa7ac4feb935.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3169410/original/089426500_1593763762-cropped-unrecognizable-woman-doing-laundry-holding-linen-basket_1098-19277.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)