Pagar Rumah Tidak Harus Besi, Ini 11 Material yang Sedang Banyak Dipakai

10 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pagar rumah tidak harus besi karena kini tersedia banyak pilihan material yang menawarkan kekuatan, tampilan menarik, dan perawatan yang lebih mudah. Beragam alternatif ini dapat disesuaikan dengan konsep rumah, mulai dari minimalis hingga modern.

Material seperti GRC, WPC, aluminium, roster, hingga batu alam menjadi pilihan populer karena memiliki karakter dan keunggulan masing-masing. Selain berfungsi sebagai pembatas, pagar juga mampu memperkuat tampilan fasad agar terlihat lebih estetik.

Memilih material pagar kini tidak hanya mempertimbangkan faktor keamanan, tetapi juga daya tahan, kemudahan perawatan, dan kesesuaian dengan desain hunian. Berikut ini material pagar rumah yang tidak harus besi, oleh Liputan6.com, Minggu (26/7/2026).

1. GRC (Glassfiber Reinforced Cement)

GRC atau Glassfiber Reinforced Cement menjadi material pagar yang semakin populer karena ringan, kuat, dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan desain. Material komposit ini terbuat dari campuran semen dan serat kaca sehingga memiliki daya tahan yang baik terhadap panas, hujan, serta kelembapan.

GRC dapat dibuat dengan berbagai motif, mulai dari panel polos hingga tekstur menyerupai kayu. Selain itu, pemasangannya relatif cepat dan dapat dipadukan dengan besi, aluminium, maupun kayu untuk menghasilkan tampilan rumah yang modern.

2. Roster Beton atau Roster GRC

Roster beton maupun roster berbahan GRC menawarkan fungsi ganda sebagai pagar sekaligus elemen dekoratif. Desainnya yang berlubang memungkinkan sirkulasi udara dan cahaya alami tetap masuk tanpa mengurangi privasi penghuni rumah.

Saat ini tersedia berbagai motif roster, mulai dari bentuk geometris hingga pola artistik yang dapat disesuaikan dengan konsep hunian. Material ini juga terkenal kuat, tahan cuaca, serta mudah dipadukan dengan kayu, besi, atau beton untuk menciptakan fasad rumah yang lebih menarik.

3. WPC (Wood Plastic Composite)

WPC atau Wood Plastic Composite merupakan material modern yang menggabungkan serbuk kayu dengan plastik daur ulang. Hasilnya adalah pagar dengan tampilan menyerupai kayu alami tetapi memiliki ketahanan lebih baik terhadap air, rayap, jamur, dan perubahan cuaca.

WPC juga tidak mudah melengkung atau retak sehingga cocok digunakan sebagai pagar luar rumah. Selain minim perawatan, material ini menjadi pilihan ramah lingkungan karena memanfaatkan bahan daur ulang tanpa mengurangi nilai estetika hunian.

4. Vinil (PVC)

Pagar vinil atau PVC menjadi alternatif menarik bagi pemilik rumah yang menginginkan pagar praktis dan tahan lama. Material ini memiliki bobot ringan sehingga proses pemasangannya lebih mudah dibandingkan beberapa material lainnya.

Vinil juga tahan terhadap korosi, tidak mudah lapuk, dan tidak memerlukan pengecatan ulang secara berkala. Beragam pilihan warna dan desain membuat pagar PVC cocok diterapkan pada rumah bergaya minimalis maupun klasik. Perawatannya pun cukup sederhana, hanya memerlukan pembersihan secara rutin.

5. Kayu

Kayu tetap menjadi pilihan favorit bagi pemilik rumah yang menginginkan suasana hangat dan alami. Material ini dapat dibentuk menjadi berbagai model, seperti susunan vertikal, horizontal, atau kombinasi dengan rangka besi. Jenis kayu seperti jati, cedar, dan cemara dikenal memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca.

Namun, pagar kayu memerlukan perawatan rutin berupa pelapisan pelindung agar tidak mudah lapuk, berubah warna, maupun diserang rayap sehingga keindahan dan kekuatannya tetap terjaga dalam jangka panjang.

6. Batu Alam

Pagar berbahan batu alam memberikan kesan kokoh sekaligus elegan pada tampilan rumah. Material ini memiliki tekstur alami dan pilihan warna netral yang mudah dipadukan dengan elemen lain seperti kayu, besi, maupun beton. Batu alam juga terkenal tahan terhadap panas, hujan, dan perubahan cuaca sehingga memiliki usia pakai yang panjang.

Jenis batu seperti andesit atau paras Jogja sering dipilih karena mampu menghadirkan nuansa alami sekaligus meningkatkan nilai estetika dan privasi hunian.

7. Bambu

Bambu menjadi material pagar yang cocok bagi rumah bergaya tropis, tradisional, maupun Japandi. Selain mudah ditemukan, bambu memiliki harga yang relatif terjangkau dibandingkan material lainnya. Karakter alaminya mampu menghadirkan suasana sejuk dan menyatu dengan lingkungan sekitar.

Agar lebih awet, bambu sebaiknya melalui proses pengawetan sebelum dipasang sehingga lebih tahan terhadap rayap, jamur, dan perubahan cuaca. Dengan perawatan yang tepat, pagar bambu dapat bertahan cukup lama sekaligus memberikan tampilan yang unik.

8. Tanaman Hidup

Menggunakan tanaman sebagai pagar merupakan solusi alami yang semakin diminati, terutama pada hunian bergaya tropis. Selain memberikan privasi, pagar hidup mampu menghadirkan suasana hijau yang menyegarkan sekaligus membantu memperbaiki kualitas udara di sekitar rumah.

Beberapa tanaman yang sering digunakan antara lain teh-tehan, bambu jepang, pucuk merah, dan bunga soka. Agar tampil rapi, tanaman perlu dipangkas secara berkala. Pagar hidup juga menjadi pilihan ramah lingkungan yang mempercantik tampilan fasad rumah secara alami.

9. Aluminium

Aluminium dikenal sebagai material pagar modern yang ringan tetapi tetap kuat. Salah satu keunggulan utamanya adalah tahan terhadap karat dan korosi sehingga sangat cocok digunakan di daerah dengan kelembapan tinggi. Material ini juga tidak memerlukan banyak perawatan serta tersedia dalam berbagai pilihan warna dan model.

Pagar aluminium dapat dipadukan dengan kaca, panel komposit, maupun kayu untuk menciptakan desain yang lebih elegan. Bobotnya yang ringan juga membuat proses pemasangan menjadi lebih praktis.

10. Beton

Beton merupakan material yang banyak dipilih karena menawarkan kekuatan dan keamanan yang tinggi. Pagar beton mampu bertahan dalam berbagai kondisi cuaca serta memiliki umur pakai yang panjang dengan perawatan yang relatif mudah.

Saat ini pagar beton tidak lagi identik dengan tampilan polos karena dapat dibentuk menjadi berbagai motif, tekstur, maupun warna sesuai konsep rumah. Meski memberikan privasi maksimal, desainnya sebaiknya dipadukan dengan elemen lain agar tidak terkesan terlalu masif dan monoton.

11. BRC (British Reinforced Concrete)

Pagar BRC menjadi pilihan populer berkat tampilannya yang sederhana, rapi, dan mudah dipasang. Material ini terbuat dari baja yang telah dilapisi seng melalui proses galvanisasi sehingga lebih tahan terhadap karat dan korosi. Struktur jaringnya memungkinkan sirkulasi udara dan cahaya tetap berjalan dengan baik tanpa mengurangi fungsi pembatas area.

Selain memiliki daya tahan tinggi, pagar BRC juga dikenal ekonomis dan banyak digunakan pada rumah tinggal, kawasan industri, sekolah, hingga fasilitas umum lainnya.

Pertanyaan Seputar Material Pagar Rumah Selain Besi

Apa saja alternatif material pagar selain besi?

Alternatif material pagar selain besi meliputi GRC (Glassfiber Reinforced Cement), Roster Beton atau GRC Motif, WPC (Wood Plastic Composite), Kayu, Batu Alam, Aluminium, Beton, Vinil (PVC), Baja Ringan (BRC), Bambu, dan Tanaman.

Apa keunggulan GRC sebagai material pagar?

GRC memiliki keunggulan dalam fleksibilitas desain, bobot yang ringan namun kokoh, tahan cuaca, minim perawatan, dan mudah dikombinasikan dengan material lain untuk tampilan modern.

Mengapa WPC dianggap sebagai alternatif yang baik untuk kayu alami?

WPC dianggap alternatif yang baik karena tahan lama terhadap pudar, retak, melengkung, kelembaban, dan rayap. Material ini juga minim perawatan, ramah lingkungan karena terbuat dari daur ulang, serta memiliki estetika kayu alami.

Apa saja jenis kayu yang direkomendasikan untuk pagar?

Jenis kayu yang direkomendasikan untuk pagar meliputi Cemara yang kokoh, Cedar yang tahan cuaca ekstrem dan pembusukan, serta Jati yang dikenal tahan lama, tidak mudah berubah karena cuaca, dan kebal rayap.

Apa kelebihan pagar aluminium?

Pagar aluminium memiliki kelebihan tahan korosi, ringan namun kuat, minim perawatan, serta fleksibel dalam desain, seperti desain garis horizontal yang memberi kesan lebar dan rapi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|