Liputan6.com, Jakarta - Bunga jadul yang masih eksis ditanam hingga kini membuktikan bahwa tanaman hias tidak selalu harus mengikuti tren. Beberapa bunga yang dulu menghiasi halaman rumah nenek atau kebun keluarga tetap menarik karena bentuknya khas, mudah dikenali, dan mampu menghadirkan suasana taman yang hangat serta nostalgis.
Istilah “jadul” dalam artikel ini bukan berarti tanaman tersebut sudah ketinggalan zaman. Sebutan tersebut lebih merujuk pada tanaman yang pernah populer pada masanya, kemudian tetap dipelihara dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Menariknya, tidak semua bunga klasik dari negara beriklim sedang dapat tumbuh optimal di Indonesia. Karena itu, pilihan tanaman perlu disesuaikan dengan kondisi tropis, seperti intensitas cahaya, kelembapan, curah hujan, serta drainase tanah. Berikut beberapa tanaman bernuansa tempo dulu yang masih layak dipertimbangkan untuk taman rumah, Dirangkum Liputan6.com, Kamis (17/9/2026).
1. Mawar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544072/original/022625800_1775048668-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_19.52.10.jpeg)
Perbesar
Mawar mungkin merupakan salah satu tanaman yang paling mudah disebut ketika membicarakan bunga klasik. Bunga ini telah lama menjadi penghuni taman dan tetap diminati karena bentuk bunganya romantis serta tersedia dalam berbagai warna.
Sumber Real Simple menyebut mawar taman sebagai salah satu bunga klasik yang identik dengan tampilan kebun lama. Mawar membutuhkan banyak sinar matahari, sirkulasi udara yang baik, serta tanah yang kaya bahan organik dan memiliki drainase baik.
Untuk kondisi Indonesia, mawar lebih aman ditempatkan di lokasi yang mendapatkan cahaya matahari pagi hingga siang dengan sirkulasi udara yang tidak terlalu pengap. Hindari menanamnya terlalu rapat karena kelembapan tinggi dan daun yang sulit mengering setelah hujan dapat meningkatkan risiko masalah pada tanaman.
Mawar juga bukan sekadar tanaman nostalgia. Tanaman ini masih termasuk tanaman bunga yang dibudidayakan di Indonesia sehingga keberadaannya tetap relevan untuk taman rumah masa kini.
2. Nusa Indah
Nusa indah merupakan salah satu tanaman yang cukup lekat dengan suasana halaman rumah tempo dulu. Bunganya muncul dalam warna putih, merah muda, hingga merah, sehingga mampu memberikan aksen warna yang terlihat cerah di area luar rumah.
Tanaman ini cocok ditempatkan di halaman, tepi teras, atau area taman yang memperoleh cahaya matahari cukup. Di Indonesia yang beriklim tropis, nusa indah dapat menjadi pilihan untuk menghadirkan kesan taman klasik tanpa harus menggunakan tanaman yang terlalu rumit.
Bentuk bunganya yang bergerombol juga membuatnya menarik ketika ditanam sebagai tanaman pembatas atau dikombinasikan dengan tanaman hijau berdaun lebat. Agar tampilannya tetap rapi, pangkas bagian yang terlalu rimbun dan singkirkan bunga yang sudah layu.
3. Iris Berjanggut
Iris berjanggut atau bearded iris memiliki bentuk bunga yang sangat khas dengan kelopak bergelombang dan bagian tengah seperti janggut. Tanaman ini terlihat seperti bunga yang keluar dari ilustrasi taman klasik.
Sumber rujukan tentang bunga klasik mencatat Iris germanica sebagai tanaman tahunan yang menyukai matahari penuh dan tanah dengan drainase baik. Tanaman ini juga dikenal relatif tahan terhadap kondisi kering setelah tumbuh mapan.
Untuk Indonesia, terutama wilayah dengan musim hujan cukup panjang, perhatian utama sebaiknya diberikan pada drainase. Rimpang iris jangan ditanam terlalu dalam dan sebaiknya tidak dibiarkan terus-menerus berada di media yang tergenang.
Bila taman memiliki area yang mendapatkan matahari cukup dan tanah tidak mudah becek, iris dapat menjadi pilihan untuk menghadirkan karakter taman klasik.
4. Dahlia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552816/original/047077200_1775831508-IMG-20260410-WA0055.jpg)
Perbesar
Dahlia memberikan kesan taman cottage yang kuat. Bunganya dapat berukuran besar dengan bentuk kelopak bertingkat, sehingga satu tanaman saja sudah cukup mencuri perhatian.
Dalam sumber Real Simple, dahlia disebut sebagai bunga yang telah digemari para pekebun selama beberapa generasi. Perawatannya membutuhkan sinar matahari penuh, tanah subur, serta penyiraman yang konsisten. Pemangkasan pucuk dan pemetikan bunga secara berkala juga dapat mendorong produksi bunga lebih banyak.
Di Indonesia, dahlia dapat menjadi pilihan menarik terutama untuk daerah yang lebih sejuk atau dataran tinggi. Untuk kawasan panas dan lembap, lokasi tanam perlu dipilih dengan lebih cermat agar tanaman memperoleh cahaya cukup tanpa mengalami kondisi terlalu panas dan becek.
Jika ditanam di pot, gunakan wadah yang memiliki lubang drainase dan media yang tidak mudah memadat.
5. Kuping Gajah
Berbeda dari sebagian besar tanaman dalam daftar ini, kuping gajah justru mengandalkan keindahan daun. Anthurium crystallinum dikenal masyarakat sebagai kuping gajah karena memiliki daun lebar dengan bentuk menyerupai telinga gajah.
Tanaman ini sangat cocok dengan suasana tropis Indonesia. Informasi dari Kementerian Pertanian menyebut Anthurium crystallinum sebagai salah satu jenis anthurium yang dikenal di Indonesia. Tanaman anthurium berdaun indah umumnya membutuhkan cahaya tidak langsung atau kondisi cahaya sedang sehingga dapat ditempatkan di area teduh terang.
Kuping gajah cocok diletakkan di teras yang terlindung dari matahari siang langsung. Daunnya yang lebar dapat menjadi titik fokus di taman kecil, terutama bila dipadukan dengan tanaman berdaun ramping.
6. Puring Bangkok
Puring merupakan tanaman yang sangat identik dengan pekarangan rumah Indonesia pada masa lalu. Daunnya yang berwarna hijau, kuning, merah, jingga, dan kombinasi warna lainnya membuat tanaman ini tetap menarik meskipun tren tanaman hias terus berubah.
Kementerian Pertanian mencatat Codiaeum variegatum atau puring sebagai tanaman hias tipe semak dan memasukkannya dalam daftar tanaman hias yang dibudidayakan. Puring juga dikenal memiliki kemampuan menyerap timbal atau Pb dari lingkungan terbuka, meskipun fungsi tanaman sebagai penyerap polutan tidak berarti dapat menggantikan pengendalian sumber pencemaran.
Untuk taman rumah, puring dapat ditanam sebagai tanaman pembatas atau aksen warna. Cahaya yang cukup membantu mempertahankan tampilan warna daunnya agar tidak terlalu hijau dan pucat.
7. Lidah Mertua Golden
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299642/original/037219700_1784269739-Screenshot_2026-07-17_132627.jpg)
Perbesar
Lidah mertua golden merupakan tanaman lain yang membuktikan bahwa tanaman populer pada masa lalu masih memiliki tempat hingga sekarang. Daunnya tegak dengan kombinasi warna hijau dan kuning pada bagian tepinya.
Tanaman dari kelompok Sansevieria dikenal mudah dirawat dan banyak dijumpai di Indonesia, baik sebagai tanaman pekarangan maupun tanaman pot. Kementerian Pertanian juga mencatat lidah mertua sebagai salah satu tanaman hias yang banyak digunakan serta memiliki ketahanan yang baik.
Untuk taman tropis, lidah mertua golden cocok ditempatkan di area yang mendapat cahaya cukup. Tanaman ini tidak menyukai media yang terus-menerus basah sehingga pot atau bedengan sebaiknya memiliki drainase baik.
Karakter daunnya yang tegak juga sangat cocok untuk rumah minimalis. Tanaman ini dapat digunakan sebagai pembatas antara teras dan halaman tanpa membuat area terasa terlalu penuh.
8. Palem Kuning
Palem kuning pernah menjadi tanaman yang sangat umum dijumpai di halaman rumah. Pelepahnya yang ramping dan warna hijau cerah membuatnya memberikan kesan tropis sekaligus klasik.
Tanaman ini tercatat sebagai salah satu tanaman hias yang dibudidayakan di Indonesia. Informasi Kementerian Pertanian juga memasukkan palem kuning dalam kelompok tanaman hias yang berpotensi digunakan untuk membantu menyerap sejumlah polutan di lingkungan.
Palem kuning dapat digunakan untuk mempertegas sudut taman, menjadi tanaman latar, atau ditanam berkelompok di dekat pagar. Untuk taman rumah berukuran kecil, penempatan beberapa tanaman secara berjajar dapat menciptakan kesan hijau tanpa membutuhkan terlalu banyak jenis tanaman.
9. Zinnia
Zinnia mungkin tidak selalu dianggap sebagai tanaman “nenek” di Indonesia, tetapi karakter bunga klasiknya membuat tanaman ini cocok masuk dalam daftar bunga jadul yang masih eksis ditanam hingga kini.
Sumber rujukan tentang bunga klasik mencatat zinnia sebagai tanaman semusim yang mudah ditanam langsung dari biji dan dapat berbunga melimpah dalam waktu cukup panjang. Benihnya juga dapat dikumpulkan untuk ditanam kembali pada musim berikutnya.
Di Indonesia, zinnia dapat digunakan untuk mengisi area taman yang mendapatkan sinar matahari cukup. Bunga dengan warna cerah seperti merah muda, merah, kuning, jingga, dan putih dapat membuat taman terlihat lebih hidup.
Karena termasuk tanaman berbunga yang relatif mudah dikembangkan dari biji, zinnia juga cocok untuk pemula yang ingin mencoba membuat taman bunga sederhana.
10. Hydrangea
Hydrangea atau hortensia memiliki bentuk bunga bergerombol yang langsung mengingatkan pada taman-taman klasik. Warnanya dapat memberikan kesan lembut dan romantis, terutama ketika tanaman sedang berbunga penuh.
Namun, dibandingkan tanaman tropis seperti puring atau lidah mertua, hydrangea membutuhkan penempatan yang lebih selektif di Indonesia. Sumber rujukan mencatat Hydrangea macrophylla lebih menyukai kondisi cahaya sebagian atau teduh terang.
Karena itu, tanaman ini lebih masuk akal dicoba di kawasan yang relatif sejuk atau taman yang mendapatkan matahari pagi tetapi terlindung dari terik siang. Media harus tetap lembap tanpa menjadi tergenang.
Untuk pekarangan di dataran rendah yang panas, hydrangea mungkin membutuhkan perhatian lebih dibandingkan tanaman tropis yang memang terbiasa dengan suhu hangat.
Mengapa Bunga Jadul Masih Layak Ditanam?
Popularitas tanaman hias memang berubah-ubah. Namun, keberadaan tanaman lama yang masih dibudidayakan menunjukkan bahwa nilai sebuah tanaman tidak hanya ditentukan oleh tren.
Beberapa tanaman klasik memiliki keunggulan praktis, seperti mudah diperbanyak, dapat bertahan selama bertahun-tahun, atau mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sumber referensi tentang bunga klasik juga mencatat bahwa sejumlah tanaman lama dapat terus tumbuh dan bahkan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di Indonesia, pilihan tanaman jadul juga sebaiknya tidak terpaku pada bunga dari negara empat musim. Tanaman seperti nusa indah, puring, kuping gajah, lidah mertua, palem kuning, mawar, dan tanaman tropis lain dapat memberikan nuansa nostalgia sekaligus lebih sesuai dengan kondisi pekarangan.
Yang terpenting, pilih tanaman berdasarkan kondisi taman. Perhatikan apakah area tersebut terkena matahari penuh, hanya mendapatkan cahaya pagi, cenderung teduh, atau justru mudah tergenang saat hujan.
Dengan cara tersebut, bunga jadul yang masih eksis ditanam hingga kini justru dapat menjadi daya tarik tersendiri. Taman tidak harus selalu dipenuhi tanaman yang sedang populer. Bunga dan tanaman yang pernah menghiasi halaman rumah orang tua atau kakek-nenek pun dapat kembali tampil menarik ketika dipadukan dengan desain taman masa kini.
Tanya Jawab Seputar Menanam Bunga di Taman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562816/original/096426200_1776840715-palem.jpg)
Perbesar
1. Apakah bunga jadul cocok ditanam di taman rumah minimalis?
Cocok. Tanaman klasik seperti mawar, nusa indah, puring, lidah mertua, dan palem kuning dapat disesuaikan dengan taman minimalis. Kuncinya adalah membatasi jumlah jenis tanaman dan mengatur penempatannya agar tidak terlihat terlalu penuh.
2. Apakah semua bunga jadul bisa tumbuh di Indonesia?
Tidak semuanya. Tanaman yang berasal dari lingkungan sejuk atau membutuhkan kondisi tertentu mungkin lebih sulit dirawat di dataran rendah yang panas. Karena itu, pilih tanaman berdasarkan cahaya, suhu, kelembapan, dan kondisi drainase di rumah.
3. Apa bunga yang cocok untuk pemula?
Zinnia, lidah mertua, puring, dan beberapa jenis tanaman hias tropis relatif mudah menjadi pilihan awal. Namun, kebutuhan setiap varietas tetap perlu diperhatikan, terutama dalam hal penyiraman dan cahaya.
4. Bagaimana agar taman bunga tidak mudah becek saat musim hujan?
Gunakan media dengan drainase baik, pastikan pot memiliki lubang pembuangan air, dan hindari menanam tanaman yang sensitif terhadap genangan di titik taman yang menjadi tempat berkumpulnya air. Kondisi tanah yang terlalu basah dapat menjadi masalah bagi tanaman yang membutuhkan media lebih porous.
5. Apakah tanaman jadul harus ditanam dengan cara kuno?
Tidak. Tanaman lama dapat dipadukan dengan konsep taman modern. Misalnya, puring dapat ditempatkan dalam pot minimalis, lidah mertua digunakan sebagai pembatas taman, atau mawar ditanam dalam bedengan sederhana. Dengan penataan yang tepat, tanaman klasik tetap dapat terlihat segar dan relevan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350616/original/025125000_1789624658-6e8dd285-8fee-4c54-a50d-5a08db3ce520.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350627/original/010968100_1789625156-d1ff0a2c-8120-4e06-bb2d-44e4b9a31c74.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350737/original/005118800_1789629563-pexels-anat-landa-2162599192-38445979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350619/original/086546900_1789625068-Gemini_Generated_Image_4zt7ep4zt7ep4zt7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350598/original/089168800_1789623572-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__12.37.36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3060656/original/069937600_1582687623-download-2-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350377/original/014849000_1789614372-Gemini_Generated_Image_wvet0qwvet0qwvet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311092/original/034764100_1785387455-pexels-timur-weber-9186159.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350551/original/057837500_1789621413-8977355_4014317.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342434/original/039155100_1788769978-d413b7cf-e68c-4113-b0fe-3f4885d84ca2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5207262/original/006848800_1746189698-1000079167.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350323/original/013262800_1789611086-478b53cf-df04-4c2e-8564-34a83d59a004__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335958/original/089988400_1788080246-1000509112.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350310/original/036737900_1789610963-5b04aa10-4451-4572-86b7-7986a38ac1a5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4705662/original/001851700_1704333030-Ilustrasi_resign__pindah_kerja__mengundurkan_diri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303849/original/051397200_1784695890-Ide_Desain_Rumah_Rimbun_untuk_Perumahan_Panas_yang_Teduh_dan_Tetap_Rapi_Nyaman_Model_Penempatan_Taman_Gantung_di_Plafon_Depan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346841/original/014270200_1789210778-0L5A2435.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350281/original/030196100_1789609000-56c33ec1-c9db-4d05-8cbf-a378eb8128f1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317829/original/019472700_1786073603-9813716355975729685.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350109/original/048964600_1789560606-balsa.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)