8 Cara Menghilangkan Bau Apek pada Lemari Meski Sudah Dibersihkan, Atasi dari Sumber Masalahnya

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bau yang muncul kembali setelah lemari dibersihkan memang cukup mengganggu. Cara menghilangkan bau apek pada lemari meski sudah dibersihkan tidak cukup hanya dengan mengelap permukaan atau menyemprotkan pewangi, karena aroma tersebut bisa berasal dari kelembapan, pakaian, sepatu, atau sirkulasi udara yang buruk.

Lemari yang tertutup rapat cenderung memiliki pertukaran udara yang terbatas. Kondisi ini membuat uap air lebih mudah terperangkap, terutama jika lemari berada dekat kamar mandi, dapur, atau area yang lembap.

Karena itu, langkah terbaik bukan sekadar menutupi bau dengan wewangian, melainkan mencari penyebabnya terlebih dahulu. Setelah sumbernya ditemukan, kelembapan perlu dikurangi, bagian dalam lemari dikeringkan, dan barang-barang yang disimpan di dalamnya ditata kembali. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (17/9/2026).

1. Kosongkan Lemari dan Cari Sumber Bau

Langkah pertama yang sering dilewatkan adalah mengeluarkan seluruh isi lemari. Pakaian, tas, sepatu, selimut, kotak penyimpanan, dan barang lain dapat menyimpan aroma apek sehingga bau seolah-olah berasal dari lemari, padahal sumbernya ada pada barang yang disimpan.

Menurut Southern Living, penyebab umum bau apek di lemari antara lain kelembapan, jamur atau mildew, pakaian dan sepatu yang kotor, serta ventilasi yang buruk. Karena itu, periksa satu per satu barang sebelum memasukkannya kembali.

Coba cium pakaian yang jarang digunakan, terutama jaket, pakaian tebal, dan kain yang sudah lama tersimpan. Perhatikan pula bagian bawah lemari dan sudut-sudut yang jarang terkena udara. Jika menemukan pakaian lembap atau berbau, segera pisahkan untuk dicuci dan dikeringkan secara menyeluruh.

Jangan lupa memeriksa dinding di belakang dan samping lemari. Noda air, cat mengelupas, permukaan yang terasa lembap, atau bercak berwarna hitam, abu-abu, hijau, maupun kebiruan dapat menjadi tanda adanya masalah kelembapan atau pertumbuhan jamur.

2. Bersihkan Bagian Dalam Lemari, Lalu Keringkan Total

Setelah lemari kosong, lakukan pembersihan menyeluruh. Bersihkan debu dari rak, sudut, sambungan, bagian belakang pintu, hingga lantai lemari menggunakan vacuum cleaner atau sapu lembut.

Southern Living menyarankan penggunaan larutan cuka putih dan air untuk membantu membersihkan permukaan lemari. Salah satu contoh yang dicantumkan adalah campuran tiga bagian air dengan satu bagian cuka untuk membersihkan rak dan dinding. Namun, sebelum menggunakan larutan apa pun, pastikan material lemari kompatibel dan lakukan uji pada bagian kecil yang tersembunyi.

Gunakan kain yang sedikit lembap, bukan kain yang terlalu basah. Setelah seluruh permukaan dibersihkan, biarkan pintu lemari terbuka lebar sampai benar-benar kering.

Tahap pengeringan sangat penting. Membersihkan lemari tetapi meninggalkan permukaan dalam keadaan lembap justru dapat membuat kondisi yang mendukung munculnya bau kembali.

3. Tingkatkan Sirkulasi Udara di Sekitar Lemari

Jika lemari sudah dibersihkan tetapi baunya kembali beberapa hari kemudian, perhatikan sirkulasi udara. Lemari yang selalu tertutup, penuh pakaian, dan berada di ruangan lembap dapat menjadi tempat udara pengap terperangkap.

Menurut Martha Stewart, mengurangi kelembapan dan meningkatkan aliran udara merupakan bagian penting dalam mengatasi bau apek. Pintu lemari dapat dibiarkan terbuka selama beberapa waktu agar udara segar masuk.

Anda juga dapat menggunakan kipas untuk membantu mengeluarkan udara dari area lemari. Jika kamar memiliki jendela, buka ketika kondisi udara luar memungkinkan agar terjadi pertukaran udara.

Tidak perlu selalu membiarkan pintu lemari terbuka sepanjang hari. Membuka pintu secara berkala, terutama setelah membersihkan lemari atau ketika udara kamar terasa lembap, dapat membantu menjaga bagian dalamnya tetap kering.

4. Gunakan Baking Soda untuk Menyerap Bau

Baking soda dapat menjadi pilihan sederhana untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap. Southern Living menyarankan menempatkan wadah baking soda terbuka di rak lemari untuk membantu menyerap kelembapan dan bau.

Letakkan baking soda di wadah yang stabil dan tidak mudah tumpah. Hindari menaruhnya langsung di antara pakaian karena bubuk dapat berceceran dan mengotori kain.

Cara ini lebih cocok sebagai langkah pendukung setelah sumber kelembapan ditangani. Jika dinding masih basah atau pakaian yang dimasukkan belum benar-benar kering, baking soda tidak akan menyelesaikan masalah utama.

Untuk hasil yang lebih praktis, wadah penyerap bau dan kelembapan berbahan khusus juga dapat digunakan. Martha Stewart menyebut produk penyerap kelembapan dan bau berbasis baking soda dapat ditempatkan di lemari dan diganti secara berkala sesuai petunjuk produk.

5. Coba Activated Charcoal untuk Bau yang Membandel

Selain baking soda, arang aktif atau activated charcoal dapat digunakan sebagai penyerap bau. Bahan ini sering ditempatkan dalam kantong kecil yang dapat digantung atau diletakkan di rak.

Southern Living juga menyebut kantong activated charcoal sebagai pilihan untuk penyimpanan barang, terutama jika menggunakan wadah yang memiliki sirkulasi udara. Keuntungannya, arang aktif tidak sekadar memberikan aroma pengganti, tetapi membantu menangkap senyawa penyebab bau di lingkungan tertutup.

Letakkan penyerap bau pada area yang tidak mengganggu pakaian. Periksa dan ganti atau regenerasi produk sesuai petunjuk kemasan karena kemampuan menyerapnya tidak berlangsung selamanya.

Untuk lemari kecil, satu atau beberapa kantong penyerap bau dapat disesuaikan dengan ukuran ruang. Hindari memenuhi lemari dengan terlalu banyak produk pewangi karena ruang yang semakin penuh justru mengurangi sirkulasi udara.

6. Jangan Masukkan Pakaian yang Masih Lembap

Pakaian yang belum benar-benar kering merupakan salah satu sumber masalah yang perlu diperhatikan. Bahkan pakaian yang terasa hampir kering dapat membawa cukup banyak kelembapan ke ruang tertutup.

Menurut Southern Living dan Martha Stewart, pakaian sebaiknya dikeringkan sepenuhnya sebelum disimpan. Jika pakaian tidak cocok dikeringkan menggunakan mesin, keringkan terlebih dahulu di area yang memiliki sirkulasi udara baik.

Hal serupa berlaku untuk handuk, selimut, dan pakaian olahraga. Jangan langsung memasukkannya ke lemari setelah digunakan atau ketika masih menyimpan kelembapan.

Pakaian yang sudah lama tersimpan juga sebaiknya diperiksa secara berkala. Southern Living menyarankan barang lama seperti jaket tebal, pakaian formal, atau perlengkapan olahraga diangin-anginkan secara rutin. Beberapa barang juga dapat memperoleh manfaat dari paparan sinar matahari tidak langsung selama beberapa jam, selama materialnya aman terhadap paparan tersebut.

7. Rapikan Isi Lemari dan Beri Jarak Antarpakaian

Lemari yang terlalu penuh bukan hanya menyulitkan saat mengambil pakaian, tetapi juga membuat udara sulit bergerak. Pakaian yang saling berhimpitan menciptakan ruang yang minim sirkulasi sehingga kelembapan dan aroma lebih mudah terperangkap.

Martha Stewart menyarankan memberikan jarak antarpakaian agar udara dapat mengalir. Southern Living juga menyebut bahwa lemari yang tidak terlalu penuh cenderung lebih mudah dijaga kesegarannya.

Manfaatkan kesempatan ini untuk menyortir pakaian yang sudah tidak digunakan. Pakaian yang jarang dipakai dapat disimpan dalam wadah yang sesuai, tetapi pastikan semuanya sudah bersih dan benar-benar kering sebelum disimpan.

Jika menggunakan kotak atau kontainer, pilih jenis yang tidak membuat kelembapan terperangkap. Untuk barang tertentu, wadah yang memungkinkan sedikit pertukaran udara dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

8. Kendalikan Kelembapan dan Periksa Dinding

Jika semua langkah sudah dilakukan tetapi bau tetap muncul, masalahnya mungkin bukan berada pada lemari. Kelembapan ruangan dapat menjadi penyebab utama yang terus-menerus membuat aroma apek kembali.

Southern Living menyarankan penggunaan dehumidifier untuk membantu mengontrol kelembapan. Martha Stewart juga menekankan pentingnya mengurangi sumber uap air di area rumah lain, misalnya dengan menggunakan exhaust fan ketika mandi atau memasak.

Perhatikan pula lokasi lemari. Lemari yang menempel pada dinding yang lembap, berada dekat kamar mandi, atau berdekatan dengan area yang memiliki kebocoran dapat terus terkena masalah kelembapan.

Jika terdapat noda air, cat mengelupas, jamur yang menyebar, atau bau yang sangat kuat dan tidak biasa, jangan hanya mengandalkan pewangi atau pembersihan permukaan. Sumber masalah pada dinding, pipa, atap, atau struktur rumah perlu ditangani terlebih dahulu. Untuk pertumbuhan jamur yang luas atau masalah kelembapan yang sulit ditemukan, pemeriksaan profesional dapat diperlukan.

Cara Menjaga Lemari Tetap Segar Setelah Dibersihkan

Mengetahui cara menghilangkan bau apek pada lemari meski sudah dibersihkan sebenarnya bukan hanya soal memilih bahan pembersih. Kebiasaan setelah pembersihan justru menentukan apakah bau akan kembali atau tidak.

Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dimasukkan ke lemari. Hindari menjadikan lemari sebagai tempat mengeringkan pakaian. Jangan menumpuk pakaian kotor terlalu lama, terutama jika keranjang cucian berada di dalam lemari atau ruangan yang sama.

Sepatu juga perlu diperhatikan karena keringat dan kelembapan dapat menjadi sumber bau. Martha Stewart menyarankan sepatu dikeringkan sepenuhnya sebelum disimpan dan, jika memungkinkan, bagian dalam atau solnya dikeluarkan saat proses pengeringan.

Lakukan pemeriksaan isi lemari secara berkala. Keluarkan pakaian lama untuk diangin-anginkan, bersihkan debu di sudut lemari, dan periksa apakah ada tanda kelembapan. Dengan begitu, masalah dapat diketahui sebelum bau apek menjadi semakin kuat.

Tanya Jawab seputar Membersihkan Lemari

1. Mengapa lemari tetap bau apek padahal sudah dibersihkan?

Bau dapat kembali karena sumbernya bukan hanya kotoran di permukaan. Kelembapan, pakaian yang belum kering, sepatu, ventilasi buruk, atau dinding lembap dapat menjadi penyebab yang terus memunculkan aroma apek.

2. Apakah baking soda bisa menghilangkan bau apek pada lemari?

Baking soda dapat membantu menyerap bau dan sebagian kelembapan, tetapi fungsinya lebih sebagai pendukung. Jika terdapat kebocoran, jamur, atau kelembapan tinggi, penyebab tersebut tetap harus ditangani.

3. Seberapa sering lemari harus dibersihkan?

Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk semua rumah. Bersihkan segera ketika terlihat berdebu atau muncul bau, kemudian lakukan pemeriksaan berkala agar kelembapan, jamur, dan barang yang berbau dapat diketahui lebih awal.

4. Apakah pakaian boleh langsung dimasukkan ke lemari setelah dijemur?

Boleh jika pakaian sudah benar-benar kering. Jika masih menyimpan sedikit kelembapan, sebaiknya lanjutkan proses pengeringan di tempat dengan sirkulasi udara baik sebelum pakaian disimpan.

5. Kapan bau apek pada lemari perlu ditangani secara profesional?

Jika bau terus muncul meski lemari dan seluruh isinya sudah dibersihkan, periksa kemungkinan masalah pada dinding, kebocoran, pipa, atau pertumbuhan jamur. Bau yang sangat kuat atau tidak biasa juga sebaiknya tidak hanya ditutupi dengan pewangi dan perlu dicari sumbernya.

  1.  

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|