- Usaha ternak apa yang paling cepat balik modal?
- Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ternak minim rugi?
- Mengapa usaha ternak ini cocok untuk pemula?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Usaha ternak paling cepat balik modal minim rugi banyak diminati karena bisa memberikan keuntungan cepat dengan risiko rendah. Biasanya, jenis usaha ini memakai hewan dengan pertumbuhan cepat dan biaya perawatan terjangkau sehingga modal awal cepat kembali.
Usaha ternak paling cepat balik modal minim rugi juga bisa dijalankan di lahan terbatas. Pilihan hewan seperti ayam pedaging, bebek, atau kambing muda memudahkan penyesuaian skala usaha sesuai modal. Perawatan yang tepat menjaga kesehatan ternak dan mengurangi kerugian.
Strategi pemasaran tepat mendukung usaha ternak paling cepat balik modal minim rugi agar lancar. Menjual langsung ke konsumen, pedagang lokal, atau melalui platform online membuat stok cepat habis dan keuntungan lebih cepat didapat.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang usaha ternak paling cepat balik modal minim rugi, Senin (16/2/2026).
1. Ternak Ayam Pedaging (Broiler)
Usaha ternak ayam pedaging sangat populer karena siklus panennya yang singkat dan permintaan pasar yang stabil. Ayam pedaging bisa dipanen dalam 30–35 hari dengan bobot 1,5–2 kg per ekor, sehingga peternak bisa cepat melihat hasil dari modal yang dikeluarkan.
Ayam ini mudah dipelihara dan tahan terhadap perubahan cuaca serta relatif minim risiko penyakit. Modal awal untuk pemula sekitar Rp1,8 juta untuk 100 ekor DOC (Day Old Chick) sudah cukup.
Selain itu, ayam pedaging dapat dijual langsung ke konsumen, warung makan, atau distributor daging ayam, sehingga peluang pemasaran sangat luas dan risiko kerugian relatif rendah.
2. Ternak Lele
Budidaya ikan lele dikenal praktis dan memiliki pertumbuhan cepat, cocok bagi pemula. Lele dapat dipanen dalam 50–60 hari, bahkan lele mutiara bisa mencapai ukuran konsumsi ideal dalam 45–50 hari.
Ikan ini mudah beradaptasi di berbagai kondisi air dan memiliki ketahanan terhadap perubahan cuaca, sehingga kematian dapat diminimalkan.
Dengan modal awal yang terjangkau, terutama menggunakan kolam terpal, usaha lele menjanjikan keuntungan karena permintaan pasar yang tinggi dan konsisten. Selain dijual segar, lele juga bisa diolah menjadi nugget, lele asap, atau lele crispy, menambah nilai jual.
3. Ternak Jangkrik
Jangkrik memiliki siklus hidup singkat, dari telur menetas hingga panen hanya sekitar 35–40 hari. Modal awal relatif rendah, sekitar Rp200 ribu untuk telur jangkrik, dan usaha ini bisa dilakukan di lahan sempit seperti pekarangan rumah atau gudang kecil. Permintaan pasar jangkrik sangat luas, terutama untuk pakan burung kicau, reptil, dan ikan hias.
Selain itu, pemeliharaan jangkrik tidak memerlukan peralatan rumit, cukup dengan kotak bertingkat, dedak, dan media tempat tinggal sederhana. Dengan perawatan rutin, risiko kematian minim, membuat usaha ini cepat balik modal dan menguntungkan.
4. Ternak Burung Puyuh
Burung puyuh unggul karena produksi telur yang cepat dan stabil. Puyuh mulai bertelur pada usia 35 hari, dengan masa produktif antara 40–50 hari.
Telur puyuh memiliki nilai jual tinggi, lebih mahal dibanding telur ayam, dan permintaan pasar cenderung stabil. Modal awal cukup terjangkau, mencakup biaya pembelian bibit puyuh, pakan, dan kandang sederhana.
Burung puyuh juga tidak membutuhkan lahan luas, sehingga bisa dibudidayakan di rumah atau halaman terbatas. Usaha ini memberikan pengembalian modal relatif cepat karena panen telur dapat dilakukan beberapa kali dalam sebulan.
5. Ternak Ayam Kampung
Ayam kampung memiliki keunggulan pada daya tahan tubuh dan rasa daging yang lebih sehat. Ayam kampung dapat dipanen dalam 3–6 bulan, sedangkan ayam kampung super (Joper) tumbuh lebih cepat dan bisa dipanen dalam 2–3 bulan.
Permintaan pasar untuk ayam kampung selalu tinggi karena konsumen menilai dagingnya lebih enak dan aman dikonsumsi. Modal awal sekitar Rp300 ribu untuk 20–50 ekor sudah cukup untuk memulai.
Selain itu, ayam kampung memiliki ketahanan terhadap penyakit yang lebih tinggi dibanding ayam ras, sehingga risiko kerugian rendah.
6. Ternak Kelinci Pedaging
Kelinci pedaging dapat dipanen saat bobotnya mencapai 2–3 kg, biasanya pada usia 3,5 bulan. Kelinci betina mampu beranak 4–8 kali setahun, dengan jumlah anak 1–6 ekor per kelahiran.
Usaha ini tidak memerlukan biaya besar untuk lahan dan kandang, serta perawatan relatif mudah, termasuk pakan hijauan dan dedak.
Daging kelinci mulai diminati sebagai alternatif protein rendah lemak dan sehat. Modal awal sekitar Rp300 ribuan sudah bisa memulai usaha ini, dan peluang pasar cukup baik untuk konsumsi rumah tangga maupun restoran.
7. Ternak Ikan Nila
Ikan nila merupakan ikan air tawar dengan pertumbuhan cepat dan permintaan tinggi. Budidaya dari penebaran benih hingga panen membutuhkan waktu 3–6 bulan, bahkan bisa lebih cepat dengan teknik pemberian pakan intensif. Ikan nila relatif tahan terhadap penyakit dan bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi air.
Selain dijual segar, nila bisa diolah menjadi nugget, filet, atau digoreng, meningkatkan nilai jual. Modal awal yang diperlukan cukup terjangkau, membuat usaha ini cocok untuk pemula yang ingin cepat balik modal.
8. Ternak Bebek
Bebek bisa diarahkan untuk produksi telur atau daging. Bebek pedaging memiliki fisik kuat sehingga lebih tahan terhadap penyakit. Telur bebek dijual dengan harga lebih tinggi dibanding telur ayam, dan permintaan cenderung stabil.
Modal awal sekitar Rp200 ribu untuk bibit remaja (bayah) sudah cukup memulai usaha ini. Perawatan bebek relatif mudah, dan hasil panen bisa dijual langsung ke pasar tradisional atau distributor telur dan daging, sehingga usaha ini minim risiko kerugian.
9. Ternak Kroto (Telur Semut Rangrang)
Kroto memiliki siklus panen sangat cepat, hanya 15–20 hari setelah telur diletakkan. Modal awal relatif kecil, sekitar Rp25 ribu per toples bibit, dan usaha ini tidak membutuhkan lahan luas.
Kroto banyak diminati sebagai pakan burung berkicau dan umpan memancing, sehingga permintaan selalu tinggi. Perawatannya sederhana, cukup menjaga kelembapan media dan memberi makan larva semut, membuat risiko kerugian sangat kecil dan peluang balik modal cepat.
10. Ternak Cacing Tanah
Cacing tanah berkembang biak dengan cepat, sehingga panen dapat dilakukan dalam waktu singkat. Modal awal rendah, usaha ini tidak memerlukan lahan luas, dan bisa dilakukan di pekarangan rumah.
Cacing tanah memiliki banyak manfaat, termasuk sebagai pakan ternak, pupuk organik, dan bahan baku farmasi atau kosmetik. Dengan permintaan pasar yang luas dan beragam, usaha cacing tanah memberikan peluang balik modal cepat dengan risiko minimal.
11. Ternak Ikan Hias
Budidaya ikan hias, seperti Cupang atau Guppy, memiliki siklus reproduksi cepat dan nilai jual tinggi. Modal awal sekitar Rp200 ribu cukup untuk membeli indukan dan perlengkapan dasar.
Usaha ini bisa dilakukan di wadah kecil seperti akuarium mini atau toples, sehingga cocok untuk pemula dengan lahan terbatas.
Pasar selalu stabil karena kebutuhan penghobi akuarium terus meningkat, membuat usaha ini menarik dengan risiko kerugian rendah.
12. Budidaya Belut
Belut bisa dipanen setelah 4–6 bulan dan memiliki permintaan konsumsi tinggi. Budidaya dapat dilakukan di lahan sempit menggunakan drum atau kolam terpal, cocok untuk skala rumahan.
Modal awal relatif terjangkau dan perawatan belut mudah, hanya memerlukan pakan berupa ikan kecil atau pelet. Dengan permintaan pasar yang tinggi, usaha ini menjanjikan keuntungan stabil dan minim risiko kerugian.
Q & A Seputar Topik
Usaha ternak apa yang paling cepat balik modal?
Usaha ternak seperti ayam pedaging, lele, jangkrik, burung puyuh, dan kroto dikenal memiliki siklus panen yang sangat singkat, memungkinkan balik modal dalam hitungan minggu hingga beberapa bulan saja.
Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ternak minim rugi?
Modal awal untuk usaha ternak minim rugi dapat bervariasi, mulai dari sekitar Rp200 ribu hingga Rp1,8 juta, tergantung jenis ternak yang dipilih. Banyak di antaranya bisa dimulai dengan modal di bawah Rp500 ribu.
Mengapa usaha ternak ini cocok untuk pemula?
Usaha ternak ini cocok untuk pemula karena memiliki siklus panen cepat, modal awal yang terjangkau, perawatan yang relatif mudah, tidak membutuhkan lahan luas, serta permintaan pasar yang stabil.
Apa saja jenis ternak yang bisa dipanen dalam waktu singkat?
Jenis ternak yang bisa dipanen dalam waktu singkat meliputi ayam pedaging (30-35 hari), lele (2 bulan), jangkrik (35-40 hari), burung puyuh (bertelur usia 35 hari), dan kroto (15-20 hari).

11 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4294815/original/095852200_1674030831-IMG-20220605-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503504/original/037923100_1771151730-Gemini_Generated_Image_ayuquoayuquoayuq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504376/original/024820200_1771233677-model_teras_rumah_2x2_dengan_kolam_ikan_mini_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504491/original/023641700_1771238830-1000095219.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504582/original/003992000_1771243648-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5356636/original/059209400_1758477796-1000092780.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504119/original/092360600_1771224915-One_of_the_most_incredible_things_I___ve_ever_seen_was_discovering_the_best_sunset_spot_at_Darubia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5471353/original/054574800_1768284168-John_Herdman_-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504309/original/074980700_1771230929-ececf805-acc3-45be-bee6-d1b1c4a66e25.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504295/original/067921700_1771230557-ide_jualan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478378/original/090879800_1768899431-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5232234/original/038709300_1748228399-IMG-20250526-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503952/original/030944200_1771216950-Wanita_Imlek_Promo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504523/original/039746200_1771239952-Febri.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314572/original/018193100_1755093158-GyO7-8saEAA-E11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4405077/original/063246200_1682311808-medium-shot-barista-wearing-mask__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504447/original/068870300_1771236784-IMG_7049.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504164/original/004882700_1771226459-Perbedaan_Biopori_dan_Losida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5397664/original/060033300_1761813131-Dewa_United_vs_Tainan_City_FC-1.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)