4 Strategi Jualan Kue Kering Lebaran bagi Pemula, Tips Cerdas dari Pebisnis Jogja

11 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Strategi jualan kue kering Lebaran bagi pemula sebenarnya terbilang sederhana, namun sering diabaikan. Banyak pemula yang langsung memasarkan kue keringnya tanpa persiapan yang matang karena ingin cepat dikenal.

Dengan menerapkan strategi-strategi sederhana tersebut, pemula dapat lebih percaya diri memulai usaha kue kering Lebaran sekaligus meningkatkan peluang sukses di tengah persaingan yang cukup ketat.

Kue kering selalu menjadi favorit dan tidak pernah sepi pembeli, sehingga menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Terlebih di momen-momen tertentu seperti Lebaran, kue kering hampir selalu dicari untuk sajian atau hampers.

Nadhira Cicilia (32), pengusaha kue kering asal Yogyakarta sekaligus pemilik @kuejogja, membagikan beberapa tips jualan kue kering bagi pemula berdasarkan pengalamannya di dunia baking sejak 2016.

1. Terapkan Sistem PO (Pre Order)

Strategi pertama yang bisa diterapkan oleh pemula dalam bisnis kue kering adalah menggunakan sistem pre-order (PO). Sistem PO adalah mekanisme penjualan di mana pembeli memesan dan membayar produk di muka sebelum barang tersedia atau diproduksi.

Dengan menerapkan sistem ini, produksi kue kering tidak berlebihan dan kualitasnya tetap terjaga. Selain itu, sistem PO memungkinkan pebisnis pemula untuk perlahan mempelajari selera konsumen serta cara mengelola kue kering olahannya.

"Untuk pemula, sebaiknya membuka sistem pre-order (PO) dulu. Dengan PO, produksi bisa disesuaikan dengan permintaan sehingga tidak berlebihan," jelas Cicilia.

2. Tawarkan ke Orang Terdekat

Menawarkan kue kering kepada orang terdekat merupakan strategi penting bagi pemula. Dengan cara ini, pebisnis pemula bisa mendapatkan masukan, baik yang positif maupun yang perlu diperbaiki, sebelum memasarkan ke konsumen yang lebih luas.

"Coba tawarkan kue kering ke orang terdekat dulu," saran Cicilia.

Sebelum mulai menawarkan, sebaiknya pemula membuat daftar kue yang akan diproduksi dan ditawarkan terlebih dahulu. Hal ini membantu memudahkan perencanaan produksi dan memastikan variasi kue yang disiapkan sesuai kebutuhan.

Mengutip buku berjudul 25 Usaha Terlaris Modal 1-3 Jutaan (2010) oleh Sherly, sebelum memulai bisnis kue kering, ada baiknya membuat daftar kue-kue apa saja yang akan dibuat berdasarkan besar peminat seperti kue keju (kastangel), kue nastar, kue cokelat, kue cornflake, kue putri salju, atau kue-kue lain.

3. Jangan Bagi Tester

Kesalahan yang sering dilakukan pemula dalam bisnis kue kering adalah membagi-bagi tester di event atau bazar untuk menarik perhatian. Namun, menurut Cicilia, cara ini tidak selalu menjamin berhasil menggaet pelanggan.

Event atau bazar bisa menjadi wadah efektif untuk mempromosikan kue kering. Namun, strategi ini biasanya lebih tepat dilakukan ketika bisnis sudah berjalan beberapa waktu dan mulai dikenal oleh pelanggan, misalnya setelah sekitar satu tahun.

"Jangan bagi-bagi tester karena gak ada jaminan tester yang udah dibagi bakal dibeli," papar Cicilia kepada Liputan6.

4. Konsisten dalam Kualitas

Mempertahankan kualitas makanan sangat penting bagi pebisnis, mulai dari tahap awal merintis hingga ketika sudah memiliki banyak pelanggan. Penurunan kualitas dapat membuat pembeli enggan melakukan repeat order.

"Konsistensi kualitas sangat penting. Pastikan setiap batch kue memiliki rasa, tekstur, dan tampilan yang sama supaya pelanggan percaya dan kembali membeli," ujar Cicilia.

Mengutip buku berjudul 200 Resep Homemade Cakes & Cookies (2016) oleh Sufi S. Y, dalam memulai usaha kue kering, perlu adanya kreativitas dan inovasi agar dapat menarik minat pembeli. Rasa yang lezat dan tampilan yang menarik menjadi daya tarik tersendiri.

Dengan pengemasan yang baik serta harga yang terjangkau, usaha kue kering dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Cara membuat kue kering relatif mudah bagi pemula sekalipun. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah diperoleh di pasaran. Dengan ketekunan dan ketelitian dalam proses pembuatannya, kue kering yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang baik.

Mengutip buku berjudul 124 Tips Membuat Urusan Rumah Tangga Jadi Gampang dan Irit (2013) oleh Windya Novita, masa kedaluwarsa masing-masing kue kering tidak sama, tergantung jenisnya. 

Kue nastar tidak tahan lama, kurang lebih hanya 1–3 bulan karena isi kue ini mengandung air sehingga setelah pemanggangan menjadi lembap atau tidak kering. Sementara Kastengel atau cookies sejenisnya lebih tahan lama karena banyak menggunakan bahan-bahan kering. Kue jenis ini bisa bertahan 1–6 bulan.

Q & A Seputar Topik

Kapan waktu terbaik mulai jualan kue kering Lebaran? 

Idealnya mulai promosi 3–4 minggu sebelum Lebaran. Di awal, fokus pada pre-order agar bisa memperkirakan jumlah produksi dan menekan risiko kerugian. Semakin dekat hari raya, biasanya permintaan meningkat tajam.

Bagaimana cara menentukan harga agar tetap untung? 

Hitung semua biaya produksi, mulai dari bahan baku, kemasan, hingga gas dan listrik. Setelah itu, tambahkan margin keuntungan yang wajar. Untuk pemula, sebaiknya sediakan beberapa ukuran kemasan agar pembeli punya pilihan sesuai budget.

Strategi promosi apa yang efektif untuk pemula?

Manfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook untuk promosi. Gunakan foto yang menarik dan testimoni pelanggan pertama untuk meningkatkan kepercayaan. Promo bundling atau diskon pembelian lebih dari satu toples juga bisa menarik minat.

Kue kering apa yang cocok dijual pemula?

Pilih jenis yang populer dan tahan lama seperti nastar, kastengel, putri salju, atau cookies cokelat. Selain mudah diterima pasar, kue-kue ini memiliki bahan yang relatif stabil dan proses pembuatan yang tidak terlalu rumit.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|