5 Cara Menyimpan Keju yang Sudah Dibuka Supaya Tidak Berjamur dan Awet Lebih Lama

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Cara menyimpan keju yang sudah dibuka sering menjadi pertanyaan banyak orang yang mendapati keju di kulkas mengering, berkeringat, atau berjamur hanya dalam beberapa hari. Padahal keju yang tadinya utuh dan siap disantap bisa berubah kondisi hanya karena cara penyimpanan yang keliru. Masalah ini terjadi hampir di setiap dapur rumah tangga.

Sepotong cheddar yang mengeras di ujung, keju krim yang berbau tidak sedap, atau keju parut yang menggumpal basah adalah pengalaman umum yang membuat banyak orang akhirnya membuang keju sebelum habis dimakan. Padahal kerusakan itu bisa dicegah dengan langkah sederhana yang tidak memerlukan alat atau bahan khusus tambahan dari luar rumah.

Artikel ini akan membagikan beberapa cara menyimpan keju yang sudah dibuka yang telah dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (14/8/2026). Tips-tips ini akan membantu supaya keju bisa awet lebih lama. Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Jauhi Rak Pintu Kulkas Saat Menyimpan Keju

Banyak orang meletakkan keju di rak pintu kulkas karena posisinya paling mudah dijangkau setiap kali membuka kulkas. Kebiasaan ini sebenarnya kurang tepat, sebab bagian pintu adalah area yang suhunya paling sering berubah dibanding bagian lain di dalam kulkas, terutama saat pintu dibuka dan ditutup berkali-kali dalam sehari.

Suhu yang naik turun secara terus-menerus membuat kualitas keju menurun lebih cepat dibanding jika disimpan di rak bagian dalam. Hal ini berlaku untuk hampir semua jenis keju, sebab keju pada dasarnya membutuhkan suhu dingin yang stabil, bukan suhu yang berubah setiap kali kulkas dibuka oleh anggota keluarga di rumah.

Pindahkan keju ke rak bagian dalam kulkas, sebisa mungkin agak ke belakang karena area tersebut cenderung memiliki suhu paling stabil. Tidak perlu repot mencari rak dengan posisi tertentu, cukup pastikan keju tidak berada di bagian pintu yang paling sering terkena udara hangat dari luar.

Gunakan Wadah Tertutup Rapat untuk Setiap Potongan

Keju yang dibiarkan terbuka begitu saja di dalam kulkas mudah menyerap aroma dari makanan di sekitarnya. Bau bawang, ikan, atau sayuran bisa berpindah ke keju dan mengubah cita rasanya, apalagi pada keju bertekstur lunak yang memang lebih mudah menyerap aroma dibanding keju keras pada umumnya.

Selain soal aroma, permukaan keju yang tidak tertutup juga langsung bersentuhan dengan udara dingin dan kering yang terus bersirkulasi di dalam kulkas. Paparan udara semacam ini mempercepat proses pengeringan pada bagian luar keju, bahkan hanya dalam hitungan hari sejak kemasan aslinya dibuka oleh pemiliknya.

Cara mengatasinya cukup dengan memindahkan keju ke wadah bersih yang memiliki tutup rapat. Jika di rumah menyimpan lebih dari satu jenis keju sekaligus, pisahkan masing-masing ke wadah berbeda supaya aroma dan rasa antar keju tidak saling tercampur satu sama lain di dalam kulkas.

Simpan Sesuai Karakter Jenis Kejunya

Setiap jenis keju punya karakter berbeda, sehingga cara menyimpannya pun tidak bisa disamaratakan. Keju keras dan semi keras seperti cheddar, gouda, edam, dan parmesan tergolong lebih tahan banting. Setelah dibuka, keju jenis ini cukup dibungkus rapat dan disimpan di kulkas tanpa perlakuan khusus lainnya.

Keju bertekstur lunak seperti cream cheese, ricotta, dan cottage cheese memiliki kandungan air lebih banyak sehingga lebih rentan rusak. Keju jenis ini sebaiknya tetap dibiarkan di wadah bawaannya, dengan tutup yang selalu dipastikan rapat setelah dipakai agar udara luar tidak mudah masuk ke dalamnya.

Untuk mozzarella, feta, dan keju yang direndam dalam air garam, ikuti petunjuk penyimpanan pada label kemasan karena setiap produk bisa punya aturan berbeda. Keju iris dan keju parut juga perlu perhatian ekstra karena permukaannya jauh lebih luas terpapar udara dibanding keju yang masih utuh.

Lapisi Permukaan Potongan Sebelum Masuk Kulkas

Kebiasaan membiarkan keju tetap berada di kemasan yang sudah terbuka menjadi penyebab utama permukaannya cepat mengeras. Udara di dalam kulkas cenderung kering, sehingga bagian keju yang terpotong akan kehilangan kelembapan dengan cepat apabila dibiarkan tanpa lapisan pelindung tambahan di sekelilingnya.

Untuk keju keras seperti cheddar, kertas roti bisa dijadikan lapisan pertama sebelum keju dimasukkan ke wadah tertutup atau kantong yang bisa dikunci rapat. Cara ini membuat keju tetap sedikit bernapas, tanpa langsung terpapar udara kering yang bersirkulasi di dalam kulkas setiap saat.

Bila di rumah hanya tersedia plastik pembungkus biasa, bahan itu tetap bisa dipakai, terutama untuk mencegah keju keras cepat mengering. Poin pentingnya, pastikan bagian keju yang sudah terpotong tidak pernah dibiarkan terbuka setelah sebagian isinya digunakan untuk memasak atau disantap.

Manfaatkan Freezer untuk Stok Keju yang Belum Terpakai

Membekukan keju bisa jadi solusi ketika stok di rumah terlalu banyak untuk dihabiskan dalam waktu dekat. Langkah ini cocok untuk keju keras seperti cheddar yang rencananya akan diolah kembali, bukan untuk keju yang ingin langsung disantap tanpa proses memasak setelah dikeluarkan dari freezer.

Sebelum dibekukan, potong atau parut keju sesuai porsi yang biasa dipakai sehari-hari. Cara ini memudahkan proses pengambilan di kemudian hari tanpa harus mencairkan seluruh bagian sekaligus, sehingga sisa keju yang belum dipakai tetap aman tersimpan rapi di dalam freezer.

Setelah dicairkan, tekstur keju umumnya berubah menjadi lebih rapuh dibanding kondisi sebelum dibekukan. Meski begitu, keju tetap bisa dipakai untuk masakan seperti saus, pasta, telur dadar, atau roti panggang. Keju lunak pada umumnya kurang cocok mengalami proses pembekuan seperti ini.

Berapa Lama Keju Bertahan Setelah Dibuka?

Daya tahan keju setelah kemasannya dibuka sangat bergantung pada jenisnya. Tidak ada patokan tunggal yang berlaku untuk semua jenis keju, karena kadar air dan cara pengolahan setiap keju berbeda satu sama lain. Faktor ini yang membuat masa simpan keju bisa bervariasi cukup jauh.

Sebagai gambaran umum, keju keras cenderung bertahan lebih lama dibanding keju lunak. Sebagian panduan keamanan pangan menyebutkan keju keras yang sudah dibuka bisa bertahan sekitar tiga hingga empat minggu di kulkas, sementara keju lunak umumnya hanya bertahan sekitar satu minggu saja.

Angka tersebut sebaiknya dijadikan panduan umum, bukan patokan mutlak yang berlaku pasti untuk semua kondisi. Selalu perhatikan petunjuk penyimpanan pada kemasan dan amati kondisi fisik keju sebelum dikonsumsi, sebab cara penyimpanan di rumah turut memengaruhi seberapa lama keju benar-benar bisa bertahan.

Ciri-Ciri Keju yang Sudah Tidak Layak Konsumsi

Selain memperhatikan lama penyimpanan, mengenali tanda kerusakan pada keju juga penting dilakukan sebelum mengonsumsinya kembali. Beberapa ciri berikut bisa dijadikan acuan untuk menilai apakah keju di rumah masih aman dimakan atau sebaiknya dibuang.

- Tekstur Berubah Menjadi Berlendir: Permukaan keju yang terasa licin atau berlendir saat disentuh menandakan proses pembusukan sudah berlangsung dan sebaiknya keju tidak dikonsumsi lagi.

- Bau Menyengat yang Tidak Biasa: Aroma asam atau tidak sedap yang jauh berbeda dari bau khas keju biasanya menjadi tanda keju sudah tidak layak dimakan.

- Warna Berubah Signifikan: Bercak warna yang tidak biasa pada permukaan keju, di luar warna aslinya, perlu diwaspadai sebagai tanda kerusakan.

- Muncul Jamur pada Keju Lunak: Jamur yang tumbuh pada keju lunak, keju iris, atau keju parut menandakan keju tersebut sebaiknya dibuang seluruhnya.

- Permukaan Terlalu Kering dan Mengeras: Bagian keju yang mengeras dan retak menandakan kualitas sudah menurun, meski bagian ini terkadang masih bisa dipotong dan dibuang.

- Rasa Berubah Saat Dicicipi: Jika ragu dengan kondisi keju, sebaiknya jangan mencicipinya terlebih dahulu untuk memastikan keamanan sebelum benar-benar dikonsumsi. Jika menemukan rasa pahit, terlalu asam, atau rasa sabun yang muncul saat keju dicicipi, berarti keju sudah tidak dalam kondisi baik untuk dikonsumsi.

Apakah Keju yang Sudah Berjamur Sudah Tidak Layak Makan?

Jawabannya tergantung pada jenis keju yang mengalami pertumbuhan jamur tersebut. Sebagian keju memang sengaja dibuat dengan jamur sebagai bagian dari proses pembuatannya, sehingga kemunculan jamur pada jenis ini bukan tanda kerusakan, melainkan karakteristik alami dari produk itu sendiri.

Berbeda halnya dengan jamur yang muncul secara tidak sengaja pada keju lunak, keju iris, atau keju parut. Pada jenis-jenis ini, kemunculan jamur menjadi alasan kuat untuk membuang keju secara keseluruhan karena jamur bisa menyebar lebih luas dari yang terlihat di permukaan.

Untuk keju keras, sebagian panduan keamanan pangan memperbolehkan bagian yang berjamur dipotong cukup lebar, bukan sekadar dikerok tipis di permukaannya. Namun jika keju sudah berbau sangat menyengat, berlendir, atau berubah bentuk secara signifikan, keju tersebut sebaiknya tidak lagi dikonsumsi meski tampak masih ada bagian yang bersih.

Pertanyaan Seputar Cara Menyimpan Keju yang Sudah Dibuka

Apakah keju yang sudah dibuka wajib disimpan di kulkas? Ya, keju yang sudah dibuka sebaiknya selalu disimpan di kulkas agar suhunya tetap terjaga. Menyimpan keju di suhu ruang dalam waktu lama akan mempercepat kerusakan, terutama pada keju lunak yang memiliki kadar air lebih tinggi dibanding keju keras.

Bolehkah keju disimpan menggunakan plastik wrap biasa? Boleh, terutama untuk keju keras yang membutuhkan perlindungan dari udara kering di dalam kulkas. Namun untuk hasil yang lebih baik, kertas roti bisa digunakan sebagai lapisan pertama sebelum keju dimasukkan ke wadah tertutup atau kantong penyimpanan.

Kenapa keju cepat kering meski sudah disimpan di kulkas? Keju cepat kering biasanya karena bagian yang terpotong dibiarkan terbuka tanpa pembungkus. Udara di dalam kulkas bersifat kering, sehingga permukaan keju yang tidak terlindungi akan kehilangan kelembapannya dalam waktu relatif singkat setelah dibuka.

Apakah keju parut lebih cepat rusak dibanding keju utuh? Ya, keju parut cenderung lebih cepat rusak karena permukaannya jauh lebih luas terpapar udara dibanding keju yang masih utuh. Karena itu, keju parut sebaiknya disegel rapat dan digunakan sesuai jangka waktu yang tertera pada kemasannya.

Apakah semua jenis keju bisa dibekukan? Tidak semua jenis keju cocok dibekukan. Keju keras seperti cheddar umumnya masih bisa dibekukan dan digunakan untuk masakan setelah dicairkan, sementara keju lunak seperti cream cheese atau ricotta umumnya kurang cocok mengalami proses pembekuan seperti ini.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|