7 Cara Memilih Pakaian saat Cuaca Panas Supaya Tetap Nyaman Beraktivitas di Cuaca Terik

6 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Suhu udara yang kian menyengat belakangan ini membuat banyak orang kewalahan menentukan busana yang tepat untuk beraktivitas sehari-hari. Cara memilih pakaian saat cuaca panas ternyata tidak sekadar soal gaya, melainkan menyangkut kenyamanan tubuh dalam menjaga suhu tetap stabil. Kesalahan memilih bahan dan model pakaian kerap membuat tubuh cepat lelah, berkeringat berlebihan, bahkan berisiko mengalami gangguan kulit akibat panas.

Banyak orang masih terjebak kebiasaan lama, memakai busana favorit tanpa memperhitungkan faktor suhu dan kelembapan udara. Padahal, tubuh bekerja lebih keras mengatur suhu inti ketika terpapar panas dalam waktu lama, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Pilihan busana yang keliru justru memperberat kerja tubuh untuk mendinginkan diri secara alami.

Cara memilih pakaian saat cuaca panas bisa membantumu melewati cuaca yang kian menyengat dengan nyaman. Berikut adalah tujuh tips yang bisa diterapkan agar aktivitas harian tetap lancar meski cuaca sedang terik-teriknya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (14/8/2026).

1. Utamakan Pakaian Berwarna Terang

Warna busana ternyata punya pengaruh besar terhadap suhu tubuh saat beraktivitas di bawah terik matahari. Warna terang seperti putih, krem, dan pastel cenderung memantulkan cahaya matahari, sehingga panas tidak banyak terserap ke permukaan kain. Sebaliknya, warna gelap menyerap radiasi matahari lebih banyak dan membuat suhu di sekitar tubuh meningkat drastis.

Perbedaan ini terasa signifikan terutama saat seseorang berada di luar ruangan dalam waktu lama, seperti saat bekerja di lapangan atau berjalan kaki. Pakaian gelap membuat kulit lebih cepat berkeringat karena panas yang terperangkap di permukaan kain. Kondisi ini pada akhirnya memicu rasa gerah yang mengganggu kenyamanan beraktivitas.

Meski begitu, warna terang bukan berarti membatasi gaya berbusana seseorang. Kombinasi motif cerah dan corak menarik tetap bisa diaplikasikan selama dominasi warnanya tetap cerah. Cara ini terbukti efektif menjaga suhu tubuh tanpa harus mengorbankan penampilan yang modis dan percaya diri.

2. Pilih Potongan Baju yang Longgar

Model pakaian ketat memang bisa mempercantik siluet tubuh, tetapi kurang ideal dikenakan saat cuaca panas menyengat. Potongan ketat membuat sirkulasi udara di sekitar kulit menjadi terbatas, sehingga keringat sulit menguap secara alami. Akibatnya, tubuh terasa lebih lembap dan gerah sepanjang hari beraktivitas.

Sebaliknya, pakaian dengan potongan longgar memberi ruang bagi udara untuk bergerak bebas di sekitar permukaan kulit. Sirkulasi udara yang lancar ini mempercepat proses penguapan keringat sekaligus menurunkan suhu tubuh secara alami. Gesekan antara kain dan kulit pun berkurang, sehingga risiko iritasi akibat panas dapat diminimalkan.

Pilihan busana longgar seperti kemeja oversized, gaun berpotongan A-line, atau celana kulot bisa menjadi alternatif menarik. Selain nyaman dipakai seharian, model-model tersebut tetap terlihat stylish untuk berbagai kesempatan. Kenyamanan dan penampilan pun bisa didapatkan sekaligus tanpa perlu berkompromi.

3. Sesuaikan Bahan Kain dengan Jenis Aktivitas

Pemilihan bahan kain menjadi faktor penentu utama dalam cara memilih pakaian saat cuaca panas yang tepat. Untuk aktivitas ringan sehari-hari, bahan alami seperti katun dan linen menawarkan sirkulasi udara yang baik serta tekstur yang lembut di kulit. Kedua bahan ini cocok dikenakan saat bersantai, bekerja di kantor, maupun berkegiatan santai lainnya.

Namun, situasi berbeda berlaku saat seseorang menjalani aktivitas dengan intensitas keringat tinggi, seperti olahraga atau kerja lapangan. Bahan sintetis berteknologi moisture-wicking, seperti polyester blend atau material berlabel Dri-fit dan Coolmax, justru lebih unggul. Bahan-bahan ini dirancang khusus untuk menarik keringat menjauh dari kulit agar cepat kering.

Kekeliruan memilih bahan kerap terjadi karena banyak orang menganggap satu jenis kain cocok untuk semua situasi. Padahal, karakteristik aktivitas turut menentukan bahan mana yang paling optimal digunakan. Memahami perbedaan ini membantu tubuh tetap kering dan nyaman sesuai kebutuhan masing-masing kegiatan.

4. Kenakan Atasan Berlengan Pendek atau Tanpa Lengan

Bagian lengan pada busana turut memengaruhi tingkat kenyamanan tubuh saat cuaca panas melanda. Atasan berlengan pendek atau tanpa lengan memberi ruang lebih besar bagi kulit untuk terpapar udara secara langsung. Kondisi ini membantu proses pendinginan tubuh berlangsung lebih cepat dibandingkan busana berlengan panjang.

Selain faktor kenyamanan, model lengan pendek juga meminimalkan area yang berpotensi menampung keringat berlebih. Sisa keringat yang menumpuk di lipatan lengan panjang kerap menimbulkan bau tidak sedap serta rasa lengket sepanjang hari. Model tanpa lengan atau lengan pendek mengurangi risiko tersebut secara signifikan.

Kemeja lengan pendek berbahan katun, kaus oblong, hingga blus tanpa lengan bisa menjadi pilihan andal untuk aktivitas harian. Model-model ini tetap terlihat rapi dan pantas dikenakan, baik untuk suasana kasual maupun semi-formal. Kenyamanan tubuh pun tetap terjaga tanpa mengurangi kesan profesional dalam berpenampilan.

5. Utamakan Celana Pendek atau Rok Dibanding Celana Panjang

Bagian bawah tubuh juga memerlukan perhatian khusus dalam menentukan busana yang tepat saat cuaca panas. Celana panjang cenderung menutup kaki secara penuh sehingga menghambat sirkulasi udara dan membuat kaki lebih mudah berkeringat. Sensasi gerah ini semakin terasa saat kelembapan udara turut meningkat bersamaan dengan suhu.

Sebagai alternatif, celana pendek maupun rok memberi ruang gerak yang lebih leluasa bagi kaki untuk bernapas. Udara dapat bersirkulasi dengan bebas di sekitar kulit, sehingga keringat lebih cepat menguap dan tubuh terasa lebih segar. Pilihan ini sangat cocok diterapkan untuk aktivitas luar ruangan maupun kegiatan santai lainnya.

Bagi yang tetap ingin tampil modest, opsi rok panjang berbahan ringan atau celana kulot longgar bisa menjadi solusi tengah. Model tersebut tetap menutup kaki secara maksimal tanpa membuat sirkulasi udara terhambat sepenuhnya. Kenyamanan dan preferensi pribadi pun bisa terpenuhi secara bersamaan.

6. Hindari Melapisi Pakaian secara Berlebihan

Kebiasaan memakai banyak lapisan busana sekaligus menjadi salah satu penyebab utama tubuh cepat kepanasan. Setiap lapisan tambahan menciptakan penghalang bagi sirkulasi udara menuju kulit, sehingga proses pendinginan tubuh menjadi kurang optimal. Semakin banyak lapisan yang dikenakan, semakin besar pula risiko tubuh mengalami kepanasan berlebih.

Bagi yang memiliki kebutuhan khusus untuk menutup tubuh lebih maksimal, pemilihan bahan tetap menjadi kunci utama kenyamanan. Gaun panjang atau atasan lengan panjang berbahan ringan seperti linen tipis dapat menjadi solusi tepat. Bahan ringan tersebut tetap memungkinkan sirkulasi udara meski menutup tubuh secara menyeluruh.

Prinsip sederhana yang perlu diterapkan adalah mengurangi jumlah lapisan seminimal mungkin sesuai kebutuhan. Satu lapisan busana yang tepat jauh lebih efektif menjaga kenyamanan dibandingkan beberapa lapisan tipis yang saling menumpuk. Cara ini terbukti membantu tubuh tetap sejuk sepanjang hari beraktivitas.

7. Lengkapi dengan Aksesori Pelindung dari Panas

Selain busana utama, aksesori pendukung turut berperan penting dalam menjaga kenyamanan tubuh saat cuaca panas. Kacamata hitam berpelindung UV membantu melindungi mata dari sengatan sinar matahari langsung yang berpotensi merusak penglihatan. Topi berpinggir lebar juga efektif menaungi wajah dari paparan sinar matahari secara langsung.

Penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 menjadi langkah wajib yang tidak boleh dilewatkan sebelum beraktivitas di luar ruangan. Pengaplikasian ulang tabir surya setiap dua jam sekali disarankan, terutama bagi yang banyak berkeringat atau beraktivitas di air. Perlindungan kulit ini mencegah risiko sengatan matahari maupun kerusakan kulit jangka panjang.

Sebagai pelengkap, syal tipis atau neck gaiter yang dibasahi air bisa memberikan efek pendinginan instan pada tubuh. Aksesori ini sangat membantu ketika seseorang harus beraktivitas dalam waktu lama di bawah terik matahari. Kombinasi busana dan aksesori pelindung yang tepat membuat aktivitas harian tetap nyaman meski cuaca sedang panas.

Pertanyaan Seputar Cara Memilih Pakaian saat Cuaca Panas

1. Apa warna pakaian yang paling cocok dikenakan saat cuaca panas? Warna terang seperti putih, krem, dan pastel paling disarankan karena memantulkan sinar matahari sehingga panas tidak banyak terserap ke kain.

2. Bahan apa yang paling nyaman untuk cuaca panas dan lembap? Katun dan linen cocok untuk aktivitas ringan, sementara bahan sintetis moisture-wicking lebih unggul untuk aktivitas dengan keringat tinggi seperti olahraga.

3. Apakah pakaian ketat berbahaya dikenakan saat cuaca panas? Pakaian ketat tidak berbahaya, tetapi kurang nyaman karena menghambat sirkulasi udara sehingga keringat lebih sulit menguap dari permukaan kulit.

4. Mengapa sebaiknya menghindari pakaian berlapis saat cuaca panas? Setiap lapisan busana menciptakan penghalang sirkulasi udara ke kulit, sehingga tubuh lebih sulit mendinginkan diri secara alami dan cepat kepanasan.

5. Apakah aksesori seperti topi dan kacamata benar-benar membantu saat cuaca panas? Aksesori tersebut membantu melindungi kulit, mata, dan wajah dari paparan sinar matahari langsung sekaligus mendukung kenyamanan tubuh secara keseluruhan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|