5 Cara Ternak Kutu Air Sendiri untuk Pakan Ikan Hias, Hemat ala Peternak Rumahan

10 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pakan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya ikan hias. Selain pelet, banyak pembudidaya memilih pakan alami seperti kutu air karena kandungan proteinnya tinggi dan baik untuk pertumbuhan ikan. Menariknya, cara ternak kutu air sendiri untuk pakan ikan hias ternyata bisa dilakukan di rumah dengan modal minim dan peralatan sederhana.

Hal ini juga dilakukan oleh Joan (25). Dalam wawancara lanjutannya, pembudidaya ikan hias asal Wedomartani, Ngemplak, Sleman ini mengaku awalnya membeli kutu air dari luar. Namun lama-kelamaan ia memilih membudidayakan sendiri agar lebih hemat dan ketersediaannya terjamin.

"Kutu air sama pelet. Awalnya beli (kutu air), terus kuternak sendiri," ujar Joan saat menjelaskan pakan untuk ikan hiasnya kepada Liputan6.com, Sabtu (21/2/2026).

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Selain menekan biaya operasional, ternak kutu air sendiri juga memastikan kualitas pakan tetap segar dan bebas dari risiko tercemar.

1. Kenapa Kutu Air Penting untuk Ikan Hias?

Kutu air seperti Daphnia dan Moina dikenal sebagai pakan alami favorit ikan hias, terutama untuk burayak (anak ikan). Kandungan proteinnya tinggi, mudah dicerna, dan dapat merangsang pertumbuhan lebih cepat dibanding hanya pelet.

Selain itu, gerakan kutu air di dalam air merangsang naluri alami ikan untuk berburu, sehingga ikan lebih aktif dan tidak mudah stres. Namun, di balik manfaatnya, ternak kutu air juga punya tantangan tersendiri.

2. Tantangan Ternak Kutu Air: Harus Punya Green Water

Menurut Joan, bagian paling 'ribet' dari ternak kutu air adalah menyiapkan green water atau air hijau sebagai sumber pakan. Green water adalah air yang mengandung fitoplankton atau alga mikroskopis. Warna air biasanya berubah menjadi hijau karena pertumbuhan mikroorganisme tersebut. Inilah makanan utama kutu air.

"Untuk perawatan kutu airnya sendiri gimana? Agak ribet sih. Ribetnya itu harus punya green water. Itu juga aku bikin lagi di sebelah sana. Itu buat pakan kutu airnya," jelas Joan.

Cara membuat green water sebenarnya cukup sederhana. Wadah berisi air bersih bisa ditambahkan pupuk organik cair, rendaman daun kering, atau kotoran ternak dalam jumlah kecil, lalu dibiarkan terkena sinar matahari selama beberapa hari hingga air berubah hijau. Setelah green water siap, barulah bibit kutu air dimasukkan.

3. Siklus Panen Kutu Air Harus Tepat Waktu

Joan juga mengingatkan bahwa kutu air memiliki siklus hidup yang cepat. Jika tidak dipanen tepat waktu, populasinya bisa mendadak habis.

“Kutu air itu kalau udah masa panen tuh ya langsung kayak hilang semua hampiran. Sedikit nanti hasilnya,” ujarnya.

Ciri kutu air siap panen biasanya jumlahnya sangat banyak dan warnanya tampak kemerahan.

“Kalau udah jadi banyak banget, udah merah-merah kan berarti udah siap panen tuh. Itu kalau enggak buruan dihabisin ya mati. Mati sendiri nanti,” tambahnya.

Artinya, pembudidaya harus rutin memantau perkembangan populasi. Jangan sampai terlambat panen karena kutu air bisa mati massal akibat kepadatan berlebih atau kekurangan oksigen.

4. Strategi Dua Wadah agar Tidak Kehabisan

Untuk mengantisipasi gagal panen atau populasi habis, Joan menerapkan sistem dua wadah. Strategi ini penting agar stok pakan tetap aman. Jika satu wadah mengalami penurunan populasi, masih ada cadangan di wadah lain.

“Makanya dibikin dua sih aku kutu airnya, yang di box sama yang di galon satu. Nanti kalau yang di box habis, ambil di galon,” jelasnya.

Wadah yang digunakan pun tidak harus mahal. Box plastik, ember, atau galon bekas bisa dimanfaatkan. Yang terpenting adalah kualitas air tetap terjaga dan tidak tercemar sabun atau bahan kimia.

5. Tips Cara Ternak Kutu Air Sendiri untuk Pemula

Bagi pemula yang ingin mencoba cara ternak kutu air sendiri untuk pakan ikan hias. Dengan perawatan tepat, kutu air bisa dipanen setiap beberapa hari sekali. Berikut langkah sederhana yang bisa diikuti:

  1. Siapkan wadah: Gunakan ember, box plastik, atau galon bekas.
  2. Buat green water: Isi air, tambahkan pupuk organik secukupnya, jemur hingga hijau.
  3. Masukkan bibit kutu air: Bisa dibeli dari penjual atau sesama pembudidaya.
  4. Letakkan di tempat cukup cahaya: Hindari hujan langsung agar kualitas air stabil.
  5. Panen rutin: Saat populasi membludak dan berwarna kemerahan, segera panen sebagian.
  6. Jaga sirkulasi dan kebersihan: Jangan sampai air terlalu kotor atau berbau menyengat.

Hemat Biaya, Untung Lebih Stabil

Bagi Joan, ternak kutu air bukan sekadar eksperimen, tetapi bagian dari strategi menekan biaya usaha ikan hiasnya. Dengan membuat pakan sendiri, ia tidak perlu terus-menerus membeli kutu air dari luar. Apalagi jika jumlah ikan sudah banyak, kebutuhan pakan tentu meningkat.

Selain itu, pakan alami seperti kutu air membantu menjaga kualitas pertumbuhan ikan, sehingga nilai jualnya tetap baik. Meski terlihat sederhana, Joan menekankan pentingnya ketelatenan. Banyak orang gagal bukan karena sulit, tetapi karena kurang konsisten.

"Yang penting itu telaten kasih makannya. Enggak usah banyak-banyak kan dua kali sudah cukup itu. Sama jaga kualitas air aja. Udah. Yang penting telaten sih,” pesannya.

Cocok untuk Skala Rumahan

Cara ternak kutu air sendiri untuk pakan ikan hias ini sangat cocok untuk skala rumahan. Tidak membutuhkan lahan luas, modal besar, atau peralatan rumit. Bahkan dengan memanfaatkan sudut teras rumah, galon bekas, dan sedikit sinar matahari, stok pakan alami bisa tersedia sepanjang waktu.

Bagi pembudidaya pemula, langkah ini bisa menjadi solusi cerdas untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas ikan. Dengan manajemen sederhana, pemantauan rutin, dan ketelatenan, ternak kutu air bukan lagi hal rumit. Justru bisa menjadi kunci agar usaha ikan hias tetap sehat, hemat, dan berkelanjutan.

FAQ

Kenapa kutu air bagus untuk ikan hias?

Karena tinggi protein, mudah dicerna, dan membantu pertumbuhan burayak lebih cepat.

Apa itu green water dalam ternak kutu air?

Green water adalah air hijau berisi fitoplankton yang menjadi makanan utama kutu air.

Berapa lama kutu air bisa dipanen?

Biasanya dalam beberapa hari sudah berkembang banyak dan siap dipanen.

Kenapa kutu air bisa mati mendadak?

Karena kepadatan berlebih, kurang oksigen, atau terlambat dipanen.

Apakah ternak kutu air butuh modal besar?

Tidak, cukup wadah sederhana seperti galon bekas dan sinar matahari.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|