5 Ide Tempat Pakan Ayam Anti Tumpah dari Barang Bekas, Bikin Kandang Higienis

10 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Mengelola peternakan ayam seringkali dihadapkan pada tantangan pemborosan pakan akibat ceceran. Kondisi ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat menarik hama seperti tikus dan menyebarkan penyakit di lingkungan kandang. Oleh karena itu, memiliki ide tempat pakan ayam anti tumpah dari barang bekas menjadi solusi cerdas untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Inovasi ini memungkinkan peternak untuk menjaga kebersihan kandang sekaligus meningkatkan efisiensi pakan secara signifikan.

Menciptakan ide tempat pakan ayam anti tumpah dari barang bekas merupakan langkah proaktif yang mampu menghemat biaya operasional secara substansial. Dengan memanfaatkan material yang sudah tidak terpakai, peternak dapat mengurangi pengeluaran untuk pembelian tempat pakan komersial yang mahal. Pendekatan ini juga berkontribusi pada pengurangan limbah, sekaligus membantu menciptakan lingkungan kandang yang lebih sehat dan higienis bagi ayam peliharaan.

Berikut ini telah Liputan6 ulas, lima ide tempat pakan ayam anti tumpah dari barang bekas yang kreatif dan sangat praktis, lengkap dengan panduan pembuatannya, pada Rabu (25/2). Setiap desain dirancang khusus untuk meminimalkan ceceran pakan, memastikan ayam mendapatkan nutrisi optimal, dan menjaga kebersihan kandang secara berkelanjutan. 

1. Pakan "Lubang Intip" dari Ember Cat Bekas

Pemanfaatan ember bekas cat, baik ukuran 5kg maupun 25kg, terbukti sangat efektif sebagai wadah pakan ayam. Material plastik yang tebal serta tutup rapat yang dimilikinya menjadikannya pilihan ideal untuk tempat pakan yang kokoh dan tahan lama. Desain ini dirancang khusus agar mudah diakses oleh ayam, namun tetap meminimalkan risiko pakan tercecer.

Proses pembuatannya cukup sederhana, dimulai dengan melubangi bagian samping ember sekitar 5 hingga 10 cm dari dasar. Diameter lubang harus disesuaikan agar cukup untuk kepala ayam, bisa menggunakan hole saw atau pisau yang dipanaskan. Kemudian, pasang pipa L (knee PVC) pada lubang tersebut dengan posisi mengarah ke dalam ember.

Konsep "lubang intip" ini menjadi kunci efektivitasnya, karena ayam perlu memasukkan kepala ke dalam pipa untuk mengonsumsi pakan. Cara ini secara otomatis mencegah mereka mengais atau menceker pakan keluar dari wadah. Hasilnya, pakan tetap terjaga kebersihannya dan tidak terbuang sia-sia, mendukung kebersihan kandang secara optimal.

2. Dispenser Gravitasi dari Galon Air Mineral

Galon air mineral bekas yang sudah tidak terpakai dapat diubah menjadi dispenser pakan ayam dengan sistem gravitasi yang inovatif. Solusi kreatif ini sangat ideal bagi peternak yang ingin berkontribusi pada pengurangan limbah plastik. Selain itu, desain ini juga menawarkan cara efisien untuk menyediakan pakan secara otomatis.

Untuk membuatnya, potong bagian bawah galon dan pasangkan piring plastik lebar atau nampan sebagai wadah penampung pakan di bagian bawahnya. Pastikan ada jarak sekitar 2-3 cm antara mulut galon dan nampan agar pakan dapat mengalir secara bertahap.

Galon kemudian diikat atau digantung dalam posisi terbalik, memungkinkan sistem gravitasi bekerja untuk mengisi ulang pakan secara perlahan sesuai kebutuhan ayam. Guna mencegah pakan tercecer saat ayam makan, disarankan untuk menambahkan kawat ram di atas nampan penadah. Ini akan menjaga pakan tetap higienis dan tidak terbuang.

3. Pipa PVC Gantung "Anti-Ceker"

Peternak yang memiliki sisa pipa PVC bekas konstruksi dapat memanfaatkan material ini untuk menciptakan tempat pakan yang hemat ruang dan sangat efektif. Desain pipa PVC gantung ini tidak hanya menawarkan kepraktisan, tetapi juga berperan penting dalam mencegah pakan tercecer. Selain itu, solusi ini membantu menjaga kebersihan pakan dari berbagai kontaminasi.

Pembuatannya dimulai dengan menggunakan pipa PVC berukuran 3 atau 4 inci, lalu pasang tutup (cap) pada bagian bawahnya. Selanjutnya, lubangi bagian tengah pipa secara memanjang, namun pastikan untuk menyisakan sekat-sekat kecil di antara lubang-lubang tersebut. Sekat ini berfungsi untuk membatasi akses ayam.

Setelah itu, gantung pipa setinggi dada ayam. Ketinggian gantung yang tepat ini sangat krusial, karena akan mencegah ayam mengais pakan dengan kakinya. Sekat-sekat kecil di dalam pipa juga berperan penting dalam menghalangi ayam mengibaskan paruhnya ke samping, sehingga pakan tetap aman di dalam wadah dan tidak terbuang.

4. Pakan dari Jeriken Plastik Horizontal

Jeriken bekas minyak goreng atau detergen merupakan material yang sangat kokoh dan tahan lama, menjadikannya pilihan tepat untuk diubah menjadi tempat pakan ayam. Bentuknya yang kuat sangat ideal untuk menahan aktivitas makan ayam yang terkadang cukup agresif. Dengan demikian, jeriken bekas dapat dimanfaatkan kembali secara fungsional.

Untuk membuatnya, letakkan jeriken secara horizontal atau mendatar. Kemudian, lubangi salah satu sisi sampingnya dengan membuat beberapa jendela kecil yang ukurannya disesuaikan dengan kepala ayam.

Guna meningkatkan efektivitas anti-tumpah, pasang bilah kayu kecil atau kawat di sepanjang lubang tersebut. Desain jeriken yang dalam dan lubang yang terbatas akan memastikan pakan tetap aman di dalamnya, bahkan ketika ayam makan dengan semangat. Hal ini efektif meminimalkan pemborosan pakan di kandang.

5. Menara Pakan Botol Soda Bekas (Untuk DOC/Anak Ayam)

Menara pakan dari botol soda bekas adalah solusi yang sangat tepat, khususnya untuk anak ayam (DOC) yang seringkali mengotori tempat pakannya sendiri. Desain ini dirancang khusus untuk menjaga pakan anak ayam tetap bersih dan tidak tumpah, mendukung pertumbuhan anak ayam yang sehat.

Proses pembuatannya melibatkan penggunaan dua botol soda berukuran 1.5 liter. Botol pertama dipotong bagian bawahnya agar dapat berfungsi sebagai wadah penampung pakan. Sementara itu, botol kedua dilubangi kecil-kecil di dekat lehernya.

Botol kedua yang sudah dilubangi kemudian dimasukkan secara terbalik ke dalam botol pertama. Ukuran menara pakan yang kecil dan pas ini secara efektif mencegah anak ayam masuk ke dalam wadah pakan. Hasilnya, pakan tetap higienis dan tidak tercecer, menjadikannya sangat ideal untuk memenuhi kebutuhan pakan DOC.

Ketinggian Penempatan Adalah Kunci Efektivitas

Apapun model tempat pakan anti-tumpah yang Anda pilih, penempatan yang tepat sangat krusial untuk memaksimalkan efektivitasnya. Pastikan tempat pakan digantung atau diletakkan setinggi punggung ayam. Jika terlalu rendah, ayam akan secara insting mencoba menceker pakan tersebut.

Mempertimbangkan ketinggian ini akan membantu menjaga pakan tetap bersih, mengurangi pemborosan, dan mendukung kebersihan kandang secara keseluruhan. Penyesuaian ketinggian secara berkala seiring pertumbuhan ayam juga sangat dianjurkan untuk hasil terbaik.

QnA Tempat Pakan Ayam Anti-Tumpah dari Barang Bekas

1. Mengapa tempat pakan anti-tumpah penting untuk peternak ayam?

Tempat pakan anti-tumpah membantu mengurangi pemborosan pakan akibat tercecer atau dikais ayam. Selain lebih hemat biaya, kandang juga menjadi lebih bersih sehingga mengurangi risiko munculnya tikus, jamur, dan penyakit akibat pakan yang lembap atau terinjak.

2. Model mana yang paling efektif mencegah ayam menceker pakan?

Model dengan sistem lubang sempit seperti ember “lubang intip” atau pipa PVC gantung paling efektif karena ayam harus memasukkan kepala ke dalam lubang untuk makan. Posisi gantung setinggi dada ayam juga sangat membantu mencegah perilaku mengais.

3. Apakah semua jenis ayam cocok menggunakan model yang sama?

Tidak selalu. Ayam dewasa lebih cocok menggunakan ember, jeriken, atau pipa PVC berdiameter besar. Untuk DOC atau anak ayam, sebaiknya gunakan model botol soda mini agar ukuran lubang dan wadah sesuai dengan tubuh mereka.

4. Bagaimana menentukan ukuran lubang yang ideal?

Ukuran lubang sebaiknya sedikit lebih besar dari lebar kepala ayam, namun tidak terlalu besar hingga memungkinkan ayam masuk sebagian tubuhnya. Untuk ayam kampung atau broiler dewasa, diameter sekitar 7–9 cm umumnya sudah cukup.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|