5 Tanaman yang Bisa Merusak Kualitas Rumah, Berpotensi Menurunkan Nilai Properti

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Taman yang tertata rapi dapat meningkatkan daya tarik sekaligus nilai jual sebuah rumah. Namun, tidak semua tanaman memberikan manfaat yang sama. Beberapa jenis tanaman justru tumbuh sangat agresif, sulit dikendalikan, hingga berpotensi merusak area di sekitar rumah.

Ada sejumlah tanaman yang dapat menjadi pertimbangan negatif bagi calon pembeli karena berisiko menimbulkan masalah pada fondasi, saluran bawah tanah, maupun biaya perawatan. Berikut lima tanaman yang menurut para ahli properti berpotensi menurunkan nilai rumah beserta alasannya, dirangkum Liputan6.com dari kanal House Beautiful, Kamis (6/8).

1. Bambu Panah (potensi menurunkan nilai hingga 15%)

Bambu panah (arrow bamboo) sering dipilih sebagai pagar hidup karena tampilannya yang hijau dan rimbun sepanjang tahun. Namun, tanaman ini memiliki sistem rimpang bawah tanah yang sangat kuat sehingga dapat menyebar jauh dari lokasi tanam awal.

Melansir House Beautiful, Karl McArdle, co-founder The Property Buying Company, menjelaskan bahwa bambu panah merupakan bambu hijau sepanjang tahun yang dapat tumbuh hingga sekitar enam meter. Dalam kondisi hangat dan lembap, rimpangnya mampu menghasilkan tunas baru yang muncul jauh dari tanaman induk sehingga penyebarannya menjadi sulit dikendalikan.

Jika ingin menanam bambu panah, sebaiknya pasang penghalang akar (root barrier) untuk membatasi pertumbuhan rimpang. Selain itu, tunas-tunas baru perlu dipangkas secara rutin sebelum tumbuh besar agar tidak menyebar ke kebun tetangga maupun area pipa bawah tanah.

2. Pohon Cemara Leyland (potensi menurunkan nilai hingga 15%)

Pohon cemara Leyland (Leyland cypress) dikenal sebagai tanaman pagar yang efektif untuk menciptakan privasi. Meski demikian, pertumbuhannya sangat cepat sehingga mudah menjadi terlalu besar jika tidak dirawat secara rutin.

Karl McArdle kepada House Beautiful mengatakan bahwa pohon hijau abadi ini dapat tumbuh hingga sekitar 30 meter apabila dibiarkan tanpa pemangkasan. Ukurannya yang besar berpotensi mengganggu lingkungan sekitar sehingga membutuhkan pemangkasan secara berkala agar tetap terkendali.

Pemangkasan rutin juga membantu mencegah pohon menaungi rumah atau taman tetangga. Menjaga tinggi pagar tanaman tetap proporsional dapat mengurangi potensi perselisihan dengan tetangga sekaligus mempertahankan tampilan taman.

3. Pohon Ceri Laurel (potensi menurunkan nilai hingga 25%)

Pohon ceri laurel (cherry laurel) sering dimanfaatkan sebagai pagar hidup karena daunnya yang lebat dan selalu hijau. Namun, pertumbuhannya yang cepat dapat menjadi masalah apabila tidak dipangkas secara teratur.

Diterangkan Karl McArdle kepada House Beautiful bahwa ceri laurel merupakan semak hijau abadi berukuran besar dengan daun mengilap yang panjangnya dapat mencapai sekitar 15 sentimeter. Jika dibiarkan tumbuh tanpa pemangkasan, tanaman ini dapat membentuk dinding dedaunan yang sangat rapat. Sementara itu, pemangkasan yang kurang tepat dapat memicu embun tepung (powdery mildew), yang merusak penampilan tanaman dan berpotensi mengurangi minat calon pembeli. Selain itu, tanaman yang tumbuh terlalu besar juga dapat mengeringkan tanah sehingga meningkatkan risiko penurunan tanah (subsidence).

Melakukan pemangkasan ringan tetapi secara rutin dapat membantu mempertahankan bentuk tanaman sekaligus mengurangi risiko penyakit. Jika ditanam dekat rumah, ukurannya juga perlu terus dipantau untuk meminimalkan dampaknya terhadap kondisi tanah di sekitarnya.

4. Tanaman Merambat Rusia (potensi menurunkan nilai hingga 10%)

Tanaman merambat Rusia (Russian vine) terkenal karena pertumbuhannya yang sangat cepat. Dalam waktu singkat, tanaman ini dapat menutupi pagar, dinding, maupun tanaman lain di sekitarnya.

Karl McArdle menjelaskan kepada House Beautiful bahwa tanaman merambat berkayu ini mampu tumbuh hingga sekitar 12 meter dengan lebar mencapai delapan meter. Tanpa pemangkasan secara rutin, ukurannya dapat dengan cepat melampaui kapasitas taman rumah pada umumnya dan berpotensi menyebabkan masalah seperti kelembapan, yang pada akhirnya dapat menurunkan nilai properti.

Karena itu, tanaman ini sebaiknya dipangkas secara berkala selama musim pertumbuhan agar tidak mendominasi area taman maupun bangunan di sekitarnya. Mengarahkan pertumbuhannya pada penyangga yang kuat juga dapat membantu menjaga bentuknya tetap terkendali.

5. Pohon Poplar Lombardy (potensi menurunkan nilai hingga 25%)

Pohon poplar Lombardy (Lombardy poplar) memiliki bentuk ramping dan tinggi sehingga sering dijadikan elemen vertikal di taman. Namun, ukuran serta sistem akarnya yang kuat membuat tanaman ini kurang cocok ditanam di dekat rumah.

Menurut Karl McArdle sebagaimana dihimpun dari House Beautiful, pohon ini dapat tumbuh hingga sekitar 30 meter. Sistem akarnya yang kokoh berpotensi meningkatkan risiko penurunan tanah (subsidence) apabila ditanam terlalu dekat dengan bangunan.

Jika ingin menanam pohon di sekitar rumah, sebaiknya pilih spesies yang memiliki sistem akar tidak terlalu invasif serta sediakan ruang yang cukup untuk pertumbuhannya di masa depan. Sementara itu, pohon poplar Lombardy yang sudah tumbuh besar di dekat bangunan atau saluran air sebaiknya dievaluasi oleh tenaga ahli untuk mengurangi potensi risiko.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman yang Bisa Merusak Kualitas Rumah

1. Mengapa ada tanaman yang bisa menurunkan nilai rumah?

Beberapa tanaman memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan sistem akar yang agresif sehingga berpotensi merusak fondasi, saluran bawah tanah, atau mengganggu properti di sekitarnya. Selain itu, tanaman yang sulit dikendalikan juga dapat meningkatkan biaya perawatan dan menjadi pertimbangan bagi calon pembeli rumah.

2. Apakah semua jenis bambu berisiko merusak area di sekitar rumah?

Tidak semua bambu memiliki karakter pertumbuhan yang sama. Namun, beberapa jenis seperti bambu panah memiliki rimpang bawah tanah yang dapat menyebar dengan cepat jika tidak dibatasi menggunakan penghalang akar (root barrier) atau dipangkas secara rutin.

3. Bagaimana cara mencegah tanaman tumbuh terlalu besar dan mengganggu rumah?

Pemangkasan secara berkala merupakan langkah utama untuk mengendalikan pertumbuhan tanaman. Selain itu, pilih lokasi tanam yang sesuai, gunakan penghalang akar untuk tanaman tertentu, dan pastikan tanaman memiliki ruang yang cukup agar tidak mengganggu bangunan maupun saluran utilitas.

4. Apakah tanaman yang tumbuh dekat fondasi rumah selalu berbahaya?

Tidak selalu. Risiko bergantung pada jenis tanaman, ukuran saat dewasa, dan karakter sistem akarnya. Tanaman dengan akar yang agresif atau pohon berukuran besar umumnya memerlukan jarak tanam yang lebih jauh dari fondasi rumah untuk mengurangi potensi kerusakan.

5. Apa yang harus dilakukan jika sudah memiliki pohon besar di dekat rumah?

Jika pohon berukuran besar tumbuh dekat bangunan atau saluran air, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara berkala dan konsultasikan dengan arboris atau tenaga ahli. Evaluasi tersebut dapat membantu menentukan apakah pohon masih aman dipertahankan atau memerlukan tindakan pemangkasan maupun penanganan lainnya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|