6 Jenis Pohon Durian yang Cepat Berbuah di Dataran Rendah untuk Hasil Melimpah

8 hours ago 5

Untuk memastikan pohon durian cepat berbuah dan produktif di dataran rendah, perawatan yang konsisten dan tepat merupakan faktor penentu utama. Setiap tahapan perawatan, mulai dari pemilihan bibit hingga pengendalian hama, harus dilakukan dengan cermat untuk mendukung pertumbuhan dan hasil panen yang optimal.

1. Pemilihan Bibit Unggul adalah langkah pertama yang sangat menentukan keberhasilan budidaya durian. Gunakan bibit yang berasal dari hasil okulasi atau sambung pucuk, bukan dari biji, karena metode ini lebih cepat menghasilkan buah dan mutu tanamannya lebih terjamin. Pastikan bibit berumur minimal 6-8 bulan, memiliki batang lurus, sehat, tidak terserang hama, serta daun yang hijau segar. Bibit berkualitas akan memberikan fondasi kuat untuk pohon yang produktif.

2. Persiapan Media Tanam dan Lokasi memegang peran penting agar mendapatkan hasil terbaik. Durian umumnya tumbuh subur di tanah lempung berpasir dengan drainase baik dan unsur organik tinggi, seperti jenis tanah grumosol dan ondosol. Ukur tingkat pH tanah sebelum menanam; pH ideal adalah 6.0-7.0. Jika pH di bawah 6.0, tambahkan dolomit atau quicklime, sedangkan jika di atas 7.0, tambahkan peat moss. Bersihkan lahan dari gulma dan gemburkan tanah hingga kedalaman 30-40 cm. Untuk dataran rendah, pastikan area tanam teduh dan bibit durian yang masih kecil tidak terkena matahari secara langsung, karena pohon durian membutuhkan intensitas cahaya matahari 60-80%.

3. Pemupukan merupakan keharusan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman durian. Pemupukan utama dilakukan tiga kali setahun: setelah masa panen puncak, sebelum masa berbunga, dan saat pembesaran buah. Pemupukan pertama dilakukan setelah buah dipanen atau ketika tunas air, cabang, dan ranting dipangkas. Berikan pupuk kompos sebanyak 15-20 kg per pohon pada akhir musim hujan setiap satu tahun sekali. Gunakan pupuk NPK (15:15:15) dua kali setahun, dan untuk merangsang pembungaan, gunakan pupuk MKP, KNO, serta Boron.

4. Penyiraman dan Pengelolaan Air sangat krusial karena pohon durian membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya. Lakukan penyiraman rutin 2-3 hari sekali, namun hindari genangan air terlalu lama karena dapat menyebabkan pembusukan akar. Untuk bibit yang baru ditanam, penyiraman bisa dilakukan satu kali sehari, kemudian dikurangi menjadi seminggu 3 kali setelah satu bulan. Jaga kelembaban tanah dengan pengairan yang cukup, terutama pada musim kemarau, karena curah hujan optimal untuk pertumbuhan durian adalah 1.500 – 2.500 mm/tahun, dengan 7-10 bulan basah dan 2-4 bulan kering.

5. Pemangkasan bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan produktivitas yang optimal. Pemangkasan dilakukan sejak pohon durian berumur 3 bulan tanam dan berkala setiap tiga bulan berikutnya. Pemangkasan juga membantu membentuk batang utama yang lebih kuat dan tua, serta menghindari serangan jamur akibat sirkulasi udara yang tidak lancar. Saat pohon memasuki usia lima tahun, pemangkasan pada ujung batang pohon dapat mendorong pertumbuhan dahan yang menyamping, bukan meninggi, sehingga lebih efisien dalam produksi buah.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit adalah bagian tak terpisahkan dari perawatan durian. Penyiangan dan penyemprotan hama merupakan keharusan untuk menjaga kesehatan tanaman. Penting untuk diketahui bahwa Durian Ochee agak kurang tahan terhadap kanker batang Phythopthora sp., sehingga pencegahan penyakit ini sangat penting. Perbaikan tanah dengan baja organik dapat meningkatkan imunitas pohon durian dan mencegah bakteri serta penyakit yang disebabkan oleh jamur, menjaga pohon tetap sehat dan produktif.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|