6 Rahasia Ternak Puyuh Tetap Produktif, Atur Pakan dan Kebersihan

1 day ago 9
  • Berapa jumlah ideal puyuh untuk pemula?
  • Seberapa sering kandang puyuh harus dibersihkan?
  • Pakan seperti apa yang bagus untuk puyuh?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Beternak puyuh dapat menjadi usaha yang menguntungkan jika dikelola dengan baik dan tepat. Untuk mencapai produktivitas optimal, peternak puyuh skala rumahan perlu memahami beberapa rahasia penting. Ini mencakup perawatan yang cermat pada berbagai aspek kunci dalam budidaya, mulai dari persiapan kandang hingga pengelolaan lingkungan.

Salah satu pelaku pemula yang mulai menekuni usaha ini adalah Subagyo (55), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Bantul Kota. Menjelang masa pensiun, ia mencoba beternak puyuh di halaman samping rumah sebagai langkah awal untuk belajar dan mempersiapkan kegiatan produktif di masa mendatang. Dari pengalamannya, ia mulai memahami bahwa kunci utama keberhasilan terletak pada konsistensi dalam perawatan dasar, terutama pakan dan kebersihan kandang.

Berikut rahasia utama agar ternak puyuh tetap produktif, sehat, dan terkelola dengan baik. Penerapan tips ini akan membantu para peternak, khususnya pemula, dalam memaksimalkan potensi hasil ternak puyuh mereka. Dengan manajemen yang terencana, risiko penyakit dapat diminimalisir dan keuntungan pun dapat diraih secara berkelanjutan. Mari simak lebih lanjut rahasia-rahasia tersebut untuk memastikan ternak puyuh tetap produktif.

1. Persiapan Kandang yang Sesuai

Kandang puyuh merupakan elemen krusial yang harus diperhatikan agar puyuh dapat bergerak bebas dan nyaman. Untuk satu ekor puyuh, setidaknya dibutuhkan ruang sekitar 0,05 hingga 0,1 meter persegi. Kandang dapat dibuat bertingkat untuk menghemat ruangan, namun harus tersusun rapi dalam bentuk rak dengan ukuran minimal panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan lebar 10 cm untuk menampung 90–100 ekor anakan. Penting untuk menghindari kepadatan puyuh yang tinggi karena dapat menyebabkan puyuh tidak leluasa beraktivitas, suhu kandang naik, akumulasi gas amonia, cekaman panas, dan rentan terhadap penyakit.

Dalam wawancara daring dengan Liputan6 pada Kamis (23/4/2026), Subagyo menilai bahwa fungsi kandang jauh lebih penting dibanding tampilan. “Saya lebih fokus ke yang penting fungsinya jalan dulu, nggak perlu ribet atau mahal, yang penting ternaknya nyaman,” ujarnya.

Lokasi budidaya sebaiknya jauh dari pemukiman padat penduduk untuk menghindari komplain warga dan stres pada puyuh akibat suasana ribut. Pastikan kandang mendapatkan cukup sinar matahari di pagi hari dan sirkulasi udara yang baik. Suhu ideal untuk puyuh adalah 24–30°C dengan kelembapan 85%. Pada malam hari, suhu dapat dibantu dengan lampu pijar 40–60 watt agar tetap terjaga. Lingkungan kandang yang tenang dan jauh dari kebisingan juga sangat penting untuk mengurangi stres pada puyuh.

2. Pemilihan Bibit Unggul

Pemilihan bibit unggul adalah kunci kesuksesan dalam budidaya puyuh agar ternak puyuh tetap produktif. Pilih bibit puyuh yang berusia sekitar 1-2 minggu dengan kondisi tubuh sehat, aktif, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Puyuh yang sehat akan memiliki bulu halus, mata cerah, dan tubuh tegap, serta tampak lincah. 

Pastikan bibit puyuh yang dipilih berasal dari peternak terpercaya dan memiliki rekam jejak baik dalam pengelolaan ternak. Membeli bibit dari sumber terpercaya dapat meminimalkan risiko mendapatkan bibit yang sudah tua atau tidak sehat, sehingga menjamin kualitas awal ternak Anda. Untuk menghasilkan telur, biasanya dipilih burung puyuh betina yang bebas dari penyakit. 

Komposisi ideal adalah 1 jantan untuk 10 betina agar produksi telur optimal. Bibit puyuh betina yang baik untuk petelur biasanya berusia sekitar 1-2 minggu atau 50 hari saat siap dijadikan induk. Jenis puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) sering direkomendasikan karena produktivitas telurnya tinggi.

Subagyo mengaku tidak terburu-buru memperbesar jumlah ternaknya karena masih tahap belajar. Saat ini, ia hanya memiliki 23 ekor puyuh untuk dipelihara, “Saya nggak buru-buru nambah jumlah, masih belajar dulu biar paham ritmenya,” katanya.

3. Manajemen Pakan yang Tepat

Pakan berkualitas tinggi adalah faktor penentu utama dalam menjaga kesehatan dan produktivitas telur puyuh. Pakan komersial khusus puyuh petelur umumnya sudah diformulasikan dengan kandungan protein sekitar 20-25%, serta mineral dan vitamin yang seimbang. Nutrisi pakan harus mencukupi kebutuhan hidup puyuh petelur untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Pakan dapat diperkaya dengan jagung giling sebagai sumber energi, kacang kedelai untuk protein dan asam amino, serta dedak atau terigu sebagai sumber karbohidrat dan mineral. Tepung tulang juga kaya kalsium dan fosfor yang sangat dibutuhkan puyuh untuk mempercepat proses bertelur dan menguatkan cangkang telur.

Saya pakai pakan khusus puyuh dari toko pakan. Kadang ditambah sedikit jagung halus atau sayuran. Yang penting jangan sembarangan kasih makan,” ujar Subagyo. 

Pakan harus diberikan secara rutin pada pagi dan sore hari, bersamaan dengan pemberian air minum. Pakan diberikan secara ad libitum (tersedia bebas) dengan pemberian dua kali sehari. Kebutuhan pakan ideal puyuh petelur dewasa adalah sekitar 20-25 gram per ekor per hari, namun jumlah ini dapat bervariasi tergantung fase produksi, kondisi lingkungan, dan kualitas pakan. Pada saat puncak produksi, kebutuhan pakan biasanya meningkat dan tidak boleh ada pembatasan pakan agar puncak produksi tercapai.

Pakan harus dipastikan tidak ada yang menggumpal dan benar-benar turun dari tempatnya agar mudah dikonsumsi puyuh. Guna menghindari pakan banyak terbuang akibat patukan paruh, tempat pakan dapat ditutup dengan kawat ram. Puyuh lebih suka makan dengan cara disebar dibandingkan diletakkan pada wadah atau mangkuk, yang dapat meningkatkan nafsu makan dan asupan nutrisi mereka. Hindari memberikan makanan berbahaya seperti alpukat, kafeina, cokelat, atau kentang mentah karena dapat bersifat toksik bagi burung puyuh.

4. Kebersihan dan Sanitasi Kandang

Pembersihan kandang secara rutin sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit dan menjaga ternak puyuh tetap produktif. Bersihkan kotoran, sisa pakan, dan debu yang dapat menumpuk di dalam kandang, karena kandang yang kotor dapat menjadi sarang bakteri dan parasit yang membahayakan kesehatan puyuh. Kegiatan pembersihan kandang meliputi membuang kotoran, membersihkan sisa makanan, menyapu debu, mengganti air minum, dan membersihkan peralatan yang digunakan, sebaiknya dilakukan dua kali sehari.

Kalau kandang kotor, itu cepat banget pengaruhnya. Puyuh bisa stres, nafsu makan turun, bahkan bisa sakit kalau amonianya tinggi,” tutur Subagyo.

Gantilah alas kandang secara teratur; sebaiknya menggunakan sekam padi dan setiap seminggu sekali sekam tersebut dibolak-balik agar tidak lembab. Kandang yang lembab merupakan sumber penyakit seperti jamur, bakteri, dan parasit. Kotoran puyuh juga dapat dipindahkan ke dalam karung yang ditambahkan sekam untuk dijadikan media tanam, memberikan manfaat ganda.

Sanitasi dan kebersihan kandang perlu mendapat perhatian khusus karena jika kandang bersih, hama dan penyakit dapat dikendalikan dengan baik. Kandang yang akan digunakan sebaiknya disemprot dengan disinfektan seperti Lysol atau Creolin yang dicampur air, minimal dua minggu sekali. Lakukan penyemprotan bio-disinfektan untuk membasmi mikroorganisme. Tempat minum harus dicuci dan didesinfeksi setiap kali akan mengganti atau mengisi air minum. Terapkan juga pengontrolan lalu lintas orang yang keluar masuk kandang untuk mencegah penyebaran penyakit.

5. Vaksinasi dan Pengendalian Penyakit

Vaksinasi adalah perlindungan penting bagi kesehatan puyuh dan krusial agar ternak puyuh tetap produktif. Vaksin ND (Newcastle Disease) perlu diberikan agar burung tidak mudah terserang penyakit menular. Tanpa vaksin, satu ekor puyuh sakit bisa menularkan pada seluruh kandang, menyebabkan kerugian besar. Pemberian vaksin sejak awal akan membantu menjaga kesehatan puyuh sekaligus mengurangi kemungkinan kerugian saat beternak.

Pemberian vaksin pada puyuh harus sesuai dengan kebutuhan puyuh, dari jenis dan dosis vaksin, serta waktu dan cara pemberian vaksin. Gunakan air berkualitas baik jika vaksinasi diberikan melalui air minum. Selalu baca dosis pemberian vaksin pada label agar tidak berlebihan dan efektif.

Selain vaksinasi, perhatikan pengendalian penyakit lain. Penyakit seperti cacingan dapat disebabkan oleh sanitasi yang buruk, dengan gejala puyuh tampak kurus, lesu, dan lemah. Pengendaliannya adalah menjaga kebersihan kandang dan pakan. Aspergillosis, disebabkan oleh cendawan Aspergillus fumigatus, menunjukkan gejala gangguan pernapasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, dan nafsu makan berkurang. Penambahan suplemen khusus, seperti vitamin tambahan dan suplemen herbal, sangat direkomendasikan untuk meningkatkan daya tahan dan performa produksi puyuh.

6. Pengelolaan Lingkungan dan Stres

Tingkat stres yang tinggi pada puyuh dapat menyebabkan menurunnya produksi telur, sehingga pengelolaan lingkungan menjadi penting agar ternak puyuh tetap produktif. Stres bisa disebabkan oleh pergantian musim, suhu terlalu panas, atau suasana yang ramai/gaduh. Hindari lingkungan penyebab stres seperti kebisingan atau interaksi dengan hewan peliharaan lain yang dianggap ancaman. Puyuh yang terkejut dapat berlarian atau melompat sehingga menyebabkan luka, yang berdampak negatif pada kesehatan dan produktivitas mereka. Subagyo menilai stabilitas lingkungan sangat berpengaruh pada kondisi puyuh. “Kalau terlalu ramai atau sering diganggu, puyuh itu gampang kaget dan nggak stabil,” ujarnya.

Pelihara puyuh dalam grup atau kelompok karena mereka menyukai tinggal bersama dan akan bahagia jika berkelompok. Sediakan tempat bertelur yang nyaman, karena puyuh biasanya lebih sering bertelur di tempat yang tenang. Sediakan bak pasir untuk mandi debu, yang membantu mereka membersihkan diri; pastikan bak pasir kering dan bersih dari kotoran agar tidak menjadi sumber penyakit. Menambahkan aksesoris di kandang dan mengajak interaksi (tanpa terlalu mengganggu) juga dapat meningkatkan produktivitas puyuh.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Berapa jumlah ideal puyuh untuk pemula?

Sekitar 20–50 ekor agar mudah dikontrol perawatan, pakan, dan kebersihannya.

2. Seberapa sering kandang puyuh harus dibersihkan?

Idealnya setiap hari, atau maksimal 2 hari sekali agar tidak menumpuk kotoran dan amonia.

3. Pakan seperti apa yang bagus untuk puyuh?

Pakan khusus puyuh dengan protein 20–25%, bisa ditambah jagung halus atau dedak.

4. Kapan puyuh mulai bertelur?

Biasanya mulai usia sekitar 1 bulan, tergantung kondisi pakan, kandang, dan kesehatan.

5. Apa penyebab puyuh mudah stres?

Kandang terlalu padat, lingkungan berisik, kebersihan buruk, atau sering dipindah tempat.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|