Liputan6.com, Jakarta - Proses interview menjadi salah satu tahap paling krusial dalam seleksi kerja di perusahaan BUMN. Banyak pelamar memiliki kemampuan akademik dan pengalaman kerja yang baik, tetapi tetap gagal karena kurang mampu menyampaikan jawaban secara tepat dan profesional saat berhadapan dengan HRD. Padahal, perusahaan BUMN di Indonesia dikenal memiliki standar seleksi yang ketat, sehingga setiap kandidat dituntut mampu menunjukkan kompetensi sekaligus kepribadian yang sesuai dengan nilai perusahaan.
Dalam proses rekrutmen yang berada di bawah pengawasan dan kebijakan Kementerian BUMN, kemampuan komunikasi menjadi salah satu faktor penentu yang tidak bisa diabaikan. HRD tidak hanya menilai isi jawaban, tetapi juga cara berpikir, kejelasan penyampaian, sikap profesional, hingga kesiapan mental kandidat. Karena itu, memahami strategi menjawab pertanyaan interview dengan tepat menjadi bekal penting agar dapat tampil percaya diri dan meyakinkan.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, peluang untuk lolos seleksi dan meraih karier impian di BUMN tentu akan semakin terbuka lebar. Agus Pramono, senior supervisor PT Pertamina Kilang Balikpapan akan membagikan trik jitu menjawab interview HRD BUMN khususnya di PT Pertamina.
Lantas bagaimana trik jitu menjawab interview HRD BUMN dengan jawaban yang tepat dan profesional? Simak ulasan informasinya berikut ini, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (27/2/2026).
Sosok Agus Pramono, Eks Karyawan yang Ditarik Kembali oleh PT Pertamina
Agus Pramono merupakan pria kelahiran 22 Agustus 1954 yang telah bergabung dengan PT Pertamina Kilang Balikpapan sejak tahun 1974.
"Jadi saya tahun 1974 masuk di Pertamina sampai tahun 2000. Setelah itu saya memutuskan untuk resign dari Pertamina dengan keinginan saya bekerja di luar negeri," ungkap Agus Pramono saat diwawancarai Liputan6.com pada Sabtu (21/2/2026) di Surabaya.
Ternyata, ada alasan tersendiri Agus memilih resign dari PT Pertamina. Ia menjelaskan bahwa dengan memutuskan untuk resign, maka tempat yang didudukinya tersebut akan diisi oleh orang yang baru.
"Yang kedua, saya ingin bekerja di luar negeri. Dengan pertimbangan kalau saya nanti setelah bekerja di sana, saya sudah punya rencana apa yang saya dapatkan di sana nanti akan saya share setelah saya pulang ke Indonesia," cerita Agus.
Agus Pramono menambahkan bahwa ia berhasil mewujudkan keinginannya untuk bekerja di luar negeri. Ia pernah bekerja di Abu Dhabi, tepatnya di Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) serta di salah satu subholding-nya, Borouge, selama 10 tahun.
"Alhamdulillah setelah saya pulang dari Abu Dhabi, saya kembali ke Indonesia dan kebetulan Alhamdulillah juga saya dimintain tolong oleh teman SMP saya yang dulu juga bekerja di Pertamina untuk membantu beberapa proyek yang ada di Pertamina," lanjutnya.
"Dan Alhamdulillah saya juga diberi kepercayaan untuk memberikan atau mendrive kepada junior operator bagaimana mengoperasikan suatu unit atau equipment operasi. Alhamdulillah sampai sekarang saya masih bekerja di PT Pertamina Kilang Balikpapan yang walaupun kemarin sudah diresmikan oleh Pak Prabowo tapi belum semua unit beroperasi. Alhamdulillah saya masih dipercaya untuk untuk membantu misalnya unit-unit beroperasi dengan baik sehingga kilang yang baru di Balikpapan itu akan bisa memproduksi sesuai yang direncanakan," jelasnya.
"Alasan saya bisa masuk Pertamina karena mereka mencari orang-orang experience, yang menurut mereka yang paling terbaik," kata Agus Pramono.
Hingga saat ini pun Agus Pramono masih bekerja di PT Pertamina Kilang Balikpapan. Menariknya, Ia menjadi karyawan tertua di Kilang Pertamina Balikpapan. Karena pengalaman dan sepak terjangnya ini, Agus Pramono akan memberikan tips masuk BUMN khususnya di PT Pertamina bagi pelamar yang punya pengalaman kerja sebelumnya. Berikut tips menjawab interview HRD BUMN dengan percaya diri dan profesional ala supervisor senior selengkapnya.
1. Manfaatkan Referensi Digital, Tapi Jangan Sekadar Menghafal Jawaban
Agus Pramono mengatakan bahwa kesiapan menghadapi interview HRD BUMN sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kandidat kini memiliki banyak sumber referensi. Ia menekankan bahwa di era digital, informasi tentang cara menghadapi interview bisa dengan mudah diakses melalui internet.
Termasuk melalui platform seperti Google maupun berbagai teknologi berbasis kecerdasan buatan. Dengan banyaknya panduan yang tersedia, pelamar seharusnya tidak lagi kesulitan memahami jenis pertanyaan yang umum diajukan dan cara menjawabnya secara tepat.
"Meskipun bukan bidang saya tapi ini berdasar pengalaman saya karena saya pernah jadi interviewer dan saya pernah dapat training. Intinya begini sebenarnya, di jaman sekarang itu enak banget. Di google atau sekarang ada Artificial Intelligence (AI) bahwa (referensi) bagaimana kita menghadapi interview dengan baik itu banyak banget. Pada intinya itu pasti kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan apa saja yang relatif," kata Agus Pramono kepada Liputan6.com saat diwawancarai pada Sabtu (21/2/2026) di Surabaya.
2. Pahami Ekspektasi Perusahaan dan Tunjukkan Soft Skill Secara Konsisten
Agus menjelaskan bahwa mengetahui contoh pertanyaan dan jawaban saja belum cukup untuk lolos interview HRD BUMN. Kunci keberhasilan justru terletak pada pemahaman terhadap ekspektasi perusahaan. Kandidat harus memahami perilaku apa yang tidak boleh dilakukan serta sikap apa yang diharapkan agar terhindar dari kesalahan umum seperti jawaban terlalu normatif, kurang percaya diri, atau tidak menunjukkan profesionalisme.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan interview sangat berkaitan dengan soft skill. Interview bukan hanya soal benar atau salah, tetapi tentang cara menampilkan diri, berkomunikasi, dan menunjukkan kesiapan kerja. Dengan memahami etika interview dan menampilkan sikap profesional secara konsisten, kandidat dapat memberikan kesan positif sekaligus menunjukkan kualitas diri yang dibutuhkan perusahaan.
"Tapi yang paling penting itu, kita sebelum interview harus mengetahui apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh calon pekerja dan apa saja yang diharapkan atau boleh dilakukan oleh calon pekerja. Itu yang paling penting dan itu kembali hubungannya terhadap soft skill," sambungnya.
3. Wajib Persiapkan Diri untuk Interview dengan HRD
Mempersiapkan diri sebelum menghadapi interview dengan HRD menjadi hal yang wajib dilakukan setiap calon pekerja. Tanpa persiapan yang matang, kandidat berisiko melakukan kesalahan mendasar yang dapat mengurangi penilaian profesionalisme di mata interviewer.
Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan calon pekerja saat interview adalah tidak mampu mengendalikan cara berbicara. Agus menekankan bahwa kandidat tidak boleh berbicara sembarangan ketika tidak ditanya, karena hal tersebut dapat menunjukkan kurangnya profesionalisme dan kemampuan komunikasi yang lemah.
Sebaliknya, ketika interviewer justru memberi kesempatan untuk menjelaskan sesuatu, ada juga kandidat yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan baik. Situasi seperti ini menunjukkan kurangnya kesiapan serta ketidakmampuan membaca alur komunikasi dalam proses wawancara.
"Artinya tidak boleh calon pekerja yang kalau gak ditanya terus ngomong seenaknya, itu pertama. Atau juga kadang-kadang interviewer itu memberi kesempatan pada calon pekerja tolong jelaskan, tapi malah gak menjelaskan," ungkap Agus Pramono.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan sumber belajar yang kini mudah diakses, seperti Google, teknologi kecerdasan buatan, maupun platform seperti ChatGPT, untuk mempelajari strategi menghadapi interview. Menurutnya, semakin banyak referensi yang dipelajari, semakin terasah pula soft skill dan rasa percaya diri, sehingga kandidat bisa tampil lebih siap, tenang, dan profesional saat proses seleksi.
"Jadi saran saya coba cari di google tanyakan di Artificial Intelligence baik itu di google maupun di ChatGPT semaksimal mungkin bagaimana menghadapi interview dengan baik. Insyaallah kalau sudah anda pelajari itu, itu akan meningkatkan soft skill anda dan anda akan bisa punya softskill confidence (percaya diri) yang cukup tinggi karena anda sudah prepare," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa persiapan ini merupakan hal yang tidak bisa ditawar sama sekali. Interview bukan situasi yang bisa dihadapi secara spontan tanpa latihan atau pemahaman sebelumnya. Kandidat yang datang tanpa persiapan biasanya akan kesulitan menjawab pertanyaan secara terstruktur, terlihat ragu-ragu, dan berpotensi gagal menunjukkan kompetensi yang sebenarnya dimiliki. Karena itu, menurut Agus, kesiapan sebelum interview menjadi faktor penentu yang sangat besar terhadap keberhasilan seseorang.
"Dan ini harus, tidak bisa ditawar sama sekali, harus ada prepare. Kalau tidak prepare menghadapi interview, mohon maaf pasti banyak gagalnya," tegasnya.
4. Pilih Posisi yang Ingin Dilamar sesuai Kemampuan & Pengalaman
Menurut Agus, salah satu prinsip penting dalam menghadapi interview HRD BUMN adalah memastikan kesesuaian antara posisi yang dilamar dengan kemampuan serta pengalaman yang dimiliki. Ia menekankan bahwa sebelum melamar pekerjaan di perusahaan mana pun, kandidat seharusnya sudah memahami apakah bidang tersebut benar-benar relevan dengan latar belakangnya. Jika sejak awal sudah tidak sesuai, maka peluang untuk lolos interview tentu akan semakin kecil karena jawaban yang diberikan berpotensi tidak nyambung dengan kebutuhan posisi.
Ia menjelaskan bahwa hal ini semakin penting bagi pelamar yang sudah memiliki pengalaman kerja. Berbeda dengan fresh graduate yang masih dalam tahap eksplorasi, kandidat berpengalaman seharusnya lebih selektif. Jika posisi yang dilamar tidak linier, kandidat akan kesulitan memaparkan pengalaman relevan maupun menjawab pertanyaan teknis secara meyakinkan, termasuk ketika melamar di perusahaan besar seperti PT Pertamina.
"Yang pertama itu kan pasti kita melamar suatu pekerjaan di perusahaan apapun ya, bukan di Pertamina saja, kita sudah tahu sesuai engak nih (pekerjaan yang ingin dilamar) dengan kita. Nah, kalau tidak sesuai, ya mohon maaf sebaiknya enggak dong,"
"Soalnya kenapa? Kalau kita melamar suatu pekerjaan itu bukan bidang kita, terlepas kalau fresh graduate beda ya, tapi yang ini hubungannya terhadap experience. Ada lowongan, misalnya supervisor untuk di operation, nah Anda calon pekerja kalau tidak punya pengalaman itu ya gak usah. Kenapa? Karena nanti pada saat diinterview kalau pengalaman Anda enggak di situ ya gak akan nyambung kan gitu. Intinya di situ," paparnya.
Ia kembali menegaskan bahwa semua hal tersebut bermuara pada satu prinsip utama, yaitu kejujuran. Melamar posisi yang tidak sesuai dengan kompetensi atau pengalaman sama saja dengan memaksakan diri tampil sebagai seseorang yang bukan diri sendiri.
Pada akhirnya, interviewer akan dengan mudah melihat ketidaksesuaian tersebut melalui jawaban yang kurang relevan atau tidak mendalam. Karena itu, bersikap realistis dan jujur sejak tahap melamar pekerjaan merupakan bagian penting dari strategi sukses menghadapi interview.
5. Jujur dalam Menjawab Pertanyaan Interview
Diungkapkan oleh Agus Pramono, salah satu penyebab utama kegagalan kandidat dalam interview HRD BUMN adalah kecenderungan untuk memberikan jawaban yang tidak sepenuhnya sesuai kenyataan. Banyak calon pekerja berusaha terlihat lebih tahu atau lebih kompeten dari kondisi sebenarnya. Mereka mencoba menjawab semua pertanyaan meskipun belum benar-benar memahami topiknya. Menurut Agus, sikap seperti ini justru sering menjadi "jebakan", karena interviewer biasanya mampu menilai apakah jawaban tersebut benar-benar dipahami atau hanya sekadar dibuat-buat.
"Dari pengalaman saya sebagai interviewer, calon pekerja masih kadang-kadang tidak memberikan jawaban sesuai apa adanya. Artinya (calon pekerja) seolah-olah mau menunjukkan atau menampilkan dia tahu, tapi justru itu malah menjadi jebakan bahwa dia belum tahu atau tidak tahu," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa alasan mengapa banyak kandidat gagal sebenarnya sangat sederhana: mereka tidak menjawab secara apa adanya. Padahal, kejujuran jauh lebih dihargai daripada jawaban yang dipaksakan. Jika memang belum memahami suatu hal, kandidat sebaiknya mengakui dengan jujur bahwa dirinya belum tahu atau belum mempelajarinya. Sikap terbuka seperti ini menunjukkan kedewasaan, kesadaran diri, serta kesiapan untuk belajar. Di mana, kualitas ini yang justru sangat dicari oleh perusahaan.
"Jadi kembali tadi pertanyaannya kenapa kok sering gagal? Kesimpulannya gampang, jawab atau berikan penjelasan apa adanya seperti yang Anda ketahui. Intinya di situ. Jadi kalau Anda masih ragu-ragu atau Anda apalagi tidak tahu sama sekali, Anda jujur saja bilang 'Saya belum tahu pak' atau 'Saya belum belajar pak' tapi jangan mencoba menjawab padahal itu Anda belum mengetahui," lanjutnya.
Agus juga menekankan bahwa inti dari interview yang sukses adalah kejujuran. Bagi interviewer, kejujuran mencerminkan integritas dan dapat membangun kepercayaan sejak awal. Kandidat yang berbicara jujur dan apa adanya biasanya akan mendapatkan rasa hormat dan apresiasi, meskipun belum menguasai semua hal yang ditanyakan. Sebaliknya, jawaban yang terkesan dibuat-buat dapat menurunkan kepercayaan interviewer dan merusak kesan profesional.
"Dan lebih spesifiknya sebenarnya simple banget, apa itu? Kejujuran. Jadi dalam interview itu yang paling utama kejujuran dari calon pekerja, itu saja. Dan itu akan mendapat respect dan appreciate dari interviewer kalau yang bersangkutan ngomong jujur dan ngomong apa adanya," tekannya.
6. Harus Percaya Diri, Tegas & Tidak Ragu-ragu saat Menjawab Interview
Agus Pramono mengungkapkan bahwa faktor pertama yang sangat diperhatikan interviewer dalam proses seleksi adalah soft skill, khususnya rasa percaya diri saat menjawab pertanyaan. Kandidat yang mampu memberikan penjelasan secara tegas, jelas, dan tidak ragu-ragu akan terlihat lebih sigap serta siap bekerja. Sikap ini menunjukkan kesiapan mental sekaligus kemampuan komunikasi yang baik. Sebaliknya, kandidat yang berbicara tidak tegas, lambat merespons, atau tampak ragu-ragu cenderung memberikan kesan kurang siap, sehingga sulit menarik perhatian interviewer.
"Oke, kalau dari pengalaman saya interviewer itu pertama dari soft skill. Dia menjawab atau memberikan penjelasan itu dengan punya self confidence atau rasa percaya diri yang tegas dan jelas, tidak ragu-ragu. Itu menunjukkan bahwa dia sigap dan siap untuk bekerja. Jadi itu harus tegas dan jelas," kata Agus Pramono.
Ia juga menekankan bahwa ketegasan dan kejelasan dalam berbicara harus dibarengi dengan kejujuran. Jika memang tidak mengetahui jawaban suatu pertanyaan, kandidat sebaiknya mengakuinya secara terbuka. Menurut Agus, sikap jujur dan apa adanya justru memberikan kesan profesional yang kuat. Dalam praktiknya, proses interview tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana seseorang berkomunikasi, bersikap, dan menunjukkan karakter diri. Karena itu, soft skill memiliki peran yang sama pentingnya dengan technical skill.
"Itu yang membuat interviewer akan terkesan jika yang di interview itu gak lemot, gak ngomongnya gak tegas gitu ya. Jadi, tegas, jelas, kalau gak tau sebutkan gak tau, jujur, apa adanya. Jadi Itu secara umum yang diperlukan dan memang kalau ini selain technical skill Ini berarti kan soft skill," sambungnya.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa dari pengalamannya sebagai interviewer, penilaian terhadap kandidat sering kali seimbang antara technical skill dan soft skill, masing-masing sekitar 50 persen. Artinya, meskipun seseorang memiliki kemampuan teknis yang sangat baik, namun kekurangan dalam soft skill, tetap bisa menjadi pertimbangan serius bagi perusahaan. Kandidat yang tidak mampu menunjukkan komunikasi yang baik, kepercayaan diri, atau sikap profesional berisiko tidak dipilih, meskipun secara kompetensi teknis sebenarnya memenuhi syarat.
"Justru kalau dari pengalaman saya menginterview seseorang itu technical skill persentasenya 50%, soft skill juga 50%. Jadi artinya kalau anda punya technical skill yang bagus, tapi anda gak punya soft skill yang bagus, ya ini biasanya juga menjadi bahan pertimbangan bagi yang memutuskan 'Oh ini technical skillnya bagus tapi soft skillnya masih kurang'," paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa fresh graduate umumnya membutuhkan usaha yang lebih besar dibandingkan kandidat berpengalaman. Tanpa rekam jejak kerja yang kuat, lulusan baru harus bekerja ekstra untuk menunjukkan potensi, kesiapan belajar, serta kualitas soft skill yang meyakinkan. Dengan kombinasi kepercayaan diri, kejujuran, komunikasi yang jelas, serta persiapan yang matang, kandidat baik fresh graduate maupun berpengalaman dapat meningkatkan peluang sukses dalam interview HRD BUMN.
"Terakhir, fresh graduate harus membutuhkan effort yang tinggi dibanding experience people," imbuhnya.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Trik Jitu Menjawab Interview HRD BUMN
1. Apa kunci utama agar sukses menjawab interview HRD BUMN?
Jawaban: Kunci utamanya adalah persiapan, kejujuran, dan kepercayaan diri. Kandidat perlu memahami posisi yang dilamar, melatih cara menjawab pertanyaan umum, serta menyampaikan jawaban secara jelas dan tegas. Selain itu, sikap profesional dan komunikasi yang baik sangat menentukan kesan pertama di hadapan interviewer.
2. Apakah harus menjawab semua pertanyaan dengan sempurna?
Jawaban: Tidak. Justru lebih baik menjawab sesuai kemampuan yang sebenarnya. Jika belum mengetahui jawabannya, sampaikan dengan jujur bahwa kamu belum memahami atau belum mempelajarinya. Kejujuran sering lebih dihargai dibanding jawaban yang dipaksakan atau dibuat-buat.
3. Seberapa penting soft skill dibanding technical skill saat interview?
Jawaban: Keduanya sama penting. Technical skill menunjukkan kompetensi kerja, sedangkan soft skill menunjukkan cara kamu berkomunikasi, bersikap, dan beradaptasi. Banyak perusahaan mempertimbangkan keduanya secara seimbang, sehingga kemampuan komunikasi, percaya diri, dan sikap profesional tidak boleh diabaikan.
4. Apakah penting melamar posisi yang sesuai dengan pengalaman?
Jawaban: Sangat penting, terutama bagi kandidat berpengalaman. Jika melamar posisi yang tidak sesuai dengan latar belakang, kamu akan kesulitan menjawab pertanyaan teknis secara mendalam. Hal ini bisa membuat jawaban terasa tidak nyambung dan menurunkan peluang lolos.
5. Apakah persiapan sebelum interview benar-benar wajib?
Jawaban: Ya, persiapan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Tanpa persiapan, kandidat cenderung gugup, tidak fokus, dan sulit menjawab dengan baik. Persiapan matang akan membantu kamu tampil lebih tenang, percaya diri, dan profesional.

13 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515887/original/090122300_1772204204-ramos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5234130/original/056537200_1748335153-WhatsApp_Image_2025-05-27_at_12.15.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515631/original/090675800_1772182473-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_23.58.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512869/original/057574600_1771996812-Manajemen_Pakan_dan_Kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514786/original/085694600_1772106603-InShot_20260226_184423303.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515718/original/039162200_1772186784-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515747/original/060314300_1772187592-Inspirasi_Jendela_Rumah_Mepet_Tembok_Tetangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4078625/original/087908000_1656954958-20220704IQ_Timnas_Indonesia_U-19_Vs_Brunai_Darussalam_17.jpg.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4812442/original/090919700_1714021742-Screenshot_2024-04-25_120519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515566/original/037438300_1772180570-kuker_dan_hampers_kekinian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509962/original/087101700_1771809777-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513762/original/084349400_1772065263-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500397/original/033457200_1770864101-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1192031/original/018652700_1459763163-single_lina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502186/original/056089300_1770971678-minuman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464211/original/067557400_1767682642-Screenshot_2026-01-06_135650.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515620/original/036120600_1772182106-hong-kong-jackie-chan_broa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515327/original/089154900_1772170864-Pagar_Horizontal.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)