7 Desain Kandang Ayam di Atas Kolam: Solusi Inovatif untuk Budidaya Terpadu

11 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ternak di lahan terbatas, terutama di pedesaan Indonesia, seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi para peternak. Namun, kini hadir solusi inovatif yang semakin populer, yaitu mengintegrasikan peternakan ayam dengan budidaya ikan melalui konsep desain kandang ayam di atas kolam. Pendekatan ini tidak hanya menghemat ruang, tetapi juga menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, dikenal sebagai sistem akuaponik terpadu.

Penerapan desain kandang ayam di atas kolam memungkinkan pemanfaatan kotoran ayam sebagai pupuk alami dan sumber pakan bagi ikan yang dibudidayakan di bawahnya, seperti lele atau nila. Dengan demikian, sistem ini secara signifikan dapat mengurangi biaya pakan ikan dan mengelola limbah ternak secara efisien. Penting untuk diperhatikan, jarak lantai kandang dari permukaan kolam minimal 80 cm sangat krusial untuk menjaga kualitas air dan kesehatan ikan.

Selain efisiensi lahan dan pakan, pemilihan material yang kuat dan tahan air, seperti kayu ulin atau beton, serta sirkulasi udara yang baik, merupakan faktor kunci keberhasilan desain kandang ayam di atas kolam. Berikut ini telah Liputan6 ulas, tujuh model desain kandang ayam di atas kolam yang dapat menjadi inspirasi berharga bagi para peternak di berbagai daerah di Indonesia, pada Senin (23/2).

Model 1: Panggung Kayu Tengah Kolam

Desain ini menawarkan kandang ayam berbentuk persegi yang dibangun dari kayu ulin, ditempatkan secara strategis di bagian tengah kolam ikan berbentuk bulat. Lantai kandang dibuat dari bilah bambu yang memiliki celah, berukuran sekitar 1x1 meter, sehingga memungkinkan kotoran ayam jatuh langsung ke kolam dan menjadi pakan alami bagi ikan. Kandang juga dilengkapi dengan pagar kawat rendah untuk menjaga keamanan ayam, serta atap seng miring yang berfungsi melindungi dari terpaan hujan dan sengatan matahari.

Di bawah struktur kandang ini, kolam ikan dapat diisi dengan sekitar 50 ekor ikan lele, yang akan secara alami mengonsumsi kotoran ayam yang jatuh, menciptakan siklus nutrisi yang sangat efisien. Penggunaan kayu ulin sangat direkomendasikan karena dikenal akan kekuatan dan ketahanannya terhadap kelembaban serta kondisi cuaca tropis, menjamin durabilitas konstruksi.

Model 2: Pinggir Beton Minimalis

Konsep desain ini menghadirkan kandang ayam yang dibangun menggunakan material beton cor, diletakkan di salah satu sisi kolam ikan berbentuk persegi panjang. Bagian alas kandang dirancang dengan kemiringan sekitar 10 derajat, sebuah fitur cerdas yang memfasilitasi kotoran ayam untuk secara otomatis bergeser dan jatuh langsung ke dalam air kolam. Untuk kenyamanan ayam bertelur, tiga kotak sarang (nesting box) dari kayu ditempatkan di samping, sementara ventilasi roster dipasang untuk memastikan sirkulasi udara yang optimal.

Kolam yang berada di bawahnya memiliki kedalaman sekitar 1,2 meter, menjadikannya ideal untuk budidaya ikan nila yang toleran terhadap kondisi air. Struktur beton menawarkan keunggulan dalam hal durabilitas dan kemudahan perawatan, serta ketahanan yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan, menjadikannya pilihan yang kokoh dan tahan lama.

Model 3: Bambu Umbaran Apung

Desain ini memanfaatkan rangka bambu yang dirakit menjadi sebuah kandang apung, ditempatkan di pinggir kolam, dan dilengkapi dengan umbaran kawat di bagian bawahnya. Atap kandang terbuat dari daun lontar, memberikan kesan alami dan sejuk, sementara sarang gantung ditempatkan di sisi kandang untuk kenyamanan ayam saat bertelur.

Ikan lele yang dibudidayakan di kolam dapat langsung mengonsumsi kotoran ayam yang jatuh melalui umbaran kawat, dengan menjaga jarak aman sekitar 90 cm antara lantai kandang dan permukaan air untuk menjaga kualitas air kolam. Model apung ini sangat cocok untuk daerah yang sering mengalami fluktuasi ketinggian air, serta menawarkan fleksibilitas dalam penempatan dan pengelolaan.

Model 4: Besi Hollow Modern

Kandang modern ini dibangun dengan struktur besi hollow galvanis yang kokoh, didirikan di atas kolam ikan berbentuk persegi. Bagian lantai kandang menggunakan triplek berlubang yang inovatif, dilengkapi dengan nampan tarik di bawahnya, dirancang khusus untuk memudahkan proses pembersihan kotoran ayam secara berkala. Tirai plastik gulung dipasang di sekeliling kandang untuk memberikan perlindungan dari cuaca ekstrem, dan lampu LED dipasang untuk penerangan yang memadai di malam hari.

Kolam di bawahnya dirancang khusus untuk budidaya ikan patin, dilengkapi dengan sistem filter alami yang berperan penting dalam menjaga kebersihan air, meskipun ada masukan nutrisi dari kotoran ayam. Desain ini tidak hanya menawarkan tampilan yang lebih modern dan estetis, tetapi juga menjamin durabilitas tinggi berkat penggunaan material besi galvanis yang tahan karat.

Model 5: Kayu Ulin Bertingkat

Desain inovatif ini memaksimalkan penggunaan ruang vertikal dengan membangun kandang ayam dua lantai yang seluruhnya terbuat dari kayu ulin yang kuat. Lantai atas dirancang khusus sebagai area petelur, dilengkapi dengan empat sarang yang nyaman, sementara lantai bawah berfungsi sebagai umbaran terbuka yang memungkinkan kotoran ayam jatuh langsung ke kolam di bawahnya. Tangga akses samping juga disediakan untuk memudahkan pergerakan ayam dan mempermudah proses perawatan kandang.

Kolam lele yang berada di bawah kandang mendapatkan perlindungan ekstra dari predator berkat struktur bertingkat ini, sekaligus menerima nutrisi esensial dari kotoran ayam yang jatuh. Kayu ulin, yang terkenal akan kekuatan dan ketahanannya terhadap air, menjadi pilihan material yang sangat ideal untuk konstruksi di atas kolam, menjamin masa pakai yang panjang.

Model 6: Paralel Pipa PVC

Model ini menampilkan dua unit kandang yang terbuat dari pipa PVC, dipasang secara paralel di sepanjang pinggir kolam yang memanjang. Alas kandang menggunakan jaring plastik yang dirancang khusus untuk memungkinkan kotoran ayam lolos dengan mudah dan jatuh ke dalam air kolam. Kotak sarang (nesting box) ditempatkan di bagian bawah kandang, menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi ayam untuk bertelur.

Sistem aerasi kolam yang kuat menjadi sangat penting dalam desain ini, khususnya untuk budidaya ikan nila, guna memastikan kualitas air tetap optimal meskipun ada masukan organik dari ayam. Pipa PVC menawarkan solusi konstruksi yang ringan, tahan karat, dan relatif mudah dalam perakitan, menjadikannya pilihan ekonomis dan praktis.

Model 7: Apung Tong Plastik

Kandang ini dirancang dengan bobot ringan dan kemampuan untuk terapung di tengah kolam, ditopang oleh empat tong plastik besar yang berfungsi sebagai pelampung. Dinding kandang terbuat dari kombinasi kawat dan triplek, sementara atapnya menggunakan terpal gulung yang fleksibel, memungkinkan pengaturan cahaya dan ventilasi. Keunggulan utama dari model ini adalah kemudahannya untuk dipindahkan atau digeser sesuai kebutuhan.

Ikan lele di kolam dapat memanfaatkan kotoran ayam secara optimal karena posisi kandang yang berada di tengah kolam, memastikan distribusi nutrisi yang merata ke seluruh area kolam. Desain apung ini sangat cocok untuk kolam yang luas dan memberikan fleksibilitas pengelolaan yang lebih tinggi, memungkinkan rotasi area budidaya jika diperlukan.

QnA Seputar Kandang Ayam di Atas Kolam Sistem Aquaponic

1. Apakah kandang ayam di atas kolam benar-benar aman untuk ikan?

Ya, aman selama jarak antara dasar kandang dan permukaan air minimal 80–90 cm. Jarak ini memastikan kotoran ayam jatuh dan terurai secara alami tanpa membuat air terlalu cepat tercemar. Selain itu, kepadatan ikan seperti lele atau nila harus disesuaikan dengan ukuran kolam agar kualitas air tetap stabil.

2. Apakah sistem ini termasuk aquaponic?

Secara sederhana, ya. Konsepnya mirip aquaponic terpadu karena limbah ayam dimanfaatkan sebagai nutrisi alami bagi ikan dan plankton di kolam. Namun, untuk disebut aquaponic modern, biasanya dibutuhkan tambahan filter biologis dan sirkulasi pompa agar ekosistem lebih terkontrol.

3. Berapa jumlah ayam ideal untuk satu kolam?

Untuk kolam ukuran 2–3 meter diameter, idealnya 4–8 ekor ayam saja. Jika terlalu banyak, kotoran berlebihan bisa menyebabkan kadar amonia naik dan membahayakan ikan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|