Liputan6.com, Jakarta Sore hari, selembar kardus bekas paket yang hampir dibuang bisa disulap menjadi rak dinding kecil bercat putih dengan hiasan tanaman mini di atasnya. Bahannya nyaris tanpa biaya, tetapi hasilnya tetap estetik dan menarik untuk dipajang di kamar atau dibagikan di media sosial.
Itulah daya tarik DIY dari barang bekas. Berbagai benda yang sudah tidak terpakai bisa diubah menjadi dekorasi unik yang membuat kamar terasa lebih personal tanpa perlu mengeluarkan banyak uang. Selain menghemat pengeluaran, kegiatan ini juga menjadi cara kreatif untuk memanfaatkan barang yang ada di rumah.
Menariknya, hobi membuat kerajinan dari barang bekas juga berpotensi menghasilkan uang. Dengan ide yang tepat dan hasil yang rapi, karya DIY dapat dijual secara online atau dijadikan konten di media sosial.
Kenapa DIY Barang Bekas Layak Dicoba Sekarang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8979081/original/070055400_1782985282-1798685088126865363.jpeg)
Perbesar
Minat pada kerajinan tangan sedang menanjak, bukan sekadar tren musiman. Banyak orang kini mengubah barang bekas di rumah menjadi sumber cuan, dari botol plastik hingga kaleng susu.
Berdasarkan laporan Fortune Business Insights, pasar kerajinan tangan global bernilai sekitar 1,2 triliun dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 2,9 triliun dolar AS pada 2034. Di dalam negeri, konten DIY barang bekas konsisten ramai di TikTok dan Lemon8 dengan ribuan interaksi.
Momennya pas. Harga dekorasi jadi terus naik, sementara bahan baku, seperti kardus, botol, dan kaleng, tersedia gratis di rumah. Gaya hidup berkelanjutan pun membuat karya ramah lingkungan makin dihargai pasar.
Mengenal Hobi DIY Barang Bekas untuk Kamar
Hobi ini ramah pemula total. Tidak perlu alat mahal, tidak perlu ruang khusus, dan bisa dikerjakan sambil rebahan di kamar kos. Cocok untuk kamu yang punya waktu dan modal terbatas tetapi ingin hasil nyata.
| Tingkat kesulitan | Mudah (2 dari 5) - cocok pemula total |
| Waktu per sesi | 30 menit - 2 jam |
| Waktu per minggu | 2-4 jam (fleksibel) |
| Modal Hemat | Rp 0 - Rp 50.000 (bahan dari rumah) |
| Modal Standar | Rp 50.000 - Rp 150.000 |
| Modal Premium | Rp 150.000 - Rp 400.000 |
| Cocok untuk | Indoor, sendiri atau bareng anak |
| Iklim Indonesia | Cocok sepanjang tahun; proyek indoor ideal saat musim hujan |
Karena semua pengerjaan dilakukan di dalam ruangan, cuaca tropis dan musim hujan bukan halangan. Satu catatan: beri waktu ekstra untuk pengeringan cat dan lem saat udara lembap. Untuk inspirasi ruang, intip juga ide dekorasi kamar kos estetik yang low budget.
Manfaat yang Kamu Dapatkan dari DIY Barang Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203791/original/054857200_1745984952-WhatsApp_Image_2025-04-30_at_10.46.20_AM.jpeg)
Perbesar
Manfaatnya melampaui kamar yang lebih cantik. Aktivitas kreatif terbukti baik untuk kesehatan mental, terutama bagi kamu yang butuh pelarian sehat dari stres pekerjaan.
Mengutip riset yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Public Health pada 2024, survei terhadap lebih dari 7.000 orang dewasa menemukan bahwa aktivitas seni dan kerajinan meningkatkan kepuasan hidup serta rasa bahwa hidup lebih bermakna. Efeknya bahkan sebanding dengan manfaat dari memiliki pekerjaan.
Merujuk riset Kaimal dan rekan (2016) dalam jurnal Art Therapy, cukup 45 menit aktivitas kreatif sudah menurunkan kadar kortisol, hormon stres, tanpa perlu jadi seniman profesional. Artinya, satu jam mengelem dan mengecat kardus bisa terasa seperti meditasi ringan.
Sebagaimana diungkapkan UF Health, aktivitas kreatif melepaskan dopamin dan serotonin, si "hormon bahagia", sekaligus menurunkan kortisol. Ada pula manfaat kognitif, yaitu melatih fokus, pemecahan masalah, dan kesabaran.
Secara sosial, hobi ini membuka pintu ke komunitas kreatif yang aktif dan koneksi dengan bank sampah di lingkunganmu. Dan tentu, ada potensi finansial: produk dekorasi upcycle yang dikerjakan rapi punya margin keuntungan yang menarik.
Panduan Lengkap: 7 Proyek DIY Barang Bekas untuk Kamar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8979082/original/093425000_1782985282-3316174360247497918.jpeg)
Perbesar
Alat dan Bahan Dasar yang Perlu Disiapkan
Modal awal peralatan ini bisa dipakai berulang kali untuk puluhan proyek. Semuanya mudah dibeli di marketplace lokal maupun toko fisik.
| Lem tembak + isi (5 batang) | 25.000 - 45.000 | Tokopedia, toko bangunan |
| Cat akrilik set (6 warna) | 20.000 - 40.000 | Shopee, toko alat tulis |
| Gunting dan cutter | 10.000 - 25.000 | Toko kelontong |
| Kuas set (3 ukuran) | 10.000 - 20.000 | Tokopedia |
| Amplas halus | 5.000 - 10.000 | Toko bangunan |
| Tali rami / goni | 10.000 - 20.000 | Shopee, toko craft |
| Kardus, botol, kaleng bekas | Gratis | Rumah sendiri |
Total modal awal berkisar Rp 50.000 - Rp 160.000. Sudah cukup untuk memulai tujuh proyek di bawah ini.
Proyek 1: Rak Dinding dari Kardus Bekas
Kardus sepatu atau paket belanja bisa jadi rak dinding fungsional. Pilih kardus tebal minimal 3 mm agar kokoh.
- Potong kardus menjadi kotak seragam, misalnya 20x20x10 cm.
- Lapisi permukaannya dengan kertas kado atau kain sisa memakai lem putih.
- Susun kotak dalam formasi heksagonal atau grid, rekatkan dengan lem tembak.
- Pasang di dinding dengan paku kecil atau command strip agar aman untuk kamar kos.
Biaya: Rp 15.000 - Rp 30.000. Waktu: 1-2 jam. Pelajari lebih banyak variasi kerajinan tangan dari kardus bekas untuk mengembangkan idemu.
Proyek 2: Lampu Hias dari Botol Kaca Bekas
Botol selai atau botol minuman bisa disulap jadi lampu hias yang hangat, cocok untuk sudut kamar yang cozy.
- Cuci botol sampai bersih, hilangkan label, lalu keringkan sempurna.
- Biarkan bening untuk kesan minimalis, atau cat tipis dengan warna favorit.
- Masukkan lampu LED string (lampu tumblr) melalui mulut botol.
- Hias mulut botol dengan tali rami atau pita kain sisa.
Biaya: Rp 20.000 - Rp 40.000 (lampu LED sekitar Rp 10.000-15.000 di Shopee). Waktu: 30-45 menit. Ada banyak cara membuat lampu hias dari botol bekas dan belasan ide kreatif lain dari botol plastik dan kaca yang bisa kamu tiru.
Proyek 3: Tempat Penyimpanan dari Kaleng Bekas
Kaleng susu atau makanan sangat serbaguna sebagai wadah alat tulis, kuas makeup, atau pot mini di meja belajar.
- Kumpulkan 3-5 kaleng dengan ukuran serupa.
- Cuci bersih dan amplas tepi atasnya agar tidak tajam.
- Cat seragam atau gradasi; putih, sage green, dan krem cocok untuk nuansa estetik.
- Tempelkan label buatan sendiri dari kertas kraft.
Biaya: Rp 10.000 - Rp 25.000. Waktu: 45 menit - 1 jam. Kaleng bekas bisa jadi apa saja; simak 10 rekomendasi kreasi dari kaleng bekas dan 12 ide fungsional dari kaleng minuman.
Proyek 4: Hiasan Dinding dari Majalah dan Koran Bekas
Halaman majalah lama bisa jadi hiasan dinding bertekstur tanpa perlu keahlian menggambar.
- Lipat halaman maju-mundur membentuk accordion.
- Gunting ujung kertas miring untuk efek bergelombang.
- Tekuk bagian tengah dan satukan dengan lem membentuk kipas.
- Gabungkan 3-7 kipas menjadi bundaran besar, tempel dengan selotip dua sisi.
Biaya: Rp 5.000 - Rp 10.000 (hanya lem). Waktu: 1-1,5 jam.
Proyek 5: Bingkai Foto dari Stik Es Krim
Proyek klasik yang tidak pernah membosankan, cocok untuk menyimpan kenangan keluarga.
- Susun empat stik membentuk persegi, buat dua lapis untuk ketebalan.
- Rekatkan dengan lem tembak.
- Potong karton sebagai alas dan tempel foto di atasnya.
- Cat pastel atau biarkan natural untuk kesan rustic, tambahkan tali untuk digantung.
Biaya: Rp 5.000 - Rp 15.000. Waktu: 30-45 menit. Kamu bisa memperluas ke aneka kerajinan dari stik es krim atau membuat tempat pensil dari stik es krim yang mudah.
Proyek 6: Vas Bunga Estetik dari Botol Plastik
Botol plastik minuman bisa berubah jadi vas bertekstur mewah lewat lilitan tali rami.
- Potong bagian atas botol sesuai tinggi yang diinginkan, haluskan tepinya dengan amplas.
- Oleskan lem putih ke seluruh permukaan luar.
- Lilitkan tali rami dari bawah ke atas secara rapat, tekan agar menempel kuat.
- Isi dengan bunga kering atau artifisial.
Biaya: Rp 15.000 - Rp 30.000. Waktu: 45 menit - 1 jam. Untuk inspirasi lain, lihat cara membuat pot bunga dari botol bekas, memanfaatkan botol kaca bekas sirup, dan mengolah botol bekas minyak goreng jadi barang fungsional.
Proyek 7: Storage Cantik dari Kardus dan Kain Sisa
Kardus dilapisi kain sisa menjadi kotak penyimpanan multifungsi untuk aksesori, alat tulis, atau skincare di meja rias.
- Pilih kardus sesuai kebutuhan, perkuat sisinya dengan selotip kertas.
- Potong kain lebih besar sekitar 3 cm dari tiap sisi.
- Oleskan lem putih, tempelkan kain rapi, dan lipat kelebihannya ke dalam.
- Hias dengan tali rami, kancing bekas, atau pita.
Biaya: Rp 10.000 - Rp 25.000. Waktu: 1-1,5 jam. Masih banyak cara memanfaatkan kardus bekas agar tidak menumpuk yang bisa kamu adaptasi. Untuk sentuhan tanaman, coba juga bertanam di lahan sempit dengan kaleng bekas.
Timeline Realistis untuk Pemula
| Minggu 1 | Selesaikan 1 proyek sederhana (tempat pensil kaleng atau bingkai stik es krim) |
| Bulan 1 | Kuasai 3 proyek, mulai eksperimen warna dan finishing |
| Bulan 3 | Buat set dekorasi lengkap (rak + lampu + storage), bagikan prosesnya di media sosial |
| Bulan 6 | Mulai terima pesanan custom atau jual di marketplace |
5 Kesalahan Pemula yang Harus Dihindari
- Tidak membersihkan bahan. Hilangkan semua label dan sisa lem agar hasil terlihat profesional.
- Terlalu banyak dekorasi. Sisakan ruang kosong; keseimbangan membuat kamar tidak terlihat berantakan.
- Salah pilih lem. Lem tembak untuk plastik dan kain, lem putih untuk kertas dan karton.
- Melewatkan pengeringan. Biarkan tiap lapisan cat dan lem kering sempurna sebelum lanjut.
- Tanpa konsep. Sketsa dulu di kertas agar bahan dan warna terencana.
Pertimbangan Keamanan
Meski tergolong aman, tetap perhatikan hal berikut demi keselamatan, terutama jika berkreasi bersama anak.
- Hati-hati dengan lem tembak karena suhunya sangat panas; gunakan dudukan dan jauhkan dari jari.
- Pastikan ruangan berventilasi baik saat memakai cat semprot atau lem berbahan pelarut.
- Amplas semua tepi kaleng dan botol plastik yang dipotong agar tidak melukai.
- Untuk anak, pilih lem suhu rendah dan selalu dampingi saat memotong. Proyek ramah anak, seperti mobil-mobilan dari kardus dan celengan dari kardus susu bekas, aman dan edukatif.
Kalkulasi Biaya dan Potensi Hasil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3250217/original/080000400_1601180568-glue-gun-1562969_1280.jpg)
Perbesar
| Isi lem tembak (10-15 batang) | 15.000 - 25.000 |
| Cat akrilik tambahan | 15.000 - 30.000 |
| Lampu LED, tali rami, pita | 20.000 - 40.000 |
| Bahan bekas (kardus, botol, kaleng) | Gratis |
| Total | 50.000 - 95.000 |
Dengan 3-4 jam per minggu, kamu bisa menghasilkan 4-8 item per bulan. Perkiraan harga pasar produk dekorasi upcycle:
- Rak dinding kardus: Rp 35.000 - Rp 75.000
- Lampu hias botol: Rp 50.000 - Rp 120.000
- Storage set (3 buah): Rp 60.000 - Rp 150.000
- Bingkai foto custom: Rp 25.000 - Rp 50.000
Dengan modal bulanan di bawah Rp 100.000, penjualan 4-6 item bisa membukukan penghasilan bersih Rp 200.000 - Rp 500.000 per bulan di tahap awal. Angka ini realistis untuk sampingan, bukan janji cepat kaya, dan biasanya bertumbuh seiring reputasi toko.
Scaling dan Monetisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8979083/original/019670000_1782985283-11388782880565886294.jpeg)
Perbesar
Setelah 7 proyek dasar terkuasai, kamu bisa naik level ke karya bernilai jual lebih tinggi. Beberapa ide dari praktisi mancanegara layak dicoba: rak dinding dari peti kayu yang dibaut dengan L-bracket agar kuat, meja bekas yang dialihfungsikan jadi nightstand estetik, headboard dari daun pintu lama yang diamplas dan dicat, hingga tangga kayu yang disulap jadi rak gantung. Kamu juga bisa merambah miniatur, seperti miniatur rumah dari stik es krim dan kardus yang diminati kolektor.
Jalur monetisasi yang bisa kamu tekuni:
- Jual produk di marketplace. Buka toko di Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop. Cara jualan di Shopee untuk pemula bisa dimulai langsung dari HP.
- Konten kreator. Dokumentasikan proses di TikTok atau Instagram Reels; tutorial DIY termasuk konten yang selalu dicari. Kamu bahkan bisa memanfaatkan Shopee Live untuk menjual sambil menunjukkan proses pembuatan.
- Kit DIY. Kemas bahan baku plus panduan langkah demi langkah, lalu jual sebagai paket siap buat.
- Workshop dan kelas. Sesi offline 3-4 jam bisa dihargai Rp 100.000-300.000 per peserta, atau rekam jadi kelas digital.
Estimasi waktu mulai menghasilkan: 2-3 bulan setelah konsisten mengunggah produk dan konten. Untuk gambaran lebih luas, baca ide bisnis kreatif dari kerajinan barang bekas dan ide jualan rumahan modal kardus bekas.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ide DIY Barang Bekas untuk Kamar Estetik
1. Apakah DIY barang bekas bisa terlihat bagus, bukan murahan?
Sangat bisa, asalkan tiga hal diperhatikan: kebersihan bahan, konsistensi warna dan tema, serta finishing yang rapi. Produk upcycle yang dieksekusi baik justru memberi kesan unik dan personal yang tidak dimiliki dekorasi pabrik. Untuk referensi tema, lihat inspirasi dekorasi kamar tidur warna putih yang estetik.
2. Barang bekas apa yang paling mudah untuk pemula?
Kardus dan botol plastik adalah pilihan termudah karena ringan, gampang dipotong, dan tersedia melimpah di setiap rumah. Kaleng dan kain sisa juga sangat versatil. Untuk memancing ide, telusuri ide dekor low budget dari barang bekas dan panduan proyek DIY dari barang bekas.
3. Berapa lama menyelesaikan satu proyek?
Proyek sederhana butuh 1-2 jam, sedangkan yang kompleks bisa memerlukan seharian termasuk pengeringan. Rata-rata proyek kamar di panduan ini berkisar 30 menit hingga 2 jam per item, pas dikerjakan di akhir pekan atau selepas jam kerja.
Setiap potong kardus yang kamu selamatkan dan setiap botol yang kamu ubah jadi lampu hias adalah kontribusi kecil yang bermakna, untuk kamar yang lebih estetik, dompet yang lebih lega, dan lingkungan yang lebih bersih. Mulai dari satu proyek hari ini; tak perlu sempurna di percobaan pertama. Kalau butuh gambaran ruang idaman, intip juga desain kamar yang Instagramable dan inspirasi interior cantik di bawah Rp 5 juta sebagai target visualmu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

9 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933486/original/059303700_1782961909-4ynsk27oZvFZKSVJ3ym26m5ZVAVVVqwhSfCyoG6D.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933474/original/095039700_1782961903-uXqbrB3rtVpMaoli4t2x4TpcenYK96x2AcQQO7JU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933449/original/037508200_1782961892-oRImaN9DRdin2lPVa6fJ648d0YSmpXOcHFRFaOVF.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4410386/original/078060700_1682832750-pexels-zla____kycz-8442322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933432/original/052018600_1782961887-Jq79XqIw2yWOVIcy6UdemimjByqRQVUOPdOTaXby.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8971211/original/079605100_1782981535-Untitled2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933417/original/060479700_1782961881-NTtvanp3yv6bNRSp1ajN07i0icCqT4ZdWjJnAvnW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8966114/original/082878500_1782979001-Gemini_Generated_Image_sp69cksp69cksp69.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933473/original/078111100_1782961902-cCRLlbRXNPDgQ4GeG2EUkPQHumeeJ7xFi2inJGXw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8957092/original/031219600_1782974318-4d1a5239-53ae-46a6-9d6d-922a12f33c4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965194/original/025696900_1782978450-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7903638/original/073021500_1780733997-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933385/original/094582700_1782961858-mAaCTiBuiOrMcEW7ND3jxtIWYL4dZGnww6PXxm9J.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8999369/original/044476200_1782993867-Ide_Kebun_Kacang-Kacangan_dan_Sayur_yang_Mudah_Ditanam_di_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8968788/original/031796600_1782980312-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__03_17_02_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933469/original/013533700_1782961901-CCdiLxJC5L2YONxKcuU663zeuurnAvYyE7DoTlEs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933425/original/073096400_1782961884-oNHV3hg0cgVFmVlAF5kQyDKXzhrpBxKLColrJzeJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8978961/original/083750200_1782985233-cover_galon.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8989684/original/046811400_1782989650-Inspirasi_Ruang_Santai_Bergaya_Pendopo_Minimalis.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529412/original/016644800_1773333017-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)