Liputan6.com, Jakarta Cara menabung emas kini menjadi salah satu pilihan paling populer bagi masyarakat yang ingin melindungi nilai kekayaan dari gerusan inflasi. Berbeda dengan menyimpan uang tunai, emas dikenal mampu mempertahankan daya belinya dalam jangka panjang.
Daya tarik emas terletak pada wujudnya yang universal, mudah dicairkan, dan relatif tahan terhadap gejolak ekonomi. Tak heran, banyak orang, dari generasi muda hingga kepala keluarga, mulai menjadikannya bagian dari perencanaan finansial.
Kabar baiknya, cara menabung emas saat ini tidak lagi membutuhkan modal besar seperti dulu. Cukup dengan nominal kecil, siapa pun bisa mulai mengumpulkan aset kuning ini secara bertahap lewat tips menabung emas yang cerdas.
Sebagaimana disampaikan Chase, emas dapat memberikan diversifikasi karena karakternya cenderung bergerak berbeda dari aset finansial tradisional seperti saham dan obligasi. Logam ini pun kembali diburu dalam beberapa tahun terakhir karena investor mencari perlindungan dari gejolak pasar sekaligus aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik, berikut ulasan Liputan6.com.
Apa Itu Menabung Emas?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
Perbesar
Menabung emas adalah aktivitas membeli dan mengumpulkan emas secara bertahap dengan tujuan menyimpan nilai kekayaan sekaligus meraih potensi keuntungan di masa depan. Konsepnya mirip menabung uang, hanya saja aset yang dikumpulkan adalah logam mulia, baik dalam bentuk fisik maupun saldo digital. Dalam buku Panduan Investasi Emas karya Eagle Oseven, dijelaskan bahwa nama kimia emas adalah Aurum (Au) yang berasal dari bahasa Latin dan berarti pancaran sinar matahari. Nilai historis inilah yang membuat emas selalu diburu lintas generasi dan lintas negara.
Emas dianggap istimewa karena berfungsi sebagai aset aman atau safe haven yang cenderung stabil saat ekonomi bergejolak. Logam mulia ini dapat menjadi cara untuk mendiversifikasi risiko Anda dan menjaga stabilitas ketika segala sesuatu yang lain sedang berubah. Kepercayaan terhadap logam ini di Indonesia pun sangat tinggi. Sebagaimana diungkapkan survei Populix, emas menjadi instrumen yang paling mendominasi dengan tingkat kepercayaan mencapai 80% pada awal 2026, jauh mengungguli aset lain seperti uang tunai dan properti.
Emas juga memiliki akar sejarah sebagai alat tukar dan penyimpan nilai selama ribuan tahun. Dari sisi kegunaan, emas tidak hanya untuk investasi. Sekitar 49 persen produksi emas global digunakan untuk membuat perhiasan, sisanya terserap untuk industri dan cadangan kekayaan.
Secara umum, ada dua cara menabung emas yang bisa dipilih: emas batangan (fisik) dan emas digital. Keduanya memiliki karakter, modal awal, dan risiko yang berbeda sehingga penting menyesuaikannya dengan tujuan Anda. Sebelum memutuskan, ada baiknya memahami dulu apa itu investasi dan berbagai bentuk investasi yang tersedia agar langkah Anda lebih terarah.
Baca juga: Fungsi dan manfaat emas dalam berbagai aspek kehidupan
Cara Menabung Emas Batangan (Fisik) untuk Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
Perbesar
Menabung emas batangan berarti Anda benar-benar memegang aset dalam wujud nyata, umumnya berupa logam mulia berkadar tinggi. Cara ini cocok untuk tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan, dana pensiun, hingga warisan. Namun, memiliki emas fisik menuntut kehati-hatian ekstra. Emas fisik memiliki tantangan tersendiri seperti biaya penyimpanan dan asuransi, serta kerap memerlukan premi di atas harga spot saat dibeli.
-
Tentukan tujuan dan jangka waktu
Tetapkan lebih dulu untuk apa Anda menabung emas, misalnya dana haji, biaya menikah, atau pensiun. Emas ideal untuk kebutuhan jangka menengah hingga panjang, minimal 3 sampai 5 tahun, bukan untuk mencari untung instan.
-
Beli hanya dari produsen dan penjual resmi
Pastikan Anda membeli dari sumber terpercaya seperti Butik Emas Antam, Pegadaian, bank, atau toko emas bersertifikat. Emas batangan dari produsen tepercaya memiliki kemurnian yang terjamin, biasanya mencapai 99,99%.
-
Periksa keaslian dan sertifikat
Emas Antam modern dilengkapi kemasan CertiCard dengan kode QR. Cara paling akurat memverifikasi keaslian adalah dengan aplikasi CertiEye, yang akan menampilkan status "ANTAM LM" dan "AUTHENTICATED" bila emas asli. Pelajari lebih lanjut cara membedakan emas Antam asli dan palsu agar terhindar dari penipuan.
-
Pilih ukuran gramasi sesuai kebutuhan
Ukuran kecil (0,5 atau 1 gram) lebih mudah dijual eceran saat butuh dana, meski harga per gramnya sedikit lebih mahal. Emas Antam tersedia dari 1 gram hingga 1 kilogram, sehingga memberi fleksibilitas bagi investor dengan modal berbeda.
-
Siapkan tempat penyimpanan yang aman
Untuk jumlah kecil, brankas besi tahan api di rumah bisa jadi pilihan. Jika jumlahnya sudah banyak, menyewa safe deposit box di bank menawarkan keamanan lebih tinggi meski ada biaya tahunan yang harus dibayar.
-
Beli secara berkala
Jangan menunggu terkumpul uang banyak untuk membeli sekaligus. Belilah emas ukuran kecil setiap kali menerima gaji agar Anda mendapatkan harga rata-rata yang lebih sehat, sekaligus melatih kebiasaan merawat emas sebagai aset jangka panjang.
-
Pantau harga buyback sebelum menjual
Saat hendak mencairkan, cek harga buyback resmi hari itu. Harga buyback adalah harga yang berlaku ketika pemilik emas menjualnya kembali kepada produsen seperti Antam.
Baca juga: Intip keuntungan investasi emas Antam
Cara Menabung Emas Digital dan Melalui Bank atau Pegadaian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
Perbesar
Bagi pemula dengan dana terbatas, menabung emas digital adalah pintu masuk yang paling praktis dan terjangkau. Emasnya dititipkan dan dikelola oleh platform resmi, sehingga Anda tidak perlu repot menyimpan fisiknya. Cara menabung emas digital ini juga fleksibel karena bisa dilakukan kapan saja lewat ponsel. Simak langkah-langkahnya berikut ini.
-
Pilih platform atau lembaga yang diawasi OJK dan Bappebti
Gunakan layanan resmi seperti Pegadaian, bank syariah, atau aplikasi keuangan berlisensi. Regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti memastikan saldo emas Anda tercatat transparan dan terjamin.
-
Buka rekening tabungan emas
Prosesnya mirip membuka rekening bank. Siapkan kartu identitas (KTP) dan isi formulir pembukaan rekening, baik secara online maupun langsung di kantor cabang. Panduan detail bisa Anda ikuti pada artikel cara menabung emas di Pegadaian Digital.
-
Setor dana dan beli emas mulai nominal kecil
Inilah keunggulan utama emas digital. Anda bisa menabung mulai dari 0,01 gram, bahkan beberapa platform memungkinkan investasi dimulai dari sekitar Rp10.000 saja.
-
Manfaatkan fitur pembelian rutin atau autodebit
Aktifkan fitur beli otomatis agar Anda konsisten menabung setiap bulan tanpa perlu mengingatnya. Kebiasaan ini membantu membangun saldo emas secara bertahap tanpa membebani keuangan.
-
Pantau saldo dan harga lewat aplikasi
Cek pergerakan saldo dan harga emas secara berkala melalui dashboard aplikasi. Informasi harga beli dan jual yang diperbarui harian akan membantu Anda mengambil keputusan transaksi yang tepat.
-
Pahami struktur biaya
Perhatikan biaya administrasi, penyimpanan, dan biaya cetak apabila kelak Anda ingin menariknya menjadi emas batangan fisik. Untuk yang mengutamakan prinsip syariah, tersedia pula opsi nabung emas di bank syariah.
-
Ketahui cara pencairan atau tarik fisik
Saat membutuhkan dana, saldo emas bisa dijual kembali dengan harga buyback yang berlaku, atau dicetak menjadi kepingan fisik sesuai ketentuan platform. Prosesnya umumnya cepat, baik lewat aplikasi maupun kantor layanan.
Baca juga: Cara menabung emas untuk pemula beserta tips pentingnya
Strategi dan Tips agar Menabung Emas Makin Cuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
Perbesar
Menabung emas tidak cukup sekadar membeli lalu menyimpan; dibutuhkan strategi agar hasilnya maksimal. Emas memang bukan mesin pencetak keuntungan cepat, melainkan penjaga nilai kekayaan yang andal. Merujuk laporan J.P. Morgan Global Research, harga emas diproyeksikan rata-rata menyentuh US$ 6.000 per ounce (setara 28,35 gram) pada kuartal terakhir 2026 dan bergerak menuju US$ 6.300 per ounce pada akhir 2027. Proyeksi jangka panjang inilah yang membuat konsistensi menjadi kunci. Terapkan langkah-langkah berikut agar tabungan emas Anda lebih optimal.
-
Terapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA)
Dollar Cost Averaging adalah membeli emas secara berkala dalam jumlah tertentu, misalnya setiap bulan. Dengan cara ini, Anda tidak perlu pusing menebak harga terbaik karena harga beli akan terata-rata dalam jangka panjang..
-
Manfaatkan momen harga terkoreksi
Ketika harga emas turun wajar, itu bisa menjadi kesempatan menambah simpanan lebih banyak. Hindari membeli saat harga sedang melonjak tinggi akibat kepanikan pasar.
-
Gunakan dana dingin, jangan berutang
Sisihkan hanya uang yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.
-
Batasi porsi emas dalam portofolio
Emas sebaiknya menjadi pelengkap, bukan satu-satunya aset. Para ahli umumnya merekomendasikan alokasi 5-10% dari portofolio untuk emas, tergantung profil risiko investor.
-
Pahami selisih harga beli dan jual (spread)
Selisih antara harga beli dan harga buyback menentukan titik impas Anda. Pada emas fisik, spread di Indonesia cenderung lebar, sekitar 7% hingga 14%, sementara emas digital menawarkan spread lebih tipis di kisaran 1% hingga 3%.
-
Fokus pada jangka panjang
Emas relatif stabil dan tahan inflasi, sehingga nilainya cenderung bertahan bahkan saat ekonomi tidak menentu, menjadikannya safe haven. Karena itu, jangan tergoda menjual hanya karena fluktuasi harga sesaat.
-
Simpan bukti transaksi dengan rapi
Nota pembelian dan sertifikat akan mempermudah proses buyback dengan harga tertinggi di kemudian hari. Dokumentasi yang baik juga berguna untuk perencanaan keuangan dan pelaporan pajak.
Pelajari juga panduan lengkap cara investasi emas untuk pemula dan 11 cara investasi emas untuk pemula agar wawasan Anda makin lengkap sebelum memulai investasi emas dengan aman.
Memahami Risiko dan Perencanaan Sebelum Menabung Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7260735/original/004841700_1780046999-2.jpg)
Perbesar
Sama seperti instrumen lain, menabung emas tetap memiliki risiko yang wajib dipahami. Harga emas bisa berfluktuasi dalam jangka pendek, dan aset ini tidak memberikan imbal hasil rutin seperti bunga atau dividen selama disimpan. Ada pula biaya peluang, yaitu potensi keuntungan dari instrumen lain yang dikorbankan karena dana Anda "terkunci" di emas. Emas sebaiknya tidak dipergunakan untuk mencari keuntungan besar dalam waktu singkat, fungsinya lebih sebagai penyeimbang investasi yang beragam.
Salah satu kesalahan pemula adalah membeli dalam jumlah besar tepat saat harga menyentuh rekor tertinggi. Investor yang membeli emas ketika harganya sudah mendekati puncak berisiko mengalami kerugian akibat fluktuasi harga. Karena itu, pembelian bertahap dan kesabaran jauh lebih bijak daripada mengejar tren. Anda bisa membaca lebih dalam soal hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum investasi emas.
Penting diingat bahwa emas paling ideal berperan sebagai pelengkap portofolio, bukan andalan tunggal. Dilansir dari CBS News, berinvestasi emas umumnya bukan cara untuk menumbuhkan kekayaan secara agresif karena dalam jangka panjang pasar saham cenderung mengungguli harga emas, meski emas efektif untuk melindungi nilai dari gejolak ekonomi. Di pasar global, opsi emas juga beragam, mulai dari emas fisik, Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis emas, saham perusahaan tambang, hingga rekening pensiun berbasis emas. Tanpa standar emas, tidak ada cara untuk melindungi tabungan dari perampasan melalui inflasi. Tidak ada penyimpan nilai yang aman.
Sebelum menabung emas, pastikan fondasi keuangan Anda kokoh terlebih dahulu. Miliki dana darurat yang cukup dan lengkapi dengan asuransi, baru alokasikan sisa dana untuk investasi. Untuk menyeimbangkan risiko, kombinasikan emas dengan instrumen lain seperti reksa dana lewat cara investasi reksa dana untuk pemula. Jika ingin memantapkan pilihan bentuk emas, simak perbandingan emas batangan atau perhiasan untuk investasi.
Baca juga: Tips investasi emas untuk pemula dari praktisi toko emas
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menabung Emas
Berapa modal minimal untuk mulai menabung emas?
Modalnya sangat fleksibel dan terjangkau. Untuk emas digital, Anda bisa memulai dari saldo setara 0,01 gram atau nominal sekitar Rp10.000, sedangkan emas fisik umumnya dimulai dari kepingan 0,5 atau 1 gram. Yang terpenting bukan besarnya nominal, melainkan konsistensi menabung sesuai kemampuan finansial Anda.
Apakah lebih baik menabung emas batangan atau emas digital?
Keduanya baik, tergantung tujuan Anda. Emas batangan cocok untuk proteksi kekayaan jangka panjang dan aset warisan karena berwujud nyata, sementara emas digital lebih praktis dan terjangkau bagi pemula yang ingin belajar konsisten mengumpulkan aset dengan dana fleksibel. Banyak orang bahkan mengombinasikan keduanya sesuai kebutuhan.
Berapa lama sebaiknya menabung emas?
Emas paling ideal disimpan untuk jangka menengah hingga panjang, minimal 3 sampai 5 tahun. Sebab, harga emas cenderung naik perlahan namun stabil dari waktu ke waktu, sehingga hasilnya baru benar-benar terasa dalam jangka panjang dan tidak cocok untuk spekulasi jangka pendek.
Pada akhirnya, cara menabung emas yang berhasil bertumpu pada tiga hal sederhana: mulai dari nominal kecil, konsisten, dan sabar menyimpan untuk jangka panjang. Perkaya terus pemahaman Anda, salah satunya lewat referensi instrumen investasi lain yang cocok untuk pemula, agar keputusan finansial Anda makin matang dan terukur.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

7 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933486/original/059303700_1782961909-4ynsk27oZvFZKSVJ3ym26m5ZVAVVVqwhSfCyoG6D.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933474/original/095039700_1782961903-uXqbrB3rtVpMaoli4t2x4TpcenYK96x2AcQQO7JU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933449/original/037508200_1782961892-oRImaN9DRdin2lPVa6fJ648d0YSmpXOcHFRFaOVF.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933432/original/052018600_1782961887-Jq79XqIw2yWOVIcy6UdemimjByqRQVUOPdOTaXby.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8971211/original/079605100_1782981535-Untitled2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933417/original/060479700_1782961881-NTtvanp3yv6bNRSp1ajN07i0icCqT4ZdWjJnAvnW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8966114/original/082878500_1782979001-Gemini_Generated_Image_sp69cksp69cksp69.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933473/original/078111100_1782961902-cCRLlbRXNPDgQ4GeG2EUkPQHumeeJ7xFi2inJGXw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8957092/original/031219600_1782974318-4d1a5239-53ae-46a6-9d6d-922a12f33c4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965194/original/025696900_1782978450-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7903638/original/073021500_1780733997-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933385/original/094582700_1782961858-mAaCTiBuiOrMcEW7ND3jxtIWYL4dZGnww6PXxm9J.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8999369/original/044476200_1782993867-Ide_Kebun_Kacang-Kacangan_dan_Sayur_yang_Mudah_Ditanam_di_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8968788/original/031796600_1782980312-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__03_17_02_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933469/original/013533700_1782961901-CCdiLxJC5L2YONxKcuU663zeuurnAvYyE7DoTlEs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8933425/original/073096400_1782961884-oNHV3hg0cgVFmVlAF5kQyDKXzhrpBxKLColrJzeJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8978961/original/083750200_1782985233-cover_galon.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8989684/original/046811400_1782989650-Inspirasi_Ruang_Santai_Bergaya_Pendopo_Minimalis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8964141/original/049996200_1782977744-Menabung_Uang_Rupiah_di_Rumah.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529412/original/016644800_1773333017-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)