7 Makanan Ini Harus Dihindari saat Sahur agar Tidak Lemas saat Berpuasa

7 hours ago 6
  • Apa makanan terbaik saat sahur agar tidak lemas?
  • Kenapa cepat lapar saat puasa padahal sudah sahur?
  • Apakah boleh minum kopi saat sahur?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Sahur bukan sekadar makan sebelum imsak, tetapi menjadi sumber energi utama yang menentukan kondisi tubuh sepanjang hari saat berpuasa. Banyak orang merasa cepat lemas, mengantuk, bahkan sulit berkonsentrasi karena salah memilih menu sahur. Padahal, dengan memilih makanan yang tepat, tubuh bisa tetap bertenaga hingga waktu berbuka. 

Selain memperhatikan porsi, jenis makanan juga sangat berpengaruh terhadap kestabilan energi dan kadar gula darah. Makanan yang terlihat mengenyangkan belum tentu mampu menjaga stamina lebih lama. Beberapa jenis makanan justru membuat tubuh cepat lapar, haus, dan mudah lelah. Oleh karena itu, mengetahui daftar makanan yang harus dihindari saat sahur bisa membantu puasa terasa lebih nyaman. Berikut ulasannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (17/2/2026). 

1. Makanan Tinggi Gula

Makanan tinggi gula seperti kue manis, donat atau sereal manis memang memberikan energi cepat, tetapi efeknya tidak bertahan lama. Lonjakan gula darah yang terjadi setelah mengonsumsi makanan ini akan diikuti penurunan drastis yang membuat tubuh cepat lemas. Akibatnya, rasa lapar bisa muncul lebih awal meski waktu berbuka masih lama.

Selain itu, konsumsi gula berlebihan saat sahur juga bisa memicu rasa haus sepanjang hari. Tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk menyeimbangkan kadar gula dalam darah. Jika terus dilakukan, kebiasaan ini bisa membuat puasa terasa lebih berat dan tidak nyaman.

2. Makanan Terlalu Asin

Makanan yang tinggi garam seperti ikan asin atau camilan asin dapat memicu rasa haus berlebih saat berpuasa. Kandungan natrium yang tinggi membuat tubuh menarik lebih banyak cairan sehingga tenggorokan terasa kering lebih cepat. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas karena tubuh menjadi tidak nyaman.

Selain itu, makanan asin juga bisa menyebabkan tubuh menahan cairan yang berujung rasa tidak segar atau kembung. Jika dikonsumsi terus-menerus saat sahur, tubuh akan lebih mudah lelah karena keseimbangan cairan terganggu. Sebaiknya pilih makanan dengan rasa yang lebih netral agar tubuh tetap terhidrasi.

3. Makanan Berminyak dan Gorengan

Gorengan memang praktis dan terasa mengenyangkan, tetapi kandungan lemak jenuh di dalamnya membuat proses pencernaan lebih lambat. Hal ini dapat menyebabkan perut terasa tidak nyaman dan tubuh menjadi cepat mengantuk setelah sahur. Akibatnya, aktivitas di pagi hari jadi kurang optimal.

Selain itu, makanan berminyak juga berpotensi meningkatkan rasa haus karena tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk mencerna lemak. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, energi justru terasa berat, bukan stabil. Untuk sahur, sebaiknya pilih metode masak yang lebih sehat seperti kukus atau rebus.

4. Makanan Pedas Berlebihan

Makanan pedas memang bisa meningkatkan selera makan, tetapi jika dikonsumsi berlebihan saat sahur dapat memicu gangguan lambung. Perut bisa terasa perih atau tidak nyaman sepanjang hari saat berpuasa. Kondisi ini tentu membuat tubuh lebih mudah lemas karena energi terkuras untuk menahan rasa tidak nyaman.

Selain itu, makanan pedas juga dapat memicu rasa haus lebih cepat. Sensasi panas dari cabai membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Agar puasa tetap nyaman, sebaiknya batasi tingkat kepedasan menu sahur.

5. Minuman Berkafein

Kopi dan teh memang membantu tubuh terasa lebih segar, tetapi kafein bersifat diuretik yang membuat tubuh lebih sering kehilangan cairan. Jika diminum saat sahur, risiko dehidrasi saat berpuasa akan meningkat. Akibatnya, tubuh menjadi cepat lelah dan sulit fokus.

Selain itu, kafein juga bisa memicu gangguan lambung pada sebagian orang. Perut terasa tidak nyaman sehingga energi yang seharusnya digunakan untuk aktivitas justru terpakai untuk menyesuaikan kondisi tubuh. Lebih baik pilih air putih atau susu sebagai minuman sahur.

6. Karbohidrat Sederhana

Karbohidrat sederhana seperti roti putih atau mi instan mudah dicerna sehingga energi cepat habis. Meskipun terasa kenyang di awal, rasa lapar akan datang lebih cepat dibandingkan mengonsumsi karbohidrat kompleks. Hal ini membuat tubuh lebih mudah lemas sebelum waktu berbuka.

Selain itu, karbohidrat sederhana juga dapat memicu fluktuasi gula darah yang memengaruhi konsentrasi. Tubuh jadi terasa lebih cepat mengantuk dan kurang bertenaga. Untuk sahur, lebih baik memilih sumber karbohidrat kompleks agar energi stabil.

7. Makanan Instan dan Olahan

Makanan instan biasanya tinggi garam, lemak, dan bahan tambahan yang kurang baik jika dikonsumsi saat sahur. Kandungan gizinya yang tidak seimbang membuat tubuh tidak mendapatkan energi optimal untuk berpuasa. Akibatnya, rasa lelah dan lapar bisa muncul lebih cepat.

Selain itu, makanan olahan juga cenderung rendah serat sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang tahan lama. Tubuh pun lebih mudah kehilangan stamina di siang hari. Mengganti makanan instan dengan menu segar akan membantu menjaga energi tetap stabil.

Pertanyaan seputar Makanan Ini Harus Dihindari saat Sahur

1. Apa makanan terbaik saat sahur agar tidak lemas?

Makanan dengan karbohidrat kompleks, protein, serat, dan cukup cairan adalah pilihan terbaik karena mampu menjaga energi lebih lama.

2. Kenapa cepat lapar saat puasa padahal sudah sahur?

Biasanya karena mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana yang membuat energi cepat turun.

3. Apakah boleh minum kopi saat sahur?

Boleh, tetapi sebaiknya dibatasi karena kafein dapat meningkatkan risiko dehidrasi saat puasa.

4. Berapa porsi makan sahur yang ideal?

Porsi sahur ideal adalah cukup mengenyangkan tanpa berlebihan, dengan komposisi gizi seimbang agar energi stabil sepanjang hari.

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Rizka Nur Laily Muallifa, Nisa Mutia SariTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|