7 Tanda Ada Sarang Tikus di Atap Rumah, Segera Atasi Sebelum Merusak Properti

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan hewan pengerat di hunian kerap luput dari perhatian, hingga muncul gangguan serius pada bagian atas bangunan. Banyak pemilik properti tidak segera menyadari tanda ada sarang tikus di atap rumah, sampai terdengar suara gaduh atau tercium aroma tidak sedap. Area plafon dan rangka genteng menjadi lokasi favorit bagi tikus untuk bersembunyi, berkembang biak, lalu berpindah mencari sumber makanan pada malam hari.

Memahami tanda ada sarang tikus di atap rumah penting agar kerusakan tidak meluas ke instalasi listrik maupun struktur kayu. Bunyi gesekan ringan, bercak kekuningan di langit-langit, hingga serpihan material jatuh bisa menjadi sinyal awal keberadaan hama tersebut. Deteksi sejak dini membantu pemilik hunian mengambil langkah penanganan, sebelum biaya perbaikan membengkak.

Sebagian orang menganggap gangguan kecil di plafon sebagai hal biasa, padahal kondisi tersebut dapat menjadi indikasi kuat dari tanda ada sarang tikus di atap rumah. Hewan pengerat mampu membuat tempat tinggal dari potongan kertas, kain bekas, atau daun kering di sudut tersembunyi. Aktivitas ini sering berlangsung tanpa disadari penghuni hingga populasi bertambah banyak.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (25/2/2026).

1. Terdengar Suara Berisik di Plafon pada Malam Hari

Salah satu tanda paling umum yang sering dirasakan penghuni rumah adalah munculnya suara berisik dari area atas plafon, terutama ketika malam hari mulai larut dan suasana sekitar menjadi lebih sunyi. Bunyi tersebut dapat berupa langkah kecil seperti hewan berlari, suara cakaran pada permukaan kayu atau gypsum, hingga gesekan benda ringan yang seolah-olah sedang dipindahkan.

Tikus termasuk hewan nokturnal, yaitu spesies yang memiliki pola aktivitas utama pada malam hari untuk mencari makan dan menjelajah wilayah. Oleh sebab itu, apabila Anda berulang kali mendengar suara gesekan halus, langkah kaki kecil yang cepat, atau pergerakan yang berpindah dari satu titik ke titik lain di atas langit-langit, besar kemungkinan terdapat aktivitas tikus di area atap rumah.

Suara tersebut umumnya terdengar tidak menetap di satu tempat, melainkan bergerak mengikuti jalur rangka atap atau plafon. Dalam beberapa kasus, bunyi tersebut juga disertai suara gigitan kecil yang khas, terutama ketika tikus mulai menggerogoti kayu, plastik, atau bahkan kabel instalasi listrik. Intensitas suara bisa meningkat apabila jumlah tikus lebih dari satu atau ketika mereka sedang membangun sarang.

2. Muncul Bau Pesing yang Menyengat

Tanda ada sarang tikus di atap rumah berikutnya dapat dikenali melalui munculnya bau tidak sedap yang menyerupai aroma pesing dan terasa cukup menyengat. Bau tersebut biasanya berasal dari urine dan kotoran tikus yang terkumpul dalam satu area tertentu di atas plafon. Seiring waktu, akumulasi limbah ini akan menghasilkan aroma khas yang sulit diabaikan, terlebih jika sarang berada tepat di atas ruangan utama seperti kamar tidur atau ruang keluarga. Dalam kondisi tertentu, bau dapat meresap melalui celah plafon dan menyebar ke seluruh ruangan.

Apabila situasi ini dibiarkan tanpa penanganan, aroma menyengat tersebut akan semakin kuat dan menetap. Pembersihan permukaan ruangan saja tidak akan menghilangkan bau secara menyeluruh apabila sumber utamanya, yaitu sarang tikus di atap, belum dibersihkan secara langsung dan menyeluruh.

3. Ditemukan Kotoran Tikus di Sekitar Rumah

Walaupun sarang berada di area atap, tikus tetap akan turun ke bagian bawah rumah untuk mencari makanan atau sumber air. Dalam proses tersebut, Anda mungkin menemukan kotoran kecil berbentuk lonjong berwarna hitam pekat di beberapa sudut rumah seperti dapur, gudang, bawah meja, atau dekat tempat penyimpanan bahan makanan. Kotoran ini biasanya berukuran kecil menyerupai butiran beras dengan ujung meruncing dan sering muncul dalam jumlah lebih dari satu di lokasi yang sama.

Keberadaan kotoran tersebut menjadi indikator kuat adanya aktivitas tikus yang rutin keluar masuk dari sarangnya. Jika jumlahnya cukup banyak dan kemunculannya terjadi berulang kali meskipun sudah dibersihkan, hal tersebut menandakan kemungkinan besar tikus telah membuat sarang permanen di bagian atas rumah dan menjadikan hunian Anda sebagai wilayah tinggal tetap.

4. Plafon Menguning, Bernoda, atau Menggembung

Perubahan kondisi fisik pada plafon juga dapat menjadi pertanda adanya sarang tikus di atasnya. Urine tikus yang menetes perlahan dari area sarang dapat meninggalkan noda berwarna kuning kecokelatan pada permukaan langit-langit. Awalnya noda tampak kecil dan samar, tetapi lama-kelamaan dapat melebar dan terlihat jelas. Selain itu, penumpukan kotoran serta material sarang seperti kertas dan kain dapat menyebabkan bagian plafon menjadi lembap akibat uap dan cairan yang terperangkap.

Dalam kondisi yang lebih parah, plafon dapat terlihat melengkung, menurun, bahkan menggembung akibat beban dan kelembapan berlebih. Apabila tidak segera diperbaiki, struktur plafon berisiko melemah dan berpotensi jebol, sehingga dapat membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

5. Kabel Listrik atau Kayu Terlihat Bekas Gigitan

Tikus memiliki kebiasaan alami menggerogoti benda keras untuk mempertahankan panjang dan ketajaman giginya yang terus tumbuh. Oleh karena itu, jika Anda menemukan kabel listrik terkelupas, lapisan pelindungnya rusak, atau kayu rangka atap terlihat terkikis, kondisi tersebut patut dicurigai sebagai salah satu tanda ada sarang tikus di atap rumah. Bekas gigitan biasanya tampak tidak beraturan dan meninggalkan serpihan kecil di sekitarnya.

Kerusakan pada kabel listrik bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga sangat berbahaya. Lapisan kabel yang terbuka dapat memicu percikan api, korsleting, hingga risiko kebakaran serius yang mengancam keselamatan penghuni rumah.

6. Terdapat Bahan Sarang di Loteng

Jika rumah memiliki akses menuju loteng atau ruang kosong di bawah atap, lakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan tidak ada tanda aktivitas tikus. Perhatikan apakah terdapat kumpulan kertas sobek, potongan kain, daun kering, serpihan plastik, atau material lunak lain yang tersusun membentuk cekungan menyerupai sarang. Tikus umumnya mengumpulkan bahan-bahan tersebut untuk menciptakan tempat tinggal yang hangat dan aman bagi anak-anaknya.

Keberadaan susunan material seperti ini menjadi bukti kuat bahwa tikus telah menetap dalam jangka waktu tertentu. Sarang tersebut biasanya tersembunyi di sudut gelap dan jarang terjangkau, sehingga sering luput dari perhatian penghuni rumah.

7. Muncul Anak Tikus atau Induk yang Lebih Agresif

Ketika tikus sudah merasa aman dan nyaman bersarang di atap rumah, mereka akan berkembang biak dalam waktu relatif singkat. Jika Anda mulai melihat anak tikus berkeliaran atau induk tikus yang tampak lebih sering muncul dan bergerak aktif di sekitar rumah, kondisi tersebut menandakan populasi sudah meningkat. Induk tikus yang memiliki anak biasanya menjadi lebih agresif dalam melindungi wilayahnya.

Situasi ini memerlukan penanganan serius dan cepat, karena semakin lama dibiarkan, jumlah tikus dapat bertambah secara signifikan dan memperparah kerusakan pada struktur bangunan maupun instalasi rumah. 

Cara Mengatasi dan Mencegah Tikus Bersarang di Atap

Tikus yang bersarang di atap rumah bukan hanya menimbulkan suara berisik saat malam hari, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan serius pada plafon, kabel listrik, hingga rangka kayu. Jika tidak segera ditangani, masalah ini bisa berkembang menjadi infestasi yang sulit dikendalikan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi dan mencegah tikus bersarang di atap secara efektif dan berkelanjutan.

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Identifikasi dan Tutup Semua Celah Masuk

Langkah pertama adalah mencari tahu dari mana tikus masuk. Periksa sela genteng, ventilasi tanpa penutup, retakan dinding, lubang di bawah atap, atau celah di sekitar pipa. Tikus mampu masuk melalui lubang kecil seukuran koin.

Gunakan kawat ram, semen, atau plat logam untuk menutup akses tersebut. Pastikan tidak ada celah terbuka yang memungkinkan tikus kembali masuk.

2. Pasang Kawat Ram pada Ventilasi dan Lubang Angin

Ventilasi udara sering menjadi jalur favorit tikus menuju loteng. Pasang kawat ram berbahan besi galvanis dengan ukuran lubang kecil agar tikus tidak bisa menerobos masuk. Pilih material yang kuat dan tahan karat supaya awet dalam jangka panjang.

3. Bersihkan Loteng dan Area Atap Secara Rutin

Loteng yang kotor dan jarang dibersihkan menjadi tempat ideal bagi tikus untuk membuat sarang. Singkirkan tumpukan kardus, kain bekas, kertas, atau barang tidak terpakai yang bisa dijadikan bahan sarang.

Semakin bersih area atap, semakin kecil kemungkinan tikus menetap di sana.

4. Gunakan Perangkap Tikus

Jika sudah ada tanda aktivitas tikus, pasang perangkap di area yang sering dilalui. Anda bisa menggunakan perangkap mekanis, lem tikus, atau perangkap kandang.

Letakkan umpan seperti kacang, ikan asin, atau makanan beraroma kuat untuk menarik tikus keluar dari sarangnya.

5. Gunakan Pengusir Tikus Alami atau Elektronik

Beberapa bahan alami seperti kapur barus, daun mint, atau bubuk cabai dipercaya dapat mengusir tikus karena aromanya tidak disukai. Selain itu, tersedia juga alat ultrasonic repeller yang menghasilkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mengganggu tikus.

Metode ini cocok sebagai langkah pencegahan tambahan.

6. Jaga Kebersihan Dapur dan Tempat Sampah

Tikus bersarang di atap tetapi tetap turun mencari makan. Pastikan tidak ada sisa makanan terbuka di dapur. Gunakan tempat sampah tertutup rapat dan bersihkan area makan secara rutin.

Lingkungan bersih akan mengurangi daya tarik rumah sebagai sumber makanan.

7. Rapikan Kabel dan Lindungi Instalasi Listrik

Gunakan pelindung kabel atau pipa conduit untuk membungkus instalasi listrik di area atap. Hal ini penting untuk mencegah kabel digigit tikus yang dapat menyebabkan korsleting atau kebakaran.

8. Gunakan Jasa Pembasmi Hama Profesional

Jika populasi tikus sudah banyak atau sulit dikendalikan, sebaiknya gunakan jasa pest control profesional. Mereka memiliki metode dan peralatan khusus untuk membasmi tikus hingga ke sarangnya dengan aman.

FAQ Seputar Topik

Apa saja tanda-tanda awal adanya sarang tikus di atap rumah?

Tanda-tanda awal meliputi suara geresek atau gigitan di malam hari, kerusakan fisik seperti kabel digigit, bau amonia atau apek, serta penemuan kotoran tikus.

Mengapa tikus memilih atap sebagai sarang?

Tikus memilih atap karena menyediakan tempat aman, hangat, dan jauh dari gangguan, terutama saat musim kemarau ketika mereka mencari tempat lembap dan sejuk.

Apa dampak buruk jika sarang tikus di atap dibiarkan?

Dampak buruknya termasuk risiko kebakaran akibat korsleting listrik, kerusakan struktur bangunan, dan penyebaran penyakit serius seperti leptospirosis dan hantavirus.

Bagaimana cara mencegah tikus masuk ke atap rumah?

Mencegah tikus dapat dilakukan dengan menutup semua celah atau lubang sekecil 1,5-2 cm, menjaga kebersihan rumah, menyimpan makanan kedap udara, dan memperbaiki kebocoran air.

Apa yang harus dilakukan jika sudah ada sarang tikus di atap?

Jika sudah ada sarang, gunakan perangkap tikus, bahan pengusir alami, atau hubungi jasa profesional pembasmi hama untuk penanganan yang efektif.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|