8 Cara Mencuci Serbet Dapur agar Bebas Bau Apek Meski Sering Dipakai

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui cara mencuci serbet dapur agar bebas bau apek meski sering dipakai sangat penting, terutama bagi Anda yang aktif memasak setiap hari. Serbet dapur termasuk perlengkapan yang paling sering bersentuhan dengan air, minyak, dan sisa makanan, sehingga mudah lembap dan berbau tidak sedap bila tidak dirawat dengan benar.

Masalah bau apek pada serbet sering kali bukan hanya karena jarang dicuci, tetapi juga akibat metode pencucian yang kurang tepat. Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa coba mencuci serbet dapur dengan berbagai cara dari Liputan6.com, Selasa (3/2/2026) berikut.

1. Rendam dengan Cuka dan Lemon

Bau apek pada serbet dapur sering muncul akibat bakteri dan jamur yang berkembang di serat kain. Penggunaan cuka dan lemon membantu menetralkan bau sekaligus menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab aroma tidak sedap. Kombinasi asam alami ini juga aman untuk sebagian besar bahan serbet dapur.

Prosesnya cukup sederhana, Anda hanya perlu merendam serbet dalam air hangat yang dicampur cuka dan perasan lemon selama 30–60 menit. Setelah itu, serbet dapat dicuci seperti biasa. Metode ini sering digunakan sebagai cara mencuci serbet dapur agar bebas bau apek meski sering dipakai tanpa bergantung pada bahan kimia keras.

2. Rebus Menggunakan Baking Soda

Ketika bau apek sudah cukup kuat, perebusan menjadi langkah efektif untuk membersihkan serat kain hingga ke bagian terdalam. Baking soda dikenal mampu menyerap bau sekaligus melonggarkan kotoran yang menempel di serbet.

Serbet direbus dalam air mendidih yang sudah diberi baking soda selama beberapa menit. Setelah direbus, kotoran dan bau biasanya akan lebih mudah hilang saat dibilas. Cara ini juga sering dijadikan tips mencuci serbet dapur agar tetap higienis meski digunakan berulang kali.

3. Rendam Semalaman dengan Air Panas

Serbet yang sering dipakai seharian biasanya menyimpan sisa minyak dan kelembapan berlebih. Merendamnya semalaman dengan air panas membantu meluruhkan residu tersebut secara perlahan tanpa merusak kain.

Air panas bekerja membuka pori-pori serat, sehingga kotoran yang terjebak lebih mudah terlepas. Setelah direndam, serbet sebaiknya langsung dicuci dan dikeringkan. Langkah ini efektif sebagai bagian dari cara menghilangkan bau apek pada serbet yang membandel.

4. Hilangkan Noda Minyak dengan Tepung Maizena

Noda minyak sering kali menjadi sumber utama bau tak sedap pada serbet dapur. Minyak yang terserap akan membuat kain lembap lebih lama dan memicu bau apek meski sudah dicuci.

Untuk mengatasinya, taburkan tepung maizena pada bagian serbet yang berminyak dan diamkan beberapa saat. Tepung akan menyerap minyak sebelum proses pencucian. Dengan mengurangi minyak sejak awal, serbet akan lebih mudah bersih dan tidak cepat berbau.

5. Cuci Menggunakan Deterjen Anti-Bau

Pemilihan deterjen juga berpengaruh besar terhadap hasil pencucian serbet. Deterjen anti-bau dirancang khusus untuk mengangkat residu penyebab aroma tak sedap, termasuk sisa lemak dan bakteri.

Saat mencuci, pastikan Anda tidak menggunakan deterjen berlebihan karena justru bisa meninggalkan residu. Dengan takaran yang tepat, deterjen jenis ini membantu menjaga kesegaran serbet dan mendukung cara mencuci serbet dapur agar bebas bau apek meski sering dipakai secara konsisten.

6. Jemur dengan Sinar Matahari Langsung

Setelah dicuci, proses pengeringan tidak boleh diabaikan. Sinar matahari langsung membantu membunuh bakteri yang masih tersisa di serbet dapur. Selain itu, panas alami matahari mempercepat pengeringan sehingga kain tidak lembap terlalu lama.

Serbet yang dijemur hingga benar-benar kering akan lebih tahan terhadap bau apek. Cara ini sering dianggap sederhana, namun sangat efektif sebagai perawatan serbet dapur agar tidak bau dalam penggunaan sehari-hari.

7. Cuci Secara Berkala

Menunda pencucian serbet dapur hanya akan membuat bau semakin sulit dihilangkan. Serbet sebaiknya dicuci secara berkala, idealnya setiap satu hingga dua hari sekali, tergantung intensitas pemakaian.

Dengan rutinitas pencucian yang teratur, kotoran dan bakteri tidak sempat menumpuk. Kebiasaan ini juga memudahkan Anda menerapkan cara menghilangkan bau apek pada serbet tanpa perlu perlakuan ekstra.

8. Ganti Jika Bau Tidak Hilang

Dalam beberapa kondisi, serbet dapur yang terlalu lama digunakan bisa mengalami penurunan kualitas serat. Bau apek yang terus muncul meski sudah dicuci dengan berbagai cara menandakan kain sudah tidak layak pakai.

Mengganti serbet secara berkala justru lebih higienis dan praktis. Langkah ini menjadi bagian penting dari tips mencuci serbet dapur sekaligus menjaga kebersihan area dapur secara keseluruhan.

People Also Asked (PAA)

Apa bahan serbet dapur yang bagus?

Bahan serbet dapur yang bagus umumnya katun, microfiber, dan linen. Katun menyerap air dengan baik dan mudah dicuci. Microfiber efektif mengangkat kotoran dan cepat kering. Linen kuat serta tidak mudah berbau meski sering dipakai.

Bagaimana cara menjaga serbet putih agar tetap bersih?

Cuci serbet putih secara terpisah, gunakan deterjen khusus pakaian putih, dan hindari menumpuk serbet dalam kondisi basah. Menjemur di bawah sinar matahari juga membantu menjaga warna tetap cerah.

Apa perbedaan serbet dan lap dapur?

Serbet biasanya digunakan untuk mengeringkan tangan atau peralatan makan, sedangkan lap dapur dipakai untuk membersihkan permukaan meja dan kompor.

Seberapa sering serbet harus dicuci?

Serbet sebaiknya dicuci setiap 1–2 hari atau setelah digunakan intensif.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|