Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam kacang tanah di galon bisa jadi solusi praktis bagi Anda yang ingin memiliki kebun kacang namun tidak memiliki lahan yang luas. Menanam kacang tanah sendiri di rumah kini bukan lagi impian, bahkan dengan lahan terbatas sekalipun. Solusi urban farming yang praktis dan efisien adalah dengan memanfaatkan galon bekas. Metode ini memungkinkan Anda memanen kacang tanah organik langsung dari rumah, apartemen, atau balkon, hanya dalam waktu sekitar 90-100 hari.
Artikel ini akan memandu Anda secara langkah demi langkah, mulai dari persiapan awal hingga tiba masa panen. Dengan mengikuti petunjuk yang tepat, para pemula pun dapat berhasil membudidayakan kacang tanah di galon bekas. Persiapan yang matang dan perawatan yang konsisten menjadi kunci utama keberhasilan budidaya ini.
Jadi, jika Anda tertarik untuk mencoba berkebun kacang tanah secara mandiri dan menikmati hasilnya, mari kita mulai perjalanan menanam kacang tanah di galon. Panduan ini dirancang untuk memberikan informasi lengkap agar Anda dapat mencapai panen yang melimpah. Jadi simak cara menanam kacang tanah di galon selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (3/2/2026).
1. Persiapan Galon dan Media Tanam yang Tepat
Berkebun kacang tanah di galon bekas memerlukan persiapan wadah dan media tanam yang cermat untuk memastikan pertumbuhan optimal. Penggunaan galon bekas air mineral ukuran standar (sekitar 19 liter) yang sudah dibersihkan sangat disarankan.
Jika diperlukan, potong bagian atas galon untuk memudahkan proses penanaman dan perawatan tanaman. Hal yang paling krusial adalah membuat lubang drainase di bagian bawah galon. Ini berfungsi mencegah akar busuk akibat genangan air yang berlebihan.
Sebelum mengisi media tanam, letakkan pecahan genteng atau batu di dasar galon. Langkah ini penting untuk menjaga aerasi dan oksigenisasi, serta mencegah air tergenang, sehingga tanaman menjadi lebih sehat.
Media tanam yang gembur dan poros sangat penting untuk perkembangan umbi kacang tanah. Anda bisa menggunakan Formula 1 dengan perbandingan 1:1:1 antara tanah, pupuk kandang atau kompos, dan sekam. Alternatifnya, Formula 2 yang juga efektif adalah campuran tanah, pupuk kandang atau kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1.
2. Seleksi dan Penyemaian Bibit Unggul
Pemilihan bibit berkualitas adalah langkah awal yang menentukan menuju panen kacang tanah yang sukses. Gunakan benih kacang tanah yang berkualitas baik, utuh, tidak berlubang, pecah, atau berjamur.
Pilihlah benih dari kacang tanah yang baru dan memiliki warna kehitaman untuk memastikan pertumbuhannya sehat. Setelah memilih benih, rendamlah dalam air hangat bersuhu 40-45°C selama 10 menit hingga beberapa jam.
Proses perendaman ini bertujuan untuk merangsang perkecambahan dan sekaligus menyeleksi benih. Buang benih yang mengapung karena biasanya tidak akan tumbuh, dan gunakan benih yang tenggelam, yang menandakan kualitasnya lebih baik.
Sebagai alternatif untuk mempercepat pertumbuhan, Anda juga bisa memeram benih selama 12 jam hingga berkecambah sebelum ditanam. Langkah ini dapat membantu bibit tumbuh lebih cepat setelah disemai.
3. Teknik Penanaman yang Benar di Galon
Setelah bibit kacang tanah siap, langkah selanjutnya adalah proses penanaman yang tepat di dalam galon. Buatlah lubang tanam di media galon sedalam 2-3 cm.
Kedalaman ini idealnya sekitar 1-2 kali lipat dari ukuran biji kacang tanah itu sendiri. Kedalaman tanam yang sesuai akan memastikan benih mendapatkan kondisi optimal untuk berkecambah.
Masukkan 1-2 benih per galon, tergantung ukuran galon yang digunakan, untuk menghindari kepadatan berlebih dan memberikan ruang cukup bagi akar untuk berkembang. Setelah benih diletakkan, tutup dengan tanah tipis tanpa ditekan terlalu padat.
Terakhir, lakukan penyiraman secukupnya segera setelah penanaman. Penyiraman awal ini penting untuk memberikan kelembapan yang dibutuhkan benih agar dapat memulai proses perkecambahan.
4. Penempatan dan Perawatan Harian
Perawatan rutin sangat penting untuk memastikan pertumbuhan kacang tanah yang sehat dan hasil panen yang maksimal. Letakkan galon di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Kacang tanah membutuhkan paparan sinar matahari penuh, minimal 6-8 jam sehari, untuk hasil optimal. Pastikan tanaman mendapatkan cahaya yang cukup agar proses fotosintesis berjalan baik.
Siram tanaman secukupnya pada pagi dan sore hari agar tanah tetap lembap, tetapi tidak becek. Jika media tanam yang Anda gunakan poros, Anda tidak perlu khawatir akan busuk akar meskipun sering menyiram.
Selain itu, rutinlah mencabut rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman kacang tanah. Gulma dapat mengambil nutrisi yang seharusnya diserap oleh tanaman, sehingga menghambat pertumbuhannya. Lakukan juga penyulaman, yaitu mengganti bibit yang mati dengan bibit baru, dalam waktu 7-10 hari setelah tanam.
5. Strategi Pemupukan untuk Hasil Maksimal
Pemupukan yang tepat sangat krusial untuk merangsang pembentukan umbi kacang tanah yang banyak dan berkualitas. Hindari pupuk dengan kandungan nitrogen (N) yang terlalu tinggi, terutama pada tanaman dewasa.
Kelebihan nitrogen akan membuat daun lebat tetapi umbi sedikit. Sebaliknya, fokuslah pada pupuk yang kaya fosfor (P) dan kalium (K) untuk merangsang pertumbuhan umbi secara optimal.
Untuk pupuk organik, Anda bisa menggunakan pupuk kandang atau kompos tambahan. Pupuk organik cair (POC) dari bonggol pisang atau cangkang telur juga sangat direkomendasikan karena tinggi fosfor dan kalium. Berikan POC setiap dua minggu sekali dengan takaran 30 ml per 1 liter air.
Jika menggunakan pupuk kimia, pilihlah TSP/SP-36 (kaya fosfor) atau KCl (kaya kalium), dan hindari penggunaan urea berlebihan. Anda bisa melarutkan 1 sendok makan TSP dalam 3 liter air, lalu berikan sekitar 250 ml (satu cangkir) untuk setiap tanaman setiap dua minggu sekali.
6. Perawatan Khusus Saat Berbunga dan Penimbunan
Ada dua tahapan krusial yang harus diperhatikan saat tanaman kacang tanah mulai berbunga. Tanaman kacang tanah biasanya akan mengeluarkan bunga berwarna kuning sekitar usia satu bulan (30 hari) setelah tanam.
Saat bunga muncul atau mulai layu, lakukan penimbunan pangkal batang dengan menambahkan media tanam setinggi 5-10 cm. Ini adalah langkah yang sangat penting karena bakal polong (ginofor) akan tumbuh dari bunga dan harus masuk ke dalam tanah untuk membentuk kacang.
Tanpa penimbunan yang tepat, ginofor tidak akan bisa menembus tanah dan membentuk polong, sehingga panen kacang tanah akan gagal atau hasilnya tidak maksimal. Pastikan untuk menambahkan media tanam di sekitar pangkal tanaman agar proses ini berjalan lancar.
Selain itu, kurangi frekuensi penyiraman saat tanaman berbunga hingga penyerbukan selesai. Siram hanya jika media sangat kering untuk tidak mengganggu proses penyerbukan dan masuknya ginofor ke tanah.
7. Masa Panen dan Ciri-ciri Kacang Siap Dipetik
Setelah perawatan yang intensif dan penuh perhatian, tibalah saatnya memanen hasil kerja keras Anda. Kacang tanah siap dipanen pada usia sekitar 90-100 hari setelah tanam, meskipun beberapa varietas mungkin memerlukan waktu hingga 3-4 bulan.
Ada beberapa ciri-ciri utama yang menunjukkan bahwa kacang tanah sudah siap dipanen. Pertama, daun tanaman akan mulai menguning dan berguguran, yang merupakan indikator utama bahwa tanaman sudah matang.
Kedua, batang tanaman akan terasa lebih keras saat disentuh. Ketiga, polong kacang akan terasa padat dan berisi ketika diraba, menunjukkan bahwa biji di dalamnya sudah terbentuk sempurna.
Terakhir, kulit polong akan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan berbintik-bintik. Setelah semua ciri ini terpenuhi, cabut seluruh tanaman dengan hati-hati dari galon, kocok tanah yang menempel, dan petik polong-polong kacang tanah.
FAQ
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari tanam sampai panen dengan cara menanam kacang tanah di galon?
A: Rata-rata 90-100 hari (sekitar 3-3.5 bulan), tergantung varietas dan perawatan yang diberikan.
Q: Berapa banyak benih yang harus ditanam dalam satu galon?
A: Cukup 1-2 benih per galon ukuran standar. Jumlah ini memastikan nutrisi terfokus dan umbi dapat berkembang maksimal tanpa terlalu padat.
Q: Apa penyebab kacang tanah di galon gagal panen atau umbi kecil?
A: Penyebab umum meliputi media tanam yang terlalu padat atau tidak poros, kurangnya paparan sinar matahari, kelebihan pupuk nitrogen, lupa melakukan penimbunan tanah saat berbunga, atau drainase buruk yang menyebabkan busuk akar.
Q: Bisakah menggunakan pupuk urea untuk kacang tanah di galon?
A: Bisa, tetapi sangat terbatas hanya di awal pertumbuhan (usia kurang dari 30 hari). Kelebihan urea akan membuat daun lebat tetapi umbi sedikit. Prioritaskan pupuk fosfor (TSP/SP-36) dan kalium untuk hasil umbi yang optimal.

3 hours ago
31
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5057121/original/094312600_1734578345-Screenshot_2024-12-19_101300.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491255/original/003300700_1770089294-Cara_Mengatasi_Serbet_Dapur_yang_Bau_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491884/original/066586900_1770109840-Kanibalisme_Jangkrik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491831/original/082506300_1770107713-buka_puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491679/original/043884100_1770103770-Cucak_Ijo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290596/original/029365500_1753150307-unnamed__88_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481421/original/036756900_1769128515-Untitled_design__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491576/original/032822800_1770100262-Penataan_Berundak_Tangga_Semen__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5490961/original/008220300_1770034801-20260122AA_GIilberto_SIlva-08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491533/original/041240700_1770098853-roti_tawar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5492078/original/013036000_1770118922-1000242856.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491990/original/085992100_1770112978-unnamed-51.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3510586/original/098300500_1626253938-dedi_kusnandar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491964/original/056402000_1770112522-bibit_tabulampot_vitra.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363427/original/049846500_1758940824-e2f045cef55b9b5d5c37659a88a3831b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5416875/original/004239400_1763473471-InShot_20251118_201720793.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471243/original/044133800_1768281435-Pilih_Bibit_Unggul_dari_Stek_Batang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344858/original/067142400_1757495292-1000212024.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463879/original/035379600_1767673067-Jualan_es_buah_di_bulan_Ramadhan__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)