Liputan6.com, Jakarta - Budidaya belut kini semakin diminati karena memiliki prospek usaha menjanjikan dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Salah satu metode yang banyak dipilih adalah cara ternak belut di drum bekas tanpa lumpur karena lebih praktis, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh pemula. Selain tidak membutuhkan lahan yang luas, metode ini juga memudahkan proses perawatan serta pemantauan kondisi belut selama masa pemeliharaan.
Penggunaan drum bekas sebagai media budidaya menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memulai usaha ternak belut dengan modal terbatas. Sistem tanpa lumpur memungkinkan kualitas air lebih mudah dikontrol, sehingga risiko penyakit dapat ditekan. Selain itu, proses pemberian pakan dan pembersihan wadah juga menjadi lebih sederhana dibandingkan metode konvensional yang menggunakan lumpur.
Bagi pemula, memahami teknik budidaya yang tepat sangat penting untuk memperoleh hasil panen optimal. Mulai dari persiapan drum, pemilihan bibit unggul, pengaturan kualitas air, hingga pemberian pakan yang sesuai harus dilakukan dengan baik.
Dengan menerapkan langkah-langkah yang benar, ternak belut di drum bekas tanpa lumpur dapat menjadi peluang usaha yang mudah dijalankan dan mampu menghasilkan panen maksimal. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (16/06/2026).
1. Menyiapkan Drum Bekas yang Layak Digunakan
Langkah pertama dalam budidaya belut tanpa lumpur adalah menyiapkan drum bekas yang masih dalam kondisi baik. Pilih drum yang tidak bocor, tidak berkarat parah, dan belum pernah digunakan untuk menyimpan bahan kimia berbahaya. Drum dapat diposisikan secara vertikal maupun horizontal sesuai ketersediaan lahan. Sebelum digunakan, bersihkan drum secara menyeluruh menggunakan air bersih.
Jika terdapat sisa kotoran atau bau menyengat, lakukan pencucian berulang hingga benar-benar bersih. Tahap ini penting untuk menghindari kontaminasi yang dapat mengganggu pertumbuhan belut. Setelah bersih, buat saluran pembuangan air pada bagian bawah atau samping drum. Saluran ini berfungsi untuk memudahkan penggantian air secara berkala sehingga kualitas lingkungan budidaya tetap terjaga.
2. Menyiapkan Sistem Air yang Baik
Pada metode tanpa lumpur, kualitas air menjadi faktor utama keberhasilan budidaya. Air yang digunakan harus bersih, bebas pencemaran, dan memiliki sirkulasi yang baik agar belut dapat tumbuh secara optimal. Pemula disarankan memasang sistem pergantian air sederhana menggunakan pipa atau kran.
Dengan sistem ini, air dapat diganti secara rutin tanpa harus mengganggu aktivitas belut di dalam drum. Selain itu, pastikan volume air tidak terlalu penuh. Umumnya ketinggian air sekitar 20–40 cm sudah cukup untuk menunjang kehidupan belut sekaligus memudahkan pengawasan selama masa pemeliharaan.
3. Memilih Bibit Belut Berkualitas
Keberhasilan panen sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit yang digunakan. Pilih bibit belut yang aktif bergerak, tidak memiliki luka, dan ukurannya relatif seragam agar pertumbuhan lebih merata. Bibit yang sehat biasanya memiliki warna tubuh cerah dan responsif saat disentuh.
Hindari membeli bibit yang terlihat lemas atau mengapung di permukaan air karena berpotensi memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik. Sebaiknya beli bibit dari peternak atau penjual terpercaya yang sudah berpengalaman. Meskipun harga bibit berkualitas sedikit lebih tinggi, peluang keberhasilan budidaya akan jauh lebih besar.
4. Melakukan Adaptasi Bibit Sebelum Ditebar
Sebelum dimasukkan ke dalam drum, bibit belut perlu menjalani proses adaptasi. Tujuannya agar belut tidak mengalami stres akibat perubahan lingkungan yang terlalu mendadak. Bibit dapat ditempatkan terlebih dahulu dalam wadah berisi air yang berasal dari media pengangkutan.
Setelah itu, campurkan sedikit demi sedikit air dari drum budidaya hingga kondisi air menjadi seimbang. Proses adaptasi biasanya berlangsung selama 15 hingga 30 menit. Setelah itu, bibit dapat dilepaskan secara perlahan ke dalam drum agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
5. Memberikan Pakan Secara Teratur
Pakan merupakan faktor penting yang menentukan kecepatan pertumbuhan belut. Pada sistem tanpa lumpur, pemberian pakan harus dilakukan secara teratur dan sesuai kebutuhan. Belut dapat diberi pakan berupa cacing, keong, ikan kecil, bekicot, maupun pelet khusus yang memiliki kandungan protein tinggi.
Pakan berkualitas akan membantu mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada sore atau malam hari karena belut termasuk hewan yang lebih aktif mencari makan pada waktu tersebut. Hindari memberi pakan berlebihan karena dapat menurunkan kualitas air.
6. Menjaga Kebersihan dan Kualitas Air
Air yang bersih akan membantu belut tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, peternak perlu melakukan pemeriksaan kualitas air secara rutin selama masa budidaya. Jika air terlihat keruh atau mengeluarkan bau tidak sedap, segera lakukan penggantian sebagian air.
Pergantian tidak perlu dilakukan secara total agar belut tidak mengalami stres akibat perubahan lingkungan yang drastis. Selain mengganti air, bersihkan sisa pakan yang tidak termakan. Penumpukan sisa pakan dapat menghasilkan amonia yang berbahaya bagi kesehatan belut dan menghambat pertumbuhannya.
7. Mengontrol Kepadatan Tebar Belut
Banyak pemula melakukan kesalahan dengan memasukkan terlalu banyak belut ke dalam satu drum. Kepadatan yang berlebihan dapat memicu persaingan pakan dan meningkatkan risiko stres pada belut. Idealnya, jumlah bibit yang ditebar disesuaikan dengan ukuran drum dan kapasitas air yang tersedia.
Kepadatan yang tepat memungkinkan belut memperoleh ruang gerak yang cukup untuk tumbuh secara maksimal. Selain itu, kontrol kepadatan juga membantu menjaga kualitas air tetap stabil. Dengan demikian, pertumbuhan belut menjadi lebih seragam dan risiko kematian dapat diminimalkan.
8. Melakukan Panen pada Waktu yang Tepat
Belut umumnya dapat dipanen setelah mencapai ukuran konsumsi yang diinginkan. Lama pemeliharaan biasanya berkisar antara empat hingga enam bulan tergantung kualitas bibit, pakan, dan manajemen budidaya. Sebelum panen, kurangi pemberian pakan selama beberapa waktu agar proses penangkapan lebih mudah dilakukan. Langkah ini juga membantu menjaga kualitas hasil panen agar lebih baik saat dipasarkan.
Panen sebaiknya dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari luka pada tubuh belut. Dengan perawatan yang tepat sejak awal hingga masa panen, budidaya belut di drum bekas tanpa lumpur dapat memberikan hasil maksimal dan menjadi peluang usaha yang menguntungkan bagi pemula.
Pertanyaan Seputar Cara Ternak Belut di Drum Bekas Tanpa Lumpur
1. Apakah belut bisa diternakkan tanpa menggunakan lumpur?
Ya, belut dapat dibudidayakan tanpa lumpur dengan sistem air bersih dan manajemen yang tepat.
2. Berapa ukuran drum yang cocok untuk ternak belut?
Drum berkapasitas sekitar 200 liter umumnya cukup ideal untuk budidaya belut skala pemula.
3. Apa pakan terbaik untuk belut tanpa lumpur?
Belut dapat diberi pakan seperti cacing, ikan kecil, keong, atau pelet berprotein tinggi.
4. Seberapa sering air dalam drum perlu diganti?
Air sebaiknya diganti secara berkala ketika mulai keruh atau kualitasnya menurun.
5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga panen?
Belut biasanya dapat dipanen setelah dipelihara sekitar 4 hingga 6 bulan.
6. Apakah budidaya belut di drum cocok untuk pemula?
Ya, metode ini cukup mudah diterapkan karena tidak membutuhkan lahan luas dan perawatan yang rumit.
7. Bagaimana cara memilih bibit belut yang bagus?
Pilih bibit yang sehat, aktif bergerak, tidak cacat, dan memiliki ukuran yang relatif seragam.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259308/original/076544500_1781495543-Untitlede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260244/original/074157300_1781583797-yuhu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260201/original/017352600_1781581531-70491ed4-fefb-47cb-a3a1-57f42445f5b2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260319/original/006652300_1781586210-pagar_pot2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4547300/original/090479800_1692694051-fish-2230852_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260217/original/087124100_1781582228-kebun_dan_ternak5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260158/original/050789300_1781579393-15258999093303887370.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5341967/original/083323700_1757343670-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259730/original/095539900_1781511055-Gemini_Generated_Image_v7z98rv7z98rv7z9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4151234/original/005692300_1662627488-pexels-pixabay-267326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7591053/original/027682300_1780373467-Media_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6578834/original/084195200_1779421747-durian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378235/original/045250500_1760228879-mil-amirian-sYpNq-EBCvg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259748/original/075728700_1781511545-Kolam_Ikan_dengan_Tanaman_Air_sebagai_Dekorasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259210/original/093812700_1781491958-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547926/original/046840100_1775477434-Pagar_Kayu_Berundak__Tingkat____Kawat_di_Bagian_Atas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257341/original/088478800_1781236394-a59a2d35-381d-4776-8fb3-7027fc676a94.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259837/original/054474500_1781515018-ChatGPT_Image_Jun_15__2026__04_14_32_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537137/original/083829000_1774412015-8.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505789/original/024305000_1771396732-unnamed-10.jpg)