8 Desain Teras Rumah dengan Taman Mini di Desa: Asri, Sejuk, dan Bikin Betah di Rumah

13 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menciptakan hunian yang nyaman dan asri di tengah suasana pedesaan kini semakin diminati banyak orang. Konsep teras rumah dengan taman mini di desa menawarkan solusi cerdas untuk mewujudkan impian tersebut. Desain ini tidak hanya memanfaatkan lahan terbatas, tetapi juga menghadirkan nuansa sejuk dan alami yang menenangkan.

Bagi Anda yang mendambakan oase pribadi untuk bersantai dan melepas penat, teras rumah dengan taman mini di desa adalah pilihan yang ideal. Konsep ini memadukan sentuhan elemen tradisional dan modern, menciptakan harmoni sempurna antara bangunan dan lingkungan sekitar. Hunian Anda akan terasa lebih menyatu dengan alam pedesaan.

Fungsionalitas menjadi kunci utama dalam desain teras rumah dengan taman mini di desa. Berbagai model dirancang untuk mengoptimalkan ruang sempit, menggunakan material lokal, serta tanaman tropis yang mudah dirawat. Inspirasi desain teras rumah dengan taman mini di desa ini sangat cocok bagi mereka yang menginginkan suasana hunian yang tenang dan damai.

Berikut ini telah Liputan6 ulas informasi lengkapnya, pada Senin (23/2).

1. Teras Kayu Gantung

Salah satu desain menarik adalah teras kayu gantung yang menonjolkan struktur kayu jati kokoh. Teras ini dirancang menjorok keluar, memberikan kesan unik dan artistik pada hunian. Pagar bambu rendah melengkapi tampilan, menambahkan sentuhan alami dan tradisional yang khas pedesaan.

Di bawah teras gantung tersebut, sebuah taman mini yang asri terhampar. Tanaman sirih gading menjuntai indah, menciptakan tirai hijau yang menyejukkan mata. Stepping stone koral tertata rapi, mengarahkan langkah menuju pintu masuk rumah dengan estetika yang memukau.

Sebuah palem kuning ditempatkan di sudut, memberikan keteduhan yang nyaman, terutama di pagi hari. Desain ini tidak hanya menonjolkan keindahan material alami, tetapi juga menciptakan kesan lapang dan sejuk, ideal untuk menikmati suasana pedesaan yang tenang dan asri.

2. Taman Vertikal Bata

Teras ini mengusung konsep modern dengan lantai beton halus yang elegan. Dinding vertikal menjadi daya tarik utama, dilengkapi dengan rak besi bertingkat. Rak ini berfungsi sebagai rumah bagi tanaman lidah mertua dan sirih gading, memaksimalkan penggunaan ruang secara vertikal.

Lantai teras dilapisi keramik dengan motif batu, menambah kesan alami namun tetap bersih. Dua kursi kayu dan meja bundar kecil melengkapi area duduk yang nyaman dan fungsional. Penataan ini menciptakan tempat bersantai yang efisien.

Kehadiran taman vertikal sangat efektif untuk rumah dengan lahan terbatas, memberikan kesan hijau yang rimbun tanpa memakan banyak area lantai. Desain ini menghasilkan suasana yang sejuk dan modern, sangat cocok untuk bersantai sambil menikmati pemandangan taman depan yang ditanami rumput Jepang mini.

3. Rumput Sintetis Herbal

Desain teras ini menonjolkan lantai rumput sintetis hijau lebat yang memberikan kesan segar dan mudah perawatan. Di sekelilingnya, pot-pot herbal seperti kemangi, mint, dan serai ditata rapi. Aroma alami dari tanaman ini menghadirkan ketenangan dan kesegaran.

Sebuah bangku kayu rendah dan hammock gantung di dekat pohon palem mini menawarkan tempat relaksasi yang sempurna. Taman samping teras dipercantik dengan bunga kertas warna-warni. Ini menambah semarak dan keceriaan pada keseluruhan tampilan teras.

Konsep ini ideal bagi mereka yang menginginkan taman minimalis dengan sentuhan aromatik dan suasana santai yang *cozy*. Perawatan rumput sintetis yang minim menjadi nilai tambah, memungkinkan pemilik rumah menikmati keindahan tanpa repot.

4. Batu Koral Klasik

Teras ini menggunakan lantai batu alam poles yang memberikan kesan elegan dan kokoh. Perpaduan dengan taman koral putih abu-abu menciptakan visual yang menawan. Taman ini ditanami aglaonema, bonsai kecil, dan palem mini, menghadirkan nuansa hijau yang asri.

Area duduk dilengkapi dengan kursi rotan panjang dan meja sintetis, menciptakan ruang santai yang nyaman. Pagar anyaman rendah di sekeliling teras berfungsi sebagai pembatas privasi yang efektif. Meskipun demikian, kesan terbuka dan alami tetap terjaga.

Desain ini memadukan unsur klasik batu alam dengan sentuhan minimalis tanaman hias. Hasilnya adalah teras yang menawan dan mudah dirawat, sangat cocok untuk menikmati ketenangan di pedesaan dengan gaya yang berkelas.

5. Kolam Mini Eceng Gondok

Teras ini memiliki lantai semen ekspos yang memberikan kesan industrial namun tetap alami. Daya tarik utamanya adalah kolam ikan mini berbentuk bulat yang dihiasi batu alam. Kolam ini dipercantik dengan eceng gondok dan lotus kecil, menambah keasrian.

Rak vertikal di dekat kolam menampung pakis dan tanaman air lainnya, memaksimalkan ruang hijau. Sebuah sofa *beanbag* bundar ditempatkan di sudut, menawarkan tempat duduk yang santai dan nyaman. Ini menciptakan area relaksasi yang unik.

Kehadiran kolam mini tidak hanya menambah elemen visual yang menarik, tetapi juga menciptakan suasana sejuk. Suara gemericik air yang menenangkan menjadi nilai tambah. Taman pinggir yang ditanami rumput gajah mini melengkapi keasrian teras ini, menjadikannya tempat sempurna untuk relaksasi.

6. Pot Tanah Liat Tropis

Teras ini menggunakan lantai kayu ulin yang dikenal kuat dan tahan lama. Area kerikil di sekitarnya menambah tekstur alami yang menarik. Pot-pot tanah liat berukuran besar menjadi wadah bagi tanaman tropis.

Tanaman seperti pisang kipas, bougenville, dan kaktus menciptakan nuansa kebun yang rimbun dan eksotis. Sebuah kursi ayun tunggal dan meja samping batu melengkapi area santai yang nyaman. Ini mengundang penghuni untuk berlama-lama.

Di bagian depan teras, melati rambat menghiasi pagar, menyebarkan aroma harum yang menenangkan. Desain ini menghadirkan suasana tropis yang kental, cocok untuk rumah desa yang ingin menonjolkan kekayaan flora Indonesia dan menciptakan ruang bersantai yang unik.

7. Tanpa Pagar Terbuka

Model teras ini dirancang terbuka tanpa pagar, menciptakan kesan menyatu dengan lingkungan sekitar. Undakan batu alam menjadi transisi yang mulus dari teras ke halaman. Ini memberikan tampilan yang lapang dan alami.

Taman mini di sisi teras ditanami palem ekor naga, lidah mertua, dan bunga kertas, memberikan sentuhan hijau yang asri. Bangku balkon panjang dari besi hitam dengan bantal biru menawarkan tempat duduk yang lapang dan nyaman. Ini ideal untuk menikmati pemandangan.

Keunggulan utama desain ini adalah pemandangan sawah panorama yang tidak terhalang, menciptakan koneksi langsung dengan alam pedesaan. Teras tanpa pagar ini memberikan kesan luas dan bebas, sangat cocok bagi mereka yang ingin menikmati keindahan lanskap sekitar secara maksimal.

8. Vertikal Rak Besi

Teras minimalis ini menggunakan lantai *paving block* yang rapi dan fungsional. Fokus utama desain ini adalah rak besi bertingkat yang berfungsi sebagai taman vertikal. Rak ini menampung berbagai tanaman hias.

Tanaman seperti monstera, *peace lily*, dan sirih gading tumbuh subur di rak tersebut. Pot daur ulang dari botol yang ditanami kemangi juga turut menghiasi, menunjukkan sentuhan *eco-friendly*. Meja kopi rendah dari rotan melengkapi area duduk yang sederhana namun fungsional.

Di bagian bawah teras, batu alam ditata dengan pola zigzag, menambah elemen dekoratif yang menarik. Desain ini sangat efisien dalam memanfaatkan ruang sempit, menghadirkan nuansa hijau yang modern dan ramah lingkungan, cocok untuk rumah desa bergaya minimalis.

QnA Seputar Model Teras Rumah dengan Taman Mini di Desa

1. Apakah taman mini cocok untuk lahan teras yang sempit?

Sangat cocok. Justru konsep taman mini dirancang untuk memaksimalkan ruang terbatas agar tetap hijau dan nyaman. Dengan penataan vertikal, pot gantung, atau rak besi bertingkat, lahan 2–3 meter pun bisa terlihat asri.

2. Tanaman apa yang paling mudah dirawat di teras rumah desa?

Beberapa tanaman yang relatif tahan cuaca dan minim perawatan antara lain lidah mertua, sirih gading, palem mini, bougenville, dan lidah buaya. Untuk herbal, kemangi dan serai juga mudah tumbuh di iklim tropis Indonesia.

3. Apakah rumput sintetis lebih praktis dibanding rumput asli?

Rumput sintetis lebih hemat perawatan karena tidak perlu disiram atau dipangkas. Namun, rumput asli seperti rumput jepang atau rumput gajah mini memberikan sensasi alami dan membantu menjaga suhu sekitar tetap sejuk.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|